Showing Muspus, PBI FKIP Study Program Students Show Off at Guest Lecture Event with the Ministry of Education and Culture

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Students of the Indonesian Language Education Study Program (PBI) Faculty of Teacher Training and Education UMM never run out of potential in creating and writing literature. Recently, students who are members of the Sanggar Aksara Poetry Musicalization group appeared as guest stars at a guest lecture event with the Director of Cultural Development and Utilization of the Indonesian Ministry of Education and Culture, Mr. Dr. Restu Gunawan, M. Hum. The event which took place offline in the BAU UMM Hall on Saturday (21/10) had the theme “Cultural Advancement and Cultural Diplomacy”. Sanggar Aksara presented three poetry musicals (Muspus) including Senja di Pelabuhan Kecil by Chairil Anwar, Menepilah by Edi Sukardi, and Sin of the Night for Me by R. Zulfa Setyoko P. Miftahul Huda, Chair of the Literacy Studio, was happy with invitations like this, because they could accommodate friends to continue working, especially in the field of literature. “Of course an invitation like this is very valuable for us, because it can accommodate and provide space for us to work. “And it can bring out students’ competitiveness at both study program, faculty, especially FKIP, and university levels,” said Huda, his nickname. “Incidentally, at this performance, we presented our latest work entitled Sins of the Night to Me. “I myself am the guitarist, Mutiara and Vivin are the vocalists, Naufal is the kajon player, and Hanifah and Mahda are the poetry readers,” he continued. The guest lecture which was attended by hundreds of students was lively and full of knowledge. Muhammadiyah University of Malang always facilitates students by presenting big figures to provide additional knowledge and provide different experiences to all students.
Students from the PBI FKIP UMM Study Program also participated in the Malang City Literature Festival

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Students of the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM played an active role in the Malang City Literature Festival which started from 19 to 22 October, at Kedai Kopi Tani, Dau Malang. Various kinds of activities, ranging from book reviews, book bazaars, literary seminars, theater performances, to musicals take place at the Festival. Students from the UMM PBI Teacher Training and Education Study Program are active in participating in book discussion discussions, reading literature, and even attending literature seminars. Muhammad Ilham Zakaria, a student at the PBI FKIP Study Program at Muhammadiyah University in Malang, who took part in the discussion and book review, said that this literature festival was very positive and useful, especially for language and literature students. “I came here with PBI UMM friends from various classes, starting from the 2018 to 2023 class. Coincidentally, for this book review event, the speaker was our lecturer, namely Mr. Candra,” he said. Not only taking part in discussions and book reviews, FKIP Indonesian Language Education Study Program students also appeared to read poetry. M. Rifki Kurniawan appeared to read a poem entitled Sajak Sebatang Lisong by W.S. Rendra in front of dozens of spectators who attended the Malang City Literature Festival. The participation of students from the PBI FKIP UMM Study Program is a form of enthusiasm to revitalize the literary climate in the city of Malang which was suspended due to the pandemic. The hope is that through this activity, it will spark other activities related to the fields of education and literature.
Tampilkan Muspus, Mahasiswa Prodi PBI FKIP Unjuk Gigi di Acara Kuliah Tamu Bersama Kemendikbudristek

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM tak pernah kehabisan potensi dalam berkarya dan bersastra. Baru-baru ini, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Musikalisasi Puisi Sanggar Aksara tersebut tampil sebagai bintang tamu di acara kuliah tamu bersama Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Bapak Dr. Restu Gunawan, M.Hum. Acara yang berlangsung secara luring di Aula BAU UMM pada Sabtu, (21/10) tersebut mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan dan Diplomasi Budaya”. Sanggar Aksara membawakan tiga musikalisasi Puisi (Muspus) di antaranya Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar, Menepilah karya Edi Sukardi, dan Dosa Malam Kepadaku karya R. Zulfa Setyoko P. Miftahul Huda, Ketua Sanggar Aksara merasa senang dengan adanya undangan-undangan seperti itu, karena bisa mewadahi teman-teman untuk terus berkarya khsusunya di bidang sastra. “Tentu undangan seperti ini sangat berharga bagi kami, karena dapat mewadahi dan memberi ruang untuk kami berkarya. Serta bisa memunculkan daya saing mahasiwa baik ditingkat prodi, fakultas khususnya FKIP, maupun universitas” kata Huda, panggilan akrabnya. “Kebetulan pada penampilan kali ini, kami membawakan karya terbaru kami yang berjudul Dosa Malam Kepadaku. Saya sendiri sebagai gitaris, Mutiara dan Vivin sebagai vokal, Naufal sebagai pemain kajon, dan Hanifah dan Mahda sebagai pembaca puisi,” lanjutnya. Kuliah tamu yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa tersebut berlangsung meriah dan penuh ilmu. Universitas Muhammadiyah Malang selalu memfasilitasi mahasiswa dengan menghadirkan tokoh-tokoh besar guna memberikan tambahan pengetahuan serta memberikan pengalaman yang berbeda kepada seluruh mahasiswa.
Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Turut Berpartisipasi dalam Festival Sastra Kota Malang

