Benchmarking Tata Kelola dan Peningkatan Kualitas Menuju Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 2: Jurnal KEMBARA UMM dan Jurnal Ilmiah Lingua UNSOED

Benchmarking Tata Kelola dan Peningkatan Kualitas Menuju Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 2: Jurnal KEMBARA UMM dan Jurnal Ilmiah Lingua UNSOED

Malang– Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman, Rabu (26/07) kemarin, di Ruang 202 GKB 4 UMM. Kunjungan tersebut bertujuan untuk studi banding tata kelola dan peningkatan kualitas Jurnal KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajaranya (e-Journal) Prodi PBI dan Jurnal Ilmiah Lingua Idea Fakultas Ilmu Budaya UNSOED. Arif Setiawan, M.Pd., Kepala Prodi PBI FKIP UMM dan juga sebagai pengelola Jurnal KEMBARA menyambut baik kerja sama yang dijalin antar kedua pengelola jurnal. Beliau juga menjelaskan bahwa sekarang adalah era kolaborasi, jadi sudah bukan zamannya lagi untuk menutup diri dan saling menyembunyikan “ramuan” perihal tata kelola jurnal ilmiah. Dosen yang akrab dipanggil Pak Arif tersebut juga menjelaskan banyak hal tentang tata kelola Jurnal KEMBARA hingga bisa mendapatkan akreditasi SINTA 2. “Dengan pencapaian jurnal KEMBARA saat ini, tentu bukan proses yang sebentar, kami yang terlibat dalam pengelolaan jurnal bekerja sama untuk menentukan formula terbaik untuk menunjang kualitas Jurnal KEMBARA ini. Untuk saat ini, kami juga sudah bekerja sama dengan melibatkan mahasiswa dalam seleksi awal jurnal kami. Artinya Jurnal KEMBARA ini punya tahapan seleksi yang cukup panjang, agar nanti naskah yang terbit bukan naskah yang abal-abal. Jadi mahasiswa yang terlibat dengan tim, kami bekali dengan formula dan indikator untuk menentukan naskah yang masuk layak atau tidak layak. Kemudian, akan akan  diperiksa dan dicek ulang oleh tim editor sebagai tahap seleksi lanjutan,” jelas Pak Arif. Sementara itu, Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. sebagai Editor in Chief Jurnal Ilmiah Lingua Idea juga menyampaikan banyak terima kasih atas ruang yang telah diberikan. Beliau juga mengaku senang karena telah mendaptkan ilmu baru tentang pengelolaan jurnal dan cara untuk meningkatkan kualitas jurnal yang ada di KEMBARA. Bu Gita, sapaan akrbanya, berharap dengan adanya kerja sama ini dapat menjadi bekal untuk pengelola Jurnal Ilmiah Lingua Idea untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan terbitan jurnalnya. “Kami sangat berterima kasih karena sudah diterima dengan tangan terbuka, dialog dan diskusi dua arah juga sangat aktif, tentu ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola jurnal dan semoga Jurnal Ilmiah Lingua Idea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman bisa menyusul Jurnal KEMBARA agar bisa naik tingkat menjadi SINTA 2,” tutupnya.

Sarasehan Kunjungan Kerja Sama PBSI UAD: Berbagi Pengalaman dan Tips Menulis Artikel Ilmiah dari Prodi PBI FKIP UMM

Sarasehan Kunjungan Kerja Sama PBSI UAD: Berbagi Pengalaman dan Tips Menulis Artikel Ilmiah dari Prodi PBI FKIP UMM

