Seminar Kepenerbitan Prodi PBI UMM: “Menjadi Editor dan Penerbit Profesional”

Seminar Kepenerbitan Prodi PBI UMM: “Menjadi Editor dan Penerbit Profesional”

MALANG- Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM membuka peluang kerja melalui seminar kepenerbitan yang dilaksanakan pada hari Rabu, kemarin (30/03/22). Kegiatan seminar yang bekerja sama dengan editor senior Citra Intrans Selaras, Abdur Rahim, Mengusung tema Menuju Kelas Unggulan “Editor dan Penerbit Profesional”: Peran Editor dalam Industri Penerbitan Buku.  Seminar tersebut dilaksanakan luring di aula GKB 4 Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dihadiri kurang lebih 100 peserta, seminar tersebut berlangsung lancar, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain menghadirkan pemateri dari luar, seminar tersebut juga dihadiri oleh Dekan fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Trisakti Handayani, M.M. Dalam sambutannya, dosen yang akrab dipanggil ibu Tri tersebut juga menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya menjadikan mahasiswa cakap dalam menguasai mata kuliah, tetapi juga dipersiapkan bisa cakap dalam dunia kerja. “Saya rasa UMM ini sudah cukup memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya cakap dalam pembelajaran mata kuliah saja tetapi juga dalam menghadapi dunia kerja setelah kuliahnya selesai. Banyak pelatihan-pelatihan, bahkan magang yang disediakan oleh UMM, termasuk salah satu peluang yang terbuka cukup lebar ya menjadi editor, apalagi kalau jurusanya bahasa, ” tuturnya. Abdur Rahim sebagai pemateri dalam seminar tersebut juga menyambut positif ajakan kerja sama oleh Prodi Pendidikan bahasa Indonesia (PBI) dalam bidang penerbitan khususnya editor profesional. “Tentu ini akan menjadi awal yang baik, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sangat fokus dalam berinovasi, termasuk memberikan pilihan peluang kerja sesuai bidang salah satunya menjdai seorang editor profesional, ” Tidak hanya itu, Arif Setiawan, M.Pd, selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia juga berharap dengan adanya seminar ini dapat memfasilitasi bakat dan minat mahasiswa Prodi PBI UMM. “Harapanya, mahasiswa dapat menemukan potensi yang ada dalam dirinya, kemudian mengembangkan. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia akan terus memberikan wadah serta fasilitas-fasilitas untuk mendukung mahasiswa mengembangkan bakat dan minatnya, ” tutupnya.

Menjadi Bintang Tamu, Mahasiswa PBI UMM Tampil di Malang Film Festival (MAFI Fest) 2022

Menjadi Bintang Tamu, Mahasiswa PBI UMM Tampil di Malang Film Festival (MAFI Fest) 2022

MALANG- Komunitas sastra mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Sanggar Aksara (Sangkar) Malang menjadi bintang tamu dalam gelaran Malang Film Festifal (MAFI Fest) 2022 di kafe FIB Academy. Festival yang digelar 10 Maret 2022 kemarin,  merupakan festival film tertua di Malang, yang diinisiasi oleh Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Club UMM pada tahun 2004. Dalam festival tersebut, Sangkar Malang membawakan dua musikalisasi puisi yang berjudul Buah Pandemi karya R. Zulfa dan Aku Ingin  Berlari karya Jabrohim. Dua musikalisasi tersebut dipersembahkan khusus untuk para Sineas Indonesia yang masih tetap berkarya di masa pandemi. Mengusung tema “Raynor” yang berarti “prajurit yang kuat”, kisah dalam dua Muspus yang dibawakan oleh Sangkar Malang juga sangat erat dengan kisah perjuangan para Sineas untuk terus berkarya.   Koordinator acara, Niken Dewi Sekarsari, menjelaskan bahwa festival ini merupakan tahun kedua dilaksanakan secara daring. “Sempat tertunda, akhirnya festival ini bisa dilaksanakan. Ini merupakan tahun kedua dilaksanakan festival online, ” kata Niken.   R. Zulfa Setyoko Pamungkas, selaku ketua komunitas Sangkar Malang, merasa senang atas dilibatkannya Sangkar Malang dalam MAFI Fest 2022 ini. “tentu ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk kami, selain karena acaranya yang cukup besar, MAFI Fest merupakan acara yang cukup bersejarah. Terus lagi festival ini juga merupakan wadah bagi pegiat seni, dan kami juga bagian dari itu, ” jelasnya. Selain itu, Zulfa juga berharap pandemi ini cepat berlalu agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan seni, budaya, dan lainnya dapat terlaksana kembali secara normal.

