Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2024 Terbitkan Antologi Puisi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2024 kembali menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya melalui penerbitan sebuah antologi puisi yang dikemas dalam bentuk buku. Karya ini merupakan luaran dari mata kuliah Menulis Sastra yang secara khusus dirancang tidak hanya sebagai pembelajaran teoritis, tetapi juga sebagai ruang praktik nyata bagi mahasiswa dalam berkarya. Antologi ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran sastra di bangku perkuliahan mampu melahirkan produk literasi yang bernilai estetis sekaligus akademis. Kegiatan penyusunan antologi puisi ini dibimbing oleh dua dosen pengampu, yaitu Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. dan Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. Pembelajaran dalam mata kuliah ini dirancang secara kolaboratif dengan pembagian peran yang sistematis, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah, mendalam, dan aplikatif. Model pembelajaran ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari pemahaman konsep hingga implementasi dalam bentuk karya nyata. Pada paruh awal semester, sebelum Ujian Tengah Semester (UTS), pembelajaran difokuskan pada penguatan konsep dasar kepenulisan puisi. Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. memberikan materi terkait hakikat puisi, ragam genre, unsur intrinsik, teknik penulisan, hingga eksplorasi bahasa puitik. Mahasiswa dibimbing untuk memahami bagaimana puisi tidak hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Memasuki paruh kedua semester, setelah UTS, proses pembelajaran dilanjutkan oleh Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. yang berfokus pada tahap kurasi dan pengelolaan karya. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya menulis, tetapi juga belajar bagaimana menyusun karya-karya tersebut menjadi sebuah antologi yang utuh dan layak terbit. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diberikan kebebasan penuh dalam menentukan tema dan genre puisi yang ditulis. Antologi ini tidak terikat pada satu aliran tertentu, melainkan menghadirkan keragaman ekspresi, gaya bahasa, dan sudut pandang. Meski demikian, kebebasan tersebut tetap berada dalam koridor etika, dengan menghindari konten yang mengandung unsur SARA maupun hal-hal sensitif lainnya. Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran ini dirancang untuk menumbuhkan kepekaan estetis sekaligus keterampilan teknis mahasiswa dalam menulis puisi. “Melalui pembelajaran ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam karya nyata,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Purwati Anggraini, M.Hum. menekankan pentingnya proses kolaboratif dalam penyusunan antologi ini. “Penyusunan antologi ini bukan sekadar mengumpulkan karya, tetapi juga melatih mahasiswa untuk bekerja sama serta memahami bagaimana sebuah karya sastra dapat disajikan secara profesional dalam bentuk buku,” ungkapnya. Sebagai penutup, antologi puisi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai pencipta karya yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia literasi.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Tampilkan Pementasan Teater sebagai Ujian Akhir Mata Kuliah Penyutradaraan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2023 sukses menampilkan pementasan teater sebagai bentuk ujian akhir pada mata kuliah Penyutradaraan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis praktik yang tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan. Mata kuliah ini diampu oleh dosen Dr. Hari Sunaryo, M.Si., yang secara aktif membimbing mahasiswa dalam setiap tahapan proses kreatif pementasan. Pementasan teater tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain menjadi ajang evaluasi akhir semester, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan artistik, manajerial, serta kerja sama tim. Proyek ini dirancang sebagai pengalaman komprehensif yang mencerminkan dunia produksi teater sesungguhnya. Perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan pementasan tidaklah instan. Pada tahap awal, satu kelas dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Tim A dan Tim B. Pembagian ini bertujuan agar setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk terlibat aktif dalam proses produksi. Kedua tim kemudian mulai menyusun struktur organisasi produksi secara lengkap. Setiap tim membentuk susunan kepanitiaan yang terdiri atas pimpinan produksi, sekretaris, bendahara, divisi humas, konsumsi, sutradara, tim perlengkapan (perkab), tim artistik, tim