Daftar Scholar Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Modern
Silahkan akses link berikut ini: http://bit.ly/4iDkAmI
Profil Lulusan
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang telah lama menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan yang kompeten, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu keunggulan utama dari program studi ini adalah keberhasilannya dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan yang beragam sehingga mereka siap mengisi berbagai profesi di bidang pendidikan, penelitian, dan industri kreatif. Lulusan program ini memiliki kapabilitas sebagai pendidik pemula bahasa Indonesia, peneliti bahasa Indonesia, instruktur Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), serta editor dan penulis buku ajar. Profil-profil ini dirancang secara holistik agar dapat menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan transformasi kebutuhan literasi masyarakat modern.
Jadi Bintang Tamu, Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Memukau di Festival Literasi Kota Bojonegoro

Prodi PBI FKIP UMM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan prestasi membanggakan dengan tampil sebagai bintang tamu dalam acara Festival Literasi Kota Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan literasi yang dihadiri oleh para pegiat literasi, seniman, serta masyarakat umum. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PBI FKIP UMM menyuguhkan dua pertunjukan istimewa, yaitu musikalisasi puisi dan monolog. Musikalisasi puisi yang dibawakan meliputi karya-karya sastra ternama, seperti Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar, Derita Sudah Seleher karya Wiji Thukul, dan Di Hari Kematianku karya Laila S. Chudhori. Penampilan tersebut sukses memikat hati penonton dengan nuansa syahdu dan penuh makna. Mahasiswa yang tampil dalam musikalisasi puisi adalah Afif sebagai pemain harmonika, Fadlil dan Huda sebagai pemain gitar, Naufal sebagai pemain kajon, serta Vivin sebagai vokalis. Dengan kolaborasi apik dan harmonisasi instrumen yang memukau, mereka berhasil menghidupkan suasana puisi melalui lantunan musik dan suara merdu. Tak hanya itu, penampilan monolog berjudul Balada Sumarah karya Tentrem Lestari turut menjadi sorotan dalam acara ini. Monolog yang sarat akan pesan kemanusiaan tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan, menghadirkan kisah yang menyentuh hati dan memberikan refleksi mendalam bagi penonton. Partisipasi mahasiswa PBI FKIP UMM dalam Festival Literasi Kota Bojonegoro ini membuktikan komitmen mereka dalam memajukan seni dan budaya literasi di Indonesia. Selain itu, penampilan mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai sastra dan seni pertunjukan. “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam acara ini dan turut berkontribusi dalam menghidupkan literasi melalui seni. Harapannya, karya-karya sastra dapat lebih dekat dengan masyarakat luas,” ungkap salah satu mahasiswa usai tampil.
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu Bertema Integrasi Teknologi dalam Penelitian

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengadakan kuliah tamu dengan tema “Peluang Penelitian dalam Integrasi Teknologi: Identifikasi Area-area Penelitian yang Berfokus pada Aplikasi Teknologi Baru dalam Pendidikan”. Acara yang digelar pada Kamis, 5 Desember 2024, di Aula BAU Lantai 2 UMM ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam penelitian berbasis teknologi modern, khususnya yang relevan dengan dunia pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd., seorang narasumber berpengalaman yang juga dikenal sebagai pembimbing UKM Riset dan Penalaran IKIP PGRI Bojonegoro. Dalam pemaparannya, Dr. Cahyo mengupas berbagai aspek penting terkait peluang penelitian dalam integrasi teknologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR), hingga pemanfaatan big data untuk analisis pendidikan. Beliau juga membahas strategi bagaimana peneliti muda, khususnya mahasiswa, dapat menggali ide-ide inovatif dan memanfaatkan tren teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam dunia pendidikan. “Teknologi adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa harus berani mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan solusi melalui penelitian,” ujar Dr. Cahyo dalam sesi kuliah tamu tersebut. Acara ini dimoderatori oleh Arti Prihatini, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, yang turut memberikan pandangan terkait pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa. “Sebagai mahasiswa di era digital, kita harus mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk mendukung pembelajaran, bukan sekadar pengguna pasif. Melalui kegiatan ini, saya harap mahasiswa lebih terinspirasi untuk berkarya,” tutur Arti. Selain diskusi teori, Dr. Cahyo juga membagikan pengalaman pribadinya dalam dunia penelitian, termasuk tips agar proposal penelitian dapat lolos pendanaan kompetitif seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Kunci utama adalah memahami kebutuhan masyarakat, menyesuaikan ide penelitian dengan tren teknologi terkini, dan menuliskannya dengan sistematis,” tambahnya. Dr. Cahyo juga memberikan sebuah quote yang menggugah smangat para peserta, “Jika hari ini engkau menulis, besok menulis, lusa menulis, tulat menulis, tubin menulis, maka tulisan itu tak akan pernah berarti, selama engkau tidak pernah mempublikasi”. Quote ini menekankan pentingnya mempublikasikan hasil penelitian agar dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kuliah tamu ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Salah satu mahasiswa yang hadir menyampaikan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan bahasa Indonesia. “Sangat bermanfaat, terutama untuk mempersiapkan penelitian kami di masa depan,” ujar salah satu peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong mahasiswa agar menjadi generasi peneliti yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan global. Harapannya, kuliah tamu seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk menginspirasi lebih banyak mahasiswa.
Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampilkan Musikalisasi Puisi di Sarasehan Kebangsaan “Sintesis Kebhinekaan untuk Merah Putih”