Bunga Rampai Semantik, Buku karya Mahasiswa PBI UMM

Bunga Rampai Semantik, Buku karya Mahasiswa PBI UMM

MALANG- Pandemi tidak menyurutkan semangat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berkarya. Di masa kuliah yang masih Daring, mahasiswa PBI angkatan 2019 berhasil membuat buku yang berjudul “Bunga Rampai Semantik”. Buku yang bergenre non-fiksi ini merupakan buku yang dibuat secara kolektif oleh mahasiswa angkatan 2019, berisi kumpulan penelitian mengenai bentuk semantik, baik dari media cetak maupun kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Proses pembuatan buku ini memakan waktu sekitar dua bulan, dan berhasil diterbitkan Maret, (05/03/2022). Iffah Khairiah, sebagai salah satu penyunting, menjelaskan ada beberapa kesulitan yang dihadapi pada saat proses pembuatan buku ini salah satunya adalah saat melakukan penelitian. “saya merasa kesulitan pada saat melakukan penelitian mengenai medan makna peralatan rumah tangga masyarakat Bima. Saya harus melakukan wawancara jarak jauh lewat pesan Whatsapp dan itu terasa kurang efektif, ” sambungnya. Sejauh ini, buku yang berjudul “Bunga Rampai Semantik” ini hanya dicetak sebanyak empat eksemplar saja, karena tujuan utama pembuatan buku ini untuk luaran mata kuliah. Namun, tidak menutup kemungkinan buku ini akan dicetak lebih banyak dan dijual bebas dipasaran agar lebih bermanfaat. Buku ini juga memiliki banyak kelebihan, selain kajian yang luas, buku ini juga relevan dengan kehidupan sehari-hari serta erat dengan perkembangan teknologi. “Harapanya buku ini bisa bermanfaat bagi pendidikan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, buku ini tentu masih banyak kekurangan, dan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan tersebut ya harus dibaca banyak orang, ” tutup Iffah.

Kisah Mahasiswa PBI UMM Menjadi Juri dalam Gelaran Festival Drama Jawa 2022

Kisah Mahasiswa PBI UMM Menjadi Juri dalam Gelaran Festival Drama Jawa 2022

MALANG- Menjadi juri dalam sebuah ajang lomba, tentu harus dibarengi dengan kompetensi atau kemampuan yang mumpuni dalam bidang lomba tersebut. Hal itu dibuktikan langsung oleh salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiya Malang (UMM), Inka Khrisma Melati. Mahasiswa angkatan 2018 tersebut ditunjuk menjadi juri dalam gelaran Festival Drama Jawa 2022 di Srengat, Blitar. Selain sebagai alumni Teater Asmat (Teater SMA Negeri 1 Srengat), penunjukan tersebut juga dikarenakan latar pendidikan dan pengalamannya dalam bidang pementasan drama. Pengalamannya di bidang pementasan drama ia dapatkan ketika menempuh beberapa mata kuliah yang ada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Festival yang berlangsung pada 26-27 Februari 2022 tersebut merupakan kegiatan pementasan drama menggunakan bahasa Jawa yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Srengat. Inka juga menjelaskan penilaian dalam festival drama tersebut meliputi artistik (tata panggung, properti, tata lampu, dan tata suara), make up dan kostum, dan keaktoran. Dalam gelaran festival tersebut, Inka ditunjuk sebagai juri make up dan kostum. “Kegiatan tersebut digagas oleh bapak Angga Setya Adi Utama, sebagai salah satu guru yang ada di SMA Negeri 1 Srengat. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melestarikan bahasa Jawa dan memberikan pemahaman lebih terkait pementasan drama, ” jelasnya. Festival tersebut melibatkan berbagai pihak yang bergelut dalam dunia teater dan pementasan. Pihak-pihak yang terlibat di antaranya Ganesha Operation, Asmat Organizer, Teater Pelangi Malang, Angkringan Gong. “Saya sendiri tentu sangat senang bisa bergabung dalam festival tersebut, selain menambah pengalaman karena disandingkan dengan juri berkompeten lainnya, tentunya saya juga mendapat banyak ilmu di sini. Harapan saya semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi acara rutin setiap tahun, dan nantinya kegiatan serupa bisa dilaksanakan di mana pun, ” tutupnya.

