Untuk Petama Kalinya, Yudisium Periode IV Tahun 2021 Sukses Digelar Secara Luring Oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

MALANG- Setelah dua tahun dilaksanakan secara Daring (Dalam Jaringan), Yudisium Periode IV Tahun 2021 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM sukses digelar secara Luring (Luar Jaringan), Rabu (12/01/22). Yudisium periode IV Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM untuk pertama kalinya dilaksanakan secara Luring. Terlaksananya acara tersebut tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait. Hal tersebut dilakukan guna melindungi pihak-pihak yang terlibat agar tetap aman dan sehat. Pasalnya, pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum benar-benar selesai. Acara yang dilaksanakan di Auditorium Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut dihadiri oleh kurang lebih 149 peserta yang mengikuti Yudisium Periode IV Tahun 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan protokol kesehatan dengan 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Memakai masker). Tentunya, Yudisium Periode IV Tahun 2021 juga didukung oleh berbagai pihak yang terlibat sehingga acara tersebut sukses digelar. Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya acara Yudisium Periode IV Tahun 2021 secara Daring maka perlu banyak pertimbangan dan persiapan yang matang agar acara tersebut bisa berjalan dengan lancar. “Acara ini sudah dipersiapkan dengan matang dan tentunya dengan banyak pertimbangan. Kemudian, acara ini juga perlu banyak dukungan dari berbagai pihak. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar, kendala tetap ada dan itu normal. Apalagi ini merupakan Yudisium pertama yang dilakukan secara Luring, karena dua tahun sebelumnya dilaksanakan secara Daring, ” jelasnya. Harapanya dengan dilaksanakannya Yudisium Periode IV Tahun 2021 secara Luring Ini dapat memberikan motivasi dan harapan baru bagi berbagai pihak khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Tentunya harapan utamanya adalah pulihnya seluruh kegiatan kampus dan kembali normal seperti sediakala.
Alamsyah, Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Menjadi Pemateri Pada Yudisium Periode IV Tahun 2021

MALANG- Pria kelahiran Kalu-kalukuang Kabupaten Pangkep, Sulawesi tersebut merupakan alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Alamsyah lulus pada tahun 2015 dan sekarang sedang melanjutkan studi Strata Tiganya di salah satu Universitas di Malang. Dalam acara Yudisium Periode IV Tahun 2021, Alamsyah membawakan materi dengan tema Mindset Transformation For Adaptive and Provesional Teachers. Pria yang bergerak di bidang Pendidikan, Komunikasi, Manajemen, dan Praktisi Neuro Linguistik Programming (NLP), U.S.A. tersebut, sekarang menjadi Kepala Sekolah di MA Al-Irtiqo IIBS Kota Malang. Alamsyah juga aktif pada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidiikan khususnya pada bidang bahasa. Selain menjalani kesibukan menjadi Kepala Sekolah. Ia juga menjadi motivator dan education inspirator. Alamsyah menyebut setiap situasi dalam pembelajaran yang guru alami sebenarnya bersifat netral. Pikiran gurulah yang memberikan makna untuk kejadian itu. “Makna ini bisa direspon positif maupun negatif oleh guru tersebut. Bila guru merespon positif, maka akan membentuk belief positve dan akan mengeluarkan emosi positif. Begitu juga sebaliknya, ” ungkap Alam. “Sebelum menjadi seperti sekarang ini, perjalanan karier dimulai ketika saya Yudisium dan pematerinya waktu itu asalnya sama seperti saya yaitu dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Dari situ saya mulai optimis kalau saya bisa seperti dia, bahkan lebih, ” terangnya di depan lulusan FKIP UMM pada Yudisium Periode IV, Rabu (12/01/22). Di hadapan para lulusan, pria yang bergelar lengkap Alamsyah, SPd., M.Pd., C.NLP., C.MNLP., C.NLC. Juga memberikan motivasi bagaimana menjadi guru yang adptif dan profesional di era serba digital seperti sekarang ini. Bukan hanya motivasi, Alamsyah juga berpesan bahwa belajar tidak sekedar di ruang-ruang kelas yang dibatasi oleh dinding-dinding, tetapi juga di ruang-ruang masyarakat yang dibatasi oleh norma-norma yang ada. Sebagai penutup, ia juga mengatakan bahwa “belajar adalah perjalanan yang begitu panjang panjang tanpa ujung. Kalau anda lelah, sebaiknya anda pulang, “