Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Bintangi Acara Pembuka Pementasan Teater Kertas FH UB

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Bintangi Acara Pembuka Pementasan Teater Kertas FH UB

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Dalam rangkaian acara pembuka pementasan teater Kertas yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampil memukau sebagai bintang tamu. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Juni 2024, bertempat di Gedung C Fakultas Hukum UB. Mahasiswa PBI FKIP (UMM) yang tergabung dalam Sanggar Aksara tersebut menampilkan musikalisasi puisi berjudul “Sang Kelana”. Karya puisi ini merupakan ciptaan Dr. Hari Sunaryo, M.Si., dosen PBI FKIP UMM yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang sastra. Penampilan yang penuh penghayatan ini berhasil memukau penonton yang hadir dan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., yang menjabat sebagai Sekretaris Prodi PBI FKIP UMM, yang juga aktif dalam dunia sastra dan drama, memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang berpartisipasi. Candra Rahma Wijaya Putra mengungkapkan kebanggaannya terhadap penampilan mahasiswa PBI FKIP UMM dan menambahkan bahwa keterlibatan mereka dalam acara ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh para mahasiswa dalam bidang seni dan budaya. “Pementasan ini bukan hanya ajang untuk menunjukkan kemampuan seni mahasiswa, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar universitas melalui kegiatan budaya. Kami berharap penampilan ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka,” ujar Candra Rahma Wijaya Putra. Acara pementasan teater Kertas FH UB sendiri merupakan salah satu agenda tahunan yang selalu dinanti oleh para pecinta seni teater. Tahun ini, pementasan mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, sehingga diharapkan mampu memberikan refleksi mendalam bagi para penonton. Kolaborasi antara mahasiswa PBI FKIP UMM dan FH UB ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar institusi pendidikan dapat memberikan dampak positif yang luas, baik dalam pengembangan seni budaya maupun dalam memperkuat hubungan antar universitas.

Penerimaan Hangat Lima Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM di KJRI Vietnam

Penerimaan Hangat Lima Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM di KJRI Vietnam

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Lima mahasiswa dan dua dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima sambutan hangat di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Ho Chi Minh City, Vietnam. Prosesi penerimaan ini menjadi awal dari program magang dan partisipasi mereka dalam Program Center of Excellence (CoE) Diplomasi Bahasa yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Kedatangan mahasiswa ini dikawal langsung oleh Dr. Arif Budi Wuriyanto, M.Si., Kepala UPT BIPA UMM, dan Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM. Mereka disambut dengan penuh kehangatan oleh Konsul Jenderal RI, Bapak Agustaviano Sofjan, beserta jajaran staf KJRI. Dalam sambutannya, Bapak Agustaviano Sofjan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UMM dalam mengirimkan mahasiswa untuk program magang di Vietnam. “Kami sangat menyambut baik kedatangan adik-adik mahasiswa dari UMM. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kalian, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Vietnam. Kami berharap kalian dapat memberikan yang terbaik selama berada di sini dan membawa nama baik Indonesia,” ujar Konsul Jenderal. Dr. Arif Budi Wuriyanto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh KJRI Vietnam. Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia di kancah internasional. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kami berharap mahasiswa kami dapat belajar banyak dan juga memberikan kontribusi positif selama mereka menjalani program ini,” ungkap Dr. Arif. Arif Setiawan, M.Pd., menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya UMM dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional. “Kami berharap pengalaman ini dapat memperkaya wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang pendidikan bahasa serta memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Vietnam,” katanya. Selama prosesi penerimaan, mahasiswa PBI FKIP UMM juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan staf KJRI dan menerima pengarahan mengenai kehidupan dan kegiatan di Vietnam. Mereka akan ditempatkan di Open University Ho Chi Minh untuk menjalani program magang, di mana mereka akan mengajar bahasa Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para mahasiswa setempat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, baik bagi mahasiswa maupun bagi hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang wawasan dan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di mata internasional.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Berangkat ke Vietnam untuk Program Magang CoE Diplomasi Bahasa

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Berangkat ke Vietnam untuk Program Magang CoE Diplomasi Bahasa