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM berperan aktif dalam Festival Sastra Kota Malang yang digelar mulai tanggal 19 hingga 22 oktober lalu, di Kedai Kopi tani, Dau Malang. Berbagai macam kegiatan, mulai dari bedah buku, bazar buku, seminar sastra, penampilan teater, hingga musikalisasi ada dalam Festival tersebut. Mahasiswa Prodi PBI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM aktif dalam mengikuti diskusi bedah buku, membaca sastra, hingga mengikuti seminar sastra. Muhammad Ilham Zakaria, mahasiswa Prodi PBI FKIP Universitas Muhammadiyah malang yang mengikuti diskusi dan bedah buku mengatakan bahwa festival sastra ini sangat positif dan bermanfaat apalagi untuk mahasiswa bahasa dan sastra. “Saya datang ke sini bersama teman-teman PBI UMM dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 2018 hingga 2023. Kebetulan untuk acara bedah buku kali ini pematerinya adalah dosen kami, yakni Bapak Candra,” tandasnya. Bukan hanya mengikuti diskusi dan bedah buku, mahsiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP ada juga yang tampil membaca puisi. M. Rifki Kurniawan tampil membacakan puisi yang berjudul Sajak Sebatang Lisong karya W.S. Rendra di depan puluhan penonton yang hadir dalam Festival Sastra Kota Malang tersebut. Keikutsertaan mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM tersebut merupakan sebuah bentuk semangat untuk menghangatkan kembali iklim sastra di kota malang yang sempat mati suri akibat pandemi. Harapannya, melalui kegiatan ini, akan memantik kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun kesusastraan.
UMM FKIP PBI Study Program Students Perform Poetry Musicalization at the Closing of FSKM

Indonesian Language Education Study Program, UMM – The series of FSKM (Malang City Literature Festival) activities finally entered its final day, Sunday (22/10). Starting on October 19, FSKM had a very busy activity agenda, held from nine in the morning to nine in the evening non-stop for four consecutive days. Students from the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM were guest stars to enliven the closing of the Malang City Literature Festival which was held at the Van Java Coffee shop, Dau Malang City. The students who are members of the Sanggar Aksara Poetry Musicalization Group performed a musicalization of poetry with theatrical movements. Presented two poems, namely a poem with the title Surat Pujangga and Purnama An Independence Beach by Prasetya Wahyu. As the opening performer, PBI FKIP UMM students gave a very stunning performance in front of hundreds of FSKM spectators. Muftahul Huda, as Group Leader, admitted that he was very satisfied with the performance of his friends. “We have prepared ourselves and trained intensely to become performers at the FSKM closing event. “We are satisfied with our performance,” said Huda, his nickname. “If we talk about shortcomings, of course there are still many shortcomings. “Earlier there were also obstacles in the technical department, such as the mic being uncomfortable and the sound still having a bit of interference,” he continued. Muhammad Dandy, Chief Executive of FSKM, was also very grateful for being willing to be an organizer at the closing of FSKM. “Thank you to the Literacy Studio group from the PBI Study Program for taking their time in the midst of their busy studies. From this event there are several things that need to be used as evaluation material. “Hopefully our process together will be useful for all of us,” concluded M. Dandy.
Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Bawakan Musikalisasi Puisi dalam Penutupan FSKM

