Mahasiswa PBI FKIP UMM Berkesempatan Langsung Kolaborasi Musikalisasi dan Pembacaan Puisi Bersama Kang Maman

MALANG- Komunitas musikalisasi puisi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yakni Sanggar Aksara Malang (Sangkar) mendapat kesemapatan berharga berkolaborasi pembacaan puisi bersama Maman Suherman atau yang akrab disapa Kang Maman. Maman Suherman merupakan seorang penulis, pelopor literasi Indonesia, dan juga publik figure. Sosoknya juga sering menghiasi layar televisi yakni dalam acara Indonesia Lawak Klub (ILK) dan juga disiaran-siaran lain. Sangkar Malang, yang tampil dalam acara talk show dan bedah buku tersebut membawakan dua muspus yakni puisi yang berjudul kanjuruhan karya Hari Sunaryo dan juga Puisi yang berjudul Surat Dari Re karya Maman Suherman. Setelah melihat penampilan pertama Sangakar yang membawakan puisi Surat Dari Re, Kang Maman langsung terenyuh dan tertarik untuk berkolaborasi membacakan puisi di akhir acara. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., selaku Sekretaris Prodi PBI yang juga ikut menggarap puisi Surat Dari Re menjelasakan bahwa puisi tersebut merupakan cuplikan dari novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. “Puisi tersebut mengisahkan tentang kehidupan pelacur lesbian yang bernama Re/Rere dan seorang supirnya yang bernama Herman. Re adalah seoarng perempuan desa yang melarikan diri ke kota Jakarta karena hamil. Sesampainya di Jakarta, ia bertemu dengan seorang germo yang bernama Mami Lani yang menawarkan bantuan, namun pada akhirnya Re dijadikan pelacur dan dijual. Kemudian, anak yang dikandung Re tersebut lahir dan diadopsi oleh tetangga kosnya di Jakarta. Singkat cerita, Re bertemu dengan sorang mahasiswa yang sedang menyamar menjadi supir para pelacur lesbian. Mahasiswa tersebut bernama Herman. Herman adalah mahasiswa UI yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan sekripsinya,” jelas Candra. Setelah acara selesai kang Maman langsung ke back stage untuk menemui Komunitas Sangkar dan mengucapkan banyak terima kasih serta sangat mengapresiasi musikalisasi puisi yang dibawakannya. Tak disangka, kang Maman yang saat itu banyak dimintai foto dan tanda tangan meminta teman-teman dari sangkar untuk mengiringinya membacakan puisi Surat Dari Re. Momen kolaborasi tersebut merupakan momen berharga bagi teman-teman dari komunitas Sangkar. Fadil Hidayatullah sebagai gitaris Sangkar mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bisa satu panggung dan berkolaborasi dengan Kang Maman. Begitu juga teman-teman Sangkar lainya. (Fif)
Gandeng Gramedia, Prodi PBI FKIP UMM Bentuk Kerja Sama Program CoE Enterpreneur Perbukuan

MALANG- Hadir langsung ke acara talk show dan bedah buku, Manager Gramedia Group Surabaya, Yulie Dwi Kurniasari membuka peluang kerja sama dibidang kepenerbitan dan perbukuan. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Muhammdiyah Malang juga memiliki memiliki program Center of Excellent (CoE) Enterpreneur Perbukuan. Sekolah Unggulan Enterpreneur Perbukuan (CoE) adalah sekolah unggulan yang dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Sekolah ini didesain untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa PBI dalam proses editing naskah menjadi wirausahawan penerbitan buku. Dengan melihat peluang pasar digital saat ini yang semakin berkembang, kurikulum yang disusun nantinya tidak hanya berbasis pada bidang pernerbitan buku konvensional tetapi juga digital. “sebelumnya saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menjalin kerja sama dengan UMM. Saya rasa acara ini sangat selaras dengan visi dan road map UMM yang rencananya 2030 menjadi Internasional Kompetitifnas. Kami, Kompas Gramedia Group juga memiliki visi dan misi yang sama yaitu go internasional. Nantinya saya juga berharap akan terjalin kerja sama yang lebih baik dalam bidang literasi,” kata