Malang – Kamis, 27 Juli Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kunjungan tersebut dalam rangka berbagi penalaman dan tips menulis artikel illmiah dari Prodi PBI FKIP UMM. Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FKIP, Dr. Sugiarti, M.Si.   Dalam sambutannya, Wadek I FKIP Ibu Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan yang dillakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).   Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM dan juga pengelola jurnal KEMBARA menceritakan banyak hal terkait pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah hingga terbit di jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. “Bapak dan Ibu sekalian sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kalau ada beberapa hal yang kurang berkenan bagi Bapak/Ibu. Ini kita buat sharing saja, lebih santai agar diskusinya lebih nyaman,” bukanya.   “Saya rasa Bapak/Ibu juga banyak sekali pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah bahkan sampai terpublikasi di jurnal nasional maupun internasional. Kalua saya pribadi lebih senang mebuat kriteria-kriteria dengan mempertimbangkan kondisi yang lagi tren, kemudian menghubungkan dengan keilmuan saya dengan catatan bahwa ide tersebut masih belum banyak yang meneliti,” jelasnya.   Sementara itu, Eggy Fajar Anadalas, S.S., M.Hum., selaku dosen yang juga menjadi pengelola jurnal juga menceritakan pengalamannya selama menulis artikel ilmiah. Pak Eggy, sapaan akrabnya mengatakan bahwa dirinya senang menulis artikel ilmiah yang kemudian diterbitkan di jurnal-jurnal internasional. “Saya punya pengalaman yang menurut saya cukup menarik. Saya pernah membuat sebuah artikel ilmiah yang menurut saya dari segi kualitas dan keterbaruan sudah lumayan oke. Tetapi ketika saya kirim ke jurnal nasional terakreditasi itu lama banget responya sampai saya beberapa kali menguhubungi pihak jurnalnya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk memberikan surat permohonan pencabutan, dan saya olah kembali artikelnya  dengan  menerjemahkan ke bahasa Inggris. Setelah itu saya kirim ke jurnal internasional, dan alhamdulillahnya tidak selang beberapa lama sudah ada respon yang cukup positif hingga akhirnya artikel ilmiah saya terbit di jurnal tersebut,” terangnya.   Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., selaku Kaprodi PBSI UAD mengaku senang denga adanya kegiatan tersebut, bahkan ia banyak berterima kasih kepada Prodi PBI karena sudah memberikan ruang diskusi yang sangat bermanfaat. “Dengan adanya sharing ini saya berharap nantinya Bapak/Ibu dari prodi PBSI UAD bisa banyak belajar dari pengalaman Bapak/Ibu dosen yang ada di Prodi PBI UMM. Ke depan, harapanya Prodi PBI juga sekali-sekali main ke UAD agar sharing ini bisa berkelanjutan dan nanti juga ada kerja sama yang terjalin antara Prodi PBI UMM dan PBSI UAD,” tutupnya.