lighting, serta tim tata busana. Pembagian tugas ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola sebuah produksi teater secara profesional. Mereka tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga sebagai bagian dari sistem produksi yang kompleks. Setelah struktur organisasi terbentuk, masing-masing tim mulai melakukan pencarian naskah yang akan dipentaskan. Proses ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan matang terkait tema, pesan, serta kesesuaian dengan kemampuan tim. Mahasiswa juga secara aktif berkonsultasi dengan dosen pengampu untuk mendapatkan arahan dan masukan dalam menentukan naskah yang tepat. Ketika naskah telah dipilih, proses produksi memasuki tahap yang lebih intensif. Selama satu semester penuh, mahasiswa menjalani berbagai kegiatan yang menuntut konsistensi dan dedikasi tinggi. Latihan rutin dilakukan tanpa mengenal waktu, meliputi latihan fisik, pendalaman karakter, pengadeganan, hingga eksplorasi ekspresi panggung. Selain itu, mereka juga disibukkan dengan pembuatan berbagai properti, mulai dari properti besar seperti dinding panggung hingga properti kecil yang mendukung detail visual pementasan. Proses panjang tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga pikiran. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara tugas akademik lainnya dengan tanggung jawab dalam produksi teater. Dari pengalaman ini, mereka belajar pentingnya manajemen waktu, komunikasi efektif, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif. Dosen pengampu, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa. “Pementasan ini bukan sekadar ujian, tetapi merupakan proses pembelajaran yang utuh. Mahasiswa belajar bagaimana mengelola sebuah produksi dari nol, bekerja dalam tim, serta menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses kreatif berlangsung,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahap produksi merupakan bagian penting dari pembentukan kompetensi profesional. “Saya berharap melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori penyutradaraan, tetapi juga memiliki kesiapan praktik yang bisa mereka aplikasikan di dunia kerja maupun dalam pengembangan karya seni selanjutnya,” tambahnya. Pementasan teater ini pun menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya unggul dalam bidang kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni pertunjukan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif. Sebagai penutup, keberhasilan pementasan teater ini menjadi refleksi dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh mahasiswa yang terlibat. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik di dunia pendidikan maupun industri kreatif.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Tampilkan Dramatic Reading sebagai UAS Dasar-Dasar Keaktoran

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia menampilkan pertunjukan dramatic reading sebagai bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Dasar-Dasar Keaktoran. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi pembelajaran yang menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan keaktoran secara langsung melalui pementasan naskah drama. Mata kuliah Dasar-Dasar Keaktoran sendiri telah lama menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, ujian akhir pada mata kuliah ini selalu dikemas dalam bentuk proyek nyata berupa pertunjukan dramatic reading. Melalui format tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan kemampuan interpretasi naskah, ekspresi vokal, serta penghayatan karakter yang dipelajari selama satu semester. Pelaksanaan proyek dramatic reading ini dilakukan melalui beberapa tahapan pembelajaran yang sistematis. Tahap pertama dimulai dengan pemilihan naskah drama yang akan dipentaskan oleh masing-masing kelompok mahasiswa. Setelah naskah dipilih, mahasiswa kemudian melakukan proses bedah naskah untuk memahami unsur-unsur dramatik seperti karakter, konflik, latar, dan pesan cerita. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses pemilihan aktor sesuai dengan karakter yang terdapat dalam naskah. Setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk mengambil peran yang sesuai dengan kemampuan dan karakter yang ingin mereka eksplorasi. Setelah proses pembagian peran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan pengadeganan yang meliputi pengolahan vokal, ekspresi, intonasi, serta penghayatan emosi tokoh. Latihan tersebut dilakukan secara intensif hingga mahasiswa benar-benar siap menampilkan dramatic reading di hadapan dosen pengampu dan mahasiswa lainnya. Pada tahap akhir, masing-masing kelompok menampilkan hasil latihan mereka dalam bentuk pertunjukan yang kemudian dinilai langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, yaitu Dr. Hari Sunaryo, M.Si. Dalam keterangannya, Dr. Hari Sunaryo menjelaskan bahwa metode evaluasi melalui pementasan dipilih agar mahasiswa memiliki pengalaman praktik yang nyata dalam memahami seni peran. “Melalui dramatic reading, mahasiswa tidak hanya membaca teks drama, tetapi juga belajar menghidupkan karakter melalui suara, ekspresi, dan interpretasi. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami proses dasar keaktoran sekaligus mengasah kepekaan artistik mereka,” ujar Dr. Hari Sunaryo, M.Si. Ia juga menambahkan bahwa mata kuliah Dasar-Dasar Keaktoran dirancang untuk memberikan fondasi awal bagi mahasiswa dalam memahami dunia teater dan seni peran. Menurutnya, keterampilan tersebut penting karena banyak mata kuliah lain yang memerlukan kemampuan serupa, terutama yang berkaitan dengan pementasan drama, pembacaan sastra, dan produksi karya kreatif. “Pembelajaran keaktoran ini tidak hanya berhenti pada satu mata kuliah saja. Kemampuan yang mereka pelajari akan sangat membantu ketika mahasiswa menghadapi proyek-proyek berbasis pementasan pada mata kuliah lain di semester berikutnya,” tambahnya. Dengan adanya praktik seperti ini, pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek teori bahasa dan sastra, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Produksi Koran sebagai Ujian Akhir Mata Kuliah Jurnalistik

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan jurnalistik mereka melalui pembuatan koran sebagai bagian dari ujian akhir mata kuliah jurnalistik. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dengan Malang PoscoMedia yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sebagai bentuk pembelajaran praktik langsung di bidang jurnalistik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori jurnalistik di dalam kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk menerapkan keterampilan tersebut secara nyata melalui produksi koran. Proses pembuatan koran dimulai dari tahap awal hingga tahap akhir sehingga mahasiswa dapat memahami secara menyeluruh proses kerja dalam dunia media massa. Sebelum memulai proses produksi, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan terkait berbagai tahapan pembuatan koran. Tahapan tersebut meliputi pemilihan topik berita yang relevan, teknik melakukan wawancara dengan narasumber, proses mentranskripsikan hasil wawancara, hingga tahap penyuntingan naskah dan penyusunan halaman koran. Dengan pembelajaran tersebut, mahasiswa dilatih untuk memahami standar kerja jurnalistik yang profesional sekaligus meningkatkan kemampuan menulis berita secara sistematis. Tidak hanya berhenti pada proses penulisan dan penyuntingan berita, mahasiswa juga diberikan pengalaman tambahan terkait aspek manajerial dalam penerbitan media. Mereka diajarkan bagaimana mempromosikan koran yang telah dibuat agar menarik minat pembaca sekaligus mengajak pihak lain untuk memasang iklan di dalam koran tersebut. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai produksi konten, tetapi juga memahami aspek pemasaran dan keberlanjutan media. Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa. Menurutnya, praktik langsung melalui produksi koran mampu membantu mahasiswa memahami dunia jurnalistik secara lebih nyata. “Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya mempelajari teori jurnalistik, tetapi juga mengalami secara langsung proses produksi media cetak. Mulai dari menentukan topik, melakukan wawancara, menulis berita, hingga menyunting dan menyusun halaman koran. Harapannya, pengalaman ini dapat memperkuat keterampilan literasi, komunikasi, dan kerja tim mahasiswa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan Malang PoscoMedia memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi media yang telah berpengalaman di bidang jurnalistik. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pembuatan koran ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi akhir bagi mahasiswa dalam mata kuliah jurnalistik. Melalui proyek tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan menulis berita secara profesional serta memahami proses kerja media secara menyeluruh. Dengan adanya program ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM tidak hanya berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis di bidang jurnalistik dan media. Karya koran yang dihasilkan mahasiswa menjadi bukti bahwa pembelajaran di kelas dapat diwujudkan dalam karya nyata yang bermanfaat serta memiliki nilai publikasi di masyarakat.

