Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2023 sukses menampilkan pementasan teater sebagai bentuk ujian akhir pada mata kuliah Penyutradaraan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis praktik yang tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan. Mata kuliah ini diampu oleh dosen Dr. Hari Sunaryo, M.Si., yang secara aktif membimbing mahasiswa dalam setiap tahapan proses kreatif pementasan.
Pementasan teater tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain menjadi ajang evaluasi akhir semester, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan artistik, manajerial, serta kerja sama tim. Proyek ini dirancang sebagai pengalaman komprehensif yang mencerminkan dunia produksi teater sesungguhnya.
Perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan pementasan tidaklah instan. Pada tahap awal, satu kelas dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Tim A dan Tim B. Pembagian ini bertujuan agar setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk terlibat aktif dalam proses produksi. Kedua tim kemudian mulai menyusun struktur organisasi produksi secara lengkap.
Setiap tim membentuk susunan kepanitiaan yang terdiri atas pimpinan produksi, sekretaris, bendahara, divisi humas, konsumsi, sutradara, tim perlengkapan (perkab), tim artistik, tim lighting, serta tim tata busana. Pembagian tugas ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola sebuah produksi teater secara profesional. Mereka tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga sebagai bagian dari sistem produksi yang kompleks.
Setelah struktur organisasi terbentuk, masing-masing tim mulai melakukan pencarian naskah yang akan dipentaskan. Proses ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan matang terkait tema, pesan, serta kesesuaian dengan kemampuan tim. Mahasiswa juga secara aktif berkonsultasi dengan dosen pengampu untuk mendapatkan arahan dan masukan dalam menentukan naskah yang tepat.
Ketika naskah telah dipilih, proses produksi memasuki tahap yang lebih intensif. Selama satu semester penuh, mahasiswa menjalani berbagai kegiatan yang menuntut konsistensi dan dedikasi tinggi. Latihan rutin dilakukan tanpa mengenal waktu, meliputi latihan fisik, pendalaman karakter, pengadeganan, hingga eksplorasi ekspresi panggung. Selain itu, mereka juga disibukkan dengan pembuatan berbagai properti, mulai dari properti besar seperti dinding panggung hingga properti kecil yang mendukung detail visual pementasan.
Proses panjang tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga pikiran. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara tugas akademik lainnya dengan tanggung jawab dalam produksi teater. Dari pengalaman ini, mereka belajar pentingnya manajemen waktu, komunikasi efektif, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif.
Dosen pengampu, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa. “Pementasan ini bukan sekadar ujian, tetapi merupakan proses pembelajaran yang utuh. Mahasiswa belajar bagaimana mengelola sebuah produksi dari nol, bekerja dalam tim, serta menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses kreatif berlangsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahap produksi merupakan bagian penting dari pembentukan kompetensi profesional. “Saya berharap melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori penyutradaraan, tetapi juga memiliki kesiapan praktik yang bisa mereka aplikasikan di dunia kerja maupun dalam pengembangan karya seni selanjutnya,” tambahnya.
Pementasan teater ini pun menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya unggul dalam bidang kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni pertunjukan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif.
Sebagai penutup, keberhasilan pementasan teater ini menjadi refleksi dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh mahasiswa yang terlibat. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik di dunia pendidikan maupun industri kreatif.