Mahasiswa PBI UMM Sukses Raih Perak dalam PSM PTMA Tingkat Nasional V 2021

Mahasiswa PBI UMM Sukses Raih Perak dalam PSM PTMA Tingkat Nasional V 2021

Malang – R. Zulfa Setyoko Pamungkas mahasiwa PBI UMM berhasil menyabet medali perak di kategori penulisan puisi dalam Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PSM PTMA) Tingkat Nasional V 2021. Mahasiswa yang akrab dipanggil Zulfa ini mengikutsertakan puisi ciptaannya yang berjudul Dosa Malam Kepadaku. Puisi ini bertema tentang mimpi atau harapan seseorang yang galau dengan masa depannya sendiri yang kian samar dan tidak jelas. Sebenarnya jika ditelisik lebih dalam, puisi Dosa Malam Kepadaku mengangkat isu psikologi tentang Quarter Life Crisis atau krisis seperempat abad. Krisis seperempat abad ini merupakan istilah psikologi yang merujuk pada keadaan emosional yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun seperti kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup.   Malam semakin ramai bagi diriku yang mengais sunyinya Malam semakin ceria bagi diriku yang memeluk tangisnya Malam semakin mawar bagi diriku yang rela punguti durinya Acap kali dalam mimpiku terjaga, malam selalu berbisik lirih bahwa besok, lusa dan masa depan akan baik baik saja Tidak mungkin! Itu tidak mungkin berlaku pada diriku, sayang (cuplikan puisi)   Ide cerita dibalut dengan gaya penulisan yang apik inilah menjadi modal Zulfa menyabet perak dalam gelaran PSM PTMA Tingkat Nasional V 2021. Dalam kondisi pandemi virus Corona COVID-19 di Indonesia saat ini, penyelenggaraan PSM PTMA dilaksanakan secara daring dan luring dan memiliki rentetan kegiatan yang cukup panjang. Pelaksanaan PSM PTMA daring dilakukan dalam rangka implementasi kebijakan pemerintah tentang pembatasan di tempat atau fasilitas umum untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hingga akhirnya sukses terlaksana setelah melakukan pengumuman pemenang dan penutupan kegiatan pada tanggal 19 Desember 2021. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan memberikan wadah untuk berkreasi di bidang seni, mengembangkan ekspresi sesuai norma budi pekerti, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkembangkan sikap suportivitas di kalangan mahasiswa PTMA. Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang telah mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti beberpa kategori lomba dalam PSM PTMA. Kategori lomba tersebut diantaranya adalah penulisan puisi, pembacaan puisi, penulisan cerpen, monolog, dan musikalisasi puisi. Dari keikutsertaannya tersebut PBI UMM sukses mendapatkan satu medali emas dan satu medali perak. Kategori yang berhasil menyumbang medali tersebut adalah penulisan cerpen dan penulisan puisi. Harapan kedepannya bisa memperbaiki kualitas dan kompetensi mahasiswa dalam berbagai bidang baik dalam bidang pendidikan, bahasa, dan sastra.

Medali Emas! Mahasiswa PBI UMM Sukses Sabet Medali Emas dalam PSM PTMA Tingkat Nasional V Tahun 2021

Medali Emas! Mahasiswa PBI UMM Sukses Sabet Medali Emas dalam PSM PTMA Tingkat Nasional V Tahun 2021

