BIPA dalam Perspektif Masyarakat

BIPA dalam Perspektif Masyarakat

Malang-Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang sukses menyelenggarakan kegiatan webinar 2 yang sebelumnya sudah pernah dilaksanakan. Kegiatan webinar 2 lebih dekat dengan PBI-FKIP-UMM mengangkat tema “Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing” melalui Google meet pada Rabu (10/06/2020). Acara webinar yang berlangsung mulai pukul 09.40 – 10.45 WIB merupakan pemahaman mengenai meluasnya Bahasa Indonesia dikanca internasional yang perlu mendapat apresiasi dan menjadi peluang besar untuk masyarakat Indonesia dalam menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia.   Webinar yang mengangkat tema pembelajaran BIPA ini dikhususkan untuk siswa-siswi kelas XII SMA/MA dan SMK. Hal ini tentu menarik minat siswa-siswi SMA/MA dan MAK dari berbagai kota di Indonesia. Acara webinar dimoderatori oleh Rudi, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, sedangkan penyampaian materi disampaikan oleh dua narasumber, yakni Rahayu Sultyowati, M.Pd yang merupakan pengajar BIPA di Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama Singapore National Academy dan Fatine Mukem, S.Pd yang merupakan pengajar BIPA di Sekolah Wittayasan Songkhla Thailand.   Menanggapi pertanyaan dari Noviatussa’diyah, salah satu peserta webinar mengenai strategi khusus untuk mengajar bahasa Indonesia kepada pelajar Thailand yang sesuai dengan latar budaya mereka. Fatine Mukem menjelaskan bahwa “Pengajaran BIPA dalam perspektif masyarakat Thailand mendapat sambutan yang baik. Hal tersebut dikarenakan terdapat kesamaan kebudayaan Thailand dengan Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang terhadap pengajaran bahasa Indonesia untuk orang asing.”   Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang melalui acara Webinar #2 ini banyak memberikan pengetahuan kepada para peserta yang merupakan siswa-siswi kelas XII SMA/MA dan MAK di berbagai kota di Indonesia mengenai Bahasa Indonesia yang sudah menjadi bahasa internasional. Terbukti dengan adanya 45 negara yang menggunakan bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia menduduki 4 besar sebagai penutur terbanyak di dunia. Masyarakat Indonesia diharapkan mampu mengapresiasi penggunaan Bahasa Indonesia yang telah digunakan dalam kurikulum cumbridge ini.

Mempertahankan Eksistensi Bahasa melalui KASIDAH

Mempertahankan Eksistensi Bahasa melalui KASIDAH

Malang-Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan acara Talk Show Kasidah #2 (Kamis Berfaedah 2) pada Kamis (4/06/2016). Acara kasidah sebelumnya sudah pernah diadakan pada bulan Mei lalu dengan tema perempuan dan pendidikan. Namun, di Acara Kasidah #2 yang diadakan melalui live instragram @bahasaindonesiaumm pada pukul 19.00-20.00 WIB ini mengangkat tema “Bahasa Indonesia: Identitas Jati diri bangsa” yang merupakan jawaban atas eksistensi Bahasa di tengah arus globalisasi. Acara tersebut dinarasumberi oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arti Prihatini, M.Pd dan pemandu acara Lailatul Fikra yang tidak lain adalah mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Diskusi acara kasidah #2 diawali dengan perkenalan mengenai Bahasa Indonesia dalam sebuah komunikasi di masyarakat, pembahasan tersebut cukup menarik minat dan antusiasme pada penonton. Penonton menyimak narasumber dengan baik selama live Instagram berlangsung, sesekali penonton memberikan tanggapan melalui kolom komentar. “Kalau tidak ada Bahasa maka tidak akan ada komunikasi, sehingga menjaga istilah Bahasa dapat dilakukan melalui pengenalan dengan kesadaran masyarakat terhadap Bahasa itu sendiri.” Jelas Arti Prihatini. “Dalam mengembangkan kemampuan berpikir mengenai Bahasa, kita harus menyerap informasi secara reseptif dengan mengembangkan logika berpikir yang sesuai melalui budaya literasi.” Ujar Arti Prihatini menanggapi pertanyaan dari Lailatul Fikra berkenaan dengan logika berkomunikasi yang baik. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang melalui acara Kasidah #2 ini banyak memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengenai keberterimaan Bahasa Indonesia sebagai identitas jati diri bangsa dengan menekankan tujuan agar tercapainya kaidah kebahasaan atau karakter kebahasaan yang benar. Di akhir diskusinya, Arti Prihatini memberikan pesan kepada semua penonton bahwa “penulis yang baik merupakan pembaca yang baik.” Dengan demikian, budaya literasi akan menjadi pedoman tercapainya sebuah komunikasi yang baik dalam sebuah masyarakat.

