Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Unjuk Gigi dalam Gelar Panggung Penyutradaraan 2022

MALANG- Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar panggung penyutradaraan untuk mahasiswa PBI angkatan 2019. Setelah berproses selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya panggung penyutradaraan dibuka pada, Jumat (05/07) kemarin secara luring di aula BAU (Biro Administrasi Umum) UMM. Gelar panggung tersebut diikuti oleh empat kelompok teater yakni teater Naungan Surau, Oasis, Hawicarita, dan Sranti Arutala. Dibuka secara langsung oleh Kaprodi PBI UMM, Arif Setiawan, M.Pd., dan dosen pengampu mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP) Dr. Hari Sunaryo, M.Si., teater Sranti Arutala menjadi kelompok pertama yang unjuk gigi di hadapan penonton. Menjadi yang pertama tampil, teater Sranti Arutala terbilang sukses menghibur penonton yang hadir. “Saya rasa ini cukup berhasil menjadi penampil pertama. Dengan antusiasme penonton yang positif seperti itu, tentu harus menjadi motivasi lebih untuk kelompok berikutnya yang mau tampil. Hal-hal teknis yang menjdai kendala di penampilan perdana ini juga bisa segera diperbaiki agar dipenampilan berikutnya bisa lebih baik lagi, ” kata dosen yang akrab dipanggil Pak Hari tersebut. Selain itu, Muhhamad Fishal Abda’u sebagai sutradara teater Sranti Arutala merasa puas dengan penampilan anggotanya yang menampilkan drama dengan naskah yang berjudul Fajar Sidiq karya Emil Sanossa. Kemudian, sebagai penampil kedua, teater Oasis unjuk gigi dengan menampilkan pementasan dengan naskah yang berjudul Ben Go Tun karya Saini KM. Tidak kalah dengan penampilan sebelumnya, teater Oasis juga sukse menghibur penonton dengan menghadirkan gelak tawa dengan naskah yang bergenre komedi tersebut. Kesuksesan serupa juga dirasakan oleh dua kelompok teater selanjutnya yakni teater Hawicarita dengan naskah yang berjudul Kota Tak Henti Bernyanyi karya Ramatyan Sarjono dan teater Naungan Surau dengan naskah Dukun-Dununan karya Moliere. Candra Rahma Wijaya Putra, SS., S.Pd., M.A., selaku Sekretaris Prodi PBI juga merasa senang dengan capaian ini. Pasalnya, ini merupakan gelar panggung penyutradaraan pertama setelah beberpa waktu tidak diadakan akibat pandemi COVID-19. “Setelah kemarin vakum, dan beralih daring, kali ini gelar panggung penyutradaraan sukses digelar perdana secara luring. Hasilnya cukup memuaskan, penonton yang hadir juga lumayan banyak dengan respon yang beragam. Harapanya ini bisa menjadi langkah awal untuk Prodi PBI lebih produktif lagi dan mahasiswa mendapatkan pengalamannya yang cukup banyak selama melaksanakan studi di PBI UMM, ” tutup Candra. (Fif)
Pembukaan Gelar Panggung Penyutradaraan Mahasiswa PBI UMM Angkatan 19

MALANG- Setelah vakum selama setahun akibat pandemi COVID-19, akhirnya panggung penyutradaraan sukses digelar kembali secara luring pada, Jumat (05/07). Panggung penyutradaraan merupakan istilah yang digunakan dalam mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Mata kuliah tersebut adalah mata kuliah wajib di semester enam. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sangat mendukung penuh kegiatan positif tersebut. Dilaksanakan mulai tanggal 05 juli s.d 07 Juli 2022 di aula BAU (Biro Administrasi Umum) UMM, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Arif Setiawan, M.Pd. Dalam sambutannya, dosen yang akrab dipanggil Pak Ayik tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas kembali digelarnya kegiatan tersebut. Pasalnya, selama pandemi COVID-19 kegiatan tersebut vakum dan beralih ke siaran langsung (daring). “Saya merasa bersyukur atas kembali digelarnya panggung penyutradaraan ini, selain untuk memfasilitasi teman-teman untuk memperoleh haknya dalam mata kuliah KSP tentu agar teman-teman mendapatkan pengalaman yang tidak didapatkan dalam mata kuliah apapun. Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk kami, setelah sekian lama vakum dan beralih ke daring semuanya. Harapan saya acara dapat terlaksana dengan lancar hingga akhir, kurang lebih tiga hari ke depan dengan beberapa rangkaian acara pementasan dan penganugerahan, ” kata Arif dalam sambutanya. Lebih lanjut, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku pengampu mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP) juga menambahkan bahwa dalam kegiatan panggung penyutradaraan ini mahasiswa harus bisa melakukannya secara maksimal. “Selama rangkaian kegiatan mata kuliah mungkin ini adalah gongnya. Teman-teman sudah berproses cukup lama, kurang lebih tiga bulan, tentu harapanya dalam penampilanya harus bisa menampilkan yang paling maksimal. Apalagi kita ditonton oleh masyarakat umum, jadi tidak ada alasan untuk tidak maksimal, ” jelasnya. Gelar panggung penyutradaraan tersebut juga dibuka dengan pementasan drama oleh kelompok teater Sranti Arutala dengan naskah yang berjudul Fajar Sidiq karya Emil Sanossa. Pementasan pembuka tersebut sukses digelar dengan dihadiri oleh puluhan penonton. Penonton yang hadir sangat mengapresiasi pementasan tersebut dengan tepuk tangan dan foto bersama di akhir pementasan. (Fif)
Menjelang Ujian Ujian Akhir Semester, Mahasiswa PBI UMM Mengikuti Workshop Story Telling

MALANG- Menjelang ujian akhir semester (UAS), Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gencar membuat kegiatan workshop. Baru-baru ini, Prodi PBI mengadakan workshop Story Telling, Pada Sabtu (23/07). Workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari mata kuliah Retorika yang sedang ditempuh oleh mahasiswa di semester 4. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta tersebut dilaksanakan secara luring di Lab Drama FKIP UMM. Hadir sebagai pemateri, Moza Handayani, M.Pd., merasa senang karena peserta yang hadir cukup antusias mengikuti workshop dari awal sampai akhir kegiatan. dalam kegiatan tersebut, wanita yang akrab dipanggil Bu Moza tersebut menjelaskan banyak hal tentang story telling. “Saya rasa teman-teman semua sudah tahu apa itu story telling, untuk lebih mudah story telling merupakan kegiatan mendongeng atau bercerita. Sebelum lebih jauh membahas tentang story telling, saya ingin menyampaikan bahwa ada perbedaan antara bercerita dan mendongeng. Lebih gampangnya kalau bercerita ini lebih ke kenyataan atau fakta, sedangkan mendongeng ini lebih kearah yang imajinatif atau khayal, ” jelas Bu Moza kepada peserta workshop. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga memfasilitasi semua peserta workshop praktik langsung dengan didampingi Bu Moza. Bu Moza yang pernah menjuarai beberapa lomba story telling baik lokal maupun nasional tersebut, juga tak segan untuk memberi masukan dan mencontohkan langsung kepada peserta yang tampil mendongeng atau story telling. Menariknya lagi, Bu Moza menjelaskan materi juga dengan alat bantu berupa boneka yang bisa digerakkan dengan tangan. Hal tersebut membuat peserta semakin antusias mengkikuti workshop tersebut. Fida Pangesti, S.Pd., M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah Retorika berharap dengan adanya mata kuliah ini bisa membuat mahasiswa lebih aktif dan produktif. “Workshop story telling ini merupakan workshop kedua dalam mata kuliah Retorika ini. Sebelumnya juga ada workshop kepenyiaran, mahasiswa diajak terjun langsung ke lapangan. Waktu itu mahasiswa berkunjung langsung ke kantor JTV Malang, ” kata Fida. Dosen yang akrab dipanggil Bu Fida tersebut juga menjelaskan tentang rencana akan diadakan praktik langsung story telling ke sekolah-sekolah. “Natinya juga ada rencana praktek langsung sebagai luaran workshop. Mahasiswa akan datang ke sekolah-sekolah untuk praktek story telling di hadapan siswa. Untuk teknisnya mungkin nanti bisa berkelompok atau individu, ” tutupnya. (Fif)
Keren! Kurikulum Prodi PBI FKIP UMM Sudah Berbasis OBE dan MBKM