Malang – Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PSM PTMA) merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang di selenggarakan oleh perguruan tinggi muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Banyak kategori lomba yang diperebutkan dalam ajang tersebut. PSM PTMA sukses digelar dan telah memunculkan nama-nama juara dalam berbagai kategori lomba, salah satunya penulisan cerpen. Nirwana Chendra Kasih mahasiswa PBI UMM sukses raih medali emas setelah namanya masuk dalam finalis di kategori penulisan cerpen. Kecintaannya dengan sastra, membuat namanya dipilih untuk mewakili Universitas Muhammadiyah Malang dalam PSM PTMA Tingkat Nasional V 2021. Mahasiswa yang akrab dengan panggilan Mbak Chendra ini berhasil menyingkirkan lima lawannya di final dengan cerpenya yang berjudul Tanaq Colong. Cerita Tanaq Colong merupakan cerpen yang bertema tentang konflik sosial. Berlatar belakang suasana pedesaan dan konflik antara tuan tanah dengan investor yang membawa harapan pembangunan desa. Mengubah keasrian desa menjadi sebuah desa wisata yang nantinya akan membawa berkah dan musibah. Seluruh penduduk sepakat akan wacana tersebut, kemudian menyerahkan tanahnya kepada investor. Kecuali Amaq Pi’I, tuan tanah. Pemilik tanah raksasa di seluruh bagian bukit dan kaki bukit Tian. Tidak akan semudah yang dibayangkan untuk menyerahkan tanah miliknya kepada orang asing begitu saja. Nahas jiwa raga amaq Pi’I berakhir membusuk dengan mata terbelalak di atas ranjang bambunya. Ide cerita dibalut dengan gaya penceritaan yang apik inilah berhasil mengantarkan namanya menjadi peraih emas di gelaran PSM PTMA Tingkat Nasional V 2021. Dengan raihan ini, Chendra sukses menjadi orang kedua yang berhasil mendapatkan medali emas perwakilan UMM. Harapanya pencapaian ini tidak hanya berhenti di sini dan terus berkarya baik untuk pribadi, konsumsi publik, maupun keikutsertaan dalam ajang lomba tingkat nasional. Pelaksanaan PSM PTMA dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khususnya jenjang pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Selain itu, PSM PTMA juga sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan jiwa kreatif dan inovatif bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring. Pelasanaan daring merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam pembatasan di tempat atau fasilitas umum guna mencegah penyebaran COVID-19.

PERKOKOH KERJA SAMA MBKM MELALUI SEMINAR NASIONAL BAHASA DAN SASTRA (SENASBASA) V

PERKOKOH KERJA SAMA MBKM MELALUI SEMINAR NASIONAL BAHASA DAN SASTRA (SENASBASA) V

Malang-Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH Makassar), dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar semnar nasional bertema Tantangan Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya di Era Disrupsi. Pelaksanaan seminar yang dilakukan oleh empat universitas ini dibalut dalam SENASBASA V. SENASBASA merupakan kegiatan seminar tahunan yang rutin diadakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Tema yang diusung pada seminar kali ini sangat relevan dengan perkembangan bahasa, sastra, dan pendidikan saat ini. Seperti yang dikemukakan oleh empat pembicara seminar yaitu Prof. Dr. Prima Gusti Yanti, M.Hum. (Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHAMKA), Dr. Sugiarti, M.Si. (Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM), Dr. Munirah, M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNISMUH), dan Deden Ahmad Supendi, M.Pd (Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UMMI). Keempat pembicara tersebut menyampaikan perkembangan bahasa, sastra dan pendidikan di era digital. Pada era sastra digital, peran pembaca, penulis, dan kritikus sastra memiliki batas yang kabur atau tidak jelas karena penulis, pembaca, maupun kritikus dapat berinteraksi secara langsung di dunia maya untuk memberi masukan pada jalan cerita. Sastra digital menjadi menarik karena mampu merespons keinginan dan bakat individu secara mudah. Hal itu dapat terlihat dengan penyaluran bakat pengarang yang terakomodasi dengan baik. Pemanfaatan bahasa dalam media sosial terkait dengan linguistik forensik dapat digunakan untuk mengkaji bahasa, hukum, dan kriminalitas. Kata-kata yang ada di media sosial berkaitan dengan Bahasa dan hukum. Adanya data-data tersebut dapat membantu untuk dianalisis terkait dengan hukum dan UU ITE karena terkait dengan singgungan yang ada di media sosial seperti ujaran kebencian dan hoax. Pembelajaran dalam Al-Qur’an dalam menghadapi era disrupsi sangat penting. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat menggabungkan cerita-cerita nabi yang dapat memotivasi siswa untuk selalu berpegang teguh pada ajaran agama. Purwati Anggraini, M.Hum. selaku ketua pelaksana SENASBASA V menngungkapkan bahwa tujuan diadakan seminar kali ini selain memperkokoh kerja sama mitra dalam rangka melaksanakan MBKM, adanya SENASBASA V dapat digunakan oleh mahasiswa dari Prodi Pendidikan bahasa Indonesia FKIP UMM dan kampus mitra untuk menyampaikan hasil penelitian dan pemikiran sehingga dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman. Adanya seminar ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa salah satunya memperkaya sumber belajar mahasiswa, sehingga sebagai calon guru dapat membuat pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih bermakna dan berkualitas. Purwati juga menambahkan bahwa kegiatan seminar bersama menjadi agenda tahunan dengan model kerja sama mitra. Selain itu, kegiatan seminar dapat dikembangkan menjadi kegiatan akademis yang luarannya lebih ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya (an).