Yulie dalam sambutanya. Acara yang diselenggarakan di Aula BAU, Selasa (25/10) kemarin juga dihadiri Wakil Rektor I UMM, Prof. Syamsul Arifin, M.Si., jajaran dekanat FKIP dan juga dosen PBI. Tidak hanya itu, Prodi PBI UMM juga menghadirkan langsung penulis dan juga pelopor literasi di Indonesia yakni Maman Suherman sebagai pembicara utama. Selain talk show, Maman, sapaan akrabnya juga membedah novel barunya yang berjudul Re: dan Perempuan. Kemudian, lulusan Kriminologi Universita Indonesia (UI) tersebut menjelaskan sedikit proses kreatif selama penulisan novelnya tersebut. Ia menjelaskan bahwa semua berawal dari skripsinya yang mengkaji terkait pelacur lesbian. Demi mendapatkan data yang lebih valid, ia bahkan turun langsung dan menyamar menjadi supir pelacur selama dua tahun. Bahkan pada saat itu, Maman berkeliling ke beberapa daerah yakni Surabaya, Jakarta, Medan, Makasar, dan empat kota lainya. Sementara itu, Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Prodi PBI juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dan mendukung terselenggaranya acara tersebut. “Ini merupakan kolaborasi yang baik antara Universitas, Prodi PBI, Gramedia sebagai media partner, dan juga kehadiran Maman Suherman yang juga seorang pelopor literasi di Indonesia. Program CoE Enterpreneur Perbukuan yang dikembangkan oleh Prodi PBI ini nantinya tidak hanya penerbitan buku konvensional tetapi juga digital. Oleh karena itu, mahasiswa juga akan dibekali keterampilan usaha pengelolaan penerbitan buku berbasis teknologi informasi digital,” tutup Arif dalam sesi wawancara. (Fif)
Prodi PBI FKIP UMM Hadirkan Langsung Maman Suherman: Kuliah Tamu, Talk Show, dan Bedah Buku

MALANG- Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kuliah tamu, talk show, dan bedah buku dengan menghadirkan langsung Maman Suherman. Publik figure yang akrab disapa Kang Maman tersebut menggelar Road Show untuk membedah bukunya yang berjudul Re: dan Perempuan di berbagai universitas, salah satunya UMM. Acara yang diselenggarakan di Aula BAU UMM, selasa (25/10) kemarin, juga dihadiri oleh Wakil Rektor I UMM, Prof. Syamsul Arifin, M.Si., untuk mendampingi Kang Maman sekaligus menjadi penanggap dalam bedah buku Re: dan Perempuan. “Saya rasa acara seperti ini sangat baik, guna memperbaiki litersai kita. Apalagi dengan kehadiran Kang Maman yang kita tau aktif juga sebagi pegiat literasi di Indonesia,” kata Prof. Syamsul dalam sambutannya. Menanggapi hal tersebut, Kang Maman juga berterima kasih karena telah diberikan ruang untuk mengampanyekan giat membaca sekaligus membedah bukunya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa novelnya merupakan kisah nyata yang dialaminya pada saat melakukan penelitian untuk menyelesaikan skripsinya. “Novel ini adalah kisah nyata yang saya alami pada saat melakukan penelitian untuk menelesaikan skripsi saya. Novel Re: dan Perempuan merupakan novel yang berkisah tentang pelacur lesbian yang memperjuangkan hidupnya sekaligus anaknya yang bernama Melur,” ujarnya. Tidak hanya itu, Kang Maman juga berbagi Tips untuk menulis novel kepada mahasiswa Prodi PBI. Menurutnya untuk memulai menulis novel yang utama adalah Read atau membaca. “Sering membaca, baik membaca buku, novel, dan atau karya sastra lainya akan meningkatkan kemampuan untuk menulis. Kemudian adalah Reserch (hati-hati/data). Selanjutnya yakni Relieble (tidak boleh salah dalam penulisan) artinya jangan sampai ada kekeliruan dari apa yang kita telah tulis atau buat. Berikutnya, Reflecthing (sudut pandang) artinya harus bisa menentukan atau mengambil sudut pandang kemenarikan suatu peristiwa. Terakhir, Right (menulis dengan benar) artinya kita memiliki tanggung jawab yang cukup besar mengenai apa yang telah kita tulis atau buat,” kata Maman. Sementara itu, dosen PBI UMM Dra. Tuti Kusniarti, M.Si., M.Pd., yang membedah novel Re: dan