MALANG- Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan salah satu Program Studi yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sudah terakreditasi unggul. Banyak sekali keunggulan yang ditawarkan oleh Prodi PBI UMM yakni mulai dari luaran mata kuliah (OBE), kemudian kurikulum yang sudah terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa setelah mengikuti rangkaian program yang ada di Prodi PBI akan tersertifikasi di LSP UMM. Sejalan dengan program pemerintah, Prodi PBI juga menekankan kompetensi mahasiswa melalui program MBKM dan OBE. Outcomes Based Education (OBE) merupakan sistem pendidikan yang menekankan pada apa yang dapat siswa atau mahasiswa lakukan dengan baik di akhir pengalaman belajaranya. Kemudian kurikulum juga dirancang agar siswa ataua mahasiswa dapat mencapai kemampuan tersebut. Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang disapaikan Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI UMM dalam wawancaranya di chanel Youtube M Rohmadi Ratulisa pada Kamis, (07/07) lalu. Arif Setiawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kurikulum yang dirancang oleh Prodi PBI seluruhnya akan terintegrasi baik itu ke MBKM, OBE, maupun CoE (Certifikate of Eligibility). “Tentunya kurikulum yang dirancang akan menyesuaikan dan terintegrasi dengan program pemerintah yaitu terkait MBKM, OBE, maupun CoE. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan standar kompetensi dari masing-masing mahasiswa nantinya, ” jelas Arif. Tidak hanya itu, Arif Setiawan juga berharap agar kurikulum yang sudah dirancang tersebut bisa terealisasikan ke seluruh mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studinya hanya dengan satu pintu saja yaitu skripsi. Akan tetapi juga bisa melalui program-program yang ada dalam kurikulum tersebut. “Dengan kurikulum yang telah dirancang ini, mahasiswa semakin memiliki banyak opsi untuk menyelesaikan studinya. Artinya, mahasiswa tidak harus mengerjakan skripsi untuk lulus, tetapi banyak pilihan lain mulai dari artikel jurnal, magang, asisten mengajar, dan lain sebagainya, ” terangnya dalam wawancara tersebut. (Fif)
Workshop KESI: Kelas Kursus Jurnalistik Prodi PBI UMM Sukses Terlaksana Secara Daring

MALANG- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki program baru sebagai bentuk inovasi dalam dunia pendidikan. Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI) merupakan program baru UMM untuk memberikan ruang bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) menambah pengetahuan dalam dunia perkuliahan. Setiap Prodi memiliki program KESI yang berbeda-beda sesuai bidang keahlian masing-masing, tak terkecuali Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Dengan skema workshop, Prodi PBI telah sukses melaksanakan KESI dengan program Kelas Kursus Jurnalistik secara daring, Kamis (30/06). Candra Rahma Wijaya Putra, SS, S.Pd., MA., selaku Sekretaris Prodi PBI UMM menjelaskan bahwa program KESI ini selain untuk memberikan tambahan ilmu, juga dapat memberikan gambaran kepada siswa-siswi tentang dunia perkuliahan. “Bertema Kelas Kursus Jurnalistik, Program KESI UMM ini memang khusus untuk siswa-siswi SMA. selain untuk menambah ilmu pengetahuan tentang jurnalistik, harapannya nanti juga dapat memberikan gambaran tentang dunia perkuliahan. Kenapa jurnalistik? Karena jurnalistik sendiri merupakan salah satu program mata kuliah unggulan yang ada di Prodi PBI UMM, ” jelas Candra. Hadir sebagai pemateri, Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., menjelaskan banyak hal tentang jurnalistik. Berlatar belakang sebagai jurnalsis di salah satu surat kabar nasional, lelaki yang akrab dipanggil Mas Fikri tersebut menceritakan pengalamnya selama menjadi jurnalis. “Di sini kita sama-sama belajar, saya tidak banyak menjelaskan tentang teori tetapi lebih ke praktik langsung karena saya sendiri merupan seorang praktisi. Saya akan berbicara banyak tentang suka dukanya menjadi jurnalis, ” sambungnya. Perserta workshop sangat antusias dalam mengikuti penjelasan materi jurnalistik dari Mas Fikri. Selain itu, perserta juga aktif bertanya tentang materi yang disampaikan pemateri. Lebih lanjut, para peserta juga senang dengan adanya kegiatan tersebut karena dapat memberikan tambahan ilmu dan pengalaman. Tidak hanya itu, para peserta juga diberi kesempatan untuk praktik langsung membuat berita sebagi salah satu produk dari kegiatan jurnalistik. Perserta yang mengirimkan karya yang telah dibuat juga mendapat hadiah menarik dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) UMM. (Fif)
