Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Gelar Senasbasa 4 Bertema “Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya di Masa Pandemi”

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Gelar Senasbasa 4 Bertema “Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya di Masa Pandemi”

Malang – Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bekerjasama dengan HISKI Pusat menyelenggarakan rangkaian acara SENASBASA 4. Pada Rabu (28/10/2020) diadakan senasbasa 4 yang mengusung tema “Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya di Masa Pandemi” untuk meningkatkan mutu bahasa dan sastra Indonesia dalam menghadapi kompetensi global. Melalui aplikasi zoom meeting (daring), acara diawali secara resmi dengan menyanyikan Indonesia Raya dan sang surya secara serentak. Musikalisasi puisi oleh mahasiswa PBI UMM juga ikut mengawali acara senasbasa pada kali ini. “Jadilah guru bahasa yang bermutu, agar surga menantimu.” Ungkap Poncojari Wahyono, Dekan FKIP UMM saat membuka acara tersebut. Acara senasbasa ini menghadirkan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si (Guru Besar Sosiologi-Agama UMM), Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum (Ketua HISKI Pusat-Guru Besar FBS Universitas Negeri Yogyakarta), dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra (Guru Besar FIB Universitas Udayana) yang menyampaikan materi luar biasa kepada kurang lebih 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Senasbasa 4 ini dibagi menjadi dua sesi dengan pengelompokkan menjadi 7 ruang virtual. Penyampaian materi mengenai kajian kritis perkembangan bahasa dan sastra di Indonesia yang mengalami perubahan signifikan khususnya di tengah pandemi menjadi topik menarik yang dikuak habis. “Kajian terhadap wacana pandemi dalam teks media massa Indonesia menunjukkan bahwa makna kesadaran dan ketidaksadaran teks tidak selalu seiring, malahan sering bertentangan misalnya teks yang diniatkan untuk menghibur malahan dapat menimbulkan rasa takut berlebihan terhadap wabah.” Terang Darma Putra di akhir materi.

Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, Tumbuh Bersama New Malang Pos Melalui PKL Jurnalistik

Malang – PKL Jurnalistik merupakan salah satu mata kuliah untuk mahasiswa semester VII di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM. Menindaklanjuti perubahan sistem perkuliahan karena adanya pandemi Covid-19, perkuliahan semester ganjil 2020-2021 masih menggunakan sistem daring karena hingga saat ini pandemi masih belum juga reda. Kaprodi dan sekprodi PBI UMM, Dr. Sugiarti, M.Si. dan Arif Setiawan, M.Pd. mengunjungi new malang post pers untuk menjalin kerjasama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kerjasama ini menjadi momok terpenting keberhasilan mahasiswa dalam proses perkuliahan, salah satunya di mata kuliah jurnalistik sebab ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa tidak cukup kalau hanya di bangku kuliah, harus disertai praktik langsung di lapangan. “Kami punya mata kuliah PKL Jurnalistik untuk mahasiswa semester VII. PKL Jurnalistik ini mahasiswa terjun langsung menjadi wartawan dan menerbitkan koran 12 halaman. Dan kami selalu bekerjasama dengan New Malang Pos,” jelas Sugiarti. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM sudah menjalin kerjasama dengan new malang post sejak beberapa tahun yang lalu, bersama alm. Pak husnun sejak 2002 dan kemudian diteruskan mas halim (pemred new malang post). Jika sebelumnya mahasiswa diwajibkan praktik langsung di lapangan dengan berbagai tugas seperti wartawan dan pemasaran dan atau marketing yang dibina langsung oleh pemred new malang post, untuk semester ini Pendidikan Bahasa Indonesia mengupayakan kegiatan serupa meskipun sebagian besar mahasiswa bisa melakukan melalui daring. Abdul Halim, alumni ilmu komunikasi FISIP UMM yang juga merupakan pemred New Malang Pos ini menyambut kerjasama bersama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan penuh antusias. “untuk sukses semua harus berkolaborasi. New Malang pos sangat terbuka untuk kerjasama ini, apalagi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM ini sudah menjadi keluarga sendiri. Kita bersinergi untuk sukses dan besar bersama-sama”. Terangnya.