Cerita Kuliah Daring Selama Pandemi

Cerita Kuliah Daring Selama Pandemi

Malang– Hari Pendidikan diperingati setiap tanggal 02 Mei. Peringatan hari pendidikan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada orang berkumpul untuk merayakannya. “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” itulah ungkapan yang pernah diutarakan oleh Ki Hajar Dewantara. Kalimat itu menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Pandemi Covid-19 menyebabkan segala aktivitas dilakukan di rumah termasuk belajar. Di tengah wabah pandemi sekolah-sekolah tutup sehingga diberlakukan pembelajaran daring. Universitas Muhammadiyah Malang melakukan langkah sigap menanggapi adanya pandemi Covid-19. Dosen-dosen dan mahasiswa mulai mengadakan pertemuan secara daring sehingga aktivitas perkuliahan tetap berjalan sesuai jadwal. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk perkuliahan daring. Beberapa aplikasi yang digunakan ketika kuliah daring di antaranya  WA Grup, Google Clasroom, danZoom. Hidayah Budi Qurani selaku dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM mengungkapkan “Kuliah daring juga bermanfaat mendorong pemanfaatkan teknologi secara maksimal”. Dosen-dosen tetap mengawasi dan membimbing mahasiswa selama masa pandemi berlangsung. Mahasiswa juga sangat kooperatif ketika pembelajaran daring dimulai. Kerja sama kedua pihak membuat perkuliahan secara daring sampai saat ini berjalan lancar. Adapun kendala teknis yang dihadapi selama perkulihan daring adalah jaringan internet yang terkadang buruk. Seperti yang diungkapan Harum, Mahasiswa semester 6 jurusan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia “terkadang sinyal internet susah didapatkan apalagi jika memakai aplikasi vidio call”. Ia mengaku kuliah menjadi tidak efektif karena sinyal yang buruk. Akan tetapi, halangan tersebut tidak membuatnya malas kuliah. Persiapan sebelum jam kuliah berlangsung menjadi jawaban masalah ini. Ia memastikan jaringan terhubung setidaknya 15 menit sebelum kuliah dimulai sehingga masalah tersebut dapat teratasi. Berbagai pihak mengharapkan supaya masa pandemi Covid 19 segera berakhir.  Hidayah Budi Qurani berharap ke depannya Pandemi berakhir sehingga ia bisa bertemu mahasiswa baru secara langsung. “Semoga semester depan pandemi sudah selesai suasana baru, mahasiswa baru” ujar Ani. Tahun ini Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UMM telah menyiapkan program-program pendidikan terbaik dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk bergabung  sebagai anggota keluarga baru.