Persiapan Pementasan Drama, Mahasiswa PBI UMM Mengikuti Workshop Ilustrasi Musik Pementasan

MALANG- Menjelang pelaksanaan pementasan drama, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti workshop Ilustrasi Musik Pementasan, Rabu (22/06). Dilaksanakan secara luring di Lab Drama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kegiatan tersebut diisi oleh pemateri berpengalaman, Rudi Hartono. Hanya diikuti oleh perwakilan kelompok, workshop yang dilaksanakan secara terbatas tersebut sukses dilaksanakan. Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., selaku Kepala Lab Drama FKIP UMM menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk memfasilitasi mahasiswa semester 6 yang sedang menempuh mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif. “kegiatan ini untuk memaksimalkan persiapan menjelang pementasan drama mahasiswa PBI pada agustus bulan depan. Harapanya dengan adanya kegiatan ini dapat membantu mahasiswa PBI dalam menyukseskan pementasan drama mereka, ” terangnya. Lebih lanjut, Rudi Hartono, S.Pd., selaku pemateri workshop menjelaskan tentang manfaat dan keutamaan penggunaan ilustrasi dalam pementasan drama. Menurutnya, ilustrasi dalam pementasan drama salah satunya adalah untuk menghidupkan suasana yang akan dibangun dalam setiap adegan dalam pementasan drama. Selain itu, penggunaan ilustrasi yang tepat juga akan menjadi poin lebih dari suatu pementasan drama. Bahkan, ketidaksesuaian penggunaan ilustrasi dapat menggagalkan pementasan drama itu sendiri. Kegagalan yang dimaksud adalah tidak sampainya pesan yang ingin disampaikan naskah, ketika ditampilkan dalam pementasan drama. Senada dengan Rudi, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku pengampu mata kuliah juga menjelaskan hal yang sama. “penggunaan ilustrasi dalam pementasan merupakan aspek vital, perlu diketahui ilustrasi bukan hanya musik. Bahkan musik bukan hanya tentang alat musik, tapi apapun yang dapat menimbulkan suara dan berperan dalam menghidupkan suasana dalam drama, ” jelasnya. Kemudian, dosen yang akrab dengan panggilan Pak Hari tersebut juga menjelaskan bahwa setiap anggota dalam kelompok harus bisa memainkan alat musik minimal satu alat musik. “tidak bisa memainkan alat musik bukan alasan. Kalau tidak bisa bermain alat musik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk belajar. Dalam mata kuliah ini semua sama-sama belajar, dan pementasan drama bukan hanya menjadi aktor dan bermain peran di atas panggung tetapi ilustrasi juga tak kalah penting, ” papar Pak Hari di depan perserta workshop. (Fif)
Persiapan Pementasan Drama Mahasiswa PBI UMM Sebagai Produk Mata Kuliah Keterampilan Sastra Produktif

MALANG- Merespon turunnya angka kasus Covid-19, pemerintah mulai melonggarkan peraturan aktivitas publik. Perkuliahan sudah mulai aktif dan normal kembali, meskipun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tak terkecuali mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sudah mempersiapkan untuk melakukan pementasan drama sebagai luaran dari mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif. Mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif merupakan mata kuliah wajid di semester enam. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku pengampu mata kuliah menjelaskan bahwa mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang mungkin tidak akan pernah terlupakan selepas lulus nanti. “Mata kuliah ini akan menjadi memori dan bekal yang amat berharga bagi mahasiswa. tentu bagi mahasiswa yang serius menjalani mata kuliah ini. Saya yakin mata kuliah ini akan berguna entah apapun nanti pekerjaan atau bidang yang ditekuni mahasiswa, ” terangnya. Pementasan drama tersebut akan dilaksanakan secara luring (Offline) pada agustus mendatang. Ada waktu sekitar satu bulan lagi untuk mempersiapkan pementasan secara maksimal. Sutradara dari salah satu kelompok (Teater Hawicarita), Anggi Aulya Azzahra, menjelaskan bahwa persiapan sudah sekitar 50 persen. “Persiapan sudah 50 persen. Banyak yang masih harus dikejar, mulai dari pendalam karakter