
Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern angkatan 2023 yaitu Devy Putri Susilo, berhasil meraih Juara 2 dan Best Poster dalam lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional 2025. Kompetisi yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dengan mempertemukan gagasan-gagasan terbaik mahasiswa Indonesia dalam upaya mencari solusi atas isu pendidikan dan masyarakat.
Dalam lomba KTI 2025, Devy mengangkat tema seputar literasi digital dan relevansinya terhadap perubahan perilaku belajar siswa. Ia memilih topik ini karena melihat dampak teknologi yang semakin besar terhadap dunia pendidikan. Tantangan terbesar muncul saat menyusun data dan analisis. Namun ia mengaku tetap menikmati prosesnya. “Banyak teman yang bilang kalau nulis ilmiah itu ribet, tapi kalau tahu caranya, riset itu seru kok. Kuncinya jangan takut untuk memulai,” ujarnya sambil tersenyum.
Devy mengungkapkan bahwa perjalanan ini bermula dari keinginannya untuk mencoba mengembangkan diri di luar perkuliahan. “Awalnya saya cuma ingin coba-coba ikut KTI karna senior saya di UKM FDI menyuruh saya untuk ikut perlombaan ini, tapi ternyata prosesnya bikin saya semakin yakin kalau dalam membuat karya tulis ilmiah itu seru dan menantang,” ujarnya. Keberhasilannya tidak lepas dari kegigihan dalam memadukan riset dan ketajaman analisis yang ia dapatkan selama berkuliah di BSI Modern UMM.
Selain aktif di KTI, Devy juga menjadi delegasi Prodi BSI Modern yang lolos pendanaan dan abdidaya dalam program PPK Ormawa UKM FDI. Keterlibatannya ini bukan tanpa alasan. “Saya tertarik ikut PPK Ormawa karena di sana kita nggak cuma belajar konsep, tapi benar-benar terjun ke masyarakat. Dari sana saya belajar banyak tentang kolaborasi,” tuturnya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya bahwa mahasiswa harus punya peran di ruang sosial, bukan hanya di ruang kelas.
Pengalaman Devy dalam PPK Ormawa juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kepemimpinan dan keterlibatan sosial. Ia menekankan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia perlu terus relevan dengan isu-isu masyarakat melalui kontribusi nyata, bukan sekadar teori. “Menurut saya, mahasiswa PBI harus berani turun ke lapangan. Bahasa itu hidup, dan kita belajar banyak dari masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Devy berharap bisa terus berprestasi melalui riset dan kegiatan sosial. Ia mengaku ingin mendorong lebih banyak mahasiswa untuk tidak takut berkarya. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa mahasiswa generasi sekarang dapat mengambil peran penting dalam perubahan sosial.
Malalui capaian gemilang ini, Devy Putri Susilo tidak hanya mengharumkan nama UMM, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern UMM mampu bersaing dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan, kritis, dan inspiratif bagi dunia pendidikan Indonesia., Malang.