Sukses Raih Kelompok Teater Terbaik, Teater Sandyakala Borong Piala Penghargaan

Sukses Raih Kelompok Teater Terbaik, Teater Sandyakala Borong Piala Penghargaan

Rangkaian acara gelar pentas penyutradaraan mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM sampai pada acara puncak yakni puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan, Kamis (20/07). Acara penganugerahan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi untuk mahasiswa PBI yang sudah melakukan pementasan drama dalam gelar pentas penyutradaraan sebagai luaran dari mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Dalam penganugerahan tersebut, teater Sandyakala sukses menjadi kelompok teater terbaik dengan menyabet lima kategori penghargaan. Teater Sandyakala menampilkan pentas drama dengan naskah yang berjudul Elegi Musim Panas karya Chandra Kudapawana. Naskah ini dikemas dengan sangat baik dan diimbangi dengan kemampuan aktor yang sangat berimbang antara satu dengan yang lain. Annis Ma’rifah selaku sutradara menjelaskan bahwa pemilihan naskah sudah berdasarkan kesepakatan bersama. Selain itu, dalam proses bedah naskah juga melibatkan seluruh anggota kelompok sebelum memutuskan untuk siapa yang menjadi aktor. “Pemilihan naskah sudah melalui banyak proses, kami juga melakukan analisis dan observasi tentang kemungkinan-kemungkinan atau resiko yang akan kami terima ketika kami sudah memutuskan untuk memilih suatu naskah. Akhirnya kami sepakat untuk memakai naskah Elegi Musim Panas karya Chandra Kudapawana ini karena kami merasa mampu membawakannya baik dari segi aktor, setting, eksekusi, dan lain sebagainya, ” kata Annis sapaan akrabnya. Di samping itu, Nur Hanifah sebagai Pimpinan Produksi menjelaskan bahwa selama proses yang dijalani tidak melulu berjalan lancar. Banyak perdebatan karena memang banyaknya ide yang muncul. Karena kita sebagai tim, maka apapun idenya, keputusan harus didasarkan pada kesepakatan bersama. “Ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang yang kami lalui. Tentu tidak melulu lancar, karena ini berkaitan dengan banyak kepala tentu juga banyak ide. Ada perdebatan, ada marah-marahannya juga, tapi tetap kembali bahwa kami memiliki tujuan yang sama. Jadi pada intinya perdebatan-perdebatan itu yang kemudian membuat kami semakin tumbuh dan berkembang, tumubuh kedewasaan di masing-masing anggota,” jelasnya. Tidak hanya itu, teater Sandyakala juga memborong piala penghargaan di antaranya menjadi peran pendukung wanita terbaik yang diperankan oleh Fera Rahayu (Maria), pemeran utama wanita terbaik yang diperankan oleh Arsantika Febriyanti (Nita), ilustrasi terbaik yang dikoordinatori oleh Mutiara Perwita Sari, artistik terbaik, dan tentunya menjadi kelompok peraih penyutradaraan terbaik. Dengan capaian tersebut, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah juga mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih oleh kelompok teater Sandyakala. “Saya rasa ini pencapaian yang sangat lumayan, kenapa? karena teater Sandyakala telah menyabet lima penghargaan sekaligus, mulai dari ilustrasi terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pembantu wanita terbaik, artistik terbaik, dan juga menjadi kelompok teater penyutradaraan terbaik. Tentu ini lumayan, dan jangan berpuas hanya sampai di sini. Potensi ini harus dikembangkan menjadi lebih baik lagi dan lebih bermanfaat,” tutupnya.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Sukses Gelar Pentas Teater Penyutradaraan

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Sukses Gelar Pentas Teater Penyutradaraan

MALANG– Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pentas penyutradaraan mahasiswa PBI angkatan 2020. Setelah berproses selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya pentas penyutradaraan dibuka pada, Senin (17/07) kemarin secara luring di aula Masjid Ar-Fahrudin UMM. Pentas tersebut diikuti oleh dua kelompok teater yakni teater Sandyakala dan Mahanirmala. Dibuka secara langsung oleh dosen pengampu mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP) Dr. Hari Sunaryo, M.Si., teater Mahanirmala menjadi kelompok pertama yang unjuk gigi di hadapan penonton. Menjadi yang pertama tampil, teater Mahanirmala terbilang sukses menghibur penonton yang hadir. “Saya rasa ini cukup berhasil menjadi penampil pertama. Dengan antusiasme penonton yang positif seperti itu, tentu harus menjadi motivasi lebih untuk kelompok berikutnya yang mau tampil. Hal-hal teknis yang menjadi kendala pada penampilan perdana ini juga bisa segera diperbaiki agar pada pentas berikutnya bisa lebih baik lagi, ” kata dosen yang akrab dipanggil Pak Hari tersebut. Selain itu, Muhhamad Agustian Ferdiansyah sebagai sutradara teater Mahanirmala merasa puas dengan penampilan anggotanya yang menampilkan drama dengan naskah yang berjudul Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C. Noer. Kemudian, sebagai penampil kedua sekaligus penutup, teater Sandyakala juga tak kalah memukau dengan menampilkan pementasan dengan naskah yang berjudul Elegi Musim Panas karya Chandra Kudapawana. Teater Sandyakala juga sukses menutup pementasan dan menghibur penonton dengan menghadirkan gelak tawa dengan naskah yang bergenre drama komedi tersebut. Candra Rahma Wijaya Putra, SS., S.Pd., M.A., selaku Sekretaris Prodi PBI juga merasa senang dengan capaian ini. Pasalnya, ini merupakan gelar panggung penyutradaraan kedua setelah beberpa waktu tidak diadakan akibat pandemi COVID-19. “Setelah kemarin sukses melaksanakan gelar panggung penyutradaraan meskipun masih sedikit was-was karena pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait sudah berakhirnya pandemi Covid-19. Pada pementasan kali ini sudah bisa dimaksimalkan, baik dari kelompok teater maupun penonton yang hadir.  Hasilnya cukup memuaskan, penonton yang hadir juga lumayan banyak dengan respon yang beragam. Harapanya ini bisa menjadi langkah awal untuk Prodi PBI lebih produktif lagi dan mahasiswa mendapatkan pengalamannya yang cukup banyak selama melaksanakan studi di PBI UMM,” tutup Candra.

