Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Lolos Esai Nasional Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Lombok

Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern. Devy Putri Susilo berhasil lolos dalam ajang kompetisi esai nasional Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang akan diselenggarakan pada 16–18 Mei 2026 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Dalam kompetisi tersebut, Devy mengangkat karya berjudul “Inovasi Media Pembelajaran IPA Berbasis Augmented Reality dan Virtual Reality untuk Pengenalan Flora Fauna bagi Anak Tunarungu.” Gagasan tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan media pembelajaran yang inklusif, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus seperti anak tunarungu. Melalui pendekatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), Devy menawarkan konsep pembelajaran sains yang lebih interaktif dan visual sehingga dapat membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Menurut Devy, penggunaan teknologi imersif seperti AR dan VR dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Anak tunarungu cenderung lebih mudah memahami informasi melalui visualisasi yang jelas, sehingga media berbasis teknologi tersebut dinilai mampu menjembatani keterbatasan dalam proses komunikasi verbal di kelas. “Melalui media berbasis AR dan VR, siswa tidak hanya membaca atau melihat gambar, tetapi dapat merasakan pengalaman belajar secara lebih nyata. Mereka dapat melihat bentuk flora dan fauna secara tiga dimensi sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkap Devy. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap keterbatasan media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam pembelajaran sains yang sering kali memerlukan visualisasi konkret. Oleh karena itu, inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inklusif dan ramah bagi semua peserta didik. Keikutsertaan Devy dalam Mandalika Essay Competition 8 juga menjadi kesempatan berharga untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus memperkenalkan gagasan inovatif di tingkat nasional. Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya mempresentasikan karya ilmiah, tetapi juga berdiskusi dan bertukar ide mengenai berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia. Dengan lolosnya Devy Putri Susilo ke tahap nasional MEC 8, diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan gagasan inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan inklusif di masa kini.