Bertandang ke MAN 2 Blitar, Mahasiswa PBI Ajak Siswa Berkolaborasi Musikalisasi Puisi

Bertandang ke MAN 2 Blitar, Mahasiswa PBI Ajak Siswa Berkolaborasi Musikalisasi Puisi

MALANG- Sanggar Aksara (Sangkar) grup musikalisasi puisi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertandang ke MAN 2 Blitar, Sabtu (11/06). Hadirnya sangkar ke MAN 2 Blitar merupakan sebagian dari runtutan acara edukasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut UMM juga memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi siswa-siswi. Sangkar sendiri menampilkan beberapa musikalisasi puisi dan mengajak siswa-siswi untuk berkolaborasi  membaca puisi. Sebagai pembuka, Sangkar menampilkan musikalisasi puisi yang berjudul “Manusia” karya Korrie Layun Rampan. Dalam penampilanya tersebut tentu mendapat sambutan dan respon yang sangat positif dari siswa-siswi dan guru yang hadir dalam aula MAN 2 Blitar. Suasana semakin meriah setelah Sangkar menampilkan musikalisasi puisi yang kedua, berjudul “Derita Sudah Naik Seleher” karya Wiji Tukul. Antusiasme siswa-siswi berlanjut hingga akhirnya Sangkar mengajak siswa-siswi MAN 2 Blitar yang terpilih untuk berkolaborasi membacakan puisi. Candra Rahma Wijaya Putra, SS, S.Pd., MA., selaku Sekretaris Prodi PBI UMM yang juga tergabung dalam kegiatan tersebut juga ikut dalam menyeleksi siswa-siswi yang ingin berkolaborasi dengan Sangkar. Candra juga menyambut baik antusiasme siswa-siswi tersebut. “Saya rasa ini merupakan kegiatan yang cukup positif, selain sebagai ajang promosi dan pengenalan Prodi PBI ke khalayak, juga sebagai kegiatan edukasi untuk menambah wawasan dan pengalaman siswa-siswi  MAN 2 Blitar, ” tutur Candra. Setelah beberpa kali latihan membaca puisi dan menyesuaikan dengan musikalnya, akhirnya tiga siswa terpilih untuk tampil. Sangat di luar dugaan, kolaborasi tersebut sukses dilaksankan. Betapa tidak, siswa yang hanya beberpa kali latihan tersebut bisa menampilkan penampilan yang luar biasa. R. Zulfa Setyoko Pamungkas, selaku ketua dari Sangkar juga mengapresiasi kolaborasi musikalisasi tersebut. “Tentu ini kolaborasi yang cukup sukses, hanya dengan beberapa kali latian bisa menampilkan penampilan sekeren itu, ” jelasnya.  (Fif)

Prodi PBI UMM Edukasi Pentingnya Bahasa dan Sastra Indonesia Kepada Siswa-siswi MAN 2 Blitar

Prodi PBI UMM Edukasi Pentingnya Bahasa dan Sastra Indonesia Kepada Siswa-siswi MAN 2 Blitar

MALANG- Dalam rangka pelaksanaan program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) melaksanakan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya bahasa dan sastra Indonesia kepada siswa-siswi di MAN 2 Blitar, Sabtu kemarin (11/06). Serangkaian dengan kegiatan tersebut, UMM juga menghadirkan Mobil Pintar dan Mobil Bioskop Keliling andalannya. Tidak hanya itu, Prodi PBI juga mengajak mahasiswanya untuk mempersembahkan penampilan musikalisasi puisi.   Fida Pangesti, S.Pd., M.A., dosen PBI UMM yang juga menjadi pemateri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosialisasi sekaligus edukasi yang dilakukan oleh Prodi PBI UMM. “kegiatan ini merukapan kegiatan untuk mengenalkan Prodi PBI ke siswa-siswi MAN 2 Blitar. Selain itu, kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya bahasa dan sastra Indonesia untuk membuka wawasan yang lebih luas lagi, ” jelasnya.   Lebih lanjut, Candra Rahma Wijaya Putra, SS, S.Pd., MA., selaku Sekretaris Prodi PBI UMM yang juga ikut dalam kegiatan tersebut mengenalkan mahasiswa PBI yang tergabung dalam komunitas musikalisasi puisi “Sangkar” (Sanggar Aksara). Sangkar termasuk komunitas yang bergerak dalam bidang sastra.   “Bergerak di bidang sastra, Komunitas Sangkar merupakan komunitas yang terbentuk setelah mahasiswa PBI mengikuti mata kuliah praktek. Komunitas ini menjadi produk nyata yang sangat positif dari mata kuliah yang ada di Prodi PBI, ” tutur Candra.   Menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi, Sangkar mempersembahkan tiga musikalisasi puisi yakni puisi yang berjudul “Manusia” karya Korrie Layun Rampan, “Derita Sudah Naik Seleher” karya Wiji Tukul, dan “Senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar. Dalam kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa game dan doorprize. di akhir kegiatan, Sangkar berkolaborasi musikalisasi puisi dengan siswa MAN 2 Blitar. Dari kolaborasi tersebut mempersembahkan musikalisasi yang sangat memukau penonton yakni siswa-siswi dan guru MAN 2 Blitar.  

