Animo Tinggi Mahasiswa Prodi PBI Ikuti Nobar Offline Laut Bercerita #7 Bersama Leila S. Chudori

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Film Laut Bercerita merupakan film pendek yang diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dengan judul yang sama. Novel ini diangkat dari kisah nyata para aktivis era Orde Baru yang hilang, disiksa, diintimidasi, dan diculik secara paksa pada tahun 1998 karena dianggap menggangu stabilitas negara. Film pendek tersebut merupakan film garapan Prigita Arianegara sebagai sutradara dan diproduseri oleh Wisnu Darmawan dan Gita Fara. Tingginya animo mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM terhadap penayangan film Laut Bercerita juga turut diapresiasi oleh Kaprodi PBI FKIP UMM, Arif Setiawan, M.Pd. “Penayangan film ini merupakan upaya dari prodi PBI FKIP UMM untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada mahasiswa dalam rangka menumbuhkan semangat literasi, apresiasi karya sastra, menilik sejarah masa lalu, dan juga turut memberikan hiburan kepada mereka,” terang Arif Setiawan pada saat sesi wawancara bersama Humas PBI. “tidak hanya menonton film, kegiatan nobar ini juga diisi dengan diskusi langsung bersama penulisnya, Leila S. Chudori dan produser film Wisnu Darmawan. Selain itu, mahasiswa PBI FKIP UMM juga bisa meminta tanda tangan dan berfoto langsung dengan beliau,” lanjutnya. Film Laut Bercerita ini berdurasi sekitar 30 menit, dibintangi oleh aktor top Reza Rahardian (Biru Laut), Dian Sastrowardoyo (Anjani), Ayushita (Asmara Jati), Aryani Willems (ibu Biru Laut), dan Tio Pakusadewo (ayah Biru Laut). Ditayangkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 di auditorium Institut Francais Indonesia, Jakarta, hingga hampir enam tahun bergulir, film ini masih menjadi daya pikat yang penayangannya terus diburu masyarakat
Dosen Prodi PBI FKIP UMM Moderatori Acara Diskusi dan Bedah Buku Laut Bercerita Bersama Leila S. Chudori

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi moderator dalam diskusi dan bedah buku bersama penulis novel Laut Bercerita, Leila S. Chudori. Diskusi dan bedah buku menjadi satu rangkaian dengan kegiatan nobar film pendek adaptasi dari novel Laut Bercerita yang dibintangi aktor top Indonesia seperti Reza Rahardian, Dian Sastrowardoyo, Tio Pakusadewo dan banyak lainnya. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM bekerja sama dengan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dalam menggelar kegiatan nobar film dan diskusi bedah buku novel Laut Bercerita. Leila S. Chudori, penulis sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan banyak terima kasih karena suda diberi kesempatan untuk menyapa dan berbagi kisah dalam penuisan karya-karyanya terutama yang berjudul Laut Bercerita bersama kawan-kawan di UMM. “Akhirnya saya sampai di Malang juga, untuk menyapa sekaligus berbagi kisah lahirnya karya-karya saya. Meihat animo mahasiswa, sepertinya banyak yang menginginkan novel Laut Bercerita ini nanti ada film panjangnya. Ya kita doakan saja, mungkin tahun depan sudah mulai kita persiapkan, tetapi sembari menunggu hasil pemilu ya hahaha..,” canda Leila S. Chudori. Mederator yang akarb disapa Ibu Daroe turut merespon candaan Leila S. Chudori, “Ini menarik ya, bagi yang suka dengan karya-karya mbak Leila pasti sudah menanti-nantikan film versi panjangnya,” jelasnya. “Sambil menunggu film panjangnya, teman-teman yang masih belum punya novelnya atau masih belum membaca novelnya mulai sekarang sudah bisa mulai mempersiapkan. Mamti kita bisa berdiskusi lahi tentang novel yang dialihwahanakan ke dalam film,” tutup Ibu Daroe.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Unjuk Musikalisasi Puisi di Depan Leila S. Chudori