PBI FKIP UMM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Sintesis Kebhinekaan untuk Merah Putih” di Aula GKB 4, Lantai 9 UMM. Salah satu penampilan yang memukau para hadirin dalam acara tersebut adalah musikalisasi puisi dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM. Penampilan ini menyajikan puisi-puisi dengan tema kebangsaan dan persatuan yang diiringi dengan alunan musik yang menyentuh, menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan akan keberagaman Indonesia. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UMM, jajaran dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi, yang memberikan apresiasi tinggi atas penampilan para mahasiswa PBI. Miftahul Huda, M. Naufal, Vivin, dan Jesica membawakan musikalisasi puisi yang berjudul ‘Yang Fana Adalah Waktu’ karya Sapardi Djoko Damono dan menampilkan puisi lainya yang mengangkat tema tentang cinta tanah air dan pentingnya persatuan dalam keberagaman, sesuai dengan semangat Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa yang diperingati pada Oktober. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dari segenap undangan yang hadir. Bait-bait puisi yang mereka bawakan tidak hanya memukau, tetapi juga menginspirasi, menyampaikan pesan akan pentingnya menjaga persatuan di tengah kebhinekaan. Rektor UMM menyampaikan dalam sambutannya bahwa penampilan ini menunjukkan bagaimana seni dan sastra bisa menjadi media yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme pada generasi muda. Salah satu dosen pendamping dan Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan mahasiswa dalam membawa puisi ke panggung yang lebih luas. “Musikalisasi puisi ini adalah bukti kreativitas mahasiswa PBI FKIP UMM dalam memadukan seni dengan pesan-pesan kebangsaan. Mereka berhasil menyampaikan esensi dari Sumpah Pemuda dengan cara yang sangat khas dan mengena,” ujar Candra Rahma. Keterlibatan mahasiswa PBI FKIP UMM dalam acara ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap sastra, tetapi juga sebagai kontribusi dalam menanamkan semangat nasionalisme melalui seni. Semoga penampilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMM lainnya untuk terus berkarya dan menyuarakan pesan-pesan positif bagi bangsa dan negara. (fif)
Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Memukau dalam Musikalisasi Puisi di Acara Gramedia Goes to Campus

PBI FKIP UMM – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di dunia seni dan sastra. Mahasiswa PBI FKIP UMM sukses tampil memukau dalam acara Gramedia Goes to Campus dengan menampilkan musikalisasi puisi di Aula BAU UMM. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan seni sastra mereka di hadapan para pengunjung, termasuk mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Penampilan musikalisasi puisi ini mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM sekaligus pengampu mata kuliah Sastra. Candra Rahma mengapresiasi penuh capaian para mahasiswa yang berhasil menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni, khususnya dalam menghidupkan puisi melalui musikalisasi. “Saya sangat bangga dan mendukung penuh para mahasiswa yang telah berhasil tampil dengan luar biasa dalam acara Gramedia Goes to Campus ini. Musikalisasi puisi adalah bentuk apresiasi sastra yang mendalam dan penuh kreativitas, dan mereka berhasil menghadirkan puisi menjadi lebih hidup dan bermakna,” ungkap Candra Rahma Wijaya Putra. Acara Gramedia Goes to Campus ini diikuti dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang hadir, dan penampilan musikalisasi puisi oleh mahasiswa PBI FKIP UMM menambah warna dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa PBI FKIP UMM dalam acara ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus berkarya dan memperluas wawasan di bidang sastra dan seni pertunjukan. Kesempatan untuk tampil di acara besar ini tak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan seni mereka, tetapi juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di dunia literasi dan penerbitan. Semoga capaian ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa PBI FKIP UMM untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia sastra dan seni di tingkat yang lebih luas. (fif)
Etik Sulistyaningsih, Dosen PBI FKIP UMM dan Penyiar RRI Malang, Raih Juara 1 Radio On-Air Personality Tingkat Asia Pasifik di ABU Prizes 2024