Child In: Aplikasi Penguatan Karakter Berbasis Keluarga Karya Mahasiswa PBI UMM

Child In: Aplikasi Penguatan Karakter Berbasis Keluarga Karya Mahasiswa PBI UMM

Malang – Berangkat dari fakta bahwa di Indonesia masih belum ada Kabupaten atau Kota Layak Anak, tim dari Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan sebuah aplikasi bagi pendidikan karakter anak. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berjudul “Child In: Aplikasi Penguatan Karakter Berbasis Keluarga” ini berhasil lolos dan mendapatkan hibah pendanaan dari Dirbelmawa. PKM yang masuk skim Karsa Cipta (KC) ini terdiri atas Asmaul Farida Azizi sebagai ketua serta Alfi Khoiru An Nisa dan Mochammad Bagas P sebagai anggota. Karena adanya pandemi covid-19, terdapat kebijakan bahwa PKM tidak membentuk luaran berupa produk, melainkan konsep. Meskipun demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk bergerilya memberikan manfaat bagi sesama manusia melalui aplikasi yang dirancangnya. Desain aplikasi yang dikerjakan kurang lebih 1 bulan setengah ini dilakukan melalui koordinasi secara daring. Aplikasi ini digagas dengan latar belakang bahwa orangtua dalam pengasuhan anak sangatlah penting. Menurut salah satu anggota tim, “Hak anak untuk mendapat perlindungan bisa dimaksimalkan. Hak anak untuk bermain di tempat yg aman juga dapat dimaksimalkan. Orang tua/wali perlu mengembangkan pengasuhan alternatif agar dapat menerapkan pengasuhan yang tepat. Di sisi lain, ternyata pengaduan pada beberapa kluster pengaduan anak terus mengalami peningkatan. Banyak anak terlibat dalam ranah hukum, narkotika, bahkan prostitusi dan pornografi,” jelas Rida. Child In dirancang untuk berkontribusi pada perwujudan kabupaten/kota layak anak dengan menghadirkan media pengasuhan alternatif, pengaduan kekerasan/pelanggaran hak anak, hingga fitur menu wisata dan event budaya. Child ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu lembaga konsultasi dilayani oleh Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga serta terdapat fitur pengaduan yang disambungkan dengan Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi fitur screen timer untuk mengontrol durasi anak bermain gawai. Tidak hanya itu, terdapat informasi mengenai kegiatan wisata, seni, dan budaya yang ramah anak.

Mahasiswa PBI Kenalkan Panorama Alam dan Kearifan Lokal Malang melalui Lukisan Limbah Tutup Botol Seng

Mahasiswa PBI Kenalkan Panorama Alam dan Kearifan Lokal Malang melalui Lukisan Limbah Tutup Botol Seng