Perempuan menyampaikan bahwa membahas tentang perempuan dan seksualitas masih dianggap tabu dan sangat sensitif. “Di lingkungan kita, membahas tentang perempuan dan seksualitas masih sangat tabu. Menurut saya novel Re: dan Perempuan ini merupakan salah satu cara penyampaian yang efektif, agar ketika mengangkat isu tentang perempuan dan seksualitas bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat,” tuturnya. Kemudian di akhir wawancara, Kang Maman juga menekankan bahwa Prodi Bahasa Indonesia merupakan ujung tombak lahirnya sebuah karya sastra. “Kita harus bangga dengan Prodi Bahasa Indonesia karena di sini lah gudangnya bahasa. Kekuatan bahasa ini ngga main-main, bisa mempersatukan dan bisa juga memecah belah. Saya harap para mahasiswa di Prodi PBI bisa aktif menulis dan melahirkan karya-karya yang hebat,” kata Kang Maman sambil menutup sesi wawancara dengan wartawan dari berbagai media. (Fif)
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Raih Peringkat Pertama Kinerja Publikasi SINTA

MALANG- Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM memastikan menempati peringkat pertama kinerja publikasi SINTA (Science and Technology Index) kategori strata satu bidang pendidikan bahasa Indonesia, setelah mendapat informasi resmi pada Jumat, 07 Oktober kemarin. Hasil tersebut didapat berdasarkan pemeringkatan SINTA dengan perolehan nilai tertinggi yakni Score Overall: 6.198 dan SINTA Score: 3.799. Perolehan tersebut mengungguli semua Prodi PBI yang ada di Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Lebih dalam, Science and Technology Index (SINTA) merupakan laman atau portal ilmiah daring yang dikelolah oleh Kemendikbud Ristek. Portal ini merekam jumlah publikasi masing-masing institusi. Sedangkan Score Sinta Prodi merupakan hasil dari akumulasi publikasi dan sitasi dosen dan mahasiswa yang terdata pada Scopus, Garuda, Google Scholar, dan WoS. Dengan hasil tersebut, Ketua Prodi PBI UMM, Arif Setiawan, M.Pd., merasa bangga sekaligus bersyukur. Ia sangat mengapresiasi kerja keras yang kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. “Terima kasih Bapak dan Ibu dosen yang telah membimbing mahasiswa untuk menghasilkan Publikasi pada jurnal di SINTA 2-6. Semoga hasil ini semakin memacu produktivitas Bapak dan Ibu dosen untuk menambah riwayat publikasi Prodi di jurnal ilmiah,” kata Arif. Sementara itu, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., selaku Sekretaris Prodi PBI menjelaskan bahwa publikasi ilmiah ini dapat dikonversikan dengan mata kuliah ataupun skripsi. “Mahasiswa yang memiliki jurnal publikasi mulai dari SINTA 1 s/d 6 akan terlepas dari tanggungan mengerjakan skripsi atau bebas skripsi. Langkah tersebut diambil Prodi PBI sebagai bentuk apresiasi untuk produktivitas mahasiswa dan dosen yang sifatnya kolaboratif,” terangnya. Menanggapi hasil tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M., juga mengapresiasi prestasi yang telah dicapai. Ia mendorong prodi-prodi lain untuk mengikuti jejak baik Prodi PBI UMM, utamanya dalam hal kinerja publikasi ilmiah. “Selamat atas raihan membanggakan yang sudah dicapai. Saya berharap dengan raihan ini Bapak/Ibu dosen tidak mudah puas dan terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan, publikasi ilmiah, dan memberikan inovasi-inovasi bermanfaat lainnya,” tegas Trisakti. (Fif)
Guna Memperluas Jaringan Kerja Sama, Delegasi UPT-BIPA Universitas Muhammadiyah Malang Terbang ke Vietnam

