Menerima Kunjungan PBSI UAD, Prodi PBI UMM Adakan Diskusi Tentang Sistem Penjaminan Mutu untuk Menjaga Kualitas Prodi, SDM, dan Mahasiswa

Malang – Menerima kunjungan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan ILmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan diskusi tentang system penjaminan mutu untuk menjaga kualitas prodi, sumber daya manusia, dan juga mahasiswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang 103 GKB 4 UMM, Kamis (27/07) kemarin. Dibuka langsung oleh Wadek I FKIP, Ibu Dr. Sugiarti, M.Si., diskusi berjalan aktif dan efektif. Beliau juga menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya diskusi ini nantinya akan ada lanjutan kerja sama dibidang penjaminan mutu untuk menjaga kualitas internal maupun eksternal. Arti Prihatini, M.Pd., dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Penjaminan Mutu Prodi PBI FKIP UMM menjelaskan banyak hal tentang standar penjaminan mutu yang ada di prodi. Beliau juga mengatakan bahwa Prodi PBI memiliki kriteria-kriteria yang harus dicapai untuk menunjang kualitas prodi, baik dari sumber daya manusia maupun mahasiswanya. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ibu Dr. Hari Windu Asrini, M.Si., selaku dosen PBI dan juga menjabat di Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) tingkat universitas bidang Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Dosen yang biasa dipanggil Bu Rini tersebut menjelaskan bahwa BPMI merupakan salah satu unit di UMM yang bergerak dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu, baik di bidang akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, juga bidang pendukung lain, hingga menjadi Good University Governance (GUG). “Selain yang sudah saya jelaskan di awal, BPMI juga berperan dalam merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu secara keseluruhan di Universitas Muhammadiyah Malang, membuat perangkat yang diperlukan , memantau, memeriksa, dan mengevaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu sekaligus melaporkan secara berkala sistem penjaminan mutu di universitas kepada Rektor,” lanjutnya. Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatangan kerja sama (MoU) di bidang penjaminan mutu baik di tingkat prodi maupun universitas. Tidak hanya itu, kegiatan juga diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cendera mata dari PBI UMM dan PBSI UAD.
Terima Kunjungan dari PBSI UAD, Prodi PBI FKIP UMM Bahas Penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Malang – Masih menjadi satu rangkaian kunjungan Prodi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan ke Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kali ini dikusi membahas penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Prodi PBI FKIP UMM. Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., selaku Kaprodi PBSI UAD mengucapkan banyak terima kasih karena sudah difasilitasi dan diterima dengan baik di UMM. “Kami ke sini tentu dengan mebawa banyak agenda dan topik diskusi. Jadi harapanya nanti pulang juga harus membawa oleh-oleh dalam bentuk ide, pengalaman, gagasan, maupun kesepakan kerja sama yang akan terjalin antara Prodi PBSI UAD dan Prodi PBI UMM,” Tegas Roni. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Prodi PBI UMM juga menunjukkan antusiasnya sekaligus juga berterima kasih atas kunjungan yang telah dilakukan oleh Prodi PBSI UAD. “Kami sudah merancang kegiatan pada hari ini dengan diskusi dan sarasehan se-aktif dan se-efektif mungkin agar tujuan besar datangnya Prodi PBSI UAD ke UMM ini dapat terwujud. Kali ini kita buka diskusi dengan tema penerapan MBKM yang ada di Prodi PBI FKIP UMM,” lanjutnya. Diskusi yang diikuti oleh seluruh dosen PBI FKIP UMM yang hadir dan dosen Prodi PBSI UAD berjalan cukup menarik. Hingga salah satu dosen dari Prodi PBSI UAD mengajukan pertanyaan terkait konversi nilai mata kuliah dengan kegiatan magang yang ada di Prodi PBI FKIP UMM. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., dosen PBI FKIP UMM yang juga hadir dalam diskusi tersebut menjelaskan bahwa sistem konversi nilai sudah ditata sedemikian rupa hingga hasil akhirnya tetap memiliki korelasi dengan mata kuliah yang dikonversi. “Perihal Konversi nilai, pada mulanya kami juga kesulitan mencari formula yang pas. Artinya nilai mata kuliah yang dikonversi harus memiliki korelasi dengan program tempat mahasiswa magang dan tentu kompetensinya harus bisa dipertanggungjawabkan. Tentu kita semua masih sama-sama berinovasi terkait formula ini, jangan sampai adanya MBKM ini nantinya bakal menghilangkan mata kuliah penciri prodi seperti mata kuliah yang saya ampu yaitu matak kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP),” jawabnya. Menanggapi jawaban dari Pak Hari sapaan akrabnya, Dr. Rina Ratih Sri Sudaryani, M.Hum., dosen Prodi PBSI UAD yang ikut hadir dalam diskusi tersebut mejelaskan permasalah yang sama. “Nah kami rasa kita memiliki problem yang sama yakni ada kekhawatiran beberapa mata kuliah penciri prodi akan hilang dengan adanya konversi nilai dan magang dari program MBKM ini. Oleh karena itu, kami memberanikan mencoba berinovasi dan terus menumbuhkembangkan formula yang kami buat agar konversi nilai mata kuliah dan program magang mahasiswa nantinya memiliki korelasi dengan kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.