
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera menyelenggarakan kegiatan Workshop Sapa Bahasa bekerja sama dengan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan sekolah menengah dalam memperkuat literasi kebahasaan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif yang menempatkan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai instrumen pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, workshop ini menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif sekaligus reflektif bagi para peserta.
Workshop Sapa Bahasa merupakan program yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang baik, santun, dan berkarakter dalam kehidupan akademik maupun sosial. Bahasa diposisikan sebagai medium strategis dalam menyampaikan gagasan, membangun relasi, serta menciptakan komunikasi yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan linguistik, tetapi juga pada penguatan nilai dan sikap positif dalam berbahasa.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi BSI Modern, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental dalam membentuk kualitas generasi muda. Kemampuan berbahasa yang baik akan melahirkan individu yang komunikatif, kritis, dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika sosial. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara HMPS Bahtera dan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk nyata pengabdian akademik mahasiswa kepada dunia pendidikan.
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi SMA Negeri 3 Malang, tetapi juga menghadirkan dua mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan perspektif baru mengenai posisi bahasa Indonesia di ranah global. Dalam sesi berbagi pengalaman, keduanya menceritakan proses mereka mempelajari bahasa Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Cerita tersebut menarik perhatian para siswa karena menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi internasional. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana bahasa menjadi jembatan komunikasi lintas budaya. Sesi ini memperluas wawasan siswa bahwa bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara nasional, tetapi juga dipelajari oleh penutur dari berbagai negara, khususnya dalam konteks pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Memasuki sesi inti, materi workshop disampaikan oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa fungsi bahasa melampaui sekadar alat penyampai pesan. Bahasa merupakan sarana pembentukan karakter, penanaman nilai, serta penguatan sikap positif dalam kehidupan sosial. Cara seseorang berbicara dan menulis mencerminkan integritas, empati, serta kedewasaan berpikirnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab perlu dibiasakan sejak dini.
Beliau juga menekankan pentingnya kesadaran berbahasa di era digital. Di tengah maraknya komunikasi melalui media sosial, bahasa yang digunakan di ruang publik harus tetap memperhatikan etika dan norma. Peserta didorong untuk menjadi generasi yang kritis, reflektif, dan selektif dalam memilih diksi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik. Melalui workshop ini, diharapkan siswa mampu memahami bahwa bahasa yang baik dapat menjadi sarana membangun citra diri yang positif dan inspiratif.
Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan penampilan monolog oleh Quratuluyun. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa reflektif sekaligus artistik dalam rangkaian kegiatan. Melalui seni monolog, pesan mengenai kekuatan bahasa dan ekspresi diri disampaikan secara dramatik dan menyentuh. Penampilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik bahasa Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi sastrawan, pegiat seni pertunjukan, maupun tutor BIPA yang berkiprah dalam lingkup internasional.
Secara keseluruhan, Workshop Sapa Bahasa yang diselenggarakan oleh HMPS Bahtera bersama SMA Negeri 3 Malang menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kebahasaan di kalangan generasi muda. Dukungan akademik dari Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. dan penyampaian materi oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., serta kehadiran mahasiswa asing dan penampilan monolog, menjadikan kegiatan ini sarat makna dan relevansi. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter dan komunikatif.