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap berangkat ke Vietnam untuk melaksanakan program magang dan mengikuti Program Center of Excellence (CoE) Diplomasi Bahasa. Keberangkatan mereka dikawal langsung oleh Dr. Arif Budi Wuriyanto, M.Si., Kepala UPT BIPA UMM, dan Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM. Para mahasiswa tersebut akan menetap di Vietnam selama kurang lebih tiga bulan dengan tujuan utama Open University Ho Chi Minh. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang pendidikan bahasa serta memperluas wawasan internasional mereka melalui diplomasi budaya dan bahasa. Dr. Arif Budi Wuriyanto mengungkapkan bahwa program ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di luar negeri. “Dengan magang di Open University Ho Chi Minh, mahasiswa akan belajar banyak tentang metode pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing dan juga memperkenalkan kebudayaan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya. Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk membangun jejaring internasional yang kuat serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang berbeda. “Kami berharap melalui program ini, mahasiswa dapat membawa pulang pengalaman berharga yang dapat mereka aplikasikan di Indonesia, sekaligus memperkuat diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di Vietnam,” tutur Arif Setiawan. Program magang dan CoE Diplomasi Bahasa ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi mahasiswa maupun bagi institusi pendidikan terkait. Mahasiswa yang terlibat akan mendapatkan kesempatan untuk mengajar bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa di Vietnam, yang pada gilirannya akan mempererat hubungan bilateral antara kedua negara. Keberangkatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mendukung pengembangan kompetensi internasional bagi mahasiswanya. Dengan semakin banyaknya program kerjasama internasional seperti ini, diharapkan lulusan UMM akan memiliki daya saing global yang tinggi serta mampu berkontribusi positif dalam kancah pendidikan internasional.

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Bahawakan Muspus dan Monolog dalam Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Bahawakan Muspus dan Monolog dalam Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM –  Universitas Muhammadiyah Malang baru saja menggelar acara pengukuhan Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., sebagai guru besar pada Selasa, (27/12) kemarin di Aula GKB 4 UMM. Acara berlangsung secara hikmat dengan dibalut nuansa sastra yang kental dengan menampilkan musikalisasi puisi dan monolog oleh mahasiswa PBI FKIP UMM. Miftahul Huda, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan juga ketua kelompok mengatakan bahwa ini adalah penampilan yang sangat sepesial dengan persiapan yang cukup panjang. “Kami membawakan puisi yang berjudul Kita karya Korrie layun Rampan dan Senja di Pelabuhan Kecil karya Khairil Anwar. Tidak hanya muspus, kami juga secara khusus menampilkan monolog yang berjudul Akar Keteguhan,” kata Miftahul Huda. Berbeda dengan penampilan musikalisasi puisi pada umumnya, kali ini tidak hanya diiringi gitar dan kahon, tetapi juga dengan beberapa alat musik gamelan dan balutan biola.   Nur Hanifah, sebagai salah satu penampil juga mengatakan bahwa ini adalah penampilan yang paling berbeda. “Biasanya kami tampil tidak selengkap ini dan ini juga tadi ada ilustrasi lengkap dengan lighting,” ujarnya. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., yang juga dosen di bidang sastra tersebut mengampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Prodi PBI. “Saya percaya bahwa teman-teman dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bisa menyajikan penampilan yang menarik dan berkesan. Dan terbukti mereka merespon kepercayaan saya dengan baik,” kata Bapak Joko Widodo.

Pengukuhan Dosen Prodi PBI FKIP, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang

Pengukuhan Dosen Prodi PBI FKIP, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Prof. Dr. Joko Widodo menjadi dosen bergelar profesor dan guru besar ketiga yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah dikukuhkan pada Selasa (27/12) lalu di Aula GKB 4 UMM. Kabar dikukuhkannya Bapak Joko Widodo sebagai Guru Besar UMM menjadi angin segar bagi Prodi PBI FKIP UMM sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM yang dimilikinya. Arif Setriawan, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM turut berbahagia dan mengucapkan selamat atas gelar profesor dan Guru Besar yang telah diraih oleh Bapak Joko Widodo. “Saya ucapkan selamat bapak Joko Widodo atas raihan gelar profesor sekaligus menjadi Guru Besar UMM dan semoga mendatangkan keberkahan bagi kehidupan beliau. Tentu ini adalah langkah yang baik, karena sampai hari ini kita sudah memiliki tiga profesor yang yang ada di Prodi PBI FKIP. Ada peningkatan Sumber Daya Manusia yang sangat signifikan beberapa tahun terakhir,” terangnya. “Harapannya dengan bertambahnya profesor yang ada di Prodi PBI FKIP UMM ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan sejalan dengan peningkatan kompetensi mahasiswa,” lanjut Pak Arif, panggilan akrabnya.   Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., juga memiliki pesan khusus yang ditujukan untuk Prodi PBI FKIP UMM “Saya ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen di Prodi PBI yang sudah mendukung dan sekaligus membantu dalam segala persiapan sehingga saya dapat berdiri di sini. Kemudian, Prodi PBI adalah rumah tempat saya kembali nanti. Prodi PBI ini hebat karena selalu bisa menjada integritas antara yang sepuh dan yang muda. Semangat selalu,” ujarnya.

Mahasiswa Prodi PBI Ikuti Workshop Keaktoran di Lab Drama FKIP UMM

Mahasiswa Prodi PBI Ikuti Workshop Keaktoran di Lab Drama FKIP UMM

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang sastra, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Kerguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Workshop Keaktoran yang diselenggarakan oleh Lab Drama FKIP UMM. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang 6.12 GKB 1 UMM tersebut terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama untuk mahasiswa angkatan 2021 dan sesi kedua untuk angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem sesi agar bisa memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki mahasiswa. Ibu Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., Kepala Lab Drama FKIP UMM menjelaskan bahawa program workshop tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Lab Drama FKIP UMM. “Lab Drama FKIP UMM selalu memberikam ruang untuk mahasiswa FKIP yang punya minat dan bakat di bidang non-akademik khsusnya seni musik dan sastra termasuk keaktoran,” jelasnya. “Harapannya, Lab Drama dapat menjadi wadah untuk mahasiswa FKIP agar bisa menggalih potensi yang dimilikinya guna menunjang prestasi yang kelak akan diraihnya. Lab Drama juga menjadi tempat berkumpulnya teman-teman dari LSO Sanggar Aksara FKIP UMM. Jadi nanti bisa saling berbagi pengalaman maupun ilmu tentang seni musik dan sastra,” lanjut Bu Ani, sapaan akrabnya. Oki Kusuma, mahasiswa PBI FKIP UMM yang mengikuti kegiatan workshop tersebut juga menyampaikan banyak terima kasih karena sudah difasilitasi untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam seni pembacaan puisi dan juga musikalisasi puisi. “Saya dan teman-teman merasa terwadahi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Jadi harapannya ke depan semoga lebih banyak lagi kegiatan workshop seperti ini, tentu dengan pemateri yang ahli dalam bidangnya,” kata Oki.