HMPS Bahtera Perkuat Kolaborasi Eksternal dengan Sekolah di Malang dan Batu

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal mahasiswa, tetapi juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah tingkat SMA di wilayah Malang dan Batu. Melalui kegiatan ini, HMPS Bahtera berupaya menghadirkan program yang bersifat edukatif, kreatif, dan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat pendidikan. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain workshop kebahasaan, kelas linguistik, pelatihan media kreatif, hingga kegiatan literasi yang melibatkan siswa SMA sebagai peserta utama. Program-program tersebut dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan dunia kebahasaan dan kesastraan kepada siswa, tetapi juga untuk membuka ruang interaksi akademik antara mahasiswa dengan lingkungan pendidikan di luar kampus. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan siswa sekaligus memperkenalkan kajian bahasa dan sastra secara lebih aplikatif kepada para pelajar. Ketua Umum HMPS Bahtera  Yulianto Ardiansyah menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal sengaja dijadikan sebagai salah satu fokus utama dalam program kerja organisasi. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan institusi pendidikan di luar kampus memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan kegiatan yang hanya bersifat internal. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pengalaman mengelola kegiatan akademik secara langsung di tengah masyarakat pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi jembatan antara mahasiswa dengan calon generasi penerus yang memiliki minat terhadap bidang bahasa dan sastra. “Kami ingin program kerja HMPS Bahtera tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan dampak bagi pelajar di sekolah. Melalui kolaborasi dengan SMA di Malang maupun Batu, mahasiswa dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memperkenalkan berbagai kajian bahasa dan sastra secara lebih dekat kepada siswa,” ujar Yulianto. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan kolaboratif tersebut secara tidak langsung menjadi sarana untuk memperkenalkan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern kepada para siswa. Melalui interaksi langsung dalam berbagai kegiatan akademik dan kreatif, para pelajar dapat mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, khususnya bidang bahasa dan sastra Indonesia yang dipelajari di perguruan tinggi. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan BSI Modern kepada siswa-siswi di Malang dan Batu. Dengan hadir langsung di sekolah-sekolah, kami berharap para siswa dapat mengetahui berbagai peluang belajar, kegiatan akademik, serta potensi pengembangan diri yang ada di program studi kami,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh HMPS Bahtera dalam membangun kolaborasi dengan pihak eksternal. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menjalankan peran akademik dan sosial sekaligus. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan sekolah-sekolah merupakan pengalaman penting yang dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam bidang komunikasi, literasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Program-program yang dilakukan HMPS Bahtera juga dinilai sejalan dengan semangat pengembangan pendidikan bahasa Indonesia yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi langkah HMPS Bahtera yang aktif membangun kerja sama dengan berbagai sekolah. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan menengah, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari selama perkuliahan,” ungkapnya. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah di Malang dan Batu, HMPS Bahtera berupaya menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai agen penggerak kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

HMPS Bahtera Berpartisipasi dalam Edufan Ramadhan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetak Lor

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera turut berpartisipasi dalam kegiatan Edufan Ramadhan yang dilaksanakan pada 3 Maret 2026 di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetak Lor. Kegiatan ini merupakan agenda kebersamaan yang diikuti oleh organisasi mahasiswa (ormawa) se-fakultas sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Edufan Ramadhan diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas yang berkolaborasi untuk menghadirkan kegiatan sosial dan edukatif bagi anak-anak panti asuhan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkumpul untuk berbagi kebahagiaan, tetapi juga memberikan hiburan serta pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak panti asuhan. Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda buka puasa bersama antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika seluruh peserta duduk bersama untuk menikmati hidangan berbuka. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Setelah kegiatan berbuka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan dari masing-masing Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Setiap HMPS diberi kesempatan untuk mengisi satu kegiatan atau penampilan sebagai bentuk kontribusi dalam memeriahkan acara Edufan Ramadhan. Pada kesempatan tersebut, HMPS Bahtera mengisi acara dengan kegiatan story telling atau mendongeng. Penampilan ini dipilih karena sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra. Melalui kegiatan mendongeng, mahasiswa berupaya menghadirkan hiburan sekaligus pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak panti asuhan. Story telling yang dibawakan oleh mahasiswa HMPS Bahtera berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak panti asuhan terlihat menikmati cerita yang disampaikan oleh para mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga berinteraksi dengan anak-anak melalui dialog ringan dan pesan moral yang terkandung dalam cerita. Kegiatan mendongeng tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan kemampuan berbahasa dan bercerita. Selain memberikan hiburan, cerita yang disampaikan juga mengandung nilai-nilai positif yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi anak-anak panti asuhan. Wakil Dekan II FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan Edufan Ramadhan yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik bagi mahasiswa untuk belajar berbagi sekaligus berkontribusi kepada masyarakat. “Melalui kegiatan Edufan Ramadhan ini, mahasiswa tidak hanya mempererat kebersamaan di bulan suci, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan empati, kreativitas, serta semangat berbagi di kalangan mahasiswa,” ujar Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd. Ia juga berharap kegiatan kolaboratif seperti Edufan Ramadhan dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan karakter serta kemampuan sosial mereka. Partisipasi HMPS Bahtera dalam kegiatan Edufan Ramadhan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan, tetapi juga menghadirkan kegiatan edukatif yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak panti asuhan. Kegiatan Edufan Ramadhan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetak Lor pun berlangsung dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Seluruh rangkaian acara diharapkan dapat menjadi kenangan berharga sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Raih Akreditasi Nasional dan Internasional, Perkuat Reputasi Akademik

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern Universitas Muhammadiyah Malang (BSI Modern UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Komitmen tersebut tercermin melalui capaian akreditasi nasional dan internasional yang berhasil diraih sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola akademik, serta kontribusi program studi dalam pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Indonesia. Pada Agustus 2021, BSI Modern UMM resmi memperoleh akreditasi nasional peringkat UNGGUL dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Predikat ini diberikan setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, sumber daya dosen, kegiatan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Status akreditasi tersebut menjadi bukti bahwa program studi telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sekaligus mampu menjaga kualitas akademik secara berkelanjutan. Tidak berhenti pada capaian nasional, BSI Modern UMM juga berhasil memperluas pengakuan kualitasnya di tingkat global. Pada Juni 2025, program studi ini memperoleh akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), lembaga akreditasi internasional berbasis di Jerman yang dikenal memiliki standar evaluasi ketat terhadap mutu pendidikan tinggi. Pencapaian ini menandai bahwa kurikulum, proses pembelajaran, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan di BSI Modern UMM telah memenuhi standar internasional. Kepala Program Studi BSI Modern UMM, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh akreditasi nasional dan internasional merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika dalam menjaga kualitas akademik dan pengembangan program studi. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan. “Akreditasi ini menjadi bukti bahwa BSI Modern UMM terus berupaya menjaga kualitas pendidikan secara konsisten. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran yang kuat secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan yang lebih luas dan siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam beberapa tahun terakhir, BSI Modern UMM juga mengembangkan berbagai program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan keterampilan profesional. Berbagai kegiatan akademik, kolaborasi internasional, serta program pengembangan kapasitas mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar sekaligus membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam praktik kebahasaan, literasi, dan interaksi lintas budaya. Dengan capaian akreditasi nasional dan internasional tersebut, BSI Modern UMM semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu program studi yang berkomitmen pada kualitas pendidikan dan pengembangan bahasa serta sastra Indonesia. Ke depan, program studi ini diharapkan terus menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Tampilan Baru Kantor Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Hadirkan Suasana Lebih Segar dan Nyaman

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Universitas Muhammadiyah Malang kini menghadirkan tampilan baru pada kantor program studi setelah proses renovasi yang telah rampung pada bulan Februari. Proses pembaruan fasilitas tersebut mulai dikerjakan sejak Desember sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas ruang layanan akademik bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan BSI Modern. Renovasi ini menghadirkan nuansa ruang yang lebih modern, tertata, serta memberikan kesan segar bagi siapa saja yang datang ke kantor prodi. Selain memperbaiki tampilan visual, pembaruan ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan serta mendukung berbagai aktivitas akademik yang berlangsung di lingkungan program studi. Kepala Program Studi BSI Modern, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa renovasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan wajah baru prodi yang lebih representatif dan mencerminkan semangat perkembangan akademik. “Renovasi ini kami mulai sejak bulan Desember dan selesai pada Februari. Tujuannya bukan