PBI FKIP UMM – Tidak berhenti raih prestasi, kini kabar menggembirakan datang dari dosen praktisi di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Etik Sulistyaningsih, atau yang akrab disapa Bu Esty berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Radio On-Air Personality pada ajang Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Prizes 2024 yang diselenggarakan di Istanbul, Turkiye. Bu Esty yang juga merupakan penyiar aktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Malang ini, membawa harum nama Indonesia dan UMM melalui prestasi gemilangnya di kancah internasional. Kompetisi yang diikuti oleh penyiar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik tersebut merupakan ajang bergengsi yang menilai kualitas penyiar dalam hal kepribadian siaran, kreativitas, dan kemampuan menarik pendengar. Kemenangan ini menjadi bukti dedikasi Bu Esty dalam dunia kepenyiaran, di mana beliau juga berbagi ilmu sebagai pengampu mata kuliah Kepenyiaran di PBI FKIP UMM. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi Bu Esty di ajang internasional tersebut. “Kami sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada Bu Esty atas prestasi luar biasa ini. Kemenangan beliau di tingkat Asia Pasifik menunjukkan kualitas dan dedikasi yang luar biasa, tidak hanya sebagai penyiar profesional tetapi juga sebagai pendidik yang menginspirasi mahasiswa di PBI FKIP UMM,” ujar Arif Setiawan. Prestasi Bu Esty ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi FKIP UMM, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa Prodi PBI untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang kepenyiaran dan komunikasi. Sebagai sosok inspiratif, Bu Esty menunjukkan bahwa komitmen tinggi pada profesi dapat membuka peluang untuk berprestasi di level internasional. Dengan kemenangan ini, diharapkan Bu Esty akan terus menginspirasi generasi muda, khususnya para mahasiswa FKIP UMM, untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang kepenyiaran yang berkualitas dan kompetitif. Selamat kepada Bu Esty atas prestasi yang gemilang ini. (fif)
Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, Resmi Sandang Gelar Profesor

PBI FKIP UMM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali merayakan pencapaian akademik yang membanggakan. Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan 1 FKIP UMM, resmi meraih gelar Profesor, menambah daftar Guru Besar di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM. Gelar ini merupakan pengakuan atas kontribusi beliau dalam bidang pendidikan, bahasa, dan sastra serta komitmen akademiknya dalam mengembangkan keilmuan di UMM. Gelar Profesor ini membuat Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM kini memiliki empat Guru Besar yang semuanya memiliki peran besar dalam dunia pendidikan dan penelitian. Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., kini bergabung dengan jajaran Guru Besar lainnya di PBI FKIP UMM, yaitu Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd., Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dan Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. Arif Setiawan, M.Pd., Kepala Program Studi PBI FKIP UMM, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Sugiarti ini. “Kami sangat bangga dan turut berbahagia atas pencapaian Prof. Sugiarti yang luar biasa. Gelar Profesor ini adalah bukti dari dedikasi dan kontribusi beliau bagi dunia akademik, khususnya di bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia,” ujar Arif Setiawan. Segenap keluarga besar FKIP UMM pun menyampaikan apresiasi yang tulus atas keberhasilan ini. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM, juga turut memberikan selamat dan menyampaikan bahwa pencapaian ini akan membawa dampak positif bagi mahasiswa dan dosen di PBI FKIP UMM. “Pencapaian ini tidak hanya membanggakan bagi FKIP UMM, tetapi juga memberikan inspirasi besar bagi seluruh mahasiswa dan dosen untuk terus berprestasi,” ujar Candra Rahma. Dengan gelar barunya sebagai Profesor, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan seni budaya di UMM dan di tingkat nasional. Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen Program Studi PBI FKIP UMM untuk menghasilkan tenaga pendidik dan akademisi yang unggul serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Selamat kepada Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., atas pencapaian ini. Semoga gelar baru ini semakin menginspirasi para mahasiswa dan dosen di FKIP UMM untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat. (fif)
Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Dosen PBI FKIP UMM, Dilantik sebagai Wakil Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