Workshop Jurnalistik PBI UMM: Mendorong Mahasiswa PBI dan Masyarakat Luas Mampu berpikir Kritis, Kreatif, dan Terampil.

Workshop Jurnalistik PBI UMM: Mendorong Mahasiswa PBI dan Masyarakat Luas Mampu berpikir Kritis, Kreatif, dan Terampil.

MALANG- Setelah workshop MC, kali ini Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan serupa namun pada bidang yang berbeda yakni Workshop Jurnalistik. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Melenial yang Kreatif, Kritis, dan Terampil Dalam Kepenulisan Berita” tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 130 peserta dari berbagai kalangan, Minggu (22/05). Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Prodi PBI UMM mengatakan bahwa workshop kali ini sangat berguna bagi mahasiswa. “Peran mahasiswa saat ini adalah sebagai mitra kritis untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa terhadap apa yang terjadi pada dunia saat ini khususnya di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan diadakanya workshop jurnalistik kali ini membuat mahasiswa lebih terampil dalam dunia kepenulisan maupun dalam dunia kritikan, ” ucapnya. Selain itu, kegiatan ini juga mengundang moderator yang ahli dalam bidang jurnalistik, yakni Achmad Santoso, M.pd., sebagai Editor di Jawa Pos. Selain sebagai Editor, Santoso juga dikenal memiliki banyak karya fenomenal di antaranya “Sihir Rocky Gerung”, dan “Mendidik dari Akar Rumput”, dan masih banyak lagi. Ketua Pelaksana, Kholidatin Jannah menyebutkan Workshop Jurnalistik ini bertujuan untuk Memfasilitasi mahasiswa PBI dan masyarakat umum untuk mengenal dasar-dasar jurnalistik, mendorong mahasiswa PBI dan masyarakat umum agar mampu berpikir kritis, kreatif dan terampil dalam menulis berita, dan memotivasi mahasiswa PBI dan masyarakat umum untuk menghasilkan luaran berupa teks berita. Searah dengan tujuan dilaksanakannya Workshop Jurnalistik kali ini, Santoso menyebutkan beberapa poin inti yakni tentang pengertian berita, peruntukan berita, proses yang dilalui ketika menulis berita, dan banyak lain lagi. “Berita merupakan laporan terkini tentang fakta atau pendapat yang penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan melalui media massa. Waktu sangat berarti atau sangat diperlukan dalam proses penyebaran atau penyampaian berita. Terakhir, laporan maksudnya di sini adalah bagaimana cara menyampaikan atau menampilkan berita tersebut kepada khalayak ramai untuk menarik ketertarikan khalayak pada berita tersebut, ” kata santoso. Kemudian Kholidatin sebagai ketua pelaksana sekaligus peserta dalam workshop tersebut berharap dengan mengikuti workshop jurnalistik ini, seluruh mahasiswa  terutama mahasiswa PBI dan masyarakat umum dapat termotivasi untuk menulis berita yang faktual dengan berpedoman pada sumber yang terpercaya, dan bagaimana menjadi seorang jurnalis yang mumpuni. (Fif)

