Kembangkan Teori Proses Morfologis, Mahasiswa PBI ikuti LIDM 2020

Malang – Berkecimpung dalam suatu bidang perlombaan merupakan pengalaman yang luar biasa bagi sebagian orang, salah satunya bagi Noviatussa’diyah, Nuliawati dide dan Ema puspa dwita novitasari, ketiganya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang berkesempatan mengikuti ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2020. Berangkat dari informasi yang diperolehnya dari jurusan, mereka mengembangkan sebuah aplikasi TERMOS, Termos ini merupakan singkatan dari Teori Proses Morfologis, sedangkan ketiganya membentuk sebuah tim yang diberi nama tim Bater yang bermakna sahabat termos. Sesuai dengan namanya, aplikasi termos ini berisikan beberapa materi antara lain adalah proses afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Tidak hanya materi, di dalam aplikasi termos juga terdapat beberapa latihan soal, permainan, dan rangkuman yang dapat dijadikan sebagai bentuk evaluasi dan hiburan oleh siswa. “Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik. Materi yang dipaparkan dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna, tidak hanya menjelaskan mengenai pengertiannya saja tetapi di dalam aplikasi ini juga memberikan contoh-contoh yang beragam dari materi yang dijelaskan. Latihan soal yang diberikan menerapkan soal HOTS. Ada juga fitur menu rangkuman yang dapat didownload secara gratis oleh pengguna. Dilengkapi juga dengan fitur permainan yang dibagi dalam 3 level permainan, mulai dari level mudah, sedang, dan sulit.” Jelas tim bater. “Tantangan terbesar kami mengikuti lomba yaitu kami dapat bersaing secara sehat dengan menyalurkan pendapat atau gagasan kami untuk membuat sebuah alat yang dapat membantu dalam menunjang proses pembelajaran. Karena tidak banyak dari kami yang mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat menyalurkan gagasan secara nyata sampai pada perlombaan, dengan demikian kami merasa sangat tertantang dalam mengikuti perlombaan tersebut.” Tantangan yang dihadapi tim termos menjadi motivasi tersendiri untuk selalu maju dalam mengembangkan karya-karya inovatif yang digagasnya. Berbagai dukungan diberikan oleh beberapa pihak kepada tim bater, mulai dari dosen-dosen prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang selalu memberikan peluang kepada mahasiswanya dengan berbagai informasi yang berkenaan dengan keaktifan daya kritis mahasiswa dalam berkarya, membimbing serta mempersiapkan hal-hal yang menyangkut dengan perlombaan. Tidak hanya itu, tim bater mengaku perlombaan ini bisa mereka ikuti juga berkat sumbangsih dari orang tua yang selalu mendukung ide dan ggasan mereka serta dukungan moral yang selalu diberikan oleh teman-teman. “Upaya penyemangat yang tidak pernah henti dari mereka membuat kami untuk tetap berjuang dalam perlombaan tersebut.” Tambahnya.
WWN Menggagas Pembelajaran Cerpen Berbasis Aplikasi dalam LIDM 2020

Malang – Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang selalu memberikan sumbangsih di bidang bakat dan minat yang dimiliki oleh mahasiswa. Dukungan dan dorongan di segala lini mengantarkan mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia aktif di berbagai bidang perlombaan. Salah satunya adalah Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2020. Aplikasi WWN atau bisa disebut dengan aplikasi Wajah-Wajah Nusantara ini digagas melalui buah karya 3 mahasiswa PBI yakni Rudi, Inka Krisma Melati, Naura Diah Siswanti. Aplikasi yang dirancang dalam perlombaan LIDM tahun 2020 ini dibuat untuk membantu proses pembelajaran di sekolah, terutama pada pembelajaran cerpen. Selain itu, pemilihan teks cerpen dari ke-5 daerah (Blitar, Madura, Kediri, Kalimantan dan Malang) bertujuan untuk merevitalisasi dan mengekspos kearifan lokal yang ada pada daerah tersebut, namun dikemas secara menarik pada sebuah teks cerpen. Tim Sahwahita, nama yang diambil dari bahasa sansekerta ini memiliki arti bermanfaat untuk orang lain, dinamakan tim sahwahita karena harapannya dengan adanya apk itu dapat membantu atau mempermudah kegiatan belajar siswa. Tim sahwahita dalam menyelesaikan aplikasi WWN tentu mengalami berbagai tantangan. “Tantangan yang kami hadapi sejauh ini adalah ketika mengerjakan secara kelompok namun hanya dapat berkomunikasi melalui virtual. Saat diskusi pun, jika biasanya lebih efisien saat bertemu secara langsung, kali ini cukup sedikit terhambat karena kondisi pandemi, dan juga untuk jaringan salah satu anggota kami, kebetulan berada di pulau yang cukup sulit mendapatkan jangkauan jaringan. Tantangan terbesar lainnya yaitu untuk membuat aplikasi atau (codding) yang kami belum pernah lakukan.” Jelas tim Sahwahita Aplikasi WWN dioperasikan secara offline, sehingga sangat membantu proses pembelajaran terutama di masa pandemi covid-19. Aplikasi yang berisi tentang teks cerpen yang memuat nilai-nilai kearifan lokal dari beberapa daerah ini dilengkapi dengan 4 fitur yang akan membantu proses pembelajaran. Fitur pertama, struktur teks cerpen yang berisi pengertian cerpen, unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. Fitur kedua, langkah-langkah menulis teks cerpen, pada fitur ini sudah dijelaskan secara lengkap agar siswa lebih mudah menulis teks cerpen. Fitur ketiga, cerpen yaitu terdapat 10 teks cerpen yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dari beberapa daerah. Cerpen dengan nilai-nilai kearifan lokal tersebut selain untuk merevitalisasi dan mengekspos kearifan lokal pada beberapa daerah, namun juga untuk membentuk karakter positif pada diri siswa. Fitur keempat yaitu permainan, pada fitur ini terdapat 2 permainan yang sangat menarik yaitu acak bola dan kepenulisan. Pada fitur permainan acak bola setelah melakukan permainan, siswa akan mengerjakan beberapa latihan soal. Sedangkan pada fitur kepenulisan, siswa akan diminta menulis cerpen dan akan mendapatkan penilaian dari guru. Fitur permainan yang terdapat pada aplikasi WWN sekaligus dapat digunakan guru sebagai evaluasi pembelajaran. “Aplikasi WWN harapan kami dapat membantu kegiatan belajar mandiri siswa di rumah dan sekolah, meningkatkan kompetensi (afektif, kognitif, dan psikomotorik) siswa, mengenalkan kearifan lokal di Indonesia, membantu siswa dalam belajar menyusun cerpen, serta membentuk karakter yang positif terhadap siswa.” Ungkap Tim sahwahita.