Webinar, Kokohkan Kekreatifan dan Keinovatifan Guru di Masa Pandemi

Webinar, Kokohkan Kekreatifan dan Keinovatifan Guru di Masa Pandemi

Malang – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang sukses menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi” melalui youtube FKIP UMM Official dan Zoom pada Rabu (20/05/2020). Acara webinar yang berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring menggunakan pengajaran yang kreatif dan inovatif di masa pandemi. Webinar pembelajaran kreatif dan inovatif ini berhasil menarik minat ratusan para tenaga pengajar dan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, seperti Kediri, Pacitan, Tulungagung, Gresik, Malang dan kota-kota lainnya. Acara webinar dimoderatori oleh Dr. Hari Windu Asrini M.Si yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UMM sedangkan penyampaian materi disampaikan oleh dua narasumber, yakni Dr. Sugiarti, M.Si selaku kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dan guru peraih juara III Nasional Inovasi Pembelajaran yakni Nariyanto S.Pd yang berasal dari Pacitan. Acara webinar yang dilakukan melalui live youtube berlangsung dengan lancar. Penonton tampak antusias dan menyimak materi yang disampaikan oleh nasarasumber dengan mengajukan  pertanyaan atau sekedar menanggapi melalui kolom komentar. Dalam penyampaian materi, narasumber mengawali dengan membahas mengenai pembelajaran yang menyenangkan “Game, kuis, aktivitas semi dan aktivitas olahraga dapat digunakan sebagai pembelajaran yang menyenangkan selama masa pandemi.” Jelas Sugiarti. Pembelajaran yang menyenangkan tentu didukung dengan media yang sesuai. Dalam hal ini, Nariyanto menambahkan media kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan guru selama masa pandemi “Ada tiga media kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan di masa pandemi yakni media Corona (coretan romantika yang bermakna), tambang berantai (menjalin kerjasama) dan Sikamin (beraksi di depan kamar bercermin).” Ujar Nariyanto. Media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar tentu disesuaikan dengan kebijakan kemendikbud mengenai pembelajaran daring dalam rangka pecegahan covid. Kedua narasumber berbagi ilmu mengenai pengajaran yang diterapkan dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi dengan mengedepankan keingintahuan, responsif, kolaboratif, dan komunikatif yang berkaitan langsung dengan pengembangan media yang tidak melulu mencapai target kompetensi namun juga karakter. Selain itu, media yang digunakan harus memperhatikan kemampuan pengguna dalam mengaplikasikan dan bagaimana penerapannya yang harus bersifar ramah lingkungan. “Para orang tua memiliki kewajiban membentuk karakter anak dengan baik, orang tua menggiring anak mengerjakan tugas dan membantu anak menyelesaikan tugas” ujar Sugiarti menanggapi pertanyaan Yuli Hariyanati, salah satu peserta webinar mengenai menyikapi ketidakjujuran dalam mengerjakan tugas oleh peserta didik. Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang melalui acara webinar ini banyak memberikan pengetahuan kepada para guru dan mahasiswa mengenai penerapan pembelajaran yang kreatif dan inovatif selama masa pandemi serta perubahan mindset dan paradigm terhadap proses pembelajaran. Selain itu, acara ini juga mengedukasi para orang tua untuk ikut serta berkontribusi mengembangkan pembelajaran dengan berkewajiban membentuk karakter anak dengan baik. Pada dasarnya, keingintahuan harus dilandasi dengan ilmu, maka setiap apapun yang disampaikan sebagai wujud pembelajaran harus mengandung target, syarat dan bagaimana pendidik mengokohkan kekreatifan dan keinovatifan yang mumpuni.

Talk Show Kasidah ala Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

  Malang­­­­—­­Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammandiyah Malang mengadakan acara Talk Show Kasidah (Kamis Berfaedah) pada Kamis (7/05/2016). Acara tersebut diadakan melalui live instagram @bahasaindonesiaumm pada pukul 14.00-15.00 WIB.  Tema yang diangkat pada acara ini adalah perempuan dan pendidikan. Narasumbernya tidak lain ialah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Suci Puspita Sari dengan pemandu acara Laily Selviyah Safitri selaku sekertariat Bidang Penelitian & Pengembangan HMJ Bahtera. Puluhan penonton tampak antusias dan menyimak narasumber dengan baik selama live Instagram berlangsung. Beberapa kali penonton mengajukan pertanyaan melalui kolom komentar. Materi yang disampaikan juga sangat menarik sehingga membawa diskusi terasa hidup. Suci banyak membahas mengenai pentingnya edukasi bagi perempuan. Diskusi ini dibuka dengan membahas kecantikan wanita. Wanita dinilai tidak hanya dari kecantikan fisik tetapi juga intelektualnya. Intelektual dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Bila ditelisik sejarahnya, perempuan zaman dulu tidak memiliki kebebasan dalam mengakses pendidikan. Hal tersebut tentunya sangat berbeda dengan zaman sekarang. perempuan dapat mengakses yang didukung Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2008. Suci juga sedikit menyingung peran perempuan dalam bidang pendidikan pada masa pandemi. Pada masa pandemi Covid-19, peran perempuan sangat dibutuhkan khususnya dalam dunia pendidikan. Perempuan hadir sebagai sosok guru yang bertugas mengajari anak-anaknya di rumah. Pada masa pandemi disebutkan bahwa perempuan memiliki banyak kemampuan yang bisa dimanfaatkan. Perempuan bisa mengembangkan perannya dalam ranah ranah publik pada segala aspek utamanya pendidikan. Perempuan dapat menuangkan isi pemikirannya melalui tulisan-tulisan seperti artikel, opini, dan karya sastra sehingga dapat dibaca oleh orang lain. Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang melalui acara tersebut banyak mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan. Perempuan adalah calon ibu yang menjadi madrashah pertama anak. Oleh sebab itu, perempuan harus memiliki bekal dalam mendidik anak. Bangsa yang besar dimulai dari pendidikan di rumah. Perempuan saat ini memiliki peran besar dalam ranah publik dan domestik sehingga mempunyai intelektual yang tinggi adalah aset berharga.