MALANG- Pada tanggal 18 September 2022 UPT-BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkunjung ke Vietnam guna memperluas jalinan kerja sama. Diawali dengan melakukan kunjungan ke Konsulat Jendral Republik Indonesia di Ho Chi Minh City, Vietnam UPT-BIPA UMM diterima langsung oleh Konjen RI, H.E. Agustaviano Sofjan. Dalam pertemuan tersebut juga terjalin kesepakatan kerja sama dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia. Dalam laman media sosial pribadinya, Agus mengaku senang menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Malang. Ia juga mengatakan bahwa sudah banyak kerja sama yang dilakukan oleh universitas di Indonesia dan Vietnam termasuk UMM. “ Happy to recieve team from University of Muhammadiyah Malang (UMM). Universities in Indonesia and Vietnam have a lot to cooperate, including UMM will continue to provide full scholarship to study Indonesian language and culture,” tulisnya. Tidak hanya itu, UPT BIPA UMM juga melakukan kunjungan ke beberapa universitas di Ho Chi Minh City di antranya university of Social Sciences and Humanities Vietnam National Universtity dan Ho Chi Minh City Open University. Dalam kunjungan tersebut telah disepakati kerja sama yakni aktivitas magang luar negeri antara UMM dan Open University (OU), seminar internasional secara bergantian, dan beberapa pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari kedua universitas tersebut. Menanggapi hal ini, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si., selaku Kepala UPT-BIPA UMM juga antusias dalam membuat program kerja sama yang akan dilakukan nantinya. “Saya rasa kunjungan ini bisa memberikan dampak yang positif bagi kedua belah pihak, baik Ho Chi Minh City Open University maupun Universitas Muhammadiyah Malang. Mungkin akan banyak program yang akan kita buat bersama sebagai tindak lanjut kunjungan ini,” sambutnya. Sementara itu, beberapa kerja sama telah disepakati bersama yakni program magang internasional selama satu bulan. Program magang tersebut dilakukan dengan pertukaran mahasiswa anatara open University dan UMM. Dalam program tersebut, biaya hidup mahasiswa selama magang ditanggung oleh pihak fakultas dari kedua universitas. Kemudian, sepakat untuk melakukan seminar internasional secara bergantian. Kegiatan seminar dilakukan secara luring dengan materi tidak terbatas hanya tentang Indonesia dan Vietnam, namun lebih luas lagi. Kerja sama lain, yakni dibidang penulisan ilmiah atau jurnal. Nantinya penanggungjawab akan secara bergantian sesuai kepanitiaan dari kedua belah pihak. (Fif)
Windi Erica Sari Sukses Menjadi Wisudawan Terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

MALANG- Windi Erica Sari sukses menjadi wisudawan terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan masa studi 3 tahun 11 bulan dan IPK 3,91. Dilaksanakan secara luring di Ballroom Rayz Hotel UMM, prosesi yudisium periode III tersebut diikuti oleh 278 perserta dari 6 program studi. Mahasiswa yang akrab disapa Windi tersebut merupakan lulusan periode III dengan segudang prestasi baik akademik maupun non-akademik. Baru-baru ini, Windi dan tim berhasil membuat karya inovatif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan membuat tumbler bernuansa budaya madura yang sukses mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tidak hanya itu, windi yang juga aktif dalam menulis juga sudah membuat karya tulis yang terpublikasi seperti jurnal maupun opini. Lebih lanjut, Windi juga berharap tidak mudah puas dengan apa yang telah dicapainya ini. Ia menjelaskan bahwa perjalanannya masih panjang, banyak mimpi yang masih belum terwujud. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah memberikan apresiasi termasuk teman-teman saya yang sudah memberikan dukungan, kemudian keluarga, dan dosen di lingkungan Prodi PBI FKIP UMM. Harapanya ke depan, saya bisa terus mengembangkan potensi yang saya miliki dan tentu menjadi berguna dan bermanfaat bagi banyak orang. Perjalanan masih jauh, dan masih banyak mimpi yang harus dikejar dan diperjuangkan,” jelasnya. Sementara itu, Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI UMM juga merasa bangga atas apa yang telah diraih oleh mahasiswanya tersebut. “Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM memiliki berbagai program