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UMM GELAR WORKSHOP KURIKULUM OBE (OUTCOME BASED EDUCATION) BERBASIS PIBIPAPRENUER

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UMM GELAR WORKSHOP KURIKULUM OBE (OUTCOME BASED EDUCATION) BERBASIS PIBIPAPRENUER

Malang-Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Berbasis PIBIPAPRENEUR yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 28-29 September 2021 berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. dan lanjutkan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Djoko Saryono. Pendidikan melalui pembelajaran dibutuhkan kurikulum yang dapat dianalogikan sebagai kendaraan suatu pendidikan, yang mengacu pada implementasi pembelajaran. perlu dilakukan persiapan terhadap kendaraan sebagai analogi pendidikan yang matang. Oleh karena itu, dalam mewujudkan atmosfer pendidikan yang baik dan sesuai dengan tujuan, maka diperlukan desain kurikulum yang telah disiapkan. Perancangan kurikulum yang mengalami disrupsi secara cepat menjadi sebuah hambatan di dunia pendidikan. Tentu diperlukan pemikiran yang cermat dalam menyusun sebuah kurikulum agar menghasilkan lulusan (produk) melalui pembelajaran yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan dunia industry atau kerja. “Di dalam OBE sebagai sebuah sistem itu salah satunya adalah kurikulum, oleh karena itu kurikulumnya disebut out-come base curriculum (kurikulum berbasis luaran)” ujar Djoko Saryono (28/09/2021). Mengacu basis PIBIPAPRENEUR kurikulum OBE, seorang pendidikan instruktur BIPA dan Entrepreneur harus dilandasi dengan sifat merawat Bahasa Indonesia agar tidak mudah terkonversi dan terkontaminasi dengan Bahasa asing, yang menyebabkan terhadap Bahasa Indonesia tidak akan memiliki identitas. Selanjutnya pembahasan dilanjutkan tentang ulasan dan diskusi kurikulum OBE oleh Dr. Moh. Syaifudin, M.Si. selaku Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM. Kurikulum OBE dengan pendekatan MBKM yang telah dilakukan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia akan membawa beberapa langkah menuju akreditasi internasional. “Mengacu pada renstra dan rencana induk pengembangan Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2023-2026, program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang akan memasuki sebuah era akreditasi internasional dan saya berharap, selesainya kurikulum OBE di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia akan mengawali untuk mengajukan akreditasi internasional.” Ujar Syaifudin. Pernyataan tersebut mengacu pada syarat utama yang digunakan untuk mengajukan akreditasi internasional yaitu ketersediaan dokumen kurikulum berbasis outcome. Tidak kalah penting, bukti nyata dari implementasi kurikulum berbasis outcome dalam mengajar dan belajar yaitu outcome-based assessment and evaluation, yang mengacu pada pengukuran capaian pembelajaran lulusan. Terdapat empat capaian pembelajaran yang terdapat di dalam kurikulum program studi, yang meliputi, capaian pembelajaran sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Setelah mendapatkan review dari Dr. Moh. Syaifudin, M.Si. selaku Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM, perlu adanya beberapa pembenaan terhadap dokumen kurikulum OBE yang telah disusun Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyelesaikan rancangan kurikulum, sehingga beberapa langkah lagi menuju akreditasi internasional akan segerah terealisasi.