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UMM – Menjadi penampil dalam acara nobar dan diskusi bedah buku Laut bercerita #7 yang di selenggarakan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), mahasiswa PBI FKIP UMM membawakan musikalisasi puisi hasil nukilan dalam novel Laut Bercerita. Penampilan mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM tersebut berhasil memukau penonton yang hadir dalam acara tersebut. Dilaksanakan di Aula BAU UMM pada Jumat, (24/11) lalu, acara nobar tersebut dihadiri sekitar 400 penonton. Nur Hanifah salah satu mahasiwa PBI FKIP UMM yang menjadi pembaca puisi dalam acara nobar dan diskusi bedah buku mengaku senang karena untuk pertama kalinya tampil di depan ratusan penonton. “Dengan suasana yang sangat ramai, hampir memenuhi aula, saya sebernanya agak deg-degan juga. Tetapi alhamdulillah semua berjalan lancar, dan tepuk tangan penonton menutup penampilan musikalisasi puisi kami,” kata Hanifah, sapaan akrabnya. Menanggapi Hanifah, Miftahul Huda sebagai ketua tim muspus juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Prodi Pendidikan Bahasa Iindonesia FKIP UMM karena selalu mendukungnya agar terus berkarya, salah satunya memberikan ruang untuk menjadi penampil dalam acara nobar dan diskusi bedah buku tersebut. Di samping itu, Leila S. Chudori penulis sekaligus pemateri dalam acara tersebut juga sempat memberikan apresiasi kepada kawan-kawan Prodi PBI FKIP UMM yang membawakan musikalisasi puisi yang diangkat dari novelnya. Acara nobar dan diskusi bedah buku #7 tersebut sukses terselenggara tanpa hambatan dan acara ditutup dengan foto bersama sekaligus ada sesi tanda tangan buku bersama penulis novel Laut Bercerita, Leila S. Chudori.
PBI FKIP Study Program Students Carry Out Practical Courses in Library Management and PIE Together with Practical Lecturers

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Fifth and seventh semester students of the Indonesian Language Education Study Program (PBI) Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Muuhammadiyah University Malang (UMM) carry out practical courses on Library Management and Educational Information Management with practitioner lecturers. Wahyu D. Pramana, S.Hum., S.IP., as a practitioner lecturer provided material on the physical preservation of library materials and ancient manuscripts. Mr. Wahyu, his nickname, revealed that practical activities include caring for ancient manuscripts, using Japanese tissue care media and chemicals, making book catalogues, making manuscript boxes, and procuring library materials. The practical activities in the Library Management and Educational Information Management courses took place over six meetings. Mr. Arif Setiawan, M.Pd., as Head of the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM said that in the new curriculum there must be collaboration with practitioner lecturers. “In implementing the new curriculum, there are several courses that require collaboration with practitioner lecturers. “So the lectures are divided into two sessions, namely theory class sessions for six meetings and practical classes for six meetings,” said Mr. Arif Setiawan. “This teaching program with practitioner lecturers is to support improving the quality of learning so that it is not just theory. “So the point is to balance theory and practice,” he concluded.
Wow! Just in the first semester, we are already preparing for the thesis trial. The following is the story of El, a student at the PBI FKIP UMM study program

Indonesian Language Education, UMM – Eldelafimeta, the only student from the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM who is already preparing to do a thesis trial even though it is still in the first semester. The story of Eldelafimeta, who is familiarly called El, is quite rare. Why not, El, who just entered college in the odd semester of 2023, is already preparing to do a thesis trial via the thesis equivalency route. The thesis equivalence program has indeed become a superior program in the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM. However, El’s story is the most unique and interesting. El has published books that have been read up to 17.6 million times by readers. He said that his hobby of writing started in 2018, but peaked when he was hit by confusion during the COVID-19 pandemic. At that time, his writing which was uploaded on the online platform, namely Wattpad, received a very positive response from readers. Not long after, his writing went viral on Tiktok social media. El, who at that time thought that her hobby was just for fun, really didn’t expect it to go that viral. That’s where his journey to becoming a book writer began. “I also don’t know why my writing went viral on Tiktok. “That momentum made me think and finally decided to contact Coconut Books – a book publisher, to collaborate in preparing and making my first book,” he said as quoted by the UMM release. His happiness didn’t stop there, as it was a win for tat, it turned out that his work could be used as a substitute for his thesis. “I am grateful to UMM, especially the Indonesian Language Education Study Program, FKIP UMM, for appreciating my work. “Not only was it appreciated, I was even allowed to do a thesis trial using the thesis equivalence route,” concluded El. Mr. Arif Setiawan, M.Pd., Head of PBI FKIP UMM Study Program also gave a very positive response and appreciated the work of his students. “The story experienced by El is very unique. It was only the first semester that I was able to do my thesis examination with such a great work. “So after the trial, El only needs to complete the courses,” said Mr. Arif Setiawan.
Mahasiswa Prodi PBI FKIP Laksanakan Praktik Mata Kuliah Manajemen Perpustakaan dan PIE Bersama Dosen Praktisi

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Mahasiswa semester lima dan tujuh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muuhammadiyah Malang (UMM) laksanakan praktik mata kuliah Manajemen Perpustakaan dan Pengelolaan Informasi Edukatif bersama dosen praktisi. Wahyu D. Pramana, S.Hum., S.IP., selaku dosen praktisi memberikan materi tentang peletarian fisik bahan perpustakaan dan naskah kuno. Bapak Wahyu, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kegiatan praktik diisi mulai perawatan naskah kuno, pemanfaatan media perawatan tissue jepang dan bahan kimia, membuat katalog buku, membuat kotak naskah, dan pengadaan bahan pustaka. Kegiatan praktik dalam mata kuliah Manajemen Perpustakaan dan Pengelolaan Informasi Edukatif tersebut berlangsung selama enam kali pertemuan. Bapak Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM mengatakan bahwa dalam kurikulum yang baru harus ada kolaborasi dengan dosen praktisi. “Dalam penerapan kurikulum baru, ada beberapa mata kuliah harus ada kolaborasi dengan dosen praktisi. Jadi pada pelaksanaan perkuliahan dibagi menjadi dua sesi yakni sesi kelas teori selama enam kali pertemuan dan kelas praktik selama enam kali pertemuan,” kata Pak Arif Setiawan. “Program mengajar bersama dosen praktisi ini sebagai penunjang peningkatan kualitas pembelajaran biar tidak teori-teori saja. Jadi intinya menyeimbangkan antara teori dan praktik,” pungkasnya.
Wow! Baru Semester Satu Sudah Bersiap Sidang Skripsi. Berikut Kisah El, Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM

Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Eldelafimeta, satu-satunya mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM yang sudah bersiap melakukan sidang skripsi meskipun masih semester satu. Kisah Eldelafimeta yang akrab disapa El ini tergolong langka. Betapa tidak, El yang baru masuk kuliah pada semester ganjil 2023 ini sudah bersiap melakukan sidang skripsi melalui jalur ekuivalensi skripsi. Program ekuivalensi skripsi memang sudah menjadi program unggulan yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Namun, kisah El menjadi yang paling unik dan menarik. El sudah menerbitkan buku yang sudah dibaca hingga 17,6 juta kali oleh pembaca. Dia mengatakan bahwa hobi menulisnya bermula sejak tahun 2018, tetapi puncaknya ketika dilanda kegabutan pada saat Pandemi COVID-19 kemarin. Ketika itu, tulisanya yang diunggah di platform online yaitu Wattpad mendapatkan respon yang sangat positif dari pembaca. Tidak berselang lama, tulisanya kemudian viral di media sosial Tiktok. El yang saat itu menganggap bahwa hobinya hanya iseng, sangat tidak menyangka akan se-viral itu. Dari situlah awal mula perjalanannya menjadi seorang penulis buku. “Saya juga tidak tahu kenapa tulisan saya viral di Tiktok. Momentum tersebutlah yang membuat saya berpikir dan akhirnya memutuskan untuk menghubungi Coconut Books – penerbit buku, untuk melakukan kerja sama dalam penyusunan dan pembuatan buku pertama saya,” ujarnya dilansir dari rilis UMM. Kebahagiannya tidak berhenti di situ, selayaknya gayung bersambut ternyata karyanya bisa dijadikan pengganti skripsinya. “Saya berterima kasih kepada UMM khussnya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM yang sudah mengapresiasi karya saya. Bukan hanya diapresiasi, bahkan saya sudah diperbolehkan melakukan sidang skripsi dengan jalur ekuivalensi skripsi,” pungkas El. Bapak Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM juga memberikan respon yang sangat positif dan mengapresiasi karya dari mahasiswanya tersebut. “Cerita yang dialami oleh El ini sangat unik. Baru semester satu sudah bisa sidang skripsi dengan karya yang begitu besar. Jadi setelah sidang nanti, El hanya perlu menyelesaikan mata kuliah saja,” ungkap Bapak Arif Setiawan.
Showing Muspus, PBI FKIP Study Program Students Show Off at Guest Lecture Event with the Ministry of Education and Culture