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Rangkaian kegiatan FSKM (Festival Sastra Kota Malang) akhirnya memasuki hari terakhir, Minggu (22/10). Dimulai pada tanggal 19 oktober lalu, FSKM memiki agenda kegiatan yang sangat padat, digelar mulai pukul sembilan pagi hingga pukul sembilan malam non stop selama empat hari berturut-turut. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM menjadi bintang tamu untuk meramaikan penutupan Festival Sastra Kota Malang yang dilaksanakan di kedai Kopi Van Java, Dau Kota Malang. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Musikalisasi Puisi Sanggar Aksara tersebut menampilkan musikalisasi puisi dengan dibubuhi gerak teatrikal. Membawakan dua puisi, yakni puisi dengan judul Surat Pujangga dan Purnama Sebuah Pantai Kemerdekaan karya Prasetya Wahyu. Menjadi penampil pembuka, mahasiswa PBI FKIP UMM meberikan penampilan yang sangat memukau di depan ratusan penonton FSKM. Muftahul Huda, selaku Ketua Kelompok mengaku sangat puas dengan penampilan teman-temannya tersebut. “Kami sudah menyiapkan diri dan intens berlatih untuk menjadi penampil di acara penutupan FSKM ini. Kami puas dengan penampilan kami,” kata Huda, sapaannya. “kalau berbicara kekurangan, tentu masih banyak kurannya. Tadi juga sempat ada hambatan di bagian teknis, seperti micnya yang kurang nyaman dan soundnya yang masih ada sedikit gangguan,” sambungnya. Muhammad Dandy, Ketua Pelaksana FSKM juga banyak berterima kasih karena sudah bersedia menjadi pengi acara dalam penutupan FSKM tersebut. “Terima kasih untuk kelompok Sanggar Aksara dari Prodi PBI yang sudah meluangkan waktunya di tengah kesibukan kuliah. Dari acara ini ada beberapa yang perlu menjadi bahan evaluasi. semoga kita proses kita bersama ini dapat bermanfaat untuk kita semua,” tutup M. Dandy.
UMM PBI FKIP Study Program Lecturer Becomes Speaker at the Malang City Literature Festival

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Mr. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Secretary and lecturer of the Indonesian Language Education Study Program (PBI) Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Muhammadiyah University of Malang (UMM) was one of the speakers at the Malang City Literature Festival. Mr. Candra, his nickname, reviewed the book entitled The Bridge of No Return with the author, Mardi Luhung, and moderated by Ricky Setya Prayoga. The activity, which was held at the Kopi Tani shop, Dau Malang, last Friday (20/10), was attended by dozens of discussion participants. “The Bridge of No Return tells the story of a bridge where everyone who crosses this bridge will never return. Even though they won’t come back, there are always people who want to cross the bridge. These people come from different circles, both in terms of age, status and intelligence. These people always show cheerful and happy faces. “So full of hope and enthusiasm,” explained Mr. Candra. Windi Hamidah, as a discussion participant, also felt very enthusiastic about the Bridge of No Return book review activity. “Children now say ‘nyore, looking for twilight’ and this time the bonus is knowledge,” he said. This book review is one of a series of activities at the Malang City Literature Festival. The festival, which was held for four days from 19 to 22 October 2023 and started from 9 am to 9 pm, was lively with high enthusiasm from literary activists and visitors. Muhammad Dandy as the chief organizer hopes that this activity can accommodate literary activists to express their works and most importantly can revitalize the literary activity of Malang City.
Dosen Prodi PBI FKIP UMM Jadi Pemateri dalam Festival Sastra Kota Malang

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Bapak Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris sekaligus dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah malang (UMM) menjadi salah satu pemateri dalam gelaran Festival Sastra Kota Malang. Bapak Candra, panggilan akrabnya menjadi pembedah buku yang berjudul Jembatan Tak Kembali bersama penulisnya langsung yakni Mardi Luhung dan dimoderatori oleh Ricky Setya Prayoga. Kegiatan yang dilaksanakan di kedai Kopi Tani, Dau Malang pada Jumat (20/10) lalu, diikuti oleh puluhan peserta diskusi. “Jembatan Tak Kembali bercerita tentang sebuah jembatan di mana setiap orang yang menyebrang di jembatan ini, tak akan pernah kembali. Meskipun tak akan kembali, selalu saja ada orang-orang yang ingin menyebrangi jembatan itu. Orang-orang tersebut berasal dari kalangan yang berbeda-beda, baik dari segi usia, status, maupun kepandaian. Orang-orang tersebut selalu menampakkan wajah yang ceria dan gembira. Begitu penuh harap dan gelora,” jelas Bapak Candra. Windi Hamidah, selaku peserta diskusi juga merasa sangat antusias dengan kegiatan bedah buku Jembatan Tak Kembali ini. “Kalau kata anak sekarang ‘nyore, mencari senja’ dan kali ini bonusnya ilmu” tuturnya. Bedah buku ini merupan salah satu dari sederet kegiatan Festival Sastra Kota malang. Festival yang digelar selama empat hari mulai tanggal 19 hingga 22 okterber 2023 dan dimulai jam 9 pagi hingga jam 9 malam tersebut berjalan semarak dengan antusiasme yang tinggi dari para pegiat sastra dan pengunjung. Muhammad Dandy sebagai ketua pelaksana berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat mewadahi para pegiat sastra untuk menuangkan karya-karyanya dan yang paling penting dapat menumbuhkan lagi geliat sastra Kota Malang.