Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Bahawakan Muspus dan Monolog dalam Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Universitas Muhammadiyah Malang baru saja menggelar acara pengukuhan Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., sebagai guru besar pada Selasa, (27/12) kemarin di Aula GKB 4 UMM. Acara berlangsung secara hikmat dengan dibalut nuansa sastra yang kental dengan menampilkan musikalisasi puisi dan monolog oleh mahasiswa PBI FKIP UMM. Miftahul Huda, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan juga ketua kelompok mengatakan bahwa ini adalah penampilan yang sangat sepesial dengan persiapan yang cukup panjang. “Kami membawakan puisi yang berjudul Kita karya Korrie layun Rampan dan Senja di Pelabuhan Kecil karya Khairil Anwar. Tidak hanya muspus, kami juga secara khusus menampilkan monolog yang berjudul Akar Keteguhan,” kata Miftahul Huda. Berbeda dengan penampilan musikalisasi puisi pada umumnya, kali ini tidak hanya diiringi gitar dan kahon, tetapi juga dengan beberapa alat musik gamelan dan balutan biola. Nur Hanifah, sebagai salah satu penampil juga mengatakan bahwa ini adalah penampilan yang paling berbeda. “Biasanya kami tampil tidak selengkap ini dan ini juga tadi ada ilustrasi lengkap dengan lighting,” ujarnya. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., yang juga dosen di bidang sastra tersebut mengampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Prodi PBI. “Saya percaya bahwa teman-teman dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bisa menyajikan penampilan yang menarik dan berkesan. Dan terbukti mereka merespon kepercayaan saya dengan baik,” kata Bapak Joko Widodo.
Pengukuhan Dosen Prodi PBI FKIP, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Prof. Dr. Joko Widodo menjadi dosen bergelar profesor dan guru besar ketiga yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah dikukuhkan pada Selasa (27/12) lalu di Aula GKB 4 UMM. Kabar dikukuhkannya Bapak Joko Widodo sebagai Guru Besar UMM menjadi angin segar bagi Prodi PBI FKIP UMM sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM yang dimilikinya. Arif Setriawan, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM turut berbahagia dan mengucapkan selamat atas gelar profesor dan Guru Besar yang telah diraih oleh Bapak Joko Widodo. “Saya ucapkan selamat bapak Joko Widodo atas raihan gelar profesor sekaligus menjadi Guru Besar UMM dan semoga mendatangkan keberkahan bagi kehidupan beliau. Tentu ini adalah langkah yang baik, karena sampai hari ini kita sudah memiliki tiga profesor yang yang ada di Prodi PBI FKIP. Ada peningkatan Sumber Daya Manusia yang sangat signifikan beberapa tahun terakhir,” terangnya. “Harapannya dengan bertambahnya profesor yang ada di Prodi PBI FKIP UMM ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan sejalan dengan peningkatan kompetensi mahasiswa,” lanjut Pak Arif, panggilan akrabnya. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., juga memiliki pesan khusus yang ditujukan untuk Prodi PBI FKIP UMM “Saya ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen di Prodi PBI yang sudah mendukung dan sekaligus membantu dalam segala persiapan sehingga saya dapat berdiri di sini. Kemudian, Prodi PBI adalah rumah tempat saya kembali nanti. Prodi PBI ini hebat karena selalu bisa menjada integritas antara yang sepuh dan yang muda. Semangat selalu,” ujarnya.
Mahasiswa Prodi PBI Ikuti Workshop Keaktoran di Lab Drama FKIP UMM

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang sastra, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Kerguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Workshop Keaktoran yang diselenggarakan oleh Lab Drama FKIP UMM. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang 6.12 GKB 1 UMM tersebut terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama untuk mahasiswa angkatan 2021 dan sesi kedua untuk angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem sesi agar bisa memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki mahasiswa. Ibu Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., Kepala Lab Drama FKIP UMM menjelaskan bahawa program workshop tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Lab Drama FKIP UMM. “Lab Drama FKIP UMM selalu memberikam ruang untuk mahasiswa FKIP yang punya minat dan bakat di bidang non-akademik khsusnya seni musik dan sastra termasuk keaktoran,” jelasnya. “Harapannya, Lab Drama dapat menjadi wadah untuk mahasiswa FKIP agar bisa menggalih potensi yang dimilikinya guna menunjang prestasi yang kelak akan diraihnya. Lab Drama juga menjadi tempat berkumpulnya teman-teman dari LSO Sanggar Aksara FKIP UMM. Jadi nanti bisa saling berbagi pengalaman maupun ilmu tentang seni musik dan sastra,” lanjut Bu Ani, sapaan akrabnya. Oki Kusuma, mahasiswa PBI FKIP UMM yang mengikuti kegiatan workshop tersebut juga menyampaikan banyak terima kasih karena sudah difasilitasi untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam seni pembacaan puisi dan juga musikalisasi puisi. “Saya dan teman-teman merasa terwadahi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Jadi harapannya ke depan semoga lebih banyak lagi kegiatan workshop seperti ini, tentu dengan pemateri yang ahli dalam bidangnya,” kata Oki.
Leo Zainy Beri Materi Keaktoran kepada Mahasiswa PBI FKIP UMM

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Seorang seniman pertunjukan yang bergerak di bidang teater, film, dan musik di kota Malang dan juga pendidri ActSchool Malang (ASM), Leo Zainy memberikan kelas keaktoran kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM (16/12). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Lab Drama FKIP UMM tersebut juga mendapat dukungan penuh oleh Kepala Lab Drama FKIP UMM, Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd. “Lab Drama FKIP UMM selain untuk kelas mata kuliah sastra yang ada di Prodi PBI FKIP UMM, juga memberikan ruang untuk mahasiswa FKIP untuk menggalih bakat dan minatnya di bidang seni dan sastra,” Kata Ibu Ani, sapaan akrabnya. Leo Zainy menjelaskan bahwa seni drama dan keaktoran, dua elemen yang sering kali dianggap terpisah, sebenarnya memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana seni drama dan keaktoran bisa bersatu dan menciptakan pengalaman yang mendalam, tidak hanya bagi para pelaku seni tetapi juga bagi penonton yang terpesona oleh panggung kehidupan yang tercipta. “Dengan melihat seni drama dan keaktoran sebagai satu kesatuan, kita dapat mengeksplorasi potensi kreatif dan ekspresif yang lebih dalam. Seni drama menjadi cermin kehidupan, sementara keaktoran memberikan nuansa kehidupan pada seni drama. Keduanya, ketika dijalankan dengan penuh semangat dan autentisitas, menciptakan pengalaman yang menggetarkan dan menginspirasi bagi semua yang terlibat. Inilah keindahan kolaborasi antara seni drama dan keaktoran yang tak terlupakan,” terang Mas Zain, panggilan akrabnya. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias karena ada beberapa mata kuliah yang erat kaitanya dengan kelas keaktoran tersebut. Beberapa mahasiswa menyebutkan bahwa kelas keaktoran tersebut dapat membantu memberikan referensi dan pengalaman yang baru guna menunjang perkuliahan pada mata kuliah Gerak Oratori dan Penyutradaraan.