Puncak Penganugerahan Pentas Teater Penyutradaraan: Mahasiswa Raih Prestasi dan Banjir Apresiasi

Puncak Penganugerahan Pentas Teater Penyutradaraan: Mahasiswa Raih Prestasi dan Banjir Apresiasi

MALANG- Setelah melalui sederet rangkaian kegiatan pementasan dalam gelar pentas penyutradaraan, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan Puncak Penganugerahan Penyutradaraan, Kamis (20/07). Dilaksanakan secara luring di Lab Drama FKIP UMM, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, M.Pd. Dosen yang akrab dipanggil Pak Arif tersebut mengatakan bahwa kegiatan pentas panggung penyutradaraan tersebut merupakan program unggulan yang ada di Prodi PBI UMM. “Gelar panggung penyutradaraan merupakan program unggulan yang ada di Prodi PBI. Kegiatan ini menjadi luaran yang ada dalam mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Selepas rangkaian pementasan selesai, ini saatnya untuk mahasiswa mendapatkan apresiasi khusus dalam penganugerahan. Harapannya ke depan pengalaman ini dapat mejadi bekal mahasiswa ketika sudah lulus nanti. Saya sampaikan untuk yang menang jangan berpuas diri dan untuk yang tidak menang jangan berkecil hati. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” jelasnya. Acara puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan ini merupakan kegiatan untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah melangsungkan pentas drama. Ada berbagai kategori dan nominasi yang diperebutkan. Kategori tersebut di antaranya ada pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pendukung terbaik, ilustrasi terbaik, artistik terbaik, dan banyak kategori lainya. Selain acara pembacaan pemenang nominasi dalam setiap kategori, puncak penganugerahan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan penampilan ilustrasi dari salah satu teater yang ada. Kemudian, di akhir acara ditutup dingan pemotongan tumpeng, berfoto bersama, dan makan bersama. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku pengampu mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP) menjelaskan bahwa puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan ini merupakan akhir kegiatan dari rangkaian kegiatan yang sudah disusun. “Harapannya kedepan mahasiswa punya pengalaman yang yang tak pernah terlupakan. Terlepas menang atau tidak menang harusnya tidak mempengaruhi pengalaman yang mungkin sekali seumur hidup ini,” terangnya di hadapan para mahasiswa.

Mahasiswa PBI FKIP UMM Sukses Juarai Lomba Monolog Rektor Cup dan Raih Penghargaan Ilustrasi Terbaik

Mahasiswa PBI FKIP UMM Sukses Juarai Lomba Monolog Rektor Cup dan Raih Penghargaan Ilustrasi Terbaik

