
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan identitas komersial baru bernama BSI Modern (Bahasa dan Sastra Indonesia Modern). Perubahan ini menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin menuntut keterampilan terapan. Identitas baru ini menjadi simbol kesiapan UMM dalam menghadirkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern), Dr. M. Isnaini, M.Pd. mengungkapkan bahwa istillah Modern dipilih karena mencerminkan orientasi prodi terhadap praktik bahasa dan sastra yang bersifat applied. “Peluang lulusan Bahasa Indoneisa sekarang tidak hanya mengarah pada profesi guru. Mereka bisa menjadi tutor BIPA, jurnalis, editor, penyiar, hingga linguist forensik yang saat ini sangat dibutuhkan Lembaga hukum.” (18/11) ujarnya. Perubahan identitas ini juga memiliki filosofi yang kuat. Kata MODERN memuat makna Mandiri, Objektif, Disiplin, Energetic, Relational, hingga Nationalist & Next level yang menggambarkan profil lulusan yang ingin dibentuk.

Launching Logo Komersial Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern)
Kurikulum BSI Modern kini tengah diintegrasikan dengan berbagai mata kuliah terapan, seperti linguistik forensik, jurnalistik, penyutradaraan, editor dan entrepreneur perbukuan, hingga BIPA. Program unggulan BIPA terus diperluas, termasuk pengiriman mahasiswa magang ke Vietnam serta rencana kerja sama dengan China dan Thailand. Menurut Dr. M. Isnaini, M.Pd., visi utama BSI Modern adalah melahirkan lulusan yang Tangguh, kompeten secara praktik, dan unggul dalam komunikasi public. “Kami ingin lulusan kami lebih mudah dilirik pasar karena memiliki keterampilan khusus yang relevan dan dibutuhkan.” (18/11) tuturnya.
Sebagai upaya memperkenalkan identitas baru ini, Prodi mulai mengintensifkan publikasi melalui media social dan menggandeng mahasiswa serta alumni sebagai duta informasi BSI Modern. Dr. M. Isnaini, M.Pd. menambahkan bahwa mahasiswa BSI Modern harus mampu membaca kebutuhan pasar dan memahami bahwa bahasa adalah keterampilan hidup. “Kalau mahasiswa sudah paham kebutuhan pasar, mereka akan sadar pentingnya bahasa dan sastra terapan. Itu bekal kuat untuk terjun ke dunia kerja,” (18/11) tuturnya.
Dengan kehadiran BSI Modern, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja dengan karakter dan kemampuan yang lebih kompetitif.