Mimpi Besar Mahasiswa PBI UMM Untuk Terus Berkarya, Iim Khoiria: Menulis adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh

Mimpi Besar Mahasiswa PBI UMM Untuk Terus Berkarya, Iim Khoiria: Menulis adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh

MALANG- Dituntut adptatif di era yang serba digital seperti sekrang ini tentu bukan hal yang mudah. Iim Khoiria, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM mungkin termasuk yang mampu beradaptasi dengan era sekarang. Hal tersebut ia tunjukkan melalui karya-karyanya berupa novel yang ia tulis dalam platform digital Multinasional Dreame. Selain kemampuannya beradaptasi, mahasiswa yang akrab dengan panggilan Mbak Iim tersebut juga menyampaikan bahwa beberapa mata kuliah yang ia tempuh di Prodi PBI UMM sangat membantunya untuk menghasilkan karya berupa novel tersebut. Ia juga mengatakan bahwa dirinya mulai tertarik dengan bidang menulis sejak duduk di bangku SMP. Mulai produktif menulis sejak tahun 2018, mahasiswa angkatan 2016 tersebut mulai menerbitkan novel digital pertamanya yang berjudul “Amira Azzahra”. Iim juga menyebutkan ada beberapa kendala ketika menulis salah satunya adalah kesulitan dalam menentukan letak kemenarikan cerita. “hal yang paling sering membuat saya kesulitan adalah menentukan suspense cerita agar menarik, merangkai cliefhanger diakhir part, menyeimbangkan dialog dan narasi di dalam satu chapter agar pembaca tidak mudah bosan,” jelasnya. Namun kendala tersebut tak membuatnya menyerah, hingga pada tahun 2020 ia berhasil membuat novel berjudul Thalassophobia. Novel tersebut menjadi novel paling booming, dengan dibaca oleh 1,38 Juta orang di wattpad serta mendapatkan vote 110 ribu vote. “Sebenarnya Thalassophobia pernah ditawari 20 lebih penerbit indie dan semi mayor, tapi saat itu saya belum bisa menerimanya karena ada kendala dalam menulis di tahun 2021, jadi saya tidak bisa menerima tawaran kerjasama tersebut,” lanjutnya. Thalassophobia sendiri adalah novel yang mengangkat kisah seorang perempuan pengidap Thalassophobia (Ketakutan berlebih terhadap laut lepas). Perempuan dalam novel ini mengidap Thalassophobia karena traumanya di masa kecil. Ayahnya pernah hampir membunuhnya di laut saat bertengkar dengan Ibunya. Di dalam novel ini, kehidupan sosok Ayana sangat terombang ambing dalam hal hidup, mati, dan percintaannya sekaligus bersama seorang dokter spesialis syaraf. Setelah viral dengan novelnya yang berjudul Thalassophobia tersebut, pada tahun 2021 menjadi salah satu editor akuisisi di salah satu platform digital Goodnovel yang berasal dari Singapore. “Sewaktu menjadi editor dan memegang puluhan penulis di Goodnovel, materi sewaktu kuliah benar-benar membantu saya dalam bekerja untuk mewadahi penulis lain. Mulai dari mata kuliah menulis kreatif, sintaksis, morfologi dan hampir semua mata kuliah sangat berguna untuk pegangan saya dalam menulis novel ataupun menjadi seorang editor,” tutupnya dalam proses wawancara dengan tim PBI UMM.

Pengukuhan Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Sebagai Guru Besar FKIP UMM

Pengukuhan Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Sebagai Guru Besar FKIP UMM