MALANG–  Tim Monolog mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sukses menempati posisi ketiga kejuaraan Rektor Cup 2023 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang. Kejuaraan tersebut diikuti oleh 10 fakultas  yang ada di UMM. Nur Hanifah, salah satu anggota yang juga menjadi aktor dalam lomba monolog tersebut mengaku senang atas prestasi yang telah diraihnya. Mahasiswa yang akrab dipanggil Hanifah tersebut juga mengaku baru pertama kalinya mengikuti perlombaan monolog, dan langsung mendapatkan juara. “Tentu ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari bantuan dari teman-teman. Harapanya, kami bisa berlatih lebih keras lagi agar prestasi ini tidak hanya berhenti di sini,” tuturnya. Sementara itu, dalam proses latihan juga didampingi oleh Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., selaku dosen Prodi PBI yang mengampu mata kuliah di bidang sastra dan drama. Pak Candra, sapaan akrabnya mengatakan bahwa prodi akan terus memantau potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa baik akademik maupun non akademik. “Prodi PBI FKIP UMM memberikan wadah untuk mahasiswa mengembangkan potensi, bakat, dan minatnya. Menurut saya, Hanifah ini punya potensi yang cukup besar di bidang keaktoran. Harapanya, tidak hanya puas dengan hasil ini, nanti bisa diasah lagi untuk hasil yang lebih bagus kedepannya,” ujarnya. Tidak hanya meraih posisi ketiga, tim monolog prodi PBI juga mendapatkan apresiasi sebagai monolog dengan ilustrasi terbaik. Dimas sebagai koordinator musik juga tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi ilustrasi terbaik. Ia mengatakan bahwa hasil yang diraihnya ini merupakan hasil kerja sama tim dan banyak sekali aspek pendukung, di bagian lighting dikoordinatori oleh Muhammad Naufal, di bagian make up dan kostum dikoordinatori oleh Mutiara, dan property dikoordinatori oleh Oki Kusuma. Kejuaraan yang dilaksanakan di Aula Masjid UMM Juni lalu tersebut, merupakan agenda tahunan yang ada di UMM. Miftahul Huda, selaku sutradara dalam tim monolog PBI ini juga berharap bisa mengikuti lagi dan bisa lebih memaksimalkan agar dapat memperoleh hasil yang lebih bagus. “Hasil ini tidak terlepas dari adanya mata kuliah Gerak dan Oratori yang sudah kami tempuh di semester 3. Mata kuliah tersebut memberikan banyak ilmu dan pengetahuan khusunya dibidang keaktoran. Oleh sebab itu, sebenarnya kami sudah punya modal yang bagus, tinggal bisa memaksimalkan atau tidak. Harapannya ke depan, harus ada lagi perwakilan dari Prodi PBI untuk mengikuti Rektor Cup atau kejuaraan lainya,” kata Huda.

Ikuti Asistensi Mengajar, Mahasiswa PBI FKIP UMM Langsung Diterima Jadi Guru

Ikuti Asistensi Mengajar, Mahasiswa PBI FKIP UMM Langsung Diterima Jadi Guru

Malang- Asistensi Mengajar adalah salah satu program kementrian pendidikan sebagai bentuk pengembangan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program tersebut memfasilitasi mahasiswa agar bisa melakukan pembelajaran secara kolaboratif dengan guru/fasilitator di berbagai satuan pendidikan dalam subsistem pendidikan formal, nonformal, dan informal.  Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM juga turut serta berpartisipasi aktif dalam program tersebut dengan bekerja sama dengan beberapa sekolah baik SMP/SMA sederajat di Malang.   Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Prodi menjelaskan bahwa dengan adanya program tersebut dapat mewadahi mahasiswa agar dapat pengalaman mengajar yang sesungguhnya. “Mahsiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar akan mendapatkan banyak keuntungan-keuntungan. Selain dapat mempraktikan ilmunya di sekolahan, program ini juga membuka peluang mahasiswa setelah lulus sudah bisa langsung mengajar di sekolah tempatnya magang atau asistensi tersebut,” terangnya.   Sementara itu, sudah ada beberapa mahasiswa PBI FKIP UMM yang langsung diterima menjadi guru di sekolah, setelah mengikuti program Asistensi Mengajar. Dwi Sinta Mujiati, salah satu mahasiswa PBI yang langsung diterima untuk mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Ngajum. Ia juga mengatakan bahwa selama mengikuti asistensi, banyak membantu di berbagai kegiatan akademik maupun non akademik hingga pada akhirnya ada breberapa guru yang merekomendasikannya untuk melamar di sekolah tersebut.   Selain Dwi Sinta Mujiati, Devi Wijayanti juga langsung diterima di sekolah tempatnya mengikuti asistensi. Mahasiswa yang akrab dipanggil Devi tersebut diterima dibagian Tata Usaha (TU) MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang. “sebelumnya saya berterima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk mengikuti Asistensi Mengajar. Menurut saya Asistensi Mengajar merupakan program yang bagus untuk mahasiswa mengukur kemampuannya serta mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia pendidikan. Harapanya ke depan, program tersebut bisa terus berinovasi dan dapat menyesuikan dengan kebutuhan dan kompetensi siswa, mahasiswa, maupun guru,” ujarnya.