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Students of the Indonesian Language Education Study Program (PBI) Faculty of Teacher Training and Education UMM never run out of potential in creating and writing literature. Recently, students who are members of the Sanggar Aksara Poetry Musicalization group appeared as guest stars at a guest lecture event with the Director of Cultural Development and Utilization of the Indonesian Ministry of Education and Culture, Mr. Dr. Restu Gunawan, M. Hum. The event which took place offline in the BAU UMM Hall on Saturday (21/10) had the theme “Cultural Advancement and Cultural Diplomacy”. Sanggar Aksara presented three poetry musicals (Muspus) including Senja di Pelabuhan Kecil by Chairil Anwar, Menepilah by Edi Sukardi, and Sin of the Night for Me by R. Zulfa Setyoko P. Miftahul Huda, Chair of the Literacy Studio, was happy with invitations like this, because they could accommodate friends to continue working, especially in the field of literature. “Of course an invitation like this is very valuable for us, because it can accommodate and provide space for us to work. “And it can bring out students’ competitiveness at both study program, faculty, especially FKIP, and university levels,” said Huda, his nickname. “Incidentally, at this performance, we presented our latest work entitled Sins of the Night to Me. “I myself am the guitarist, Mutiara and Vivin are the vocalists, Naufal is the kajon player, and Hanifah and Mahda are the poetry readers,” he continued. The guest lecture which was attended by hundreds of students was lively and full of knowledge. Muhammadiyah University of Malang always facilitates students by presenting big figures to provide additional knowledge and provide different experiences to all students.
Students from the PBI FKIP UMM Study Program also participated in the Malang City Literature Festival

Indonesian Language Education Study Program, UMM – Students of the Indonesian Language Education Study Program FKIP UMM played an active role in the Malang City Literature Festival which started from 19 to 22 October, at Kedai Kopi Tani, Dau Malang. Various kinds of activities, ranging from book reviews, book bazaars, literary seminars, theater performances, to musicals take place at the Festival. Students from the UMM PBI Teacher Training and Education Study Program are active in participating in book discussion discussions, reading literature, and even attending literature seminars. Muhammad Ilham Zakaria, a student at the PBI FKIP Study Program at Muhammadiyah University in Malang, who took part in the discussion and book review, said that this literature festival was very positive and useful, especially for language and literature students. “I came here with PBI UMM friends from various classes, starting from the 2018 to 2023 class. Coincidentally, for this book review event, the speaker was our lecturer, namely Mr. Candra,” he said. Not only taking part in discussions and book reviews, FKIP Indonesian Language Education Study Program students also appeared to read poetry. M. Rifki Kurniawan appeared to read a poem entitled Sajak Sebatang Lisong by W.S. Rendra in front of dozens of spectators who attended the Malang City Literature Festival. The participation of students from the PBI FKIP UMM Study Program is a form of enthusiasm to revitalize the literary climate in the city of Malang which was suspended due to the pandemic. The hope is that through this activity, it will spark other activities related to the fields of education and literature.
Tampilkan Muspus, Mahasiswa Prodi PBI FKIP Unjuk Gigi di Acara Kuliah Tamu Bersama Kemendikbudristek

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM tak pernah kehabisan potensi dalam berkarya dan bersastra. Baru-baru ini, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Musikalisasi Puisi Sanggar Aksara tersebut tampil sebagai bintang tamu di acara kuliah tamu bersama Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Bapak Dr. Restu Gunawan, M.Hum. Acara yang berlangsung secara luring di Aula BAU UMM pada Sabtu, (21/10) tersebut mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan dan Diplomasi Budaya”. Sanggar Aksara membawakan tiga musikalisasi Puisi (Muspus) di antaranya Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar, Menepilah karya Edi Sukardi, dan Dosa Malam Kepadaku karya R. Zulfa Setyoko P. Miftahul Huda, Ketua Sanggar Aksara merasa senang dengan adanya undangan-undangan seperti itu, karena bisa mewadahi teman-teman untuk terus berkarya khsusunya di bidang sastra. “Tentu undangan seperti ini sangat berharga bagi kami, karena dapat mewadahi dan memberi ruang untuk kami berkarya. Serta bisa memunculkan daya saing mahasiwa baik ditingkat prodi, fakultas khususnya FKIP, maupun universitas” kata Huda, panggilan akrabnya. “Kebetulan pada penampilan kali ini, kami membawakan karya terbaru kami yang berjudul Dosa Malam Kepadaku. Saya sendiri sebagai gitaris, Mutiara dan Vivin sebagai vokal, Naufal sebagai pemain kajon, dan Hanifah dan Mahda sebagai pembaca puisi,” lanjutnya. Kuliah tamu yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa tersebut berlangsung meriah dan penuh ilmu. Universitas Muhammadiyah Malang selalu memfasilitasi mahasiswa dengan menghadirkan tokoh-tokoh besar guna memberikan tambahan pengetahuan serta memberikan pengalaman yang berbeda kepada seluruh mahasiswa.