Sinergi Realisasi MBKM Melalui Kurikulum OBE di PTM

Sinergi Realisasi MBKM Melalui Kurikulum OBE di PTM

Malang – Rapat Kerja Nasional MBKM “Capaian Pembelajaran Kurikulum OBE” oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) bersama LPTK-LKPTM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (16/08/2021). Kegiatan ini melalui ruang virtual (Meet Zoom) yang dibuka oleh Sugiarti, selaku Ketua Program Studi PBI, FKIP, UMM. Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Syamsul Arifin, selaku Wakil Rektor I UMM. Kegiatan ini membahas dua topik besar yaitu MBKM dan kurikulum OBE. MBKM dan kurikulum OBE kembali pada bidang keilmuan yang di tekunin pada Program Studi PBSI, memiliki bidang ilmu yang dapat didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi kepentingan MBKM dan penyususnan kurikulum OBE. Penyususnan kurikulum OBE memiliki kaitannya dengan visi misi, tujuan, dan strategi program studi. Tahap evaluasi kurikulum, yang perlu dipersiapkan yaitu mekanisme penyusunan kurikulum, penyusunan kurikulum, mekanisme evaluasi kurikulum, dan mekanisme pemuktahiran kurikulum, yang semua itu melibatan pemangku kepentingan. Kebutuhan pemangku kepentingan, meliputi profil lulusan, perumusan CPL, dan matriks hubungan CPL dengan profil lulusan. “Sesungguhnya kurikulum OBE itu adalah implementasi dari perpaduan antara kurikulum perguruan tinggi dan KKNI yang dulu sudah pernah diluncurkan beberapa tahun yang lalu” ujar Sugiarti (16/08). Pemaparan oleh Prima Gusti Yanti, dari Program Studi PBSI, FKIP, UHAMKA Jakarta. Menambahakan konten, hasil evaluasi stakeholder yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran kurikulum pada tahun 2020-2021 dengan jumlah SKS 147. Mata kuliah pilihan terkait profil program studi yaitu, jurnalistik, BIPA, dan kesastraan, dan ketiganya dapat diambil dari semester lima hingga tujuh. “Mereka sudah merambah ke bidang-bidang yang lain ternyata, nah untuk hal itu tentu program studi harus menyiapkan berbagai keterampilan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa kita. Kita sama-sama tahu bahwa kurikulum berbasis OBE itu memang berpusat pada outcome” ujar Prima Gusti Yanti (16/08). Program MBKM PBSI UHAMKA meliputi asistensi mengajar, magang industri, dan pertukaran mahasiswa. Pertukaran mahasiswa dilaksanakan disemester lima dengan menggandeng Teknik Informatika UHAMKA Jakarta sebagai keterampilan mahasiswa menggunakan IT dan FISIP sebagai pembelajaran jurnalistik. Magang industri dilakukan dengan pembelajaran BIPA dan penyuntingan. Pemaparan dilanjutkan oleh Munirah, dari PBSI, FKIP, UNISMU Makasar. Strategi pencapaian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum MBKM, penelitian kolaborasi, pengabdian masyarakat, dan kerja sama. Pengembangan SDA fokus awal untuk menjadi doktor dan yang menjadi kurang yaitu penelitian kolaborasi dan pengabdian masyarakat. Profil lulusan PBSI UNISMU meliputi guru pemula, peneliti pemula, wirausahawan bahasa dan sastra, penulis, dan pranatacara. Pernyataan selanjutnya oleh Muhammad Rohmadi, selaku asesor BAN-PT, menjelaskan Pengenalan dan Peninjauan Kurikulum PBSI yang merujuk Pengembangan Kurikulum Abad XXI, Krikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Banyak hal-hal di PTM terkait hasil kerja MBKM-nya sudah nyata dan tinggal mendokumentasikan dalam bentuk administrasi. “Ruang kerja, ruang lingkup yang bisa kita masuki itu hampir semua bidang bisa kita masuki. Sepanjang memiliki kompetensi, hard skill dan soft skill secara profesional” ujar Muhammad Rohmadi (16/08). Oleh karena itu, tindakan yang perlu dilakukan terhadap MBKM ini yaitu mengadministrasikan dan mengikuti pola administrasi bersama. Karena pendidikan bukan hanya tugas pemerintah dan guru, tetapi semua komponen yang terlibat di dalamnya.