sekadar memperbarui tampilan ruang, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih segar dan mencerminkan wajah baru BSI Modern. Kami ingin lingkungan prodi terasa lebih hidup dan mampu mendukung berbagai aktivitas akademik secara lebih optimal,” ujar Dr. M. Isnaini. Perubahan paling terlihat pada ruang administrasi yang kini tampil lebih segar dengan desain interior yang lebih modern. Dinding ruangan dilengkapi dengan latar tulisan yang memuat berbagai informasi mengenai BSI Modern, mulai dari identitas program studi hingga nilai-nilai yang menjadi bagian dari pengembangan akademik di dalamnya. Kehadiran elemen visual tersebut membuat ruangan tidak hanya berfungsi sebagai ruang layanan administrasi, tetapi juga menjadi ruang yang memperkenalkan karakter dan identitas prodi kepada mahasiswa maupun tamu yang berkunjung. Selain itu, pada ruangan kedua juga dilakukan pembaruan dengan menghadirkan ruang rapat yang lebih luas dan nyaman. Ruangan ini dimanfaatkan oleh para dosen untuk melaksanakan berbagai kegiatan akademik seperti rapat koordinasi, diskusi program, maupun perencanaan kegiatan prodi. Dengan ruang yang lebih lega dan tertata, aktivitas akademik dapat berlangsung dengan lebih efektif dan kondusif. Perubahan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kantor prodi, tetapi juga tampak pada area depan kantor, khususnya di bagian lorong. Area tersebut kini dilengkapi dengan kursi dan meja minimalis yang memiliki desain estetis sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menarik. Kehadiran furnitur tersebut menjadikan area lorong tidak hanya sebagai jalur akses, tetapi juga sebagai ruang santai yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Lampu gantung yang dipasang di area tersebut turut memberikan sentuhan visual yang menawan sekaligus menghadirkan suasana yang lebih hangat. Penataan ruang yang lebih terbuka dan estetik ini membuat area depan kantor prodi terasa lebih hidup dan ramah bagi mahasiswa. Di tengah area meja dan kursi tersebut juga tersedia tempat penyimpanan minuman yang berisi air minum dalam gelas yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Fasilitas ini disediakan untuk mendukung kenyamanan mahasiswa yang sedang berada di sekitar kantor prodi, baik untuk beristirahat sejenak, berdiskusi dengan teman, maupun mengerjakan tugas. Menurut Dr. M. Isnaini, perubahan ini juga bertujuan membangun suasana prodi yang lebih terbuka dan akrab bagi mahasiswa. “Kami berharap dengan suasana kantor prodi yang lebih nyaman ini, mahasiswa semakin sering datang ke prodi. Prodi bukan hanya tempat mengurus administrasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, berbagi ide, atau sekadar singgah ketika berada di lingkungan kampus. Kami ingin mahasiswa merasa lebih dekat dengan prodi dan tidak lagi merasa sungkan atau takut untuk datang,” ungkapnya. Dengan hadirnya tampilan baru kantor prodi ini, BSI Modern menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inspiratif dan mendukung perkembangan mahasiswa. Renovasi yang dilakukan tidak hanya memperbarui fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat baru bagi program studi dalam terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh civitas akademika.

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Lolos Esai Nasional Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Lombok

Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern. Devy Putri Susilo berhasil lolos dalam ajang kompetisi esai nasional Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang akan diselenggarakan pada 16–18 Mei 2026 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Dalam kompetisi tersebut, Devy mengangkat karya berjudul “Inovasi Media Pembelajaran IPA Berbasis Augmented Reality dan Virtual Reality untuk Pengenalan Flora Fauna bagi Anak Tunarungu.” Gagasan tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan media pembelajaran yang inklusif, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus seperti anak tunarungu. Melalui pendekatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), Devy menawarkan konsep pembelajaran sains yang lebih interaktif dan visual sehingga dapat membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Menurut Devy, penggunaan teknologi imersif seperti AR dan VR dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Anak tunarungu cenderung lebih mudah memahami informasi melalui visualisasi yang jelas, sehingga media berbasis teknologi tersebut dinilai mampu menjembatani keterbatasan dalam proses komunikasi verbal di kelas. “Melalui media berbasis AR dan VR, siswa tidak hanya membaca atau melihat gambar, tetapi dapat merasakan pengalaman belajar secara lebih nyata. Mereka dapat melihat bentuk flora dan fauna secara tiga dimensi sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkap Devy. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap keterbatasan media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam pembelajaran sains yang sering kali memerlukan visualisasi konkret. Oleh karena itu, inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inklusif dan ramah bagi semua peserta didik. Keikutsertaan Devy dalam Mandalika Essay Competition 8 juga menjadi kesempatan berharga untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus memperkenalkan gagasan inovatif di tingkat nasional. Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya mempresentasikan karya ilmiah, tetapi juga berdiskusi dan bertukar ide mengenai berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia. Dengan lolosnya Devy Putri Susilo ke tahap nasional MEC 8, diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan gagasan inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan inklusif di masa kini.