MALANG- Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. telah resmi dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini, Rabu, (16/02/22). Mengawali karier di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 01 Maret 1990, Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. kini sudah lebih dari 30 tahun mengabdi untuk UMM. Lebih dari 500 mahasiswa program sarjana dan lebih dari 50 mahasiswa program magister yang telah dibimbing hingga lulus. Prof. Dr. Ribut Wayu Eriyanti, M.Si., M.Pd. merupakan dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah bertugas sejak tahun 90-an, Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd. sempat menerima tugas tambahan sebagai Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM pada tahun 2000 hingga 2001. Kemudian menjadi Kepala Sekolah di SD Muhammadiyah 01 Malang pada tahun 2004 hingga tahun 2008. Menjadi Kepala Sekolah di SD Muhammadiyah 09 Malang pada tahun 2011 hingga 2012 dan menjadi Kaprodi Magister Bahasa Indonesia sejak 2013 hingga sekarang. Dosen yang akrab dengan panggilan Bu. Ribut itu, juga menjelaskan awal ketertarikannya dengan bahasa Indonesia karena sesuai dengan bidangnya. “Dulu waktu di SPG meskipun program studi yang saya masuki itu IPA dan Matematika, tapi itu guru bahasa Indonesianya Low profile gitu ya. Ketika mengajar itu enak sekali, tidak mengajarkan teoretis murni tetapi langsung aplikatif. Itulah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk mengambil Program Studi Bahasa Indonesia, ” paparnya. Acara yang dibuka langsung oleh Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut juga mengukuhkan dua Guru Besar Lainnya yaitu, Prof. Poedjiastutie, M.A., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Inggris dan Prof. Dr. Baiduri, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Matematika. Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya juga mengucapkan selamat atas capaian jabatan fungsional tertinggi sebagai Guru Besar. Tidak hanya itu, Rektor UMM tersebut juga berharap dengan bertambahnya tiga Guru Besar ini, semakin kuat dan cepat tekad UMM untuk melakukan perubahan orientasi model pembelajaran yang lebih futuristik sebagai bentuk pertanggungjawaban peran UMM sebagai problem solver di masyarakat. “Orientasi pembelajan yang mengarah pada siswa atau mahasiswa bisa melakukan apa? Dan bukan hanya sekedar siswa atau mahasiswa bisa tentang apa adalah tanggung jawab kita bersama, ” tuturnya dalam sambutan yang diberikan dihadapan peserta Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang pada Rabu 16 Februari 2022 pagi tadi.

Mahasiswa PBI UMM Berhasil Membuat Koran Sebagai Luaran Mata Kuliah PKL Jurnalistik

Mahasiswa PBI UMM Berhasil Membuat Koran Sebagai Luaran Mata Kuliah PKL Jurnalistik

MALANG- PKL Jurnalistik merupakan mata kuliah wajib yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada mata kuliah ini mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita. Tidak hanya mencari berita, mahasiswa juga harus bisa mendapatkan iklan atau sponsor yang nantinya akan dimuat di koran. Pembuatan koran dilakukan secara profesional, ada nama koran dan di bawah naungan sebuah perusahaan. Koran yang dibuat oleh mahasiswa PBI UMM ini bernama Surawarta Pos dari perusahaan PT. Surawarta Pos. Dalam kegiatan PKL Jurnalistik ini, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) melakukan kerja sama dengan koran ternama yang berada di Malang Raya, yaitu New Malang Pos. Abdul Halim, S.Sos. selaku Pimpinan Redaksi New malang Pos menjelaskan bahawa kerja sama ini sangat positif karena New Malang Pos merupakan koran besar dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan salah satu kampus ternama di Malang Raya. Pria yang juga menjadi pengampu mata kuliah PKL Jurnalistik ini juga memiliki harapan besar untuk menjadikan mahasiswa lebih aktif, kreatif, dan berpikir kritis. “Dalam PKL ini mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk mencari berita dan menulis berita, tetapi juga untuk mencari dana, karena membuat sebuah koran perlu dana besar. Mencari dana dalam artian mahasiswa selain liputan nantinya juga harus bisa negosiasi untuk bisa mendapatkan iklan atau sponsor yang nantinya akan dimuat dalam koran Surawarta Pos, ” paparnya. Setelah proses yang begitu lama sekitar lima bulan, Surawarta Pos berhasil terbit, Selasa (18/01/22). Setelah terbit, mahasiswa juga dituntut untuk memasarkan koran ke khalayak umum. Mas Halim panggilan akrab pengampu mata kuliah juga menambahkan bahwa setelah koran terbit bukan berarti tugas mahasiswa selesai, tetapi wajib menjual koran sampai habis tentu dengan kreativitas masing-masing mahasiswa. “PKL Jurnalistik ini kompleks, mencari berita, menentukan narasumber, menulis berita, mencari iklan, bahkan sampai menjual koran, ” pungkasnya.