Membanggakan! Nur Hidayah Alifiani Mahasiswa PBI dengan Segudang Prestasi

Membanggakan! Nur Hidayah Alifiani Mahasiswa PBI dengan Segudang Prestasi

Malang- Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya baik di bidang akademik maupun non akademik. Nur Hidayah Alifiani adalah salah satu mahasiswa PBI yang sukses raih segudang prestasi di bidang paduan suara. Keikutsertaannya di Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Surya sukses antarkan dirinya raih medali emas pertamanya di ajang Festival Paduan Suara Universitas Surabaya tahun 2019.   Fini sapaan akrabnya menceritakan bahwa prestasi yang telah diraihnya tak lepas dari kontribusi dan peran Prodi PBI FKIP UMM yang telah memberikannya ruang untuk mengembangkan bakatnya tersebut. “Prodi PBI FKIP UMM memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan fasilitas untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan minatnya. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah memberikan kebebasan menggunakan Lab Drama untuk saya dan teman-teman berlatih partiture class. Dan tentu masih banyak bentuk kontribusi lain, sehingga menambah semangat saya untuk terus berkreasi dan meraih prestasi,” terangnya.   Setelah sukses raih medali pertamanya, Fini semakin sering mengikuti kegiatan dan lomba paduan suara yang juga kantongi banyak medali. Pada tahun 2020 Fini raih Gold Medal dalam Kompetisi Paduan Suara Virtual Universitas Ciputra (KPSUC) dan juga meraih juara satu pada Pekan Olahraga dan Seni Universitas Muhammadiyah Riau (POSSE UMRI) tahun 2021 lalu, serta masih banyak prestasi lainya yang sukses ia raih.   Tidak hanya itu, Fini juga aktif di komunitas Sanggar Aksara (Sangkar) Malang. Sangkar merupakan komunitas seni dan sastra yang ada di Prodi PBI FKIP UMM. Sangkar juga menjadi salah satu wadah yang diberikan oleh Prodi PBI FKIP UMM untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan minat khususnya di bidang seni dan sastra.

Menerima Kunjungan dari SMAN 2 Raha, Prodi PBI UMM Suguhkan Program Baru CoE Entrepreneur Perbukuan

Menerima Kunjungan dari SMAN 2 Raha, Prodi PBI UMM Suguhkan Program Baru CoE Entrepreneur Perbukuan

Malang—Baru-baru ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menerima kunjungan dari SMAN 2 Raha Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan tersebut Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diberikan kesempatan untuk menyosialisasikan program unggulan yang ada di prodi. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Sidang 6.14 pada Selasa (7/3) kemarin, juga dihadiri oleh jajaran dekanat FKIP UMM. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan FKIP UMM menyambut baik atas kujungan dari SMAN 2 Raha tersebut. Beliau juga menawarkan beberapa program unggul dari prodi yang ada di FKIP dan juga beberapa beasiswa yang bisa diambil ketika masuk menjadi mahasiswa UMM. “Saya ucapkan terima kasih untuk perwakilan siswa-siswi kelas 10 samapai kelas 12 yang sudah datang ke UMM khususnya ke FKIP. Di FKIP ada 6 program studi dan 1 prodi profesi di antaranya Pendidikan Bilogi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Program Pendidikan Profesi Guru. Tentu karena FKIP sudah terakreditasi unggul, maka seluruh program studi juga sudah terakreditasi unggul. Nanti akan dijelasakan secara langsung oleh perwakilan masing-masing prodi,” lanjut Ibu Trisakti dalam sambutannya. Prodi PBI yang diwakili oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., dosen sekaligus Tim PMB Prodi PBI FKIP UMM menjelaskan banyak hal berkaiatan dengan program unggulan yang ada di Prodi PBI. Salah satu program yang disuguhkan dengan porsi paling banyak adalah program CoE Entrepreneur Perbukuan. CoE Entrepreneur Perbukuan merupakan sekolah unggul yang dimiliki oleh prodi. CoE tersebut adalah program baru yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman lapang lebih banyak mulai dari bidang bisnis, editor perbukuan, serta pengetahuan di bidang kepenerbitan buku. Bu Ani sapaan akrabnya, juga memberikan arahan bagi siswa yang ingin kuliah dan lulus tepat waktu. “Jika nanti ada yang ingin melanjutkan kuliah dan ingin lulus tepat waktu tanpa harus mengerjakan skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia punya solusinya. Di Prodi PBI banyak cara untuk bisa lulus tepat waktu dan juga tidak perlu lagi mengerjakan skripsi, salah satunya adalah dengan mengikuti program ekuivalensi skripsi. Jadi teman-teman bisa menulis jurnal yang terakreditasi sinta, membuat novel yang diterbitkan, membuat cerpen yang dibukukan, atau kalau teman-teman suka menulis naskah lalu membuat sebuah pementasan drama juga bisa untuk menggantikan skripsi. Belum lagi program magang yang ada di Prodi PBI juga banyak sekali yang bisa menunjang kempetensi teman-teman ketika menjadi mahasiswa ataupun nanti sudah lulus kuliah,” jelasnya.