Malang – Tim PKM Kewirausahaan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil mengolah limbah tutup botol seng yang sulit terurai dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai karya seni yang menarik dan bernilai lebih. PKM yang berjudul “Limbah Tutup Botol Seng Sebagai Media Lukisan Panorama Alamdan Kearifan Lokal Malang”ini terdiri atas Khoirun Nisak sebagai ketua, serta Farah Nabilah, Uswatun Hasanah, dan Wahid Abdul sebagai anggota. Ide ini didasari oleh riset pasar bahwa lukisan pada umumnya menggunakan media kanvas dan kaca. Tim PKM K ini menggagas inovasi baru untuk mengangkat seni lukisdari tutup botol seng. Temayang diangkat pun sangat menarik, yakni panorama alamdan kearifan lokal Malang dari tutup botol seng menjadi oleh-oleh khas Malang. Tema tersebut dipilih dengan harapan dapat mengenalkan ciri khas Kota Malang dari segi pariwisata alam dan kearifan lokalnya sehingga lukisan ini mampu memiliki nilai promosi wisata dan edukasi yang menarik.   Pada mulanya, kerajinan yang diciptakan tim PKM K ini bertujuan menghasilkan karya seni yang unik dengan menonjolkan nilai estetika dari tekstur-tekstur yang muncul dari tutup-tutup botol seng yang dijadikan media dalam lukisan. Selain itu, PKM K ini juga bertujuan meminimalisasi sampah dengan bekerja sama dengan bank sampah dan pihak warung-warung yang berjualan minuman tutup botol seng. Sebanyak 150 tutup botol seng digunakan untuk menghasilkan satu buah lukisan berukuran A3. Dengan banyaknya jumlah tutup botol seng yang digunakan, diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah seng yang sulit diuraikan.   Namun, pandemi covid-19 mengubah rencana kegiatan yang semula dirancang.“Untuk pembuatan PKM K 5 bidang 2020 ini, berbeda dengan PKM tahun sebelumnya. PKM tahun ini dilaksanakan selama pandemi covid-19sehingga terdapat kebijakan untuk tidak sampai membuat produk, tetapi membuat konsep dan rancangannya saja, seperti membuat desain dan ilustrasi lukisannya. Jikabenar-benar dilaksanakan setelah pandemi ini berlalu, produk lukisan ini memerlukan waktu sekitar 7-14 hari,” ungkap Nisak. Berdasarkan penjajagan minat pun, masyarakat berminat terhadap lukisan ini sehingga hal itu menunjukkan adanya potensi pasar yang bagus dari lukisan berbahan dasar tutup botol seng ini. Nisak sebagai ketua PKM yang lolos berpesan kepada mahasiswa-mahasiswi khususnya dalam lingkungan PBI UMM. “Pesan kami untuk mahasiswa, terutama mahasiswa PBI ikuti program yang telah diadakan oleh kampus, ikuti arahan dan bimbingan dari Bapak/Ibu dosen dalam bimbingan PKM. Kegiatan ikut serta dalam kegiatan PKM ini merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa nasional karena PKM ini diikuti oleh mahasiswa seluruh Indonesia. Tentunya teruslah berinovasi untuk mengembangkan kreativitas,” pungkasnya.  

Apertela: Inovasi Media Pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi Berwujud Aplikasi Berbasis Multimodal Game Based Learning

Apertela: Inovasi Media Pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi Berwujud Aplikasi Berbasis Multimodal Game Based Learning

Malang- Aplikasi Pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) berbasis Multimodal Game Based Learning digagas oleh mahasiswa-mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yakni Annisauf Fadlilah Khoiri, Mohammad Nuryasin, dan Hafida Isnaini. Ketiga mahasiswa PBI ini mengembangkan daya berpikir kritis mengenai teks laporan hasil observasi yang masih sering dianggap sulit dan merepotkan bagi sebagian peserta didik. Dalam kategori PKM KC (Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta) ini, tim bersaing dengan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Berbagai persiapan dilakukan dalam perancangan aplikasi ini untuk menghasilkan luaran yang memberikan manfaat dalam pendidikan. Hal itu  terungkap dari pernyataan ketua tim PKM KC ini. “Pencarian referensi penelitian terdahulu, pengumpulan referensi software aplikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi, pembuatan konsep permainan dan soal teks laporan hasil observasi dgn aspek kebahasaan, menulis dan membaca, membuat prototype, pembuatan storyboard untuk video animasi” tutur Annisauf. Secara jangka panjang, dengan berbagai keunggulannya, aplikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X semester 1. Aplikasi ini mampu mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan aspek kebahasaan teks laporan hasil observasi. Tidak hanya itu, multimodal game based learning dimanfaatkan untuk mendesain aplikasi berupa permainan yang interaktif untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Hal yang paling penting adalah aplikasi ini melatih proses berpikir ilmiah dari kegiatan pengamatan sebagai stimulus peningkatan keterampilan berpikir kritis dan sistematis. Aplikasi yang dirancang dari bulan Agustus hingga akhir September ini menjadi harapan besar bagi anggota kelompok PKM dengan berbagai mimpi yang ingin diwujudkan. Selain memberikan manfaat bagi sesama, produk ini juga bisa dijadikan bekal untuk mencapai kelulusan dalam tenggat waktu 3,5 tahun. “Semoga keinginan dan harapan  kita bersama untuk berhasil lolos dalam PIMNAS terwujud, tetap jaga kesehatan dengan minum vitamin dan makan-makanan bergizi dan tetap konsisten, jangan putus semangat saling mendoakan satu sama lain dan tetap kontrol tim agar tidak lepas dri tanggung jawab yang telah diberikan” terang Annisauf, “Luar biasa pembelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan PKM ini. Banyak hal baru mulai dari memahami karakter orang lain, sabar, ikhlas, tekun dan tanggung jawab. Selain itu, saya mendapat banyak motivasi yang sangat berharga dari dosen pembimbing” imbuhnya.

Ajang Bergengsi Mahasiswa, 9 Proposal PKM PBI UMM Berhasil Didanai

Ajang Bergengsi Mahasiswa, 9 Proposal PKM PBI UMM Berhasil Didanai

Malang – Tahun 2020, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menggagas Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mencapai rekor dengan mengajukan 51 proposal. Kooperatifnya mahasiswa dalam menyusun PKM ini berhasil mengantarkan 9 proposal yang didanai, pencapaian ini merupakan hal yang luar biasa dalam sejarah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pasalnya, PKM di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan luaran wajib dalam mata kuliah Keterampilan Berbahasa Produktif (KBP) yang wajib digarap oleh mahasiswa. “Bicara soal strategi, pertama perlu koordinasi dengan seluruh dosen Prodi. Kesuksesan seperti ini tidak bisa diraih sendiri. Perlu kerjasama dengan seluruh dosen. Alhamdulillah Ibu Sugiarti selaku Kaprodi mendukung penuh kegiatan ini. Kedua, PKM merupakan luaran wajib dalam mata kuliah Keterampilan Berbahasa Produktif, jadi di sinilah peran besar dosen pengampu.” Ungkap Purwati Anggraini selaku koordinator PKM di Prodi. Sebagai ajang adu bakat dan kreativitas, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan produktivitas dan kreativitasnya lewat PKM. PKM bisa dijadikan sebagai pembuka kesuksesan mahasiswa ketika mereka berada di dunia kerja. Selain itu, ada penghargaan dari Prodi dan Universitas ketika mahasiswa juara PIMNAS, seperti ekuivalensi skripsi. Berbagai motivasi dalam pembuatan PKM tiap mahasiswa berbeda-beda, salah satunya pengakuan Bawon, mahasiswi yang lolos PKM didanai tahun 2020. “Hal yang sederhana saja, PKM ini jika tembus PIMNAS, maka tim PKM akan dibebaskan skripsi hal tersebut tentu sangat menggiurkan bagi setiap mahasiswa. Selain itu, PKM juga digunakan sebagai ajang untuk mengharumkan nama universitas dan memberikan pengalaman baru.” Ungkap Bawon. Koordinator PKM prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa Kesuksesan tidak akan diraih dengan mudah. Perlu kerja keras dan sudah saatnya mahasiswa membuka diri untuk menunjukkan potensi mereka. Semua mahasiswa punya peluang yang sama. Akan tetapi, hanya mahasiswa yang mau kerja keras dan pantang menyerah akan meraih kesuksesan. PKM merupakan ajang adu bakat dan kreativitas.

Baca Puisi Kemerdekaan secara Virtual: Dosen, Alumni, dan Mahasiswa PBI Semarakkan HUT RI Ke-75

Baca Puisi Kemerdekaan secara Virtual: Dosen, Alumni, dan Mahasiswa PBI Semarakkan HUT RI Ke-75

Malang – Memperingati HUT Republik Indonesia ke-75, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang sukses mengadakan kegiatan Baca Puisi Kemerdekaan secara Virtual. Acara yang disemarakkan oleh dosen, mahasiswa, dan alumni Pendidikan Bahasa Indonesia ini dimulai pukul 09.30-10.30 WIB pada Senin (17/08/20) melalui zoom meeting. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Sang Surya dan Indonesia Raya bersama-sama secara khidmat. Meskipun dilaksanakan secara virtual, peringatan Hari Kemerdekaan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ini tidak menyurutkan semangat para dosen, mahasiswa, dan alumni Pendidikan Bahasa Indonesia dalam menyuarakan semangat nasionalisme. Hal ini terlihat dari antusiasme para peserta dalam mengenang perjuangan para pahlawan Indonesia melalui karya-karya puisi yang telah dibuat dan dibacakannya dalam acara tersebut. Suasana haru dan khidmat menyelimuti berlangsungnya acara tatkala satu persatu puisi dibacakan oleh peserta. Beberapa puisi bahkan berhasil menyuarakan semangat mempertahankan kemerdekaan di tengah pandemi ini. Acara yang digagas oleh prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di tengah pandemi covid-19 ini merupakan kegiatan yang kreatif dan inspiratif. Meskipun tidak bisa bertatap muka secara langsung, para peserta dapat secara khidmat mengikuti berlangsungnya acara dari awal hingga akhir. Para peserta bahkan dapat menuangkan semangat nasionalismenya dalam bentuk puisi yang dibacakannya. Peringatan HUT RI Ke-75 dengan adanya wabah ini menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta. “Saya pastinya mendapatkan pengalaman baru yang sangat luar biasa dalam acara baca puisi kemerdekaan virtual yang diadakan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, baru kali ini ikut berpartisipasi dalam acara 17 Agustus dalam kondisi pandemic, namun tidak akan mengurangi semangat saya sebagai pemuda. Ini bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang rela mati-matian untuk kata merdeka. Teruntuk dosen, mahasiswa, serta alumni keren isi puisinya dan bisa jadi panutan saya dalam berkarya membuat puisi.” ungkap Annisauf Fadlilah Khoiri, salah satu peserta dalam kegiatan Baca Puisi Kemerdekaan Virtual.

Kembangkan Teori Proses Morfologis, Mahasiswa PBI ikuti LIDM 2020

Kembangkan Teori Proses Morfologis, Mahasiswa PBI ikuti LIDM 2020

  Malang – Berkecimpung dalam suatu bidang perlombaan merupakan pengalaman yang luar biasa bagi sebagian orang, salah satunya bagi Noviatussa’diyah, Nuliawati dide dan Ema puspa dwita novitasari, ketiganya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang berkesempatan mengikuti ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2020. Berangkat dari informasi yang diperolehnya dari jurusan, mereka mengembangkan sebuah aplikasi TERMOS, Termos ini merupakan singkatan dari Teori Proses Morfologis, sedangkan ketiganya membentuk sebuah tim yang diberi nama tim Bater yang bermakna sahabat termos. Sesuai dengan namanya, aplikasi termos ini berisikan beberapa materi antara lain adalah proses afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Tidak hanya materi, di dalam aplikasi termos juga terdapat beberapa latihan soal, permainan, dan rangkuman yang dapat dijadikan sebagai bentuk evaluasi dan hiburan oleh siswa. “Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik. Materi yang dipaparkan dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna, tidak hanya menjelaskan mengenai pengertiannya saja tetapi di dalam aplikasi ini juga memberikan contoh-contoh yang beragam dari materi yang dijelaskan. Latihan soal yang diberikan menerapkan soal HOTS. Ada juga fitur menu rangkuman yang dapat didownload secara gratis oleh pengguna. Dilengkapi juga dengan fitur permainan yang dibagi dalam 3 level permainan, mulai dari level mudah, sedang, dan sulit.” Jelas tim bater. “Tantangan terbesar kami mengikuti lomba yaitu kami dapat bersaing secara sehat dengan menyalurkan pendapat atau gagasan kami untuk membuat sebuah alat yang dapat membantu dalam menunjang proses pembelajaran. Karena tidak banyak dari kami yang mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat menyalurkan gagasan secara nyata sampai pada perlombaan, dengan demikian kami merasa sangat tertantang dalam mengikuti perlombaan tersebut.” Tantangan yang dihadapi tim termos menjadi motivasi tersendiri untuk selalu maju dalam mengembangkan karya-karya inovatif yang digagasnya. Berbagai dukungan diberikan oleh beberapa pihak kepada tim bater, mulai dari dosen-dosen prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang selalu memberikan peluang kepada mahasiswanya dengan berbagai informasi yang berkenaan dengan keaktifan daya kritis mahasiswa dalam berkarya, membimbing serta mempersiapkan hal-hal yang menyangkut dengan perlombaan. Tidak hanya itu, tim bater mengaku perlombaan ini bisa mereka ikuti juga berkat sumbangsih dari orang tua yang selalu mendukung ide dan ggasan mereka serta dukungan moral yang selalu diberikan oleh teman-teman. “Upaya penyemangat yang tidak pernah henti dari mereka membuat kami untuk tetap berjuang dalam perlombaan tersebut.” Tambahnya.

WWN Menggagas Pembelajaran Cerpen Berbasis Aplikasi dalam LIDM 2020

WWN Menggagas Pembelajaran Cerpen Berbasis Aplikasi dalam LIDM 2020

Malang – Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang selalu memberikan sumbangsih di bidang bakat dan minat yang dimiliki oleh mahasiswa. Dukungan dan dorongan di segala lini mengantarkan mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia aktif di berbagai bidang perlombaan. Salah satunya adalah Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2020. Aplikasi WWN atau bisa disebut dengan aplikasi Wajah-Wajah Nusantara ini digagas melalui buah karya 3 mahasiswa PBI yakni Rudi, Inka Krisma Melati, Naura Diah Siswanti. Aplikasi yang dirancang dalam perlombaan LIDM tahun 2020 ini dibuat untuk membantu proses pembelajaran di sekolah, terutama pada pembelajaran cerpen. Selain itu, pemilihan teks cerpen dari ke-5 daerah (Blitar, Madura, Kediri, Kalimantan dan Malang) bertujuan untuk merevitalisasi dan mengekspos kearifan lokal yang ada pada daerah tersebut, namun dikemas secara menarik pada sebuah teks cerpen. Tim Sahwahita, nama yang diambil dari bahasa sansekerta ini memiliki arti bermanfaat untuk orang lain, dinamakan tim sahwahita karena harapannya dengan adanya apk itu dapat membantu atau mempermudah kegiatan belajar siswa. Tim sahwahita dalam menyelesaikan aplikasi WWN tentu mengalami berbagai tantangan. “Tantangan yang kami hadapi sejauh ini adalah ketika mengerjakan secara kelompok namun hanya dapat berkomunikasi melalui virtual. Saat diskusi pun, jika biasanya lebih efisien saat bertemu secara langsung, kali ini cukup sedikit terhambat karena kondisi pandemi, dan juga untuk jaringan salah satu anggota kami, kebetulan berada di pulau yang cukup sulit mendapatkan jangkauan jaringan. Tantangan terbesar lainnya yaitu untuk membuat aplikasi atau (codding) yang kami belum pernah lakukan.” Jelas tim Sahwahita Aplikasi WWN dioperasikan secara offline, sehingga sangat membantu proses pembelajaran terutama di masa pandemi covid-19. Aplikasi yang berisi tentang teks cerpen yang memuat nilai-nilai kearifan lokal dari beberapa daerah ini dilengkapi dengan 4 fitur yang akan membantu proses pembelajaran. Fitur pertama, struktur teks cerpen yang berisi pengertian cerpen, unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. Fitur kedua, langkah-langkah menulis teks cerpen, pada fitur ini sudah dijelaskan secara lengkap agar siswa lebih mudah menulis teks cerpen. Fitur ketiga, cerpen yaitu terdapat 10 teks cerpen yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dari beberapa daerah. Cerpen dengan nilai-nilai kearifan lokal tersebut selain untuk merevitalisasi dan mengekspos kearifan lokal pada beberapa daerah, namun juga untuk membentuk karakter positif pada diri siswa. Fitur keempat yaitu permainan, pada fitur ini terdapat 2 permainan yang sangat menarik yaitu acak bola dan kepenulisan. Pada fitur permainan acak bola setelah melakukan permainan, siswa akan mengerjakan beberapa latihan soal. Sedangkan pada fitur kepenulisan, siswa akan diminta menulis cerpen dan akan mendapatkan penilaian dari guru. Fitur permainan yang terdapat pada aplikasi WWN sekaligus dapat digunakan guru sebagai evaluasi pembelajaran. “Aplikasi WWN harapan kami dapat membantu kegiatan belajar mandiri siswa di rumah dan sekolah, meningkatkan kompetensi (afektif, kognitif, dan psikomotorik) siswa, mengenalkan kearifan lokal di Indonesia, membantu siswa dalam belajar menyusun cerpen, serta membentuk karakter yang positif terhadap siswa.” Ungkap Tim sahwahita.

Atasi Gangguan Fonologi dan Artikulasi, Tim Mozambik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Buat Media Pembelajaran TERASI

Atasi Gangguan Fonologi dan Artikulasi, Tim Mozambik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Buat Media Pembelajaran TERASI

Malang – Pandemi covid-19 tidak lantas menyurutkan semangat mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) tahun 2020, 3 mahasiswa PBI yakni Laily Selviyah Safitri, Yunita Trisnawati dan Mohammad Khikam Zahidi menggagas satu tim yang diberi nama tim mozambik untuk berkompetisi dalam pembuatan aplikasi media pembelajaran teori daerah artikulasi yang disebut dengan TERASI. Segenap tim mengaku bahwa dalam perlombaan ini mereka mempunyai peluang yang besar untuk dapat berprestasi dan mengembangkan dunia pendidikan dengan kemampuannya sebagai mahasiswa bahasa Indonesia.   “Kami memperoleh informasi mengenai lomba ini dari bapak-ibu guru dosen secara langsung. Kemudian karena kami melihat peluang yang besar untuk dapat berprestasi dan mengembangkan dunia pendidikan dengan kemampuan kami sebagai mahasiswa bahasa Indonesia, maka kami mengikuti perlombaan tersebut. Kami tertarik mengikuti perlombaan ini karena ini merupakan kesempatan yang bagus agar kami bisa mengembangkan dan meningkatkan prestasi kami.” Ungkap Selvy salah satu anggota tim Mozambik.   Tantangan demi tantangan dalam mengikuti perlombaan ini pasti didapatkan. Pasalnya, perlombaan dilaksanakan saat pandemi covid yang mana akan terkendala oleh waktu, riset dan pengumpulan data yang tentu tidaklah mudah. “Bapak/ibu guru dosen dan orang tua memberikan motivasi dan bimbingan kepada kami agar kami semangat mengikuti perlombaan ini.” Tambah Selvy. Selain adanya peran bimbingan bapak/ibu dosen dan orang tua, tim mozambik membangun loyalitas dalam tim dengan ikatan seperti keluarga agar tim selalu kompak.   Komunikasi dan koordinasi pembagian tugas yang baik menjadi pendorong tim mozambik selalu kompak. Aplikasi media pembelajaran teori daerah artikulasi yang disebut dengan TERASI dibuat atas dasar pentingnya pembelajaran artikulasi diberbagai bidang. Artikulasi yang baik benar sangat dibutuhkan peserta didik untuk mendukung pembelajaran publik speaking, bermain peran, keterampilan membaca, dan pembelajaran bahasa indonesia khususnya fonologi, retorika, gerak dan oratori. Selain itu, masih banyak peserta didik yang mengalami gangguan fonologi atau artikulasi yang menyebabkan sering terjadi kekurangan dalam menyebutkan kata (omisi), pergantian suku kata dengan bunyi bahasa yang lainya (subtitusi), penambahan bunyi yang berbeda (distorsi) dan penyimpangan bunyi bahasa sehingga akan mempersulit pengguna bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain.   “Harapannya aplikasi ini dapat mendukung pembelajaran publik speaking, bermain peran, keterampilan membaca, dan pembelajaran bahasa indonesia khususnya fonologi, retorika, gerak dan oratori serta mendukung pembelajaran membaca dan berbicara dengan artikulasi yang benar untuk warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia. Harapan itu tentu dibarengi dengan doa dan ikhtiar selama kurang lebih satu minggu ini.” Ungkap tim mozambik. Diakhir percakapan segenap tim mozambik berpesan agar kita semua memiliki semangat yang tinggi untuk berprestasi, harus mampu mengembangkan potensi dan kreativitas di bidang yang diminati serta harus jeli dalam menyikapi sebuah peluang yang diberikan dan jangan jadikan belajar sebagai sebuah beban.