Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2024 Terbitkan Antologi Puisi
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2024 kembali menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya melalui penerbitan sebuah antologi puisi yang dikemas dalam bentuk buku. Karya ini merupakan luaran dari mata kuliah Menulis Sastra yang secara khusus dirancang tidak hanya sebagai pembelajaran teoritis, tetapi juga sebagai ruang praktik nyata bagi mahasiswa dalam berkarya. Antologi ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran sastra di bangku perkuliahan mampu melahirkan produk literasi yang bernilai estetis sekaligus akademis. Kegiatan penyusunan antologi puisi ini dibimbing oleh dua dosen pengampu, yaitu Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. dan Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. Pembelajaran dalam mata kuliah ini dirancang secara kolaboratif dengan pembagian peran yang sistematis, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah, mendalam, dan aplikatif. Model pembelajaran ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pemahaman konsep hingga implementasi dalam bentuk karya nyata. Pada paruh awal semester, sebelum Ujian Tengah Semester (UTS), pembelajaran difokuskan pada penguatan konsep dasar kepenulisan puisi. Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. memberikan materi terkait hakikat puisi, ragam genre, unsur intrinsik, teknik penulisan, hingga eksplorasi bahasa puitik. Mahasiswa dibimbing untuk memahami bagaimana puisi tidak hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Memasuki paruh kedua semester, setelah UTS, proses pembelajaran dilanjutkan oleh Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. yang berfokus pada tahap kurasi dan pengelolaan karya. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya menulis, tetapi juga belajar bagaimana menyusun karya-karya tersebut menjadi sebuah antologi yang utuh dan layak terbit. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diberikan kebebasan penuh dalam menentukan tema dan genre puisi yang ditulis. Antologi ini tidak terikat pada satu aliran tertentu, melainkan menghadirkan keragaman ekspresi, gaya bahasa, dan sudut pandang. Meski demikian, kebebasan tersebut tetap berada dalam koridor etika, dengan menghindari konten yang mengandung unsur SARA maupun hal-hal sensitif lainnya. Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran ini dirancang untuk menumbuhkan kepekaan estetis sekaligus keterampilan teknis mahasiswa dalam menulis puisi. “Melalui pembelajaran ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam karya nyata,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. menekankan pentingnya proses kolaboratif dalam penyusunan antologi ini. “Penyusunan antologi ini bukan sekadar mengumpulkan karya, tetapi juga melatih mahasiswa untuk bekerja sama serta memahami bagaimana sebuah karya sastra dapat disajikan secara profesional dalam bentuk buku,” ungkapnya. Sebagai penutup, antologi puisi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai pencipta karya yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia literasi.