Workshop MC PBI UMM Sebagai Fasilitas dan Tindak Lanjut Mata Kuliah Retorika

Workshop MC PBI UMM Sebagai Fasilitas dan Tindak Lanjut Mata Kuliah Retorika

MALANG- Pembawa acara atau yang lebih dikenal dengan Master of Ceremony (MC) adalah salah satu keterampilan berbicara yang dipelajari di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) loh. Kira-kira seperti apa ya keseruannya? Berikut ulasanya.   Sukses tidaknya suatu acara sangat bergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah pembawa acara. Pembawa acara atau MC menjadi salah satu keterampilan berbicara yang dipelajari dalam mata kuliah Retorika. Fida Pangesti, S. Pd., MA., sebagai pengampu mata kuliah mengungkapkan bahwa Retorika merupakan mata kuliah yang cukup menarik. “Retorika ini merupakan mata kuliah wajib di semester empat. Mata kuliah ini menarik karena di sini kita mempelajari seni dalam berbicara, jadi yang dikembangkan adalah kemampuan berbicara kita, ” jelasnya.   Baru-baru ini, Prodi PBI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Workshop MC yaitu sebagai tindak lanjut juga sekaligus menjadi fasilitas mata kuliah Retorika. Kegiatan yang diwajibkan untuk mahasiswa angkatan 2020 yang menempuh mata kuliah Retorika tersebut dilaksanakan secara daring. Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan praktik MC secara profesional. Tidak tanggung-tanggung, dalam kegiatan workshop tersebut mendatangkan langsung praktisi MC dari Jakarta yakni Choirul Asari, S.S., sebagai narasumber.   Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, sebagai bekal baik ketika kuliah maupun setelah lulus kuliah nantinya. Candra Rahma Wijawa Putra, S.S., S.Pd., M.A., selaku Sekretaris Prodi PBI UMM menyambut positif kegiatan workshop MC ini.   “Saya rasa ini kegiatan yang cukup baik, cukup positif bagi mahasiswa karena sebagai bekal kompetensi tambahan. Seperti kita tahu, kuliah di Prodi PBI ini peluang kerjanya cukup luas. Tidak hanya menjadi guru, bisa juga jadi penulis, jadi pustakawan, ataupun jadi pembawa acara atau MC, ” kata Candra.   “Harapan saya dengan adanya kegiatan ini, membuktikan keseriusan Prodi PBI UMM memberikan wadah atau fasilitas untuk mahasiswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang MC ini. Tentu ini hanya salah satu, dan masih banyak lagi fasilitas yang lain untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan minatnya, ” tutupnya.

Setelah Dua Tahun Daring, Akhirnya UMM Sukses Gelar UTS Luring

Setelah Dua Tahun Daring, Akhirnya UMM Sukses Gelar UTS Luring

MALANG-  Setelah dua tahun dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19, akhirnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) secara luring untuk pertama kalinya pada, Selasa (17/05). UTS dilaksanakan serempak seluruh Prodi yang ada di UMM, tak terkecuali Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Arif Setiawan, M. Pd., selaku Kepala Prodi PBI menyambut baik dilaksanakannya UTS luring ini.   “Tentu ini akan menjadi harapan baru, setelah lumpuh sekitar dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Nantinya setelah UTS luring ini, akan dilaksanakan perkuliahan tatap muka secara normal kembali. Pelaksanaan perkuliahan secara luring ini tentu tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, ” Ujar Arif.   Drs. Jarum, M.Ed., ketua panitia UTS mengatakan, pelaksanaan UTS luring pertama kali setelah dua tahun dilaksanakan secara daring berjalan lancar dan tertib. Selain itu, UTS kali ini terdiri dari dua skema, yakni ujian tulis terjadwal dan ujian mandiri. Ujian mandiri diberlakukan untuk mata kuliah berbasis praktikum, seperti Microteaching, Speaking, dan Kewirausahaan. “sebenarnya saya sempat khawatir,  tentang pemenuhan pengumpulan soal oleh dosen dan kehadiran mahasiswa dalam UTS. Juga, kehadiran dosen sebagai pengawas UTS melihat padatnya kegiatan dosen, ” jelasnya.   Lebih lanjut, UTS ini memang mengikuti serangkaian tahapan. Dosen mengirimkan soal UTS kepada panitia untuk diverifikasi oleh tim penjaminan mutu soal. Harapannya, soal yang disusun harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Pelaksanaan UTS kali ini terhitung sukses. Selain karena baru pertama kali dilaksanakan secara luring, juga karena butuh koordinasi yang cukup intens dengan berbagi pihak yang terlibat. Dikutip dari informasi FKIP, keberhasilan UTS ini tak lepas dari dukungan pimpinan fakultas. Sebelum pelaksanaan UTS, pimpinan fakultas menggelar pertemuan dengan seluruh dosen dan karyawan, Jumat (13/05). Dalam pertemuan itu, dekanat mengimbau seluruh dosen untuk terlibat dalam pelaksanaan UTS.

