UNIK! Memberikan Renungan di Yudisium Periode IV FKIP UMM, Alamsyah: Sekarang Anda Menjadi Pendidik Adaptif dan Profesional

UNIK! Memberikan Renungan di Yudisium Periode IV FKIP UMM, Alamsyah: Sekarang Anda Menjadi Pendidik Adaptif dan Profesional

MALANG- Mengangkat tema “Pendidik Adaptif dan Profesional”, Yudisium Periode IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses terlaksana secara Luring, Rabu (12/01/22). Alamsyah, pemateri dalam acara tersebut memberikan renungan di depan ratusan mahasiswa. Pria yang juga alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM tersebut sangat tegas dalam memotivasi para lulusan untuk menjadi pendidik yang adaptif dan profesional. “Atur posisi duduk kalian senyaman mungkin, dan pejamkan sejenak mata kalian, ” ujar Alamsyah dihadapan para mahasiswa. Terkesan terlalu formal dalam memberikan materi tentang bagaimana menjadi pendidik yang adaptif dan profesional, Alamsyah memilih menerangkan materinya dengan mengajak mahasiswa membayangkan bagaimana jika menjadi pendidik yang adaptif dan profesional. “Tenangkan pikiran anda, sekarang anda berada di ruangan acara Yudisium dan bayangkan betapa bangganya bapak ibu kalian melihat kalian di sini, ” lanjutnya. Pria yang bergelar lengkap Alamsyah, SPd., M.Pd., C.NLP., C.MNLP., C.NLC tersebut juga sangat tegas mengatakan bahwa mimpi besarnya lahir ketika ia mengikuti Yudisium sekitar enam tahun silam. “Jika mimpi besar saya lahir ketika saya mengikuti Yudisium S1 saya, maka kalian juga bisa mulai bangun mimpi kalian dari sekarang, ” paparnya. Suasana dalam ruangan tersebut seketika hening. “Bayangkan! Mulai dari sekarang tanamkan dalam diri anda bahwa anda adalah seorang guru yang adaptif dan profesional, ” tutupnya sambil menyuruh mahasiswa untuk membuka matanya. Cara unik Alamsyah dalam memberikan materi tentang pendidik adaptif dan profesional tersebut, diharapkan bisa menjadi pemicu para lulusan untuk memiliki mimpi yang setinggi-tingginya. Menjadi lulusan yang mempunyai mimpi untuk menjadi seorang pendidik yang kelak akan melahirkan orang-orang hebat pada generasi-generasi selanjutnya.

Mengikuti Yudisium Periode IV 2021, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Lulus Tanpa Skripsi – Berita | Pendidikan Bahasa Indonesia

Mengikuti Yudisium Periode IV 2021, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Lulus Tanpa Skripsi - Berita | Pendidikan Bahasa Indonesia