Puncak Penganugerahan PKL Jurnalistik, Prodi PBI UMM Gandeng New Malang Pos

Puncak Penganugerahan PKL Jurnalistik, Prodi PBI UMM Gandeng New Malang Pos

MALANG- Setelah satu semester menempuh mata kuliah PKL jurnalistik, akhirnya pada Sabtu 12 Februari 2022 kemarin launching perdana koran hasil kreasi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam acara penganugerahan PKL Jurnalistik. Bekerja sama dengan New Malang Pos, PKL Jurnalistik menjadi program mata kuliah unggulan yang ada di Prodi PBI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tidak hanya itu, pada launching perdana koran yang diberi nama Surawarta Pos tersebut juga mendapat apresiasi khusus dari Drs. Joko Asihono, salah satu dosen senior PBI UMM yang juga bergerak dibidang Jurnalistik dan Fotografi. “Ini merupakan langkah besar yang diambil oleh Program Studi bahasa indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menerapkan program PKL Jurnalistik karena jurnalistik merupakan bidang keahlian yang kompleks dan rumit serta membutuhkan kerja sama tim yang satu visi,  ” ungkapnya dihadapan para peserta dan dosen yang hadir dalam acara penganugerahan tersebut. Kemudian dalam sambutanya, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. selaku sekretaris Prodi PBI UMM juga menjelaskan bahwa acara penganugerahan PKL Jurnalistik ini merupakan acara kelima yang berhasil digelar oleh mahasiswa PBI UMM. Tidak hanya itu, dalam sambutanya juga menyinggung beberapa pihak yang memiliki kontribusi besar dalam lahirnya mata kuliah PKL Jurnalistik. Acara yang dihadiri oleh para jajaran Dekanat tersebut juga dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu yang juga dari mahasiswa PBI UMM sendiri. Sanggar Aksara Malang (Sangkar) mempersembahkan dua musikalisasi puisi. Kemudian juga ada band akustik Poetry Of War yang juga menyumbangkan dua lagu andalannya. Penganugerahan Jurnalistik ini merupakan bentuk apresiasi yang diberikan khusus oleh Abdul Halim, S.Sos selaku pengampu mata kuliah PKL Jurnalistik kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah PKL Jurnalistik. Dalam acara tersebut juga ada nominasi-nominasi yang diperebutkan seperti wartawan berbakat menulis berita, wartawan berbakat mencari berita, manager berbakat, dan banyak nominasi lainnya. “Penganugerahan Jurnalistik ini merupakam sebuah bentuk apresiasi untuk teman-teman mahasiswa yang menempuh mata kuliah PKL Junalistik. Apresiasi ini sangat perlu dilakukan setelah satu semester ini teman-teman bekerja, mulai mencari berita, menulis berita, kemudian juga mencari iklan, dan bahkan sampai pada jualan koran. Oleh karena itu saya rasa apresiasi ini sangat perlu diberikan kepada teman-teman semuanya, ” tutupnya dalam sambutan yang disampaikan dihadapan dosen dan peserta PKL Jurnalistik.

Seminar Nasional, Prodi PBI UMM Berkolaborasi dengan Prodi PBI Universitas Muhamammadiyah Palembang

Seminar Nasional, Prodi PBI UMM Berkolaborasi dengan Prodi PBI Universitas Muhamammadiyah Palembang