Rektor UMM Jadi Narasumber Dalam MarkPlus Institute Goes To Campus

Rektor UMM Jadi Narasumber Dalam MarkPlus Institute Goes To Campus

MALANG- Dalam sebuah acara Webinar (Talk Show) yang diselenggarakan secara virtual oleh MarkPlus Institute Goes To Campus Episode 53, hadir sebagai salah satu narasumber adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Fauzan, M.Pd. Dalam kegiatan yang dilaksanakan hari Sabtu (14/05) tersebut, Hermawan Kertajaya, Founder dan Executive Chairman MarkPlus, Inc. membuka Talk Show dengan penjelasan mengenai apa yang sudah dan akan dikembangkan oleh MarkPlus ke depannya dan juga sekaligus menyampaikan harapannya terhadap program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).   “Saya ingin MBKM ini jalan beneran, jadi jangan hanya pura-pura saja. Jadi harus betul-betul Punakawan, bahkan ditambah Pandawa Lima. Jangan elit saja, karena saya bukan bagian dari elit,” jelas Hermawan.   Dalam bidang marketing, MarkPlus sudah melewati masa 31 tahun yaitu sejak tahun 1990. Selain itu, dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, memang diharapkan bidang marketing nantinya akan bersinergi antara dunia industri dan dunia kampus.  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Jawa Timur, memiliki Praktik kewirausahaan mahasiswa yang dikembangkan melalui Young Management Enterpreneur (YME) dan Management English Community (MEC).   Menanggapi perkembangan tersebut, Hermawan juga menyatakan bahwa tidak mungkin marketing tanpa enterpreneurship. “Kita tidak mungkin diganti mesin semua, maka perlu dilakukan transformasi melalui MBKM yang hampir sama dengfan CI-EL (Creativity, Innovation – Enterpreneurship Leadership) dan PI-PM (Productivity, Improvement-Profesionalism Management), ” kata Herman.   Sementara Itu, Dr. Fauzan, M.Pd., membawakan materi dengan tema besar yaitu tentang pendidikan tinggi yang berkepastian. “Saya memilih judul Pendidikan Tinggi yang Berkepastian itu sebenarnya bisa kita tebak, mengapa UMM harus bergerak sebagai perguruan tinggi bukan hanya sekadar sebagai Agent of Change tetapi harus menjadi Driver of Change yaitu menjadi penggerak perubahan, ” terang Fauzan dalam Talk Show MarkPlus.   “Oleh sebab itu, MBKM tidak boleh dimaknai hanya hanya sekadar formalitas, tetapi harus lebih dari itu, harus kita jadikan tonggak revolusi sistem manajemen pendidikan tinggi. Karena pada hakikatnya perguruan tinggi adalah penyedia SDM (Sumber Daya Manusia) dalam rangka untuk menjawab persoalan-persoalan ke depan, ” lanjut Fauzan.

BIPA UMM Menyambut Baik Upaya Pemerintah Menjadikan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

BIPA UMM Menyambut Baik Upaya Pemerintah Menjadikan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