MALANG – Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode IV tahun 2021 telah sukses terlaksana secara Luring, Rabu (12/01/22). Acara yang mengusung tema “PENDIDIK ADAPTIF DAN PROFESIONAL” Kesiapan Sumber Daya Unggul Menghadapi Tantangan Pendidikan New Normal berhasil memunculkan nama-nama mahasiswa berprestasi, tak terkecuali dari Prodi PBI UMM. Dari 26 Mahasiswa PBI UMM yang mengikuti yudisium periode IV 2021, ada satu mahasiswa yang berhasil lulus tanpa sekripsi. Lulus tanpa sekripsi tidak berarti lulus begitu saja tanpa melakukan apa-apa, pasalnya Prodi PBI UMM memiliki program ekuivalensi skripsi. Ekuivalensi skripsi sendiri merupakan program yang telah dibuat oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, yang memungkinkan mahasiswa dapat lulus tanpa susah payah mengerjakan skripsi. Mahasiswa yang mengikuti program ekuivalensi, bisa memilih beberapa sekema di antaranya penulisan artikel jurnal, penulisan novel, artikel koran (koran nasional), dan lain sebagainya. Pada yudisium periode IV tahun 2021 setidaknya ada satu mahasiswa yang berhasil lulus tanpa skripsi. Mahasiswa tersebut atas nama Tutut Ayu Dwijayanti. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. selaku Sekretaris Prodi PBI UMM mengatakan bahwa dengan adanya program ekuivalensi skripsi ini diharapkan mahasiswa bisa mempersingkat masa studinya. “Dengan adanya program ekuivalensi skripsi ini diharapkan mahasiswa dapat mempersingkat masa studinya, bisa lulus 3,5 tahun yang normalnya bisa 4 tahun atau bahkan lebih. Mahasiswa juga bisa memilih beberapa sekema yang ada, mulai dari penulisan artikel jurnal, penulisan novel, artikel koran (koran nasional), dan lain sebagainya. Dari program ekuivalensi ini juga, mahasiswa lebih memiliki kebebasan memilih mau lulus jalur yang mana, “ paparnya. Harapanya dari program ini bisa menciptakan mahasiswa yang lebih memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing khususnya pada bidang pendidikan, bahasa, maupun sastra. Dari program ekuivalensi ini juga mahasiswa bisa lebih memiliki motivasi untuk segera menyelesaikan masa studinya.

Tutut Ayu Dwijayanti Menjadi Lulusan Terbaik Prodi PBI FKIP UMM Pada Yudisium Periode IV Tahun 2021

Tutut Ayu Dwijayanti Menjadi Lulusan Terbaik Prodi PBI FKIP UMM Pada Yudisium Periode IV Tahun 2021

MALANG- Menjadi lulusan terbaik tentunya harapan semua mahasiswa. Selain menjadi capaian prestasi untuk pribadi, tentunya juga akan menjadi kebanggaan bagi orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Yudisium Periode IV FKIP UMM Tahun 2021 telah sukses digelar, Rabu (12/01/22). Tutut Ayu Dwijayanti terpilih menjadi lulusan terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa yang akrab dengan panggilan Ayu tersebut menjadi lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88. Mahasiswa angkatan 2017 tersebut berhasil menuntaskan masa studinnya selama empat tahun dua bulan. Selain menjadi lulusan terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Ayu juga lulus tanpa harus mengerjakan skripsi setalah mengikuti program ekuivalensi skripsi yang ada di Prodi PBI UMM. Ayu sendiri mengmabil skema penulisan artikel jurnal sebagai pengganti skripsi. Ayu juga merasa bangga dengan capaiannya ini. “Dengan capaian ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya pribadi, kedua orang tua saya, dan mungkin orang-orang di sekitar saya, ” kata Ayu. Arif Setiawan, S. Pd., M. Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) juga berharap bahwa prestasi yang diraih Ayu tersebut bisa memberikan semangat untuk adik tingkatnya agar bisa berprestasi sepertinya. Mahasiswa asal Bojonegoro tersebut juga aktif mengikuti kolaborasi penulisan artikel jurnal dengan dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM. Salah satu jurnalnya yang berhasil membuat Ayu lulus tanpa harus mengerjakan sekripsi adalah yang berjudul “Tidak Tutur Ilokusi Peserta Didik Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada SMPN 1 Pujon”. Selain itu, Ayu juga aktif dalam organisasi mahasiswa salah satunya menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiya Malang (UMM).

Untuk Petama Kalinya, Yudisium Periode IV Tahun 2021 Sukses Digelar Secara Luring Oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

Untuk Petama Kalinya, Yudisium Periode IV Tahun 2021 Sukses Digelar Secara Luring Oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