Leo Zainy Beri Materi Keaktoran kepada Mahasiswa PBI FKIP UMM

Leo Zainy Beri Materi Keaktoran kepada Mahasiswa PBI FKIP UMM

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Seorang seniman pertunjukan yang bergerak di bidang teater, film, dan musik di kota Malang dan juga pendidri ActSchool Malang (ASM), Leo Zainy memberikan kelas keaktoran kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM (16/12). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Lab Drama FKIP UMM tersebut juga mendapat dukungan penuh oleh Kepala Lab Drama FKIP UMM, Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd. “Lab Drama FKIP UMM selain untuk kelas mata kuliah sastra yang ada di Prodi PBI FKIP UMM, juga memberikan ruang untuk mahasiswa FKIP untuk menggalih bakat dan minatnya di bidang seni dan sastra,” Kata Ibu Ani, sapaan akrabnya. Leo Zainy menjelaskan bahwa seni drama dan keaktoran, dua elemen yang sering kali dianggap terpisah, sebenarnya memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana seni drama dan keaktoran bisa bersatu dan menciptakan pengalaman yang mendalam, tidak hanya bagi para pelaku seni tetapi juga bagi penonton yang terpesona oleh panggung kehidupan yang tercipta. “Dengan melihat seni drama dan keaktoran sebagai satu kesatuan, kita dapat mengeksplorasi potensi kreatif dan ekspresif yang lebih dalam. Seni drama menjadi cermin kehidupan, sementara keaktoran memberikan nuansa kehidupan pada seni drama. Keduanya, ketika dijalankan dengan penuh semangat dan autentisitas, menciptakan pengalaman yang menggetarkan dan menginspirasi bagi semua yang terlibat. Inilah keindahan kolaborasi antara seni drama dan keaktoran yang tak terlupakan,” terang Mas Zain, panggilan akrabnya. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias karena ada beberapa mata kuliah yang erat kaitanya dengan kelas keaktoran tersebut. Beberapa mahasiswa menyebutkan bahwa kelas keaktoran tersebut dapat membantu memberikan referensi dan pengalaman yang baru guna menunjang perkuliahan pada mata kuliah Gerak Oratori dan Penyutradaraan.

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Berkunjung Ke TVRI Jatim Guna Selesaikan Tugas Akhir Mata Kuliah Multimedia

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Berkunjung Ke TVRI Jatim Guna Selesaikan Tugas Akhir Mata Kuliah Multimedia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Guna tingkatkan kualitas pembelajaran dan beri pengalaman baru kepada mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke TVRI Jatim sebagai salah satu bentuk kegiatan sekaligus syarat kelulusan tugas akhir mata kuliah Multimedia. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antara TVRI dengan Universitas Muhammadiyah Malang khususnya Prodi PBI FKIP. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala Stasiun TVRI Jatim, Bapak Asep Suhendar, yang menyambut tamu-tamu spesial dengan penuh semangat. Beliau menyoroti peran penting TVRI sebagai penyiaran publik yang berkomitmen untuk menyajikan konten berkualitas dan mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia khususnya di kalangan anak muda. Salah satu momen utama adalah sesi tur fasilitas, di mana para tamu diajak untuk melihat langsung berbagai ruang produksi, redaksi berita, serta studio produksi. Hal ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses produksi sebuah program televisi dan dedikasi para profesional di balik layar. Bapak Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI FKIP UMM sekaligus pengampu mata kuliah Multimedia juga berharap dengan semangat kolaborasi yang tinggi, kunjungan ke Stasiun TVRI ini dapat menjadi awal dari lebih banyak inisiatif bersama untuk memajukan industri media dan kreatif Indonesia. Kepala Stasiun TVRI Jatim, Asep Suhendar, menyatakan, “Kami merasa sangat senang dan terhormat dapat menjamu tamu-tamu istimewa hari ini. Kunjungan ini merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan kami dengan UMM khususnya di bidang industri media dan hiburan. Kami berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri kreatif Indonesia terutama di lingkup perguruan tinggi.”

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Sharing Sastra Cyber Bersama Mahasiswa dari Vietnam

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Sharing Sastra Cyber Bersama Mahasiswa dari Vietnam

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Dalam era digital yang terus berkembang, sastra cyber menjadi fenomena yang menarik perhatian para penulis dan pembaca. Sastra cyber menggabungkan unsur-unsur sastra tradisional dengan teknologi digital, menciptakan pengalaman membaca yang unik dan futuristik. Sastra cyber tidak hanya sekadar teks di layar komputer atau ponsel, melainkan sebuah bentuk seni yang memanfaatkan potensi digital untuk merangkai cerita. Penulis-penulis sastra cyber tidak hanya mengeksplorasi bahasa dan narasi, tetapi juga memanfaatkan elemen-elemen multimedia seperti suara, gambar, dan interaktivitas. L Dela Fimeta, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sebagai pemateri dalam kegiatan sharing tersebut juga menjelaskan bahwa salah satu ciri khas sastra cyber adalah keterlibatan pembaca dalam proses cerita. “Dengan memanfaatkan teknologi interaktif, pembaca dapat mengambil peran dalam pengembangan alur cerita, membuat pengalaman membaca menjadi lebih dinamis dan personal. Hal ini membuka pintu bagi kreativitas yang lebih besar, dengan pembaca sebagai bagian integral dari penciptaan cerita,” kata El, sapaan akrabnya. Selain itu, mahasiswa yang sudah menerbitkan novel dan memiliki novel yang sudah dibaca jutaan kali di platform digital tersebut juga mengatakan bahwa bentuk-bentuk sastra cyber yang inovatif melibatkan penggunaan elemen-elemen teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Dengan AR, pembaca dapat menggabungkan dunia fisik dengan unsur-unsur sastra digital, sementara VR memberikan pengalaman membaca yang imersif dan mendalam, seolah-olah pembaca berada di dalam cerita itu sendiri. “Kemudian, platform-platform online seperti blog, platform sosial, dan aplikasi khusus sastra memfasilitasi penulis sastra cyber untuk berbagi karya mereka dengan pembaca di seluruh dunia. Hal ini membantu memperluas jangkauan sastra cyber dan menciptakan komunitas pembaca yang aktif dan beragam,” lanjut El Dela. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) tersebut juga dihadiri oleh Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A selaku Sekretaris Prodi PBI FKIP UMM dan juga merupakan salah satu dosen di bidang sastra. Bapak Candra, sapaan akrabnya mengatakan, “Seperti halnya perkembangan teknologi lainnya, sastra cyber juga menimbulkan pertanyaan etis dan tantangan baru. Bagaimana menjaga kualitas sastra dalam era digital? Bagaimana menanggapi isu privasi dan keamanan dalam interaktivitas pembaca? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab oleh penulis, pembaca, dan komunitas sastra secara keseluruhan,” Dengan perkembangan yang pesat, sastra cyber membawa kita ke dunia yang lebih luas dan terbuka. Ini adalah era di mana kreativitas bertemu dengan teknologi, di mana cerita tidak lagi terbatas pada halaman kertas, tetapi dapat hidup dan berkembang dalam dunia digital yang tak terbatas. Sastra cyber adalah manifestasi baru dari daya imajinasi manusia, memimpin kita menuju perjalanan membaca yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Kolaborasi CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi PBI UMM dan KPG Gelar Nobar dan Bedah Buku Laut Bercerita Bersama Leila S. Chudori

Kolaborasi CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi PBI UMM dan KPG Gelar Nobar dan Bedah Buku Laut Bercerita Bersama Leila S. Chudori

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Kelas unggulan CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM terus lakukan inovasi dan perluas jaringan kerja sama. Baru-baru ini CoE Entrepreneur Perbukuan berkolaborasi dengan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) untuk menggelar nobar offline dan diskusi bedah buku berjudul Laut Bercerita bersama penulisnya langsung, Leila S. Chudori. Eggy Fajar Andalas, S.S., M.Hum., Kepala Lab Penerbitan FKIP UMM sekaligus Koordinator CoE Entrepreneur Perbukuan menjelasakan bahwa dalam rangka mewadahi minat mahasiswa di bidang entrepreneur perbukuan, Prodi PBI FKIP UMM terus melakukan inovasi dan memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan perbukuan lokal maupun nasional. “Salah satu perusahaan nasional yang sudah bekerja sama dengan kita yakni Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Hari ini Prodi PBI FKIP UMM berkolaborasi untuk menggelar nobar dan diskusi bedah buku,” kata Eggy Fajar Andalas. “Nantinya, kerja sama akan diperluas lagi, mungkin dengan mengirimkan mahasiswa CoE Entrepreneur Perbukuan PBI FKIP UMM untuk magang di KPG,” lanjut Eggy, sapaan akrabnya. Acara nobar dan bedah buku mendapat antusias tinggi baik dari mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM maupun mahasiswa umum lainnnya. Acara juga dibuka untuk umum hanya saja bersifat terbatas. KPG selaku penyelenggara acara menyebutkan bahwa acara ini pertama kali hadir di Malang, banyak peminat film Laut Bercerita yang menunggu dan berebut tiket.