unggulan untuk mewadahi sekaligus memfasilitasi potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Windi adalah salah satu mahasiwa yang berhasil memanfaat program-program unggulan yang ada di Prodi PBI tersebut. Saya merasa bangga dan juga mengapresiasi ata apa yang telah diraihnya, harapannya prestasi ini dapat diikuti oleh mahasiswa lainya,” terang Arif. Setelah menyelesaikan studinya, Windi juga menjelaskan adanya keingin untuk melanjutkan pendidikan S2 di universitas yang diimpikannya. “Untuk rencana terdekat mungkin jika ada rezeki saya akan melanjutkan studi S2. Kalau di kampus mana masih belum tau, yang pasti ada salah satu kampus yang saya impikan. Mohon doanya saja,” tutupnya. (Fif)
Dihadiri Langsung Rektor UMM, Pengenalan Program Studi PBI FKIP Berlangsung Seru dan Meriah

MALANG- Memasuki tahun ajaran baru, Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan pengenalan kepada mahasiswa baru angkatan 2022, Rabu (14/09). Pengenalan Program Studi atau yang lebih dikenal dengan Osjur (Ospek Jurusan) tersebut diselenggarakan di Laboratorium Drama FKIP UMM. Kegiatan pengenalan ini merupakan pertama kali dilaksanakan secara luring, karena sebelumnya terlaksana secara daring. Osjur kali kali ini dihadiri oleh Rektor, Kaprodi, dan seluruh dosen PBI FKIP UMM. Dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi oleh mahasiswa PBI yang tergabung dalam komunitas Sanggar Aksara (Sangkar), acara berlangsung meriah. Kemudian, acara dilanjut dengan pengenalan dosen dan program yang ada di Prodi PBI. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI memandu langsung pemaparan program dan pengenalan dosen-dosen tersebut. “saya ucapkan selamat datang untuk para mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Di awal akan saya sampaikan program apa saja yang ada di Prodi PBI yang akan menunjang teman-teman semua untuk bisa berkembang mendapatkan ilmu maupun pengalaman. Oleh karena itu, saya harap teman-teman Maba bisa menyimak dengan seksama agar nanti memiliki bayangan untuk ke depan mau seperti apa,” kata Arif. Para mahasiswa baru sangat antusias mengikuti runtutan acara. Tidak hanya itu, kegiatan pengenalan Prodi tersebut juga dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang juga merupakan dosen di Prodi PBI, Dr. Fauzan, M.Pd. Kehadiranya menambah meriah kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, dosen yang akrab dipanggil Pak Fauzan tersebut juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. “Hari ini saya datang bukan hanya sebagai Rektor, tapi dosen kalian di Prodi PBI,” kelakarnya di depan mahsiswa baru Prodi PBI. Lebih lanjut, Pak Fauzan berharap agar para mahasiswa baru ini memiliki semangat dalam berbagai hal positif yang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. “Harapan saya kalian harus memiliki motivasi yang besar untuk mewujudkan apa yang telah kalian cita-citakan. Menjadi mahasiswa di Prodi PBI mungkin telah menjadi salah satu cita-cita kalian yang sudah terwujud. Selanjutnya, jalani dengan baik sampai terwujudnya cita-cita kalian berikutnya,” tutupnya. (Fif)
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Menerima Kunjungan Dari Jurnal Paramasastra UNESA

MALANG- Selasa, 30 Agustus Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di ruang sidang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding antara jurnal Paramasastra dan jurnal Kembara PBI UMM. Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FKIP, Dr. Sugiarti, M.Si., dan tim pengelola jurnal Kembara dan Paramasastra Dalam sambutannya Wadek I FKIP menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan yang dillakukan oleh pengelolah jurnal Paramasastra dari Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. “Ini merupakan kunjungan pertama kali yang dilakukan secara luring, karena sebelumnya kita terbatas ruang dan waktu sehingga hanya dapat terlaksana secara daring, oleh karena itu saya ucapkan banyak terima kasih, ” terangnya. Lebih lanjut, Sugiarti juga menekankan adanya kebijakan dari Universitas mengenai sistem penelolahan jurnal. Kebijakan tersebut mengharuskan pada setiap jurnal yang ada di Fakultas maupun Program Studi wajib terakreditasi. “Universitas memiliki kebijakan bahwa setiap jurnal yang ada harus terakreditasi. Oleh karena itu, UMM selalu memberikan dukungan dengan memberikan pendanaan pada setiap aktivitas pengelolahan jurnal. Jadi pada intinya universitas menuntut untuk jurnal yang ada, baik Fakultas maupun Prodi harus terus berkembang, ” kata Sugiarti. Hal senada juga disampaikan oleh Masilva Raynox Mael, S.Pd., M.Hum., selaku Editor in Chief dari jurnal Paramasastra bahwa pihaknya merasa senang dan banyak terima kasih atas sambutan baik dari Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Prodi PBI FKIP. “Saya ucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang diberikan, senang sekali rasanya bisa datang ke sini dan tentu harapan kami nantinya kami pulang dengan membawa banyak ilmu dan pengalaman dari sini. Kemudian, saya sepakat dengan apa yang dikatakan Bu Wadek I tadi bahwa perlu adanya dukungan dari universitas dalam rangka pengembangan akreditasi jurnal dan itu yang masih sama-sama kami perjuangkan. Dari apa yang disampaikan Bu Sugiarti tadi saya sudah mendaptkan gambaran bagaiamana pengelolahan jurnal yang ada di UMM ini, tentu saya haraap nanti ada paparan secara detail sistem pengelolahan jurnal Kembara agar kami bisa mencontoh dan tentu harapannya bisa kami aplikasikan di jurnal kami, Paramasastra ini, ” jelasnya. Sementara itu, Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Prodi PBI UMM menjelaskan secara menyeluruh tentang pengelolahan jurnal Kembara mulai dari kriteria penerimaan naskah sampai pada proses akhir yaitu publikasi. Arif juga berharap dari banyak hal yang telah dipaparkan, nantinya akan muncul kerja sama secara berkelanjutan antara jurnal Kembara dan Paramasatra. “Dari apa yang saya jelaskan tadi, harapannya nanti akan ada kerja sama yang terjalin anatara jurnal Kembara dan Paramasastra. Tentu kerja sama ini untuk kepentingan bersama, agar jurnal kita berkembang dan memiliki akreditasi yang lebih baik lagi, ” tutupnya. (Fif)
Teater Naungan Surau Sukses Menjadi Kelompok Teater Terbaik dalam Gelar Panggung Penyutradaraan PBI UMM 2022

MALANG- Rangkaian acara gelar panggung penyutradaraan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) sampai pada acara puncak yakni puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan, Minggu (07/08). Acara penganugerahan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi untuk mahasiswa PBI yang sudah melakukan pementasan drama dalam gelar panggung penyutradaraan sebagai luaran dari mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Dalam penganugerahan tersebut, teater Naungan Surau sukses menjadi kelompok teater terbaik dengan menyabet empat kategori penghargaan. Teater Naungan Surau menampilkan pentas drama dengan naskah Dukun-dukunan karya Moliere yaitu sebuah naskah hasil adaptasi oleh Puthut Buchori. Naskah ini dikemas dengan sangat baik dan diimbangi dengan kemampuan aktor yang sangat berimbang antara satu dengan yang lain. Essya Awliya Rahma selaku sutradara menjelaskan bahwa pemilihan naskah sudah berdasarkan kesepakatan bersama. Selain itu, dalam proses bedah naskah juga melibatkan seluruh anggota kelompok sebelum memutuskan untuk siapa yang menjadi aktor. “Pemilihan naskah bukan semata-mata asal memilih, namum kami juga melakukan analisis, juga melakukan observasi tentang kemungkinan-kemungkinan atau resiko yang akan kami terima ketika kami sudah memutuskan untuk memilih satu naskah. Akhirnya kami sepakat untuk memakai naskah Dukun-Dukunan karya Moliere ini karena kami merasa mampu membawakannya