Dialog Akademik Sebagai Wadah untuk Sosialisasi Kegiatan Program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Dialog Akademik Sebagai Wadah untuk Sosialisasi Kegiatan Program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Malang – Kegiatan Dialog Akademik oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (14/08/2021). Kegiatan berlangsung melalui ruang virtual dengan memaparkan beberapa program akademik yang dimiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) sebagai upaya memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa. Beberapa program ditawarkan untuk menunjang prestasi mahasiswa melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). MBKM memberikan peluang kepada mahasiswa melalui program Pertukaran Mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar bersama mitra kampus yang telah bekerja sama dengan Program Studi PBI UMM. Beberapa kerja sama telah dilakukan, dari internal kampus hingga eksternal kampus. Kerja sama internal PBI UMM menggandeng Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, UMM, sedangkan kerja sama eksternal meliputi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-UHAMKA Jakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-UNISMUH Makasar, dan Program Studi Bahasa Indonesia FKIP-UMMI Sukabumi. Sugiarti selaku Ketua Program Studi PBI UMM menyatakan “program ini bertujuan untuk memberikan peluang yang bagus untuk meningkatkan kompetensi kapasitas mahasiswa, dalam rangka membangun diri dengan melakukan komunikasi bersama pihak luar”. Tidak hanya itu, MBKM juga dapat diselenggarakan melalui program Asistensi Mengajar oleh mahasiswa di institusi resmi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas (SMP dan SMA) yang telah diakui pemerintah. Jalur kegiatan pada program Asistensi Mengajar dapat dilakukan secara mandiri maupun kerja sama. Kegiatan ini berupa bantuan mengajar, tutorial, bimbingan teknis, pelatihan kegiatan lainya yang berhubungan dengan kegiatan akademik. “Kegiatan tersebut merupakan bentuk pemerolehan informasi ataupun bentuk pemerolehan ilmu yang sudah didaoat oleh Anda semuanya dan itu dapat diaplikasikan di satuan pendidikan” ujar Arif Setiawan selaku Sekretaris Program Studi PBI UMM. Program Penelitian, Pengabdian, Publikasi Artikel, Seminar Bersama, dan Magang melalui MBKM, yang dilakukan dan terintegrasi dengan program Asistensi Mengajar dan Pertukaran Mahasiswa menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk kegiatan belajarnya. Program ini memberikan kesempatan belajar selama tiga semester di luar Program Studi PBI, UMM. Kegiatan ini mendukung program UMM Pasti (pasti lulus tepat waktu, pasti mandiri, dan pasti bekerja), dan kurikulum OBE. “Program ini juga mendukung MBKM yang pertama yaitu kurikulum OBE (Outcome-Based-Education) program pendidikan yang berbasis luaran gitu ya” Purwati Anggraini selaku dosen PBI UMM. Adanya kegiatan ini memberi pengalaman yang kompleks mulai dari kegiatan MBKM Pertukaran Belajar yang dilakukan mahasiswa sembari menulis artikel publikasi untuk tugas akhir. Pada kegiatan MBKM Asistensi Mengajar yang dilakukan mahasiswa sekaligus dapat mengambil data penelitian untuk tugas akhir di instansi satuan pendidikan. Sedangkan kegiatan magang dapat dipilih mahasiswa mulai dari magang pustakawan, jurnalistik, dan ke-BIPA-an. Selanjutnya dari serangkaian kegiatan itu, mahasiswa dapat memaparkan hasil temuannya pada diseminasi bersama. Melalui diseminasi bersama, mahasiswa dapat memaparkan hasil penelitian atau pemikiran yang digunakan untuk mengisis SKPI untuk persyaratan kelulusan. “Insyaallah bulan oktober aka nada program seminar bersma yang diselenggarakan prodi (PBI UMM) kerja sama dengan universita mitra yaitu UHAMKA Jakarta, UNISMU Makasar dan UMMI Sukabumi” ujar Purwati Anggraini selaku Dosen PBI UMM. Kegiatan Dialog Akademik selanjutnya di lakukannya tutorial pembuatan akun SPADA Indonesia oleh Budi Qur`ani selaku Dosen PBI UMM. SPADA Indonesia merupakan web site hasil pengembangan tim dosen seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang digunakan untuk terintegrasi pada kegiatan MBKM. Sehingga terlaksananya program MBKM dapat dengan mudah diakses oleh mahasiswa.

GELAR PENGANUGERAHAN PEMENANG LOMBA, PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UMM APRESIASI KERATIVITAS SISWA SMA SE-INDONESIA

GELAR PENGANUGERAHAN PEMENANG LOMBA, PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UMM APRESIASI KERATIVITAS SISWA SMA SE-INDONESIA

Malang-Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM menggelar kegiatan penganugerahan lomba dalam rangka memperingati Hari Puisi dan Hari Pendidikan Nasional 2021 secara tatap maya. Acara ini dihadiri oleh siswa SMA se-Indonesia yang merupakan peserta lomba membaca puisi, mendongeng, dan menulis feature yang telah dilaksanakan bertepatan dengan Hari Puisi dan Hardiknas. Acara berlangsung dengan khidmat dan sangat meriah. Diawali dengan penampilan dari komunitas Sangkar Malang, yaitu komunitas sastra yang digawangi oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa UMM. Komunitas Sangkar Malang menampilkan pembacaan puisi dengan sangat apik. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Dr. Sugiarti, M.Si. yang menegaskan bahwa jika siswa-siswa bergabung menjadi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya ilmu teori saja yang didapatkan, tetapi juga praktik-praktik yang terkait dengan peningkatan keterampilan mahasiswa, seperti penyutradaraan, membaca puisi, MC, dan penyiar. Meskipun bertemu melalui virtual, tetapi tidak menyurutkan antusias siswa menyimak kolaborasi mendongeng antara Indah Rahayuning Tyas mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dengan Mitha Saharani juara 1 lomba mendongeng yang membawakan dongeng bertema Covid-19. Selain itu, ada juga penampilan dari Fahmi Khairuddin mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang membacakan puisi Ws Rendra dan juga pembacaan puisi dari Ade Fitri juara 1 lomba membaca puisi. Acara ditutup dengan kesan pesan dari Baladiffa Aurora selaku juara 1 lomba menulis feature yang mengungkapkan bahwa lomba yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sangat menarik dan membuat peserta lebih kreatif lagi dalam mengasah keterampilan. Baladiffa juga mengungkapkan bahwa semoga tahun depan kegiatan lomba serupa diadakan lagi dan lebih bervariasi.

Masih dalam Suasana Pandemi: Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Adakan Webinar Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Masih dalam Suasana Pandemi: Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Adakan Webinar Memperingati Hari Pendidikan Nasional

Malang – Hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 mei 2021, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) memperingati dengan kegiatan kependidikan yang bermanfaat, yakni seminar nasional yang mengangkat tema Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi, Senin (3/5/2021). Keadaan yang belum sepenuhnya kondusif di tengah pandemi covid 19 mengakibatkan segala kegiatan masih bersifat virtual. Namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme dan keinginan belajar oleh para peserta seminar nasional yang hadir dari berbagai wilayah di  Indonesia dengan jumlah lebih kurang 165 peserta. Hal tersebut tentu menguatkan persepsi, bahwa pembelajaran daring yang mulai menurun tingkat keinovasiannya perlu digerakkan lagi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat yang memberikan kontribusi lebih dalam pendidikan seperti seminar nasional kali ini. Berangkat dari permasalahan tersebut, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memberikan wadah bagi calon pendidik atau pendidik yang menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan seiring dengan perkembangan zaman yang mulai mengalami peningkatkan dari berbagai segi. Seperti penuturan pada sambutan yang disampaikan oleh kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Sugiarti, M.Si, beliau menuturkan bahwa “seminar ini guna memberikan alternatif bagi bapak/ibu guru dan calon guru untuk merespon perubahan pembelajaran di masa pandemi covid-19”. Meningkatnya kekreatifan dan inovasi oleh pendidik dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar diperoleh melalui berbagai ilmu yang disampaikan beriringan dengan perkembangan zaman yang telah meroket. Diawali dengan pemaparan mengenai trik jitu antusias belajar melalui pembelajaran daring, para peserta memperoleh berbagai informasi mengenai langkah-langkah kreatif yang bisa ditempuh agar tidak jenuh dalam belajar. Hal ini beriringan dengan materi-materi yang disampaikan dua narasumber lainnya berkaitan dengan kekereatifan dan inovasi pembelajaran daring saat ini.

Program Ekuivalensi Skripsi, Antarkan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Lulus Tepat Waktu

Program Ekuivalensi Skripsi, Antarkan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Lulus Tepat Waktu