tokoh, pendramaan, properti, tempat/panggung pementasan, dan banyak lainya, ” jelas Anggi. Senada dengan Anggi, Iffah Khairiah, Pimpinan Produksi Teater Hawicarita juga menjelaskan kendala yang dihadapi dalam kelompoknya. “Dengan sisa waktu sekitar satu bulan ini banyak sekali kendala yang kami hadapi mulai dari kurangnya sumber daya manusia (SDM), kemudian pengalaman yang masih minim akibat pandemi kemarin, dan juga yang masih kita pikirin adalah masalah pendanaan, ” kata Iffah. Pada pementasan drama kali ini, terbagi menjadi empat kelompok dengan persiapan yang hampir sama. Teater Hawicarita sendiri membawakan naskah yang berjudul “Kota Tak Henti Bernyanyi karya Ramatyan Sarjono. Anggi menjelaskan naskah tersebut menceritakan tentang kehudupan jalanan, kemudian adanya ketimpangan sosial di dalamnya, sehingga memunculkan konflik dalam lingkungan tersebut. (Fif)
Mahasiswa PBI FKIP UMM Melakukan Kunjungan ke Kantor JTV Biro Malang

MALANG- Sebanyak 27 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke kantor JTV Biro Malang Pada Kamis, (09/06). Kunjungan tersebut merupakan upaya yang dilakukan Prodi PBI dalam meningkatkan pengalaman yang komperhensif di luar pendidikan kampus. Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi salah satu program unggulan yang ada dalam mata kuliah Retorika. Kedatangan mahasiswa dan dosen ke kantor JTV Malang yang terletak di Ruko Tlogomas Square Kota Malang ini mendapat sambutan yang sangat positif dari staff JTV Malang dan dan Manajer Produksi, Muhamad Sultoni. Dalam kunjungan tersebut, Muhamad Sultoni mewakili JTV Malang menjelaskan tentang berbagai kegiatan di setiap divisi yang ada di JTV Malang yakni divisi produksi, divisi news, dan juga program penyiaran berita Kopi Manis yang ada di JTV Malang. Dengan adanya kegiatan ini mahasiswa mengaku senang karena bisa menambah pengalaman baru. Lebih lanjut, selama proses kegiatan berlangsung mahasiswa juga terlihat sangat antusias karena ini merupakan pertama kalinya mereka melakukan praktek lapangan. Salah satu mahasiswa, Ricky Aditya Pratama mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan praktek lapangan ini. “Saya pribadi sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selain positif, kegiatan ini juga sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman baru buat saya. Dari kegiatan ini saya juga mandapatkan banyak ilmu, merasakan suasana yang berbeda dari biasanya, ” jelas Ricky. Senada dengan Ricky, Fida Pangesti, S.Pd., M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan yang ada dalam mata kuliah Retorika. Harapanya dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pengalaman baru, suasana baru, dan mahasiswa dapat mengambil banyak ilmu dari kegiatan ini. “Program ini merupakan program praktek langsung ke lapangan, tujuanya tentu memberikan pengalaman dan suasana yang baru. Mereka dapat melihat secara langsung proses produksi televisi. Tidak hanya itu, mereka juga belajar dan mencoba secara langsung menyiarkan berita, ” tuturnya. (Fif)
Pengenalan Prodi PBI Kepada Siswa-siswi SMKN 1 Tambakboyo Tuban dalam Kujungannya ke FKIP UMM

MALANG- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kedatangan siswa-siswi dari SMKN Tambakboyo Tuban, kemarin, Kamis (16/06). Kegiatan yang dilaksanakan di aula GKB 4 tersebut difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi UMM. Banyak sekali rangkaian acara dalam kegiatan tersebut mulai dari, sambutan, pengenalan jurusan, dan pemberian dooprize. Dwi Ari Wahyudi, selaku guru dan perwakilan dari SMKN 1 Tambakboyo Tuban mengucapkan banyak terima kasih atas fasilitas yang diberikan oleh UMM khususnya kepada FKIP dan Prodi Akuntansi UMM. “Saya ucapkan banyak terima kasih atas fasilitas yang diberikan, harapanya anak-anak kami bisa mendapat pengalaman, ilmu, dan juga referensi jurusan kuliah setelah mereka lulus nanti, ” kata Dwi. Dalam kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan jurusan yang ada di FKIP UMM, salah satunya adalah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Dalam kesempatan ini Prodi PBI menjelaskan tentang program unggulan