MALANG- Setelah dua tahun dilaksanakan secara Daring (Dalam Jaringan), Yudisium Periode IV Tahun 2021 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM sukses digelar secara Luring (Luar Jaringan), Rabu (12/01/22). Yudisium periode IV Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM untuk pertama kalinya dilaksanakan secara Luring. Terlaksananya acara tersebut tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait. Hal tersebut dilakukan guna melindungi pihak-pihak yang terlibat agar tetap aman dan sehat. Pasalnya, pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum benar-benar selesai. Acara yang dilaksanakan di Auditorium Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut dihadiri oleh kurang lebih 149 peserta yang mengikuti Yudisium Periode IV Tahun 2021. Kegiatan  tersebut dilaksanakan dengan melakukan protokol kesehatan dengan 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Memakai masker). Tentunya, Yudisium Periode IV Tahun 2021 juga didukung oleh berbagai pihak yang terlibat sehingga acara tersebut sukses digelar. Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya acara Yudisium Periode IV Tahun 2021 secara Daring maka perlu banyak pertimbangan dan persiapan yang matang agar acara tersebut bisa berjalan dengan lancar. “Acara ini sudah dipersiapkan dengan matang dan tentunya dengan banyak pertimbangan. Kemudian, acara ini juga perlu banyak dukungan dari berbagai pihak. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar, kendala tetap ada dan itu normal. Apalagi ini merupakan Yudisium pertama yang dilakukan secara Luring, karena dua tahun sebelumnya dilaksanakan secara Daring, ” jelasnya. Harapanya dengan dilaksanakannya Yudisium Periode IV Tahun 2021 secara Luring Ini dapat memberikan motivasi dan harapan baru bagi berbagai pihak khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Tentunya harapan utamanya adalah pulihnya seluruh kegiatan kampus dan kembali normal seperti sediakala.

Alamsyah, Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Menjadi Pemateri Pada Yudisium Periode IV Tahun 2021

Alamsyah, Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Menjadi Pemateri Pada Yudisium Periode IV Tahun 2021

MALANG- Pria kelahiran Kalu-kalukuang Kabupaten Pangkep, Sulawesi tersebut merupakan alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Alamsyah lulus pada tahun 2015 dan sekarang sedang melanjutkan studi Strata Tiganya di salah satu Universitas di Malang. Dalam acara Yudisium Periode IV Tahun 2021, Alamsyah membawakan materi dengan tema Mindset Transformation For Adaptive and Provesional Teachers. Pria yang bergerak di bidang Pendidikan, Komunikasi, Manajemen, dan Praktisi Neuro Linguistik Programming (NLP), U.S.A. tersebut, sekarang menjadi Kepala Sekolah di MA Al-Irtiqo IIBS Kota Malang. Alamsyah juga aktif pada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidiikan khususnya pada bidang bahasa. Selain menjalani kesibukan menjadi Kepala Sekolah. Ia juga menjadi motivator dan education inspirator. Alamsyah menyebut setiap situasi dalam pembelajaran yang guru alami sebenarnya bersifat netral. Pikiran gurulah yang memberikan makna untuk kejadian itu. “Makna ini bisa direspon positif maupun negatif oleh guru tersebut. Bila guru merespon positif, maka akan membentuk belief positve dan akan mengeluarkan emosi positif. Begitu juga sebaliknya, ” ungkap Alam. “Sebelum menjadi seperti sekarang ini, perjalanan karier dimulai ketika saya Yudisium dan pematerinya waktu itu asalnya sama seperti saya yaitu dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal).  Dari situ saya mulai optimis kalau saya bisa seperti dia, bahkan lebih, ” terangnya di depan lulusan FKIP UMM pada Yudisium Periode IV, Rabu (12/01/22). Di hadapan para lulusan, pria yang bergelar lengkap Alamsyah, SPd., M.Pd., C.NLP., C.MNLP., C.NLC. Juga memberikan motivasi bagaimana menjadi guru yang adptif dan profesional di era serba digital seperti sekarang ini. Bukan hanya motivasi, Alamsyah juga berpesan bahwa belajar tidak sekedar di ruang-ruang kelas yang dibatasi oleh dinding-dinding, tetapi juga di ruang-ruang masyarakat yang dibatasi oleh norma-norma yang ada. Sebagai penutup, ia juga mengatakan bahwa “belajar adalah perjalanan yang begitu panjang panjang tanpa ujung. Kalau anda lelah, sebaiknya anda pulang, “