Gurau Pelajar Melalui Daring

Gurau Pelajar Melalui Daring

Pelopor pendidikan di Indonesia yakni Ki Hadjar Dewantara merupakan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi agar dapat memperoleh hak pendidikan seperti kaum priyayi dan orang-orang Belanda, untuk memperingati  kelahiran Ki Hadjar Dewantara, pemerintah Indonesia menetapkan 2 Mei sebagai hari pendidikan nasional (hardiknas). Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan kegiatan perlombaan yakni stand up comedy. Sejumlah siswa-siswi SMA/MA/MAK dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia sangat antusias mengikuti perlombaan tersebut. Perlombaan yang diadakan secara daring ini menarik minat para peserta lomba untuk menunjukkan kemampuannya di bidang perlawakan. Lawakan tunggal atau biasa disebut dengan stand up comedy merupakan salah satu genre profesi melawak, pelawaknya membawakan lawakan seorang diri atau bermonolog mengenai suatu topik untuk mengundang lelucon dan gelak tawa dari penonton. Para peserta pada perlombaan stand up comedy PBI UMM tampil dengan beragam kreativitas, topik dan logat yang bervariasi untuk menambah kesan tersendiri. Meskipun para peserta lomba bukan pelawak dan hanya sekedar coba-coba tanpa latihan khusus, mereka cukup banyak mendapatkan apresiasi dari pengikut (followers) mereka di media sosialnya. Seperti penuturan Andhika Januarydh, juara 3 stand up comedy asal SMK Negeri 1 Tarakan dalam komunikasi yang dilakukan via WhatsApp pada Sabtu, 9 Mei 2020 “Saya baru pertama kali mengikuti perlombaan stand up comedy, kebetulan orang-orang sekitar merasa bahwa saya bisa menebar tawa maka saya mencoba untuk menampilkannya.” Berawal dari coba-coba, ternyata kemampuan yang dimilikinya dapat menggiring untuk menjadi juara diperlombaan kali ini. Perlombaan stand up comedy yang diadakan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM juga memberikan kesan positif dan mendapatkan apresiasi yang baik dari para peserta lomba. “saya sangat mengapresiasi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM karena sudah memberikan wadah bagi para pelajar dan anak muda dalam melatih kepercayaan diri (confident level) serta wadah dan sarana mengasah kemampuan.” Imbuh Andhika di akhir percakapan. Peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) dengan suatu kegiatan yang bermanfaat tentu memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Tidak hanya itu, kegiatan perlombaan stand up comedy yang diadakan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM ini dimaksudkan untuk memberikan wahana untuk menampilkan kreativitas dengan suasana baru dalam kemasan gurau d(garing) yang dilakukan melalui jejaring internet di tengah pandemi covid-19. Meskipun demikian, acara dapat berlangsung dengan baik melalui kriteria penilaian yakni tidak mengandung unsur sara dan berdasarkan demografi viewers. Selain dinilai berdasarkan jumlah penonton, lomba stand up comedy ini juga melibatkan dewan juri yang mumpuni. Dewan juri tersebut terdiri dari Dr. Hari Sunaryo, M.Si. selaku dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Wawan Saktiawan dari komunitas Stand Up Indo Malang dan finaslis SUCA 2, dan juga Fajar W. Mukti mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang aktif di komunitas Stand Up Indo Malang.