Malang – Program ekuivalensi skripsi yang digagas oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia sejak 2018 lalu, pada tahap pertama, mengantarkan 15 mahasiswa prodi pendidikan bahasa Indonesia untuk lulus tanpa menulis skripsi, tiga diantaranya sudah melangsungkan sidang pada kamis (18/03/2021) dan jumat (19/03/2021). 15 mahasiswa ini lulus melalui program ekuivalensi skripsi dengan penulisan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 2 sampai 5. Salah satu program unggulan yang digagas oleh prodi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk mewadahi dan mengantarkan mahasiswa lulus tepat waktu, menjadi alasan 15 mahasiswa ini mengambil peluang untuk tidak membuang waktu dalam berkarya di dunia kepenulisan. Selain memberikan kontribusi lebih dalam dunia bahasa, sastra dan pendidikan, manfaat yang diperoleh dari artikel ilmiah yang telah ditulisnya akan mengantarkan mereka meraih gelar sarjana tanpa menulis berlembar-lembar skripsi yang tentunya memakan waktu yang tidak sebentar. Seperti penuturan Syahrotul Latifah, mahasiswi semester 8 yang berhasil mengikuti program ekuivalensi skripsi ini mengungkapkan bahwa proses mengikuti ekuivalensi memang berat. Akan tetapi, ketika sudah di akhir semester akan benar-benar membantu dan memudahkan karena tinggal mempertanggungjawabkan apa yang telah dikaji dalam bentuk ujian sempro dan ujian tugas akhir dengan jadwal yang telah ditetapkan. “Pada mulanya dapat tercetuskan memilih artikel jurnal sebagai ekuivalensi karena sejak semester 3, rata-rata luaran mata kuliah adalah jurnal yang diterbitkan di jurnal yang akreditasi sinta 2-6. Ditambah motivasi dosen dan teman-teman bahwa dengan ikut ekuivalensi tanpa menulis skripsi. Jadi saya berpikir saya bisa dengan lebih mudah lulus dan mendapat gelar sarjana.” Ungkap Lala, mahasiswi yang saat ini juga menyandang status penerima beasiswa bidikmisi 2017. Ketekunan dalam proses penyusunan artikel jurnal menjadi penentu tercapainya harapan bagi mahasiswa/mahasiswi yang berkeinginan untuk lulus tepat waktu melalui program ekuivalensi skripsi. Bimbingan dan arahan yang diberikan dosen program studi Pendidikan Bahasa Indonesia juga akan menambah kemudahan dalam terselesaikannya artikel jurnal yang telah digagas oleh mahasiswa.

MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UMM KENALKAN DUNIA SASTRA MELALUI PODCAST

MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UMM KENALKAN DUNIA SASTRA MELALUI PODCAST

Era digital menuntut mahasiswa harus selalu berinovasi agar tidak ketinggalan zaman. Salah satu cara yang dilakukan adalah memanfaatkan media digital untuk informasi yang positif. Hal itu dilakukan oleh Tutut Ayu, Intan Zuhrotun, Annisauf, dan Galuh Farah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester VII yang memanfaatkan media digital Podcast untuk mengenalkan dunia sastra kepada para pendengar. Ide dari keempat mahasiswa tersebut bermula dari tugas mata kuliah Kewirausahaan Sastra.  Mata Kuliah Kewirausahaan Sastra yang diampu oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si.  bertujuan agar mahasiswa mempunyai wawasan dan keterampilan kewirausahaan bidang sastra. Mata kuliah ini juga mempunyai luaran berupa produk kewirausahaan mahasiswa bidang sastra berupa barang maupun jasa. Oleh karena itu, Ayu dan teman-teman memilih membuat Podcast bertajuk Shaswara. Shaswara merupakan singkatan dari “Podcast-nya Pecinta Sastra”.  Sesuai dengan namanya, Shaswara bertujuan untuk memperkenalkan dunia sastra kepada masyarakat luas agar.  Materi-materi yang dibahas seputar teori sastra, karya sastra, kritik sastra, dan kajian lain yang terkait dengan sastra. Tidak hanya itu, Shaswara juga menghadirkan generasi milenial yang sudah menghasilkan karya sastra. Keterbatasan di tengah pandemi tidak menyurutkan semangat Ayu dan teman-teman untuk memperkenalkan sastra melalui media digital. Pembimbingan secara intensif, komprehensif, dan identifikasi kasus sedini mungkin bersama dosen pengampu, dapat meminimalkan kendala-kendala yang dihadapi. Pada akhirnya, dengan adanya Shaswara yang memanfaatkan media digital, dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang sastra. Sastra dapat diminati oleh generasi milenial. Sastra dapat menempati ruang baru di hati masyarakat. Sehingga, dapat memberikan pencerahan bagi semua. Pungkas Hari Sunaryo.