MALANG- Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan acara Seminar Nasional dengan tema “Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia” pada Senin, (07/02/22). Seminar Nasional ini dilaksanakan secara Luring dengan berkolaborasi dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).  Kegiatan yang dilaksanakan di ruang aula GKB 4 tersebut dihadiri oleh sekitar 70 peserta dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Terlaksananya kegiatan tersebut secara Luring, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai ketetapan yang dianjurkan oleh pemerintah terkait. Kegiatan Seminar Nasional yang dibuka secara langsung oleh Dr. Trisakti Handayani, M.M. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diisi oleh pemateri dari kedua Universitas, baik dari mahasiswa maupun dari dosen. Pemateri mahasiswa dari PBI UMM yaitu M. Khikam Zahidi memaparkan materinya sekaligus menjadi syarat sidang skripsi yang berjudul “Insting Tokoh Utama dalam Nover Fatihah Cinta karya Amie El-Farabi: Perpektif Behaviorisme Wiliam Mc Dougal”. Kemudian, pemateri mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palembang Siti Maria, memaparkan materinya yang berjudul “Mengkaji Novel Kering Karya Iwan Sipatupang dengan Menggunakan Pendekatan Psikoanalisis”. Tidak hanya dari mahasiswa, kegiatan seminar tersebut juga diisi oleh pemateri dosen dari kedua Universitas. Eggy Fajar Andalas, M.Hum. selaku dosen PBI UMM menjadi pemateri dengan judul materi “Digimodernisme” Rekonfigurasi Sastra dalam Ruang Digital. Kemudian pemateri dari Prodi PBI UMP,  Dr. Haryadi, M.Hum. memaparkan materi dengan judul “Bencana Kekeringan Membuat Gangguan Mental Tokoh Utama dalam Novel Kering Karya Iwan Simatupang”. Arif Setiawan, M.Pd selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). “Harapannya dari kunjungan ini, yang juga sebagai bentuk kerja sama anatara UMM dan UMP bisa memberikan semangat baru bagi kita semua. Tidak hanya itu, diharapakan juga ada hasil dari sisi pengalaman sekaligus ilmu baru bagi kita semua khususnya di bidang Pendidikan, Bahasa, maupun Sastra, ” paparnya dihadapan para peserta seminar. Kemudian Drs. H. Refson, M.Pd selaku Wakil Dekan III FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) juga menyampaikan terima kasih atas fasilitas dan ruang yang diberikan oleh Prodi PBI UMM. “Dari perjalan yang cukup panjang dan memelahkan yang kami lalui, selain ingin bersilahturahmi juga kami sampaikan harapan kami untuk bisa menambah pengalaman baik dari mahasiswa maupun dosen. Tentu pengalam yang baik, dan disertai ilmu-ilmu baru yang juga kami harapkan dari para pemateri yang akan memberikan materinya pada Seminar Nasional hari ini, ” tutupnya.

Nurliawati Dide, Mahasiswa PBI UMM Mengikuti Asistensi Mengajar Berhasil Membuat Pementasan Drama

Nurliawati Dide, Mahasiswa PBI UMM Mengikuti Asistensi Mengajar Berhasil Membuat Pementasan Drama

MALANG- Nurliawati Dide mengikuti asistensi mengajar setelah namanya lolos seleksi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).  Mahasiswa yang akrab dengan panggilan Dide tersebut mengambil Asistensi Mengajar di SMP Negeri 34 Maluku Tengah. Setelah sekitar lima bulan mengikuti Asistensi, Dide berhasil membuat pementasan drama dari teater yang dibentuknya dengan nama Teater Celoteh. Teater Celoteh menampilkan pementasan drama dengan judul “Atas Nama Indonesia” yang rilis di media sosial Youtube pada jumat (14/01/22). Pementasan drama dengan judul “Atas Nama Indonesia” diadaptasi dari cerpen Putu Wijaya yang berjudul “Indonesia”. Lakon ini mengisahkan seorang karyawan yang memberikan pernyataan sehingga membuat gempar seluruh Indonesia. Karyawan tersebut melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Dide sebagai Sutradara dan Pengarah Produksi dalam pementasan ini menjelaskan bahwa pementasan ini perlu persiapan panjang, perlu ada bedah naskah, perlu melakukan Dramatical Reading, agar pesan yang ada dalam cerita bisa tersampaikan dengan baik dan benar. Mahasiswa semester tujuh tersebut juga merasa bangga atas pencapaiannya ini, karena ia merasa memiliki kontribusi dalam dunia seni khususnya di daerahnya sendiri, banda Neira. “Sebelumnya tidak ada rencana untuk membuat pementasan drama seperti ini, karena saya fokus mengikuti Asistensi Mengajar ya untuk mengajar, ” paparnya. Namun karena kepercayaan guru dan semangat siswanya yang membuat Dide juga memiliki semangat lebih untuk membuat sebuah pementasan drama. “Temen-temen semangat dan guru juga mendukung apalagi pementasan ini bisa juga dijadikan luaran mata pelajaran bahasa Indonesia jadi ya mengapa tidak, ” lanjutnya. Harapanya dengan apa yang dilakukannya ini bisa menjadi bekal pengalaman yang sangat berarti bagi dirinya untuk menjalani kehidupan di masa depan. Selain menjadi prestasi untuk diri pribadi, tentu ini menjadi prestasi juga untuk Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) UMM. Dari prestasinya ini diharapkan mampu menularkan ke mahasiswa lainnya khususnya mahasiswa PBI UMM. Pendidikan bahasa Indonesia (PBI) juga sangat mengapresiasi atas capaian yang berhasil diraih oleh Nurliawati Dide ini.