Mohamed Elfouly, Mahasiswa Asing PBI FKIP UMM Sukses Raih Juara Stand-up Comedy Kategori A dalam Festival Handai Indonesia 2021

Mohamed Elfouly, Mahasiswa Asing PBI FKIP UMM Sukses Raih Juara Stand-up Comedy Kategori A dalam Festival Handai Indonesia 2021

MALANG–Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Mohamed Ali Galal Elfouly, sukses meraih penghargaan kategori A lomba berkomedi tunggal dalam Festival Handai Indonesia tahun 2021. Dalam lomba stand-up comedy Handai Indonesia ini, Fouly membawakan materi tentang perbedaan budaya di Indonesia dan Mesir. Dari materi yang ia bawakan tersebut, akhirnya menempatkan namanya sebagai juara stand-up comedy kategori A Festival Handai Indonesia 2021. Hanadai Indonesia merupakan jenama yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kepada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia. Untuk memberikan wadah bagi warga negara asing unjuk kemahiran dan kreativitas dalam bertutur kreatif menggunakan bahasa Indonesia,  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan Festival Handai Indonesia, Minggu (01/08/2021). Festival Handai Indonesia (FHI) 2021 merupakan pelaksanaan festival ke dua, setelah sukses dalam pelaksanaan yang pertama tahun 2020. Mahasiswa asal Giza Mesir ini kurang lebih sudah 3 tahun melakukan studinya di BIPA UMM. Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) menjadi bagian dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang.  Kecintaanya dengan negara Indonesia sempat menobatkan namanya menjadi mahasiswa yang paling fasih berbahasa Indonesia dari ke-26 rekannya sesama mahasiswa asing yang menempuh studi di BIPA UMM. Pria yang sekarang sukses menjadi Youtuber itu mengatakan bahwa BIPA UMM sangat membantunya untuk memperlancar ejaan bahasa Indonesia. Selain itu, Fouly juga sangat suka bercerita tentang negaranya Mesir kepada orang indonesia. Dari situ lah yang kemudian sukses menempatkan namanya menjadi peraih penghargaan kategori A lomba berkomedi tunggal dalam Festival Handai Indonesia 2021. Kepala Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) UMM Dr Arif Budi Wurianto berharap bahwa Fouly bisa menjadi sumber energi positif dalam perkembangan mahasiswa lainnya. Harapan tersebut bukan tanpa alasan, di era yang serba cakap akan teknologi seperti sekarang ini bisa membuka peluang mahasiswa berkreasi sebaik mungkin dan berkompetisi untuk meraih prestasi.

Tim PBI UMM Sukses Raih Juara Satu Lomba Tingkat Nasional, Kategori Dramatical Reading

Tim PBI UMM Sukses Raih Juara Satu Lomba Tingkat Nasional, Kategori Dramatical Reading

MALANG – Akhir tahun ditutup dengan kabar gembira dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses raih juara 1 lomba dramatical reading tingkat  nasional yang diselenggarakan oleh HMPS Prodi Pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (30/12/2021). Lomba dengan tema Revitalisasi Identitas Mahasiswa Sebagai Penerus Bangsa Melalui Aktualisasi Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut menyelenggarakan banyak kategori lomba, salah satunya Dramatical reading. PBI UMM mengirimkan perwakilannya dibeberapa kategori lomba di antaranya penulisan puisi, penulisan cerpen, dan dramtical reading.   Dramatical reading merupakan kategori lomba kelompok. Mohammad Khikam Zahidi dkk membawakan naskah yang berjudul Ayaku Pulang karya Usmar Ismail. Meskipun dilaksanakan di tengah pandemi Virus COVID-19, tidak menyurutkan semangat mahasiswa PBI UMM untuk tetap berkarya dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sempat diwarnai insiden tidak hadirnya salah satu mahasiswa saat pengambilan Video dramatical reading. Insiden tersebut sempat menyebabkan molornya proses pengambilan video. Namun hal tersebut biasa cepat diatasi dengan menggantikan mahasiswa yang “menghilang” tersebut dengan mahasiswa lain. Pergantian ini tanpa proses latihan sebelumnya dan langsung dilakukan pengambilan video. Kejadian tersebut tidak terlalu menjadi kekhawatiran bagi mahasiswa PBI UMM karena setiap mahasiswa sudah dibekali kemampuan keaktoran dalam mata kuliah Gerak dan Oratori.   Gerak dan Oratori sendiri sudah menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa PBI UMM. Dalam mata kuliah tersebut diajarkan berbagai macam aspek dalam seni peran atau keaktoran mulai dari olah pernapasan, olah raga, olah rasa, olah suara, dan lain sebagainya. kemapuan inilah yang menjadi bekal mahasiswa PBI UMM untuk meraih juara, kategori lomba kelompok dramtical reading dalam perlombaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Mengikuti Program MBKM, Enam Mahasiswa PBI UMM Berkesempatan Menjadi Pengajar di Vietnam

Mengikuti Program MBKM, Enam Mahasiswa PBI UMM Berkesempatan Menjadi Pengajar di Vietnam

MALANG – Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) enam mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang berkesempatan menjadi pengajar di Ho Chi Minh City Open University Vietnam. Enam mahasiswa yang berkesempatan menjadi pengajar merupakan mahasiswa yang magang secara khusus di Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Magang khusus tersebut berlangsung sejak Oktober sampai Desember 2021. Faizin, M.Pd. Kepala Divisi Internasionalisasi Program dan Pengembangan Kelembagaan menuturkan bahwa program ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, yakni membekali mahasiswa dengan keterampilan yang bisa digunakan di kehidupan nyata. Selain itu juga memberikan pengalaman langsung terkait bagaimana menghadapi dunia kerja sesungguhnya. Di luar tujuan yang sudah dijelaskan, program MBKM ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak mengikuti perkuliahan karena nilai sudah otomatis terkonversi dengan program magang tersebut. “Kegiatan yang bisa diikuti oleh mahasiswa magang tidak hanya mengajar langsung para mahasiswa asing dari berbagai negara, mereka juga turut serta merancang pembelajaran dan melakukan evaluasi. Tentunya juga tidak ketinggalan untuk menyusun bahan ajar hingga melaksanakan tata kelola kelembagaan,” jelasnya. Para mahasiswa magang tidak hanya menjadi pengajar di UPT BIPA UMM, tetapi juga menjadi pengajar tamu di Ho Chi Minh City Open University Vietnam. Hal itu dimungkinkan berkat adanya kerja sama internasional yang telah dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang sebagai langkah percepatan internasionalisasi bahasa Indonesia. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh para mahasiswa magang. Mereka yang sudah mengikuti mata kuliah ke-BIPA-an langsung terjun dan mengajarkan bahasa Indonesia ke para Warga Negara Vietnam. “Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan sehingga bisa memberikan suntikan motivasi bagi mahasiswa Vietnam untuk lebih memahami dan mempelajari  bahasa Indonesia. Terlebih lagi bisa memperkuat dalam berbahasa, termasuk penggunaan struktur kalimat yang tepat,” pungkasnya.

Raih Top Leader Malang Raya Anugerah IWO 2021, Dr. Fauzan, M.Pd Rektor Sekaligus Dosen PBI UMM Tempati Urutan Pertama

Raih Top Leader Malang Raya Anugerah IWO 2021, Dr. Fauzan, M.Pd Rektor Sekaligus Dosen PBI UMM Tempati Urutan Pertama

Malang – Ikatan Wartawan Online (IWO) Malang Raya memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh di Malang Raya dalam Anugerah IWO 2021. Pada gelaran tersebut menempatkan Dr. Fauzan, M.Pd Rektor sekaligus Dosen PBI UMM di posisi pertama dengan 15 tokoh lainnya yang sukses raih Top Leader 2021 Malang Raya. Anugerah Top Leader Malang Raya 2021 dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Malang Raya, Senin (27/12/2021). Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi dari para Jurnalis terhadap beberapa tokoh Malang Raya yang memiliki dedikasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat Malang Raya. Rudi Harianto, C.ST MI ketua IWO Malang Raya menyampaikan bahwa kelimabelas tokoh yang terpilih merupakan hasil dari seleksi, profil dan kiprahnya tentunya terlebih dahulu melalui proses survei. “Terpilih 15 tokoh, menyisihkan 160 tokoh lainnya yang masuk dalam nominasi. Jadi, 15 tokoh ini yang terbaik, “ kata Sam Idur sapaan akrab ketua IWO. Dr. Fauzan, M.Pd merupakan Dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang sekaligus menjabat sebagai Rektor UMM. Kiprahnya di dunia pendidikan serta kontribusi dan dedikasinya di masyarakat khususnya Malang Raya yang berhasil menempatkan namanya sebagai peraih Top Leader Malang Raya 2021 dari IWO. Gelaran Anugerah IWO Malang Raya ini diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya. Anugerah IWO Malang Raya akan terus diberikan setiap tahunnya dengan kategori atau tema yang berbeda-beda. Hal tersebut dilakukan untuk memacu masyarakat luas agar bisa terus berkontribusi dan melecutkan motivasinya untuk lebih bermanfaat bagi masyarakat luas khsusnya di Malang Raya. Harapanya, generasi penerus bangsa bisa mendapatkan inspirasi dari para tokoh yang terpilih.

Festival Puisi Internasional 2021, Kolaborasi Musikalisasi Puisi Mahasiswa PBI UMM dengan Mahasiswa BIPA UMM Asal Vietnam

Festival Puisi Internasional 2021, Kolaborasi Musikalisasi Puisi Mahasiswa PBI UMM dengan Mahasiswa BIPA UMM Asal Vietnam

Malang – Malam penganugrahan “Festival Internasional Puisi Bahasa Indonesia 2021” telah sukses digelar pada hari rabu (22/12/12). Acara tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Youtube dikanal UMMTUBE. Pelaksanaan Daring merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah dalam pembatasan di tempat dan fasilitas umum guna mencegah penyebaran COVID-19 dan melindungi keselamatan kepada semua pihak yang terlibat. Acara tersebut juga menampilkan musikalisasi puisi kalaborasi dari mahasiswa PBI UMM dan mahasiswa BIPA UMM asal Vietnam, TonTrang. TonTrang mahasiswa Vietnam sedang melaksanakan pendidikan S2 di BIPA UMM dan sekarang telah selesai melaksanakan seminar proposalnya sangat antusias dalam kegiatan kolaborasi ini. Karena sudah fasih berbahasa Indonesia memang ada kemauan dari dirinya sendiri sehingga TonTrang sendiri sangat senang dan antusias selama proses latihan. “Saya sangat senang sekali bisa kenal dengan kalian semua, soalnya kalau ngomong nyambung dan kalian sangat lucu-lucu sekali,” tuturnya. Dalam kolaborasi kali ini mambawakan puisi yang berjudul Naluri Anak Ibu Pertiwi karya Chairil Anwar dan lagu yang berjudul Kulihat Ibu Pertiwi. Kolaborasi ini dikemas secara menarik dengan komposisi gitar dan kajon. Komposisi kelompok dalam kolaborasi ini diantaranya ada M. Fadlil Hidayatullah sebagai gitaris, Nur Hidayah alifiani sebagai penyanyi, Afif Yudi Kurniawan sebagai pemain kajon, dan TonTrang sebagai pembaca puisi. Seluruh anggota dalam kolaborasi musikalisasi puisi ini mengenakan pakaian adat daerah tidak terkecuali TonTrang yang mengenakan pakaian adat asal Vietnam. Kolaborasi ini sukses dilaksanakan atas dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam gelaran festival internasional puisi bahasa Indonesia 2021.