Ungkapan Terima Kasih Kepada Pejuang Perempuan melalui Cerpen

Ungkapan Terima Kasih Kepada Pejuang Perempuan melalui Cerpen

Malang – Hari kartini merupakan hari kelahiran pahlawan kemerdekaan nasional Raden Ayu Kartini  (RA Kartini). Pada tanggal 21 April sejak tahun 1964 diperingati sebagai hari kartini. Hal ini sebagai wujud kebanggaan serta penghormatan yang dilakukan oleh seluruh warga masyarakat Indonesia atas perjuangan yang dilakukan oleh beliau untuk mengangkat emansipasi wanita serta usahanya dalam memperjuangkan keadilan gender. Berbagai peringatan dilakukan dengan bentuk yang berbeda-beda di setiap daerah atau tempat tertentu. Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada tanggal 2 Mei 1964 yang didalamnya juga memuat penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Dalam memperingati hari kartini tahun 2020, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan kegiatan perlombaan yakni menulis cerpen. Cerpen merupakan jenis karya sastra yang berbentuk prosa naratif fiksi yang menceritakan suatu tokoh beserta segala konflik dan penyelesaiannya secara singkat dan jelas. Perlombaan cerpen yang diadakan oleh Pendidikan Bahasa Indonesia UMM diikuti sejumlah siswa-siswi SMA/MA/MAK kelas XI dan XII di berbagai wilayah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam perlombaan cerpen PBI UMM adalah perempuan-perempuan tangguh di tengah pandemi covid-19. Tema yang diangkat disesuaikan dengan perjuangan para wanita tangguh di tengah wabah virus corona yang sedang melanda hampir di seluruh belahan dunia, khususnya di Indonesia. Antusias peserta sangatlah tinggi, hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa peserta yang mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen. Total keseluruhan cerpen yang diseleksi sebanyak 153 naskah. Ada tiga dewan juri yang terlibat untuk menyeleksi naskah. Diantaranya, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. dan Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. Selaku dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, selain itu juga melibatkan juri yang merupakan salah satu penggiat sastra yaitu Denny Mizhar dari komunitas Pelangi Sastra Kota Malang. Melalui komunikasi yang dilakukan via WhatsApp pada Sabtu, 9 Mei 2020 Irfan Dwi Putra, peserta lomba cerpen asal SMAN 65 Jakarta yang berhasil menduduki posisi 1 dalam perlombaan cerpen (sebuah janji) menuturkan “Inspirasi saya sebenarnya berasal dari berita-berita di mana banyak tenaga medis yang tidak bisa pulang untuk bertemu dengan keluarganya, terutama anaknya, sehingga kemudian membuat saya berpikir untuk menciptakan cerpen yang setidaknya bisa mengaduk-aduk emosi pembaca yang menyuguhkan keterkaitan antara anak dan ibunya.” Perlombaan cerpen yang diadakan Pendidikan Bahasa Indonesia UMM mendapatkan apresiasi dari para peserta lomba yang merupakan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai macam kesan positif disampaikan peserta “Semoga ke depannya diadakan lagi lomba cerpen dan membuka peluang pelajar-pelajar kreatif lain untuk lebih bersemangat lagi dalam berkarya.” Imbuh Irfan di akhir komunikasi. Irfan mengungkapkan pesannya kepada Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Perlombaan cerpen yang diadakan PBI UMM diharapkan mampu menggugah semangat dan rasa nasionalisme para generasi muda dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang ada di Negaranya dengan mengembangkan segala kreativitas yang dimilikinya.

Peringati Hari Puisi, Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Sukses Adakan Lomba Menulis Puisi

Peringati Hari Puisi, Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Sukses Adakan Lomba Menulis Puisi

Malang—Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang sukses menyelenggarakan lomba penulisan puisi dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional.Tema yang diangkat seputar pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini, yaitu Pertemuