Mahasiswi PBI, Salah Satu Penyaji Proses Kreatif di Acara Bincang Karya BPH Seni Teater DKM

Mahasiswi PBI, Salah Satu Penyaji Proses Kreatif di Acara Bincang Karya BPH Seni Teater DKM

  Malang – BPH Seni Teater Dewan Kesenian Malang pada hari Senin (03/08/2020) sukses menyelenggarakan acara Bincang Karya: Aktor-aktor Muda Menjaga Spirit, acara yang menghadirkan para sastrawan ini juga mengundang salah satu mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Nirwana Cendra Kasih. Pada acara tersebut, Cendra diberikan kesempatan untuk memaparkan naskah monolog Buangan Terhormat yang disutradai oleh dirinya sendiri yang merupakan adaptasi naskah Kebo Nyusu Gudel, karya Dheny Jatmiko. Sebelumnya, Cendra berhasil lolos seleksi tahap I dalam kegiatan Jejak Virtual Aktor 2020 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK). Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini berlangsung di Pendopo Hazim Amir Gedung Dewan Kesenian Malang Jalan Majapahit No. 3 Malang. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjut dengan pembacaan CV, kemudian acara diserahkan ke moderator, dan penyajian proses kreatif serta diskusi, dan diakhiri dengan penutupan yang ditutup dengan pembacaan puisi serta hiburan. “Aku 25 Juni dihubungi sama mas Bagas namanya, beliau sebagai BPH Dewan Kesenian Malang di bidang teater, beliau menawarkan untuk aku membagi pengalaman di acara tersebut.” Ungkap Cendra. Menjadi pengalaman perdana bagu Cendra untuk mengeksplorasi lagi kemampuan dalam bidang penyutradaraan dan aktor, Cendra mengaku sangat senang bisa diberada di antara orang-orang hebat dalam acara yang luar biasa ini. Acara bincang karya ini berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol covid-19, seluruh peserta diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan dan tatanan kursinya juga berjarak. “Jadi tu, rangkaian acaranya kemarin aku mempresentasikan tentang proses penggarapan produksi buangan terhormat kemarin, dengan beberapa temen, ada 4 kemaren yakni mas Wisam, mbak laela dan mas Anwari.” Imbuhnya.

Kenalkan Hand Sanitizer pada anak-anak pesisir, PMM UMM Kel.70 PBI inisiatif aplikasikan HS Homemade

Kenalkan Hand Sanitizer pada anak-anak pesisir, PMM UMM Kel.70 PBI inisiatif aplikasikan HS Homemade

Lamongan – Pekan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi momentum yang paling ditunggu bagi mahasiswa-mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di strata-1 perguruan tinggi. Menghadapi kondisi yang belum lekas membaik saat pandemi covid-19, masing-masing universitas mempunyai kebijakan tersendiri berkaitan dengan program KKN oleh mahasiswa. Berkaitan dengan program KKN Universitas Muhammadiyah Malang, berbagai macam program bisa dipilih secara mandiri oleh mahasiswa, salah satu programnya berbentuk pengabdian pada masyarakat “Bhaktimu Negeri”. Pada program PMM Bhaktimu Negeri, beberapa mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengikuti program KKN yang bisa dilaksanakan secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya ini. Pelaksanaan KKN yang hanya dilakukan maksimal oleh 5 mahasiswa ini menjadi tantangan tersendiri untuk menciptakan program-program yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya, kelompok 70 gelombang 3 yang digagas oleh mahasiswi PBI, mahasiswi asal Gresik, Lamongan, Magetan dan Malang ini berinisiatif untuk menciptakan Hand Sanitizer homemade di daerah pesisir Lamongan yang notabe masyarakatnya belum mengenal mengenai HS. Sosialisasi awal mengenai bahayanya pandemi covid-19 dan pengaplikasian Hand Sanitizer  dilakukan pada Selasa (04/08/2020) bertempat di rumah Bapak RT.07 Dusun Tegalsari Brondong, sosialisasi ini menarik minat anak-anak untuk mengikuti program dari TIM KKN. Berbagai ajuan pertanyaan dilontarkan pada tim KKN berkaitan dengan manfaat Hand Sanitizer, cara membuatnya sampai pada pengaplikasiannya. “Saya belum pernah tau mengenai Hand Sanitizer”. Imbuh Sherly, salah satu peserta yang mengikuti sosialisasi dari tim KKN. “Hand sanitizer berfungsi untuk membersihkan tangan dari debu, kuman dan bakteri penyebab penyakit jika digunakan setelah mencuci tangan dengan air dan sabun.” Jelas Chintya. Pembuatan hand sanitizer homemade disebabkan karena bahan-bahan yang digunakan yakni sirih, jeruk nipis dan lidah buaya mudah ditemukan di daerah lamongan dan sekitarnya. Selain itu, untuk meminimalisir penggunaan biaya berlebih.

Sambut Perkuliahan Semester Ganjil, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Workshop Penyusunan Bahan Ajar Daring Berbasis LMS

Sambut Perkuliahan Semester Ganjil, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Workshop Penyusunan Bahan Ajar Daring Berbasis LMS

Malang-Menyambut perkuliahan semester ganjil yang direncanakan menggunakan metode blended learning, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM menggelar workshop Penyusunan Bahan Ajar Daring Berbasis LMS pada hari kamis 5 Agustus 2020. Salah satu model blended learning yang dibuat oleh Universitas Muhammadiyah Malang adalah Polysynchronous Learning. Polysynchronous Learning merupakan branding pembelajaran bauran di Universitas Muhammadiyah Malang dengan menggunakan desain pembelajaran bauran Siklus Pe5 (Perencanaan, Pemahaman, Pendalaman, Penerapan, & Penilaian). Dr. Sugiarti, M.Si. selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa untuk memberikan pelayanan prima dan maksimal kepada mahasiswa di tengah pandemi ini, dosen harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan berinovasi demi kelancaran perkuliahan. Workshop yang dihadiri oleh dosen-dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, berlangsung dengan serius dan lancar. Baik dosen muda maupun senior sangat antusias mengikuti workshop ini dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua dosen sangat bersemangat dalam mengikuti petunjuk dan arahan dari instruktur prodi. Setiap dosen membuat rancangan pembelajaran melalui elmu.umm.ac.id. Hidayah Budi Qur’ani,S.S.,M.Pd., selaku tim helpdesk dan instruktur dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memandu acara workshop menekankan bahwa dengan adanya pembelajaran blended learning, diharapkan semua dosen dapat mengoptimalkan perkuliahan dan mengkreasikan metode pembelajaran sesuai dengan luaran mata kuliah. Dengan adanya pembelajaran berbasis daring di elmu.umm.ac.id ini dapat memberikan kemudahan proses pembelajaran antara dosen dan mahasiswa di tengah keterbatasan untuk bertatap muka. (hbq)

Tetap Produktif di Tengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Lolos Tahap I Lomba Jejak Virtual Aktor

Tetap Produktif di Tengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Lolos Tahap I Lomba Jejak Virtual Aktor

Malang – Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) berupaya untuk menjaga iklim kreatif seniman teater dengan menyelenggarakan program JEJAK VIRTUAL AKTOR 2020. Kategori perlombaan yang diadakan meliputi monolog, seni tutur/sastra lisan/dongeng dan pantomim. Pada Kamis (09/07/2020), Kegiatan Jejak Virtual Aktor telah menjaring 250 personal aktor teater yang berhasil lolos seleksi tahap I. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap penciptaan dan pengiriman karya yang akan dibuka hingga 23 Juli 2020 mendatang. Tersedia dana apresiasi total 550 juta rupiah untuk 250 personal aktor teater dan 20 penampil terbaik yang akan digunakan untuk proses pertunjukan. Salah satu mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Nirwana Chendra Kasih melalui luaran mata kuliah keterampilan berbahasa produktif tidak tinggal diam dalam mengikuti kompetisi luar biasa ini. Chendra menyalurkan salah satu karyanya berupa naskah monolog Buangan terhormat yang disutradai oleh dirinya sendiri yang merupakan adaptasi naskah Kebo Nyusu Gudel, karya Dheny Jatmiko. “Motivasi saya mengikuti lomba JVA untuk menyalurkan salah satu karya berupa naskah monolog yang dipertunjukan secara virtual serta dorongan dari Pak Candra.” Ungkap Chendra. Motivasi tersebut mengantarkan Chendra untuk menjadi salah satu peserta yang lolos dalam seleksi tahap 1 dalam kompetisi tersebut. Berangkat dari ketertarikan dalam dunia sastra sejak SMA, chendra mengaku aktif dalam berbagai kegiatan kesastraan sejak 2015 lalu.   Gadis asal Nusa Tenggara Barat ini aktif dalam organisasi teater sekolah maupun teater kampus. Keaktifan itu yang memberikan kesempatan untuk bisa berpartisipasi pada lomba-lomba teater dan kepenulisan. Beberapa diantaranya, Rector Cup Teater UMM tahun 2018, serta berpartisipasi pada lomba monolog di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) tahun 2018 di Surabaya bersama dengan Teater UMM, juara 1 Lomba menulis puisi Kajur Cup Bahtera UMM tahun 2019 dan Juara 1 Menulis Puisi Dekan Cup FKIP tahun 2019. Naskah monolog buangan terhormat yang lolos seleksi tahap 1 dalam program jejak virtual aktor 2020 menceritakan mengenai tokoh kakek yang mendapatkan diskriminasi dari lingkungan kerjanya, dan beberapa bagian di dalamnya terinpirasi juga dari kasus Baiq Nuril. Sekejam-kejamanya penindasan adalah berupa hegemoni, ketidakberwujudannya mampu membinasakan satu kaum secara perlahan. Tahun—ke tahun, kasus kekerasan terhadap perempuan (secara fisik) di Indonesia masih berada dalam kurungan angka yang fantastik. Pada sejatinya, perempuan bukanlah setengah dari laki-laki ataupun hewan yang bertubuh manusia Di tengah suasana pandemi, aktor harus menemukan ruang alternatif baru dalam mempertunjukkan kreativitasnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni dengan menggunakan media audio-visual yang diunggah secara virtual yang dapat dapat mewadahi kontinuitas dalam berkarya. “Untuk Teman- teman yang memiliki bakat di bidang apapun untuk menyalurkannya hendaklah mencari lalu mengikuti lomba-lomba yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Sebab sangat banyak wadah yang dapat memberika peluang untuk mengembangkan diri” tambah Chendra.

Bergerilya di berbagai kompetisi non akademik, Suci berhasil raih IPK terbaik di FKIP

Bergerilya di berbagai kompetisi non akademik, Suci berhasil raih IPK terbaik di FKIP

Malang – Suci Puspita Sari,  salah satu mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,95 ini merupakan gadis yang berasal dari Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Suci berhasil menuntaskan pendidikannya selama 3 tahun 9 bulan, menjadi lulusan terbaik merupakan salah satu mimpi yang ingin diwujudkannya.  “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang sekali karena salah satu impian saya dapat terwujud yakni mendapat nilai terbaik di FKIP dan bisa membanggakan kedua orang tua.” Ungkap Suci. Sejak maba, Suci seringkali mengikuti kompetisi non akademik seperti lomba-lomba kajur cup ataupun dekan cup, sering mengikuti seminar, giat menulis artikel ataupun jurnal untuk dipublikasi, bekerja sama untuk mengikuti penelitian dosen, dan mengisi waktu liburan dengan magang-magang yang berkaitan dengan mata kuliah di kampus. Tidak heran, selain jadi lulusan terbaik FKIP periode 2 tahun 2020, Suci juga memperoleh skor SKPI tertinggi. Prestasi yang diraih oleh Suci tidak lain dengan dukungan orang tua dan kakak perempuannya. Suci ingin membuktikan bahwa seseorang yang berasal dari desa juga mampu bersaing bahkan memiliki kemampuan lebih agar tidak diremehkan. Anak bungsu dari 2 bersaudara ini dalam meraih prestasi tidak luput dari kerajinan dan kedisiplinannya dalam menjalankan kewajibannya di tanah rantau untuk kuliah. Suci memanfaatkan kesempatan emasnya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi dengan sungguh-sungguh. Sebagai lulusan terbaik yang punya mimpi, Suci merealisasikan mimpinya dengan hal-hal positif “Saya selalu belajar dengan giat dengan mengerjakan tugas-tugas secara bertahap atau tidak sistem kebut semalam agar bisa dikumpulkan tepat waktu, rajin membaca jurnal penelitian, selalu mencatat dan menyimak arahan dosen serta memperbanyak artikel-artikel untuk dipublikasi.” Terang suci. “Lawan rasa malas dan zona nyaman yang merugikan, jangan meremehkan tugas-tugas yang diberikan dosen, jangan terbiasa menunda-nunda pekerjaan, dan jaga amanah orang tua karena memenuhi biaya hidup tidaklah mudah.” Pesan Suci kepada mahasiswa FKIP agar termotivasi untuk meraih nilai terbaik dan produktif dalam menjalankan perkuliahan.

Jelajah Program Unggulan dam Prospek Lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Jelajah Program Unggulan dam Prospek Lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Malang-Pendidikan yang dapat bisa menjadi modal investasi masa depan. Saat ini, pendidikan menjadi sebuah prioritas. Berkualitasnya sebuah pendidikan, akan menentukan karier profesinoal indvidu. Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, tetap eksis menghadapi persiangan antar perguruan tinggi meskipun di tengah pandemi covid-19. Pendidikan Bahasa Indonesia UMM menciptakan branding yang baik melalui berbagai prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswanya. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM melalui acara PDKTFKIP memaparkan dan menyelaraskan pandangan masyarakat mengenai prospek lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia yang ditayangkan melalui live IG @fkipumm_official mulai pukul 09.00-10.00 WIB. Acara yang berlangsung satu jam ini mengajak pemirsa menjelajah prospek lulusan PBI UMM mulai dari guru, konsultan Bahasa, reporter, dekan bahkan pustakawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, mahasiswa-mahasiswi PBI UMM terhitung sejak pandemi ini berhasil meraih prestasi diantaranya perlombaan standup comedy, penulisan webseries, penulisan kumpulan cerpen, dan duta Bahasa Museum Kota Malang. PDKTFKIP Pendidikan Bahasa Indonesia UMM yang dilaksanakan pada Selasa (30/06/2020) dipandu langsung oleh mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Wafi Azhari. Dalam perbincangannya, Dr. Sugiarti, M.Si, selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM menuturkan berbagai prestasi dan prospek masa depan lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM yang tidak diragukan lagi. Salah satu penggiat lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia yang sudah mendunia yaitu di bidang BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). “Lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menjadi guru dan dosen di luar negeri” tambah Wafi. “Sangat tepat jika calon mahasiswa baru memilih Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM karena prospek ke depan sangat menjanjikan. Prodi akan menggerakkan semua potensi mahasiswa dan menjadi lulusan terbaik. Lulus UMM, pasti kerja.” Jelas Sugiarti di akhir perbincangannya. Acara PDKTFKIP banyak mengenalkan kepada siswa-siswi SMA/SMK/MA dan seluruh generasi muda yang ingin melanjutkan ke jenjang yabg lehih tinggi. Sukses itu bisa dibidang apapun, tetapi untuk sukses luar biasa hanya diperoleh dari bidang yang benar-benar dicintai. Salah satunya dengan memahami terlebih dahulu jurusan yang akan diambil dalam sebuah pendidikan agar tidak salah dan keliru dalam mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Yudisium daring tonjolkan adat di setiap daerah, FKIP UMM akui semangat calon wisudawan dan wisudawati

Yudisium daring tonjolkan adat di setiap daerah, FKIP UMM akui semangat calon wisudawan dan wisudawati

Malang-Layaknya prosesi pelepasan wisudawan di setiap fakultas, Rabu (01/07/2020) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) menggelar yudisium sarjana untuk wisudawan dan wisudawati FKIP Periode II tahun 2020 secara daring. Di ruang FKIP UMM telah dihias dengan bunga-bunga indah tampak jajaran dekan beserta kaprodi dan sekprodi mengikuti jalannya yudisium dengan memperhatikan protokol kesehatan. Istimewanya, di tengah pandemi covid-19 yudisium dikemas begitu menarik karena menyuguhkan tampilan yang berbeda dengan yudisium sebelumnya.  Calon wisudawan dan wisudawati diminta untuk mengenakan pakaian adat khas daerah serta menghias background atau tampilan rumah seindah dan sekreatif mungkin. Pada yudisium kali ini, bunga rampai pemikiran dosen menjadi souvenir untuk peserta. Yudisium Periode II secara daring juga disiarkan secara langsung melalui akun youtube @fkipumm_official. Sehingga, orang tua, kerabat, dan teman-teman dapat bersama-sama menyaksikan acara tersebut. Yudisium Periode II tahun 2020 sukses dilaksanakan, hal itu terlihat dari lancarnya pelaksanaan acara. Rangkaian kegiatan yudisium berlangsung haru. Tampak calon wisudawan dan wisudawati menyimak dengan seksama segala mata rantai acara dalam acara tersebut. Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Pd memberikan wejangan kepada calon wisudawan dan wisudawati mengenai lulusan FKIP yang kudu siap kerja dengan mengandalkan kemampuan 5 AS. “Kita harus siap kerja dengan 5 AS, kerja kerAS, kerja mawAS, kerja cerdAS, kerja ikhlAS, dan kerja tuntAS. Jangan lupakan sholat dan tetap tawadhu’ pada orang tua.” Jelas Poncojari pada saat penyampaian sambutan. Sambutan yang berlangsung lebih kurang 10 menit ini dilanjut dengan pembacaan mahasiswa-mahasiswi berprestasi tingkat program studi oleh wakil Dekan III FKIP UMM. Calon wisudawan dan wisudawati terbaik masing-masing program studi yakni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia diraih oleh Suci Puspita Sari dengan IPK 3,95, Prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Anggi Aprillia Pratiwi dengan IPK 3,89, Prodi Pendidikan Biologi diraih oleh Zhangswe Ariandina Putri dengan IPK 3,91, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh Yeni Febriani dengan IPK 3,92, dan Prodi PGSD diraih oleh Winda Cahyani Arlin dengan IPK 3,95. Suci Puspita Sari, mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang menduduki peringkat pertama calon wisudawan dan wisudawati tingkat fakultas ini berkesempatan untuk menyampaikan kesan pesan kepada calon wisudawan dan wisudawati yang mengikuti yudisium daring. Suci dengan pakaian khas adat daerahnya ini dengan takas menyampaikan, “Kita masih bisa sama-sama berjuang walaupun tidak bersama-sama seperti tempo hari, kita masih bisa sama-sama mencari solusi dan berkolaborasi untuk kejayaan negeri ini, untuk agama yang kita Imani dan untuk cita-cita yang jauh-jauh hari telah kita tanamkan dalam diri. Semoga segala ilmu yang telah kita dapatkan selama ini mampu kita terapkan dan sebarkan hingga dapat berguna bagi sesama.” Jelasnya.

