

Center of Excellence (CoE) Perbukuan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Modern. CoE ini mengarahkan mahasiswa untuk tidak hanya fasih dalam linguistik dan literasi, tetapi juga menjadi entrepreneur perbukuan yang siap bersaing. Didorong oleh inisiasi visioner Prof. Fauzan, M.Pd., ia mendirikan dengan landasan utama membekali setiap prodi dengan keahlian spesifik yang relevan dengan kebutuhan industri. Eggy Fajar Andalas selaku Kepala Laboratorium Penerbitan UMM mengungkapkan bahwa “Inisiasi dari Prof Fauzan, M.Pd., setiap prodi mempunyai bekal sesuai kesesuaian prodinya. Menjalin kerjasama dengan penerbit terkenal dan penerbit indie. Satu (DUDI) memegang satu mata kuliah CoE Perbukuan”. Melalui keterlibatan langsung dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, mahasiswa dibiasakan bekerja dengan standar yang berlaku di industri perbukuan nasional.
Proses pembelajaran dirancang menyerupai alur kerja nyata di penerbitan, sehingga mahasiswa mampu memahami ritme, tanggung jawab, dan tantangan yang akan mereka hadapi setelah lulus. Pengalaman ini sekaligus membuka peluang jejaring profesional sejak bangku kuliah, yang menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkarier maupun merintis usaha di bidang perbukuan. Dengan pendekatan tersebut, CoE Perbukuan UMM tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mental dan etos kerja calon pelaku industri literasi.


Hasilnya terbukti nyata, setelah praktik intensif dan pengujian sertifikasi standar, banyak lulusan yang langsung mendapatkan kontrak kerja dari tempat magang mereka, sekaligus menjadi bukti kuat perubahan signifikan dalam kompetensi mereka. Perubahan signifikan jelas ada, seperti mahasiswa yang magang di Intan Pariwara belajar dan dibimbing, mereka sudah terlatih dan mampu membuat buku ajar dan buku teks mata pelajaran bahasa indonesia yang sesuai dengan strandar nasional. Dengan model integrasi yang memberikan insentif (biaya hidup dan transportasi) untuk mengatasi tantangan magang satu semester, CoE Perbukuan UMM tidak sekadar mencetak editor atau penulis, melainkan inovator literasi dan pengusaha muda yang akan membentuk masa depan industri perbukuan nasional.
CoE Perbukuan UMM menunjukkan peran pentingnya melalui kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang terlibat langsung dalam mata kuliah, sehingga pembelajaran selalu selaras dengan kebutuhan industri. Melalui praktik profesional bersama penerbit ternama dan indie, mahasiswa dibekali keterampilan menyeluruh dalam dunia perbukuan. Dukungan kebijakan dan capaian nyata mahasiswa menegaskan CoE Perbukuan UMM sebagai ruang belajar yang relevan dan berkontribusi bagi penguatan industri perbukuan nasional. “Bahkan dua angkatan terakhir, karya-karya mereka digunakan dan dinilai di Pusat Perbukuan Nasional (Pusbuknas) untuk dicek apakah buku ini layak masuk ke dalam buku koleksi kemendikbud” Ujar Eggy Andalas.

Implementasi CoE Entrepreneur Perbukuan BSI Modern UMM semakin menunjukkan dampak konkret melalui kiprah alumni yang berhasil membangun usaha penerbitan secara mandiri. Salah satu contoh yang menonjol adalah Satria Eka Saputra, lulusan Prodi BSI Modern yang kini mendirikan dan mengembangkan CV Cahaya Teratai Publishing sebagai wadah produksi dan distribusi karya literasi. Dalam wawancara, ia menegaskan, “CoE enterpreneur perbukuan sangat berpengaruh bagi saya dalam menjalani penerbitan saat ini, hampir semua aspek bisa jadi bekal dan mampu diterapkan. Saat pembelajaran teori sebagai dasar untuk pondasi memahami dunia penerbitan, dan dilanjut praktik seperti menyunting, mendesain, melayout, strategi promosi dan penjualan. Sehingga banyak hal yang telah dilatih saat menjalani kuliah.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran teoretis dan praktik industri yang diterapkan dalam CoE benar-benar membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis sekaligus kesiapan manajerial. Keberhasilan alumni ini semakin menegaskan bahwa CoE Perbukuan BSI Modern UMM tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja di industri, tetapi juga mampu melahirkan pengusaha muda di bidang literasi yang berkontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem perbukuan nasional