baik dari segi aktor, setting, eksekusi, dan lain sebagainya, ” kata Essya. Di samping itu, Devi Wijayanti sebagai Pimpinan Produksi menjelaskan bahwa selama proses yang dijalani tidak melulu berjalan lancar. Banyak perdebatan dari banyaknya ide yang muncul. Karena ini tim, maka apapun idenya, keputusan harus didasarkan pada kesepakatan bersama. “Ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang yang kami lalui. Tentu tidak melulu lancar, karena ini berkaitan dengan banyak kepala tentu juga banyak ide. Ada perdebatan, ada marah-marahannya juga, tapi tetap kembali bahwa kami memiliki tujuan yang sama. Jadi pada intinya perdebatan-perdebatan itu yang kemudian membuat kami semakin tumbuh dan berkembang, tumubuh kedewasaan di masing-masing anggota, ” jelasnya. Kemudian, Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah juga mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih oleh kelompok teater Naungan Surau. “Saya rasa ini pencapaian yang sangat lumayan, kenapa? karena Naungan Surau telah menyabet empat penghargaan sekaligus, mulai dari ilustrasi terbaik, pemeran utama pria terbaik, pemeran pembantu pria terbaik, dan juga menjadi kelompok teater terbaik. Tentu ini lumayan, dan jangan berpuas hanya sampai di sini. Potensi ini harus dikembangkan menjadi lebih baik lagi dan lebih bermanfaat. Kalau tidak dikembangkan lagi, ya hanya sekedar piala saja tidak menjadi apa-apa, ”tutupnya. (Fif)
Puncak Penganugerahan Gelar Panggung Penyutradaraan Mahasiswa PBI UMM

MALANG- Setelah melalui sederet rangkaian kegiatan pementasan dalam gelar panggung penyutradaraan, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan Puncak Penganugerahan Penyutradaraan, Minggu (07/07). Dilaksanakan secara luring di aula Biro Administrasi Umum (BAU), kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Sugiarti, M.Si. Memberikan sambutan, dosen yang akrab dipanggil Bu Sugi tersebut menjelaskan bahwa kegiatan gelar panggung penyutradaraan merupakan program unggulan yang ada di Prodi PBI UMM. “Gelar panggung penyutradaraan merupakan program unggulan yang ada di Prodi PBI. Kegiatan ini menjadi luaran yang ada dalam mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Selepas rangkaian pementasan selesai, ini saatnya untuk mahasiswa mendapatkan apresiasi khusus dalam penganugerahan. Harapannya ke depan dari kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, untuk yang menang jangan berpuas diri dan untuk yang tidak menang jangan berkecil hati. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi, ” jelasnya. Acara puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan ini merupakan kegiatan untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah melangsungkan pentas drama. Ada berbagai kategori dan nominasi yang diperebutkan. Kategori tersebut di antaranya ada pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pendukung terbaik, ilustrasi terbaik, artistik terbaik, dan banyak kategori lainya. Selain acara pembacaan pemenang nominasi dalam setiap kategori, puncak penganugerahan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan penampilan ilustrasi dari salah satu teater yang ada. Kemudian, di akhir acara ditutup dingan pemotongan tumpeng, berfoto bersama, dan makan bersama. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., selaku pengampu mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP) menjelaskan bahwa puncak penganugerahan gelar panggung penyutradaraan ini merupakan akhir kegiatan dari rangkaian kegiatan yang sudah disusun. “Harapannya kedepan mahasiswa punya pengalaman yang yang tak pernah terlupakan. Terlepas menang atau tidak menang harusnya tidak mempengaruhi pengalaman yang mungkin sekali seumur hidup ini. Piala hanya sekedar piala kalau selepas dari pementasan ini tidak mengembangkan bakat dan kemampuannya, ” terangnya di hadapan para mahasiswa. (Fif)