Webinar Seri 2, Dimensi Kehidupan Masa Pandemi dalam Wajah Sastra

Webinar Seri 2, Dimensi Kehidupan Masa Pandemi dalam Wajah Sastra

Malang-Setelah berhasil laksanakan Webinar Seri 1, Lembaga Kebudayaan UMM bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dan Hiski (Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia) Komisariat Malang juga sukses menggelar Webinar Seri 2 yang bertema Sastra dalam Merefleksikan Kehidupan di Masa Pandemi pada Kamis (25/06/2020). Terbukti dengan antusiasme para peserta hingga mencapai 671 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan telah ditonton lebih dari 1700 tayangan di youtube. Beragam pertanyaan pun diajukan para peserta selama webinar berlangsung. Acara yang berlangsung mulai pukul 13.30-15.30 WIB ini dibuka oleh ketua pelaksana kegiatan, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Hiski Komisariat Malang, Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Webinar pun menghadirkan pemateri-pemateri secara virtual dari lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang serta moderator dari Universitas Ma Chung. Sebagaimana yang disampaikan keynote speaker, Dr. Sugiarti, M.Si., pandemi menggiring eksistensi sastra cyber di tengah perkembangan pesat teknologi saat ini. “Saat inilah demokrasi bersastra bagi siapapun untuk berkarya, apalagi didukung dengan perkembangan teknologi yang mutakhir. Tidak perlu ada kecemasan dan ketakutan untuk berkarya. Meski penilaian sastra itu sendiri nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat sebagai kritikus dan kurasi” demikian penegasan dari Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd. Keterhubungan antara sastra dan pandemi tidak bermula pada pandemi covid-19 ini, tetapi sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Hal itu tercermin dari karya sastra yang merefleksikan kehidupan masyarakat, misalnya Geovanni Boccacio (1348) yang menggambarkan bagaimana wabah telah menelan korban 60% warga Italia. Seperti dalam paparan pemateri Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., sastra mampu berperan sebagai imun dalam menjalani kondisi pandemi saat ini. Untuk itu, tawaran terbaik sastra dalam situasi pandemi adalah masyarakat mampu mengontrol ketakutan dan kecemasan akibat pandemi covid-19 untuk senantiasa bersikap rasional. Artinya, keinginan untuk tetap sehat dan terhindar dari pandemi harus tetap terjaga. Selain itu, senantiasa mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari. Tak kalah menarik, Dr. Taufik Dermawan, M.Hum. memaparkan materi berjudul Sastra dan Persaksian. Sastra menggambarkan pandemi sebagai suatu fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Tentu hal ini tidak dapat disangkal karena banyak karya sastra yang bertolak dari penggambaran peristiwa yang terjadi di masyarakat, misalnya Albert Camus dengan la Peste, Die Pest, Lock Down oleh Peter May. Menanggapi pertanyaan mengenai respons sastra yang terjadi saat ini, pandangan mengenai input sastra di masa sebelum dan saat pandemi covid-19 tentu berbeda. Keproduktifan masyarakat dalam memaknai sastra semakin terlihat dan berkembang sangat signifikan saat pandemi covid-19 ini, yakni melalui IT yang jangkauan perkembangannya sangat luas. “Kita tidak boleh takut dengan teknologi, karena ini sebuah keniscayaan” tegas Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd. Pada masa pandemi covid-19, metafora kontak berubah menjadi realita. Film-film seperti Wolfgang Petersen Outbreak (1995) dan Steven Soderbergh’s Contagion (2011) kini menjadi pikiran atau ramalan jika bukan apokaliptik. Menarik sekali paparan dari hasil kajian para pemateri dalam melihat sastra sebagai gambaran kehidupan sekaligus sebagai sebuah refleksi dalam menemukan nilai-nilai terbaik yang dapat diambil. Tentu akan lebih lengkap lagi informasi yang kita dapat apabila langsung menyimak Webinar yang terangkum dalam YouTube Webinar Sastra dan Pandemi seri 2 pada channel youtube umm1964.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM hasilkan karya web series ala sinetron FTV

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM hasilkan karya web series ala sinetron FTV

Malang-Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fajar Mukti, berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam dunia penulisan dengan membuat salah satu karya yakni web series. Kali ini Fajar bersama dua rekannya berkecimpung dalam penulisan naskah (skrip) web series di FLP Entertainmen bertajuk Web Series Tonggo Dewe. Web Series Tonggo Dewe diperankan langsung oleh para artis seperti Eza Gionino, Rio Indrawan, dan Ivan Ray. Pembuatan web series di tengah masa pandemi ini mendapatkan antusias dari berbagai pihak, khususnya warga Pendidikan Bahasa Indonesia UMM. “Akhirnya Mas Rio menghubungi Mas Boby salah satu teman saya di manajemen Salah Satu Tawa.  Itu manajemen komika profesional, ya itu mas Boby kemudian membuat departemen kepenulisan itu ada tiga orang, Boby Darwin, Fajar Mukti (saya) dan Bahak” ungkap Fajar pada Sabtu (20/06/2020) saat menjelaskan asal muasal terbentuknya departemen kepenulisan web series tonggo dewe. Web series yang telah ditonton oleh 3.306 kali selama lebih kurang tiga minggu ini mengangkat tema yang sangat menarik penonton. Tema yang menceritakan kehidupan di tengah pandemi covid-19 mendapat apresiasi luar biasa terlihat dengan banyaknya komentar yang disampaikan oleh para penikmat web series yang ditulis oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM angkatan 2016 ini. Fajar mengaku telah menggeluti dunia tulis menulis sejak 2016, sebelumnya ia pernah menulis web series canda di antara kita, dan sekarang sedang menggarap webseries dari stand up indo Malang yakni Ayas Umak Utas. “Hanya sebagai penulis skrip saja, tidak ikut produksi. Awalnya FLP Entertainment yang mas Rio Indrawan itu, FLP Entertainment dimusim corona ini ingin membuat webseries, mereka mencari penulis, mereka inginnya bertema malangan. Terus mereka mencari penulis Jakarta, ternyata tidak cocok. Kemudian mereka mencari penulis yang asal Malang, yang komedi.” Ungkap Fajar. Bakat menulis yang dimiliki Fajar Mukti telah mengantarkannya menuju kesuksesan. Dalam pengakuannya “menurut saya, apapun yang didapat di mata kuliah tersebut dikeluarkan saja karena kita kan dapat input di kampus di outpukan aja dimanapun dikehidupan sehari-hari entah ngopi entah nongkrong, siapa tau dari situ kita dapat hadiah gitu karena apapun yang kita tanam pasti akan memetik hasilnya”. Tandasnya.