PBI News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., seorang dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM dan mantan Rektor UMM, resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendampingi Bapak Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara dengan suasana khidmat. Prof. Fauzan yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh akademik berpengaruh di lingkungan UMM diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam memajukan sektor riset dan pendidikan tinggi di Indonesia. Kepemimpinannya selama menjabat sebagai Rektor UMM telah membuktikan kemampuan beliau dalam mengelola dan mengembangkan institusi pendidikan menjadi lebih progresif, adaptif, dan inovatif. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas pelantikan ini. “Seluruh keluarga besar PBI FKIP UMM turut berbahagia dan bangga atas pencapaian Prof. Fauzan yang kini menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Beliau adalah sosok inspiratif bagi kami, dan kami yakin pengalamannya akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkap Arif Setiawan. Segenap dosen dan mahasiswa di lingkungan FKIP UMM juga turut merasakan kebanggaan yang sama. Mereka berharap kehadiran Prof. Fauzan di jajaran kementerian dapat membawa kebijakan-kebijakan yang mendukung perkembangan pendidikan yang lebih berdaya saing di era globalisasi ini, khususnya dalam sektor riset dan teknologi. Dengan jabatan barunya ini, Prof. Fauzan diharapkan mampu menjawab tantangan besar dalam pengembangan riset dan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan kompetitif. Langkah ini sekaligus menunjukkan betapa UMM, melalui kontribusi para dosennya, terus berperan aktif dalam memajukan pendidikan nasional. Selamat kepada Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., atas amanah baru yang diemban. Semoga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (fif)
Adakan Bedah Buku Mari Pergi Lebih Jauh dan Di Tanah Lada Karya Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie, Penerbit KPG Gandeng Dosen PBI FKIP UMM

PBI News – Membuktikan komitmennya di bidang sastra, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dalam acara bedah buku “Mari Pergi Lebih Jauh” dan “Di Tanah Lada” karya Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie. Acara yang dilaksanakan di New Book Store UMM tersebut turut mengundang dosen PBI FKIP UMM, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.Pd. Dosen yang akrab disapa Pak Candra tersebut adalah salah satu dosen yang ahli di bidang sastra. Dalam diskusi yang berlangsung, Pak Candra menyoroti karakter Afa, seorang anak yang meskipun hidup dalam kekerasan dan teraniaya, tetapi masih menunjukkan rasa bahagianya serta kasih sayang kepada ibunya. Hal tersebut menunjukkan bahwa mau bagaimanapun keadaannya, jangan lupa untuk bahagia. “bagaimana sastra memberikan ruang kepada suara-suara yang hilang. Berdasarkan hal tersebut, karya sastra anak dan membawa sudut pandang anak itu berbeda. Karya sastra anak itu memang bisa dipahami anak-anak, sedangkan sastra yang membawa isu tentang anak-anak itu akan terasa sulit untuk memahami, karena yang bisa memahaminya hanya orang dewasa. Karya yang membawa isu anak itu diwajibkan dan karya ini wajib dibaca agar bisa menjadi orang tua, orang dewasa, atau kakak yang baik buat anak-anak,” jelas Pak Candra. Tidak hanya itu, Pak Candra juga mengajak seluruh mahasiswa baru yang sedang menempuh mata kuliah Sastra Modern sebagai salah satu bentuk komitmen Prodi PBI FKIP UMM dalam memberikan ruang terbuka untuk berdiskusi tentang perkembangan sastra modern saat ini. Dalam diskusi yang berlangsung seru tersebut, Pak Candra juga berharap dengan mempelajari karya sastra dapat lebih memahami dan merasakan empati, serta peka terhadap lingkungan sekitar. “Bacalah, karena kepala kita itu berbeda dengan perut. Perut lapar ada alarmnya, tapi kalau kepala kita kosong tidak ada alarmnya, karena itu bisa memabukkan,” terangnya. Acara diskusi semakin seru, karena tidak hanya Pak Candra, bedah buku tersebut juga dihadiri langsung oleh penulisnya, Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie. Dalam paparannya, penulis yang akrab dipanggi Kak Ziggy tersebut turut memberikan pesan kepada generasi muda, khususnya kepada Gen Z agar senantiasa menumbukan budaya literasi. “Di era yang semakin canggih seperti sekarang, kita dimudahkan dalam menjangkau sumber-sumber bacaan. Harapannya teman-teman bisa memanfaatkan previlese itu,” jelasnya. Sebagai penutup, Pak Candra menyampaikan sebuah jargon, “Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia tapi tidak suka membaca? Jangan ya dek ya”. Dan disambut riuh peserta yang hadir dalam acara bedah buku tersebut. (han/fif)