yakni editor dan penerbitan buku. Seperti yang diketahui, Prodi PBI memiliki daya tawar yang cukup menarik mulai dari lulus tanpa skripsi, sampai membekali mahasiswa dengan kemampuan khusus diantaranya ada editor dan penerbitan buku, kemudian ada MC, penyiar radio dan masih banyak lagi. Pembekalan tersebut ditujukan agar mahasiswa PBI UMM ketika lulus tidak melulu menjadi guru, tapi bisa masuk pada bidang dan lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi. Tidak hanya itu, Prodi PBI juga memberikan buku kamus sastra sebagai hadiah kepada siswa-siswi SMKN 1 Tambakboyo Tuban. Siswa-siswi SMKN 1 Tambakboyo Tuban terlihan antusias selama proses kegiatan berlangsung. Selain karena untuk menambah ilmu dan pengalaman, kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran dan langkah apa saja yang harus mereka ambil ketika lulus nanti. Kemudian dengan adanya pengenalan jurusan, dapat meberikan referensi kepada siswa-siswi jika nanti mereka lulus dan melanjutkan untuk kuliah. Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan tes bakat dan minat. Fida Pangesti, S.Pd., M.A., selaku dosen PBI dan juga yang memandu pemberian materi dan tes bakat minat menjelaskan bahwa siswa-siswi harus mampu mengenali bidangnya, termasuk bakat dan minatnya sebelum memilih jurusan ketika nanti melanjutkan untuk kuliah. “Dari tes bakat dan minat ini nanti akan kelihatan bidang mereka itu mengarah ke mana. Harapanya ketika siswa-siswi mengenali bidangnya nati tidak ada khasus salah jurusan. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali mahasiswa yang merasa salah jurusan ketika kuliah dan sudah menempuh beberpaka semester, “ terang Fida di depan siswa-siswi dan guru SMKN 1 Tambakboyo Tuban. (Fif)
PBI UMM Membagikan Novel Hasil Ekuivalensi Skripsi Kepada Siswa-siswi MAN 2 Blitar

MALANG- Skripsi sudah bukan menjadi satu-satunya cara bagi mahasiswa untuk lulus dan mendapatkan gelar sarjana. Hal tersebut dibuktikan dalam program ekuivalensi skripsi yang ada di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang. Banyak skema yang disediakan Prodi PBI agar mahasiswa tidak perlu repot lagi mengerjakan skripsi untuk bisa lulus, salah satunya adalah skema penulisan Novel. Program ekuivalensi skripsi menjadi salah satu program unggulan yang ada di Prodi PBI UMM. Program tersebut merupakan salah satu program yang gencar disosialisasikan. Terbaru, Prodi PBI UMM telah melaksanakan sosialisasi pengenalan Prodi PBI di MAN 2 Blitar, Sabtu (11/06). Program ekuivalensi skripsi menjadi program yang disosialisasikan di sekolah tersebut. Candra Rahma Wijaya Putra, SS, S.Pd., MA., selaku Sekretaris Prodi PBI UMM juga menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut. Candra mengatakan bahwa banyak sekali daya tawar yang diberikan oleh Prodi PBI mulai dari fasilitas, mata kuliah praktek dan teori yang seimbang, kemudian wadah untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan minatnya, bahkan program yang memungkinkan mahasiswa untuk lulus tanpa harus mengerjakan skripsi. Dalam kegiatan tersebut, Candra juga membagikan novel hasil atau produk dari mahasiswa yang mengikuti ekuivalensi skripsi secara gratis. Tentu tidak semua siswa mendaptkanya, hanya siswa yang beruntung dan berani yang dapat novel tersebut secara gratis. Untuk mendapatkan novel gratis tersebut siswa harus berkolaborasi musikalisasi puisi dengan mahasiswa PBI yang tergabung dalam komunitas Sangkar (Sanggar Aksara). Ternyata siswa-siswi MAN 2 Blitar sangat antusias dalam mengikuti tantangan tersebut. Sayangnya hanya tiga siswa terpilih yang bisa mendapatkan novel gratis tersebut. Fida Pangesti, S.Pd., M.A., dosen PBI UMM yang juga menjadi pemateri berharap adanya kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu siswa-siswi untuk berani meraih cita-citanya. “Dengan adanya kegiatan ini dapat memicu siswa-siswi di MAN 2 Blitar untuk menggali bakat dan minatnya. Kemudian juga bisa menambah wawasan dan pengalaman baru, terutama yang sudah berani membaca puisi berkolaborasi dengan komunitas Sangkar. Dan hadiah novelnya bisa bermanfaat, ” tutupnya. (Fif)