Mahasiswa PBI UMM Produktif Hasilkan Buku Kumpulan Cerpen Di Tengah Pandemi

Mahasiswa PBI UMM Produktif Hasilkan Buku Kumpulan Cerpen Di Tengah Pandemi

Malang-Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (PBI UMM) pada masa pandemi Covid-19 masih menjalankan perkuliahan seperti biasanya. Perkuliahan dilakukan  secara daring sejak Maret 2020. Hal ini tentu mengubah semua tatanan pembelajaran yang semula tatap muka menjadi virtual. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk belajar di rumah masing-masing. Seperti halnya mahasiswa semester 6 PBI UMM ini, mereka tampak antusias mengikuti pembelajaran di setiap matakuliah, khususnya matakuliah Keterampilan Sastra Produktif yang diampu oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. dan Candra Rahma Wijaya Putra, S.S, S.Pd., M.A. Luaran matakuliah Keterampilan Sastra Produktif pada semester ini menghasilkan dua karya, yakni cerpen dan pementasan drama secara daring. “Ada 2 produk pada matakuliah ini, yaitu buku kumpulan cerpen dan pementasan drama,” ungkap Candra. Penulisan cerpen yang dimulai sejak awal semester genap ini cukup menarik minat dan antusiasme para mahasiswa. Pasalnya, mereka dibebaskan untuk memilih tema sesuai dengan imajinasinya masing-masing tanpa mengandung unsur SARA dan diusahakan untuk dikirim ke media massa di daerahnya masing-masing. Beberapa cerpen mahasiswa pun telah berhasil diterbitkan di koran. Cerpen mahasiswa-mahasiswi PBI UMM semester 6 akan diterbitkan di salah satu penerbit buku di Kota Malang, yakni Penerbit Pelangi Sastra. Pihak penerbit dan perwakilan mahasiswa telah diskusi secara luring maupun daring. Perwakilan editor kumpulan cerpen di setiap kelas sudah bertemu langsung dengan pihak penerbit pada hari Selasa (16/06/2020) pukul 12.00-16.00 WIB di laboratorium drama dan didampingi langsung oleh pengampu matakuliah. Luaran matakuliah Keterampilan Sastra produktif menghasilkan 3 buku kumpulan cerpen, yaitu buku kumpulan cerpen berjudul Raspancatra milik kelas 6C yang berisi 27 cerpen, Sulur milik kelas 6B yang berisi 33 cerpen, dan Dunia Buatan milik kelas 6A yang berisi 34 cerpen. “Proses pembuatan cerpen dilakukan dengan pemahaman teori atau konsep, kemudian membaca referensi, baik referensi berupa buku fiksi maupun nonfiksi sesuai kebutuhan bahan cerita.  Setelah itu, mahasiswa mereview  cerpen yang sudah terbit. Proses penulisan juga bertahap. Setiap tahap ada proses review dan editing,” jelas Candra. Dari luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang ini, harapannya karya-karyanya dapat dikenal dalam skala nasional karena telah terdaftar dalam ISBN Nasional.