Tingkatkan Kualitas Penilaian, Prodi PBI UMM Susun Instrumen Penilaian Edukatif, Otentik, Objektif, Akuntabel dan Transparan

Tingkatkan Kualitas Penilaian, Prodi PBI UMM Susun Instrumen Penilaian Edukatif, Otentik, Objektif, Akuntabel dan Transparan

Malang—Setelah Lokakarya Penyusunan Kurikulum OBE Berbasis CoE Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM yang dilaksanakan di Hotel Kapal Garden Sengkaling, Malang Sabtu (4/3) kemarin dilanjutkan dengan Lokakarya Penyusunan Instrumen Penilaian dengan Prinsip Penilaian: Edukatif, Otentik, Objektif, Akuntabel, dan Transparan. Dimoderatori oleh Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, M.Pd menyampaikan pentingnya keterbaruan penyusunan instrumen penilaian dengan menyesuaikan kebutuhan mahasiswa dan kurikulum yang berlaku. “Saya sampaikan kepada Bapak/Ibu dosen PBI untuk terus berinovasi termasuk dalam hal penyusunan instrumen penilaian. Oleh karenannya, kami mengarahkan untuk menyusun instrumen dengan prinsip penilaian edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan juga transparan. Harapannya dengan prinsip penilaian tersebut dapat meningkatkan kualitas mahasiswa di samping dengan pemberlakuan kurikulum baru yang sudah kita diskusikan tadi,” lanjutnya dalam penjelasan materi tentang penyusunan instrumen penilaian. Dalam kegitan tersebut juga diisi dengan diskusi terbuka dan sumbang saran oleh dosen Prodi PBI FKIP UMM. Prof. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd., Dosen PBI menyampaikan bahwa selain penilaian pengetahuan dan keterampilan, yang paling penting dan sulit adalah penilaian sikap. “Penilaian sikap adalah penilaian yang didasarkan pengetahuan kita tentang mahasiswa yang dinilai. Artinya kita tidak bisa menentukan nilai sikap mahasiswa hanya di akhir saja, misalnya dengan kita melihat ketepatannya dalam pengumpulan tugas, disiplin waktu, keaktifan Ketika di kelas, sopan, dan lain sebagainya,” kata Prof. Ribut, sapaan akrabnya. Tidak hanya membahas tentang instrumen penilaian, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A yang juga sebagai Sekprodi PBI FKIP UMM juga menyampaikan kaitanya sumber daya manusia yang ada di lingkungan prodi baik dosen maupun mahasiswa. Lebih khusus, Candra juga menyinggung tentang peningkatan kualitas dosen dengan studi lanjut serta melakukan pengurusan kepangkatan. Hal tersebut penting dilakukan karena untuk menunjang proses akreditasi Prodi pada tahun 2027 mendatang.