MALANG- Menjadikan  Bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional bukanlah hal yang mustahil. Bagaiaman tidak, upaya untuk menjadikan Bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional terus digencarkan oleh pemerintah. Pada bulan April kemarin, pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London mengadakan Webinar yang bertema Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Rabu (27/4). Webinar tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia di London, Desra Percaya dan Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek, Aminuddin. Selain itu, juga turut mengundang Kepala Devisi Internasionalisasi Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faizin, S.Pd., M.Pd., sebagai Penanggap. Faizin juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia London karena telah menginisiasi pelaksanakan Webinar Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek menyampaikan peluang dan tantangan dalam menjadikan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional, di antaranaya adalah masih lemahnya sinergi antar pemangku kepentingan dan beragamnya sikap bahasa para pelaku diplomasi bahasa. “Dalam dua tahun terakhir, berbagai pihak telah berupaya untuk melakukan internasionalisasi Bahasa Indonesia. Namun masih bersifat sektoral dan dilakukan secara terpisah. Untuk menguatkan posisi Bahasa Indonesia diperlukan sinergi semua sektor dan antar aktor diplomasi bahasa, ” kata Aminuddin. Pada kesempatan ini juga turut diluncurkan buku berjudul “Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN” inisiasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) United Kingdom (UK). Duta Besar Republik Indonesia di London, Desra Percaya, turut mengapresiasi  inisiatif PPI-UK yang menghasilkan karya buku berjudul “Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN”. Buku tersebut menampung gagasan dua belas penulis tentang alasan mengapa Bahasa Indonesia layak dipertimbangkan sebagai bahasa resmi ASEAN. Para penulisnya juga berasal dari berbagai negara di ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam, Singapura, dan Thailand. Kemudian, Faizin, yang juga berkantor di BIPA UMM (Bahasa Indonesia Penutur Asing Universitas Muhammadiyah Malang) menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Harapanya, langkah-langkah strategis yang telah diambil dapat membuahkan hasil yang maksimal. Tentu juga dibutuhkan sinergi antar pemangku kebijakan untuk bersama-sama mewujudkan internasionalisasi Bahasa Indonesia.

Dosen PBI UMM, Faizin Menjadi Pembicara dalam Webinar Internasionalisasi Bahasa Indonesia di KBRI London

Dosen PBI UMM, Faizin Menjadi Pembicara dalam Webinar Internasionalisasi Bahasa Indonesia di KBRI London

MALANG- Dalam upaya mendorong bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di London terus perkuat bahasa Indonesia di kancah dunia. Webinar yang mengusung tema “Internasionalisasi Bahasa Indonesia” dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan melalui Chanel Youtube KBRI London TV, pada Rabu (27/04). Faizin S.Pd., M.Pd. yang menjadi salah satu narasumber dalam Webinar tersebut mengapresiasi inisiatif KBRI London yang menghadirkan tiga narasumber dari sektor yang berbeda namun masih sangat terkait. Dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Internasionalisasi Bahasa Universita Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut juga menjelaskan bahwa pengajar BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) juga dapat berperan menjadi pelaku diplomasi. “Para pengajar BIPA perlu dibekali dengan kecakapan diplomasi seperti pemahaman terhadap diplomasi lunak dan geopolitik Indonesia, sehingga dapat ikut berperan dalam percepatan internasionalisasi Bahasa Indonesia, ” ujarnya. Pada kesempatan ini juga terut diluncurkan buku berjudul “Bahasa Indonesi untuk Bahasa ASEAN” yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) United Kingdom (UK). Duta Besar Republik Indonesia di London, Desra Percaya, mengapresiasi inisiatif PPI-UK yang menghasilkan karya buku yang berjudul “Bahasa Indonesia untu Bahasa ASEAN”. Buku tersebut menampung gagasan dua belas penulis tentang alasan bahasa Indonesia layak dipertimbangkan sebagai bahasa resmi ASEAN. Lebih lanjut, Faizin juga berharap adanya peta jalan akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia, mengingat upaya internasionalisasi bukan merupakan hal baru. “Berbicara internasionalisasi bukan hajat Badan Bahasa Kemendikbudristek saja, namunhajat bersama seluruh warga negara. Perlu juga sinergi para pemegang kebijakan untuk upaya akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia, ” tutupnya.

Virtual Education Exhibiton: Gali Potensi Diri Bersama Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

Virtual Education Exhibiton: Gali Potensi Diri Bersama Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

MALANG- Mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sangat berpengaruh terhadap studi dan karier yang akan kita tempuh. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) mengadakan Virtual Education Exhibiton dengan tema “Gali Potensi Diri Bersama Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM”. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Prodi PBI UMM untuk memfasilitasi para siswa dan mahasiswa dalam menggali potensi diri sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Kegiatan yang berlangsung secara virtual dengan menggunakan platform Zoom tersebut berjalan dengan beberapa sesi dan diikuti sekitar 200 peserta, mulai dari siswa sampai mahasiswa.   Arif Setiawan, M.Pd, selaku Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, dalam sambutanya menjelaskan bahwa Prodi PBI UMM akan senantiasa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya.   “Tentu ini akan menjadi langkah awal Prodi PBI UMM untuk mengetahui potensi-potensi yang ada dalam diri mahasiswa, sebelum nantinya akan diberikan fasilitas atau ruang untuk mengembangkan potensi tersebut. Prodi PBI UMM memiliki banyak sekali program unggulan yang bisa mewadahi teman-teman mahasiswa mengembangkan potensinya, sebagai bekal yang sangat berharga ketika nanti lulus kuliah, ” sambungnya.   Virtual Education Exhibiton ini merupakan kegiatan yang cukup menarik dan sangat bermanfaat. Dalam kegiatan tersebut juga ada personality test, yaitu kegiatan mengenali potensi diri dengan memanfaat teknologi internet dalam bentuk Web. Dalam personality test  tersebut peserta diarahkan untuk mengisi beberpa pertanyaan yang nantinya akan muncul jawaban tentang personality masing-masing perseta. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga mengenalkan program unggulan yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Program unggulan tersebut mulai dari kegiatan sastra produktif, jurnalistik, Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), dan pendidik abad 21. Tentunya dengan pemateri yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing.   Terakhir, kegiatan tersebut ditutup dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap antusias perserta dalam mengikuti acara dari awal sampai akhir. Kemudian juga ada informasi lomba yang bisa diakses di akun media sosial PBI UMM yaitu @bahasaindonesiaUMM.

Seminar Kepenerbitan Prodi PBI UMM: “Menjadi Editor dan Penerbit Profesional”

Seminar Kepenerbitan Prodi PBI UMM: “Menjadi Editor dan Penerbit Profesional”

MALANG- Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM membuka peluang kerja melalui seminar kepenerbitan yang dilaksanakan pada hari Rabu, kemarin (30/03/22). Kegiatan seminar yang bekerja sama dengan editor senior Citra Intrans Selaras, Abdur Rahim, Mengusung tema Menuju Kelas Unggulan “Editor dan Penerbit Profesional”: Peran Editor dalam Industri Penerbitan Buku.  Seminar tersebut dilaksanakan luring di aula GKB 4 Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dihadiri kurang lebih 100 peserta, seminar tersebut berlangsung lancar, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain menghadirkan pemateri dari luar, seminar tersebut juga dihadiri oleh Dekan fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Trisakti Handayani, M.M. Dalam sambutannya, dosen yang akrab dipanggil ibu Tri tersebut juga menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya menjadikan mahasiswa cakap dalam menguasai mata kuliah, tetapi juga dipersiapkan bisa cakap dalam dunia kerja. “Saya rasa UMM ini sudah cukup memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya cakap dalam pembelajaran mata kuliah saja tetapi juga dalam menghadapi dunia kerja setelah kuliahnya selesai. Banyak pelatihan-pelatihan, bahkan magang yang disediakan oleh UMM, termasuk salah satu peluang yang terbuka cukup lebar ya menjadi editor, apalagi kalau jurusanya bahasa, ” tuturnya. Abdur Rahim sebagai pemateri dalam seminar tersebut juga menyambut positif ajakan kerja sama oleh Prodi Pendidikan bahasa Indonesia (PBI) dalam bidang penerbitan khususnya editor profesional. “Tentu ini akan menjadi awal yang baik, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sangat fokus dalam berinovasi, termasuk memberikan pilihan peluang kerja sesuai bidang salah satunya menjdai seorang editor profesional, ” Tidak hanya itu, Arif Setiawan, M.Pd, selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia juga berharap dengan adanya seminar ini dapat memfasilitasi bakat dan minat mahasiswa Prodi PBI UMM. “Harapanya, mahasiswa dapat menemukan potensi yang ada dalam dirinya, kemudian mengembangkan. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia akan terus memberikan wadah serta fasilitas-fasilitas untuk mendukung mahasiswa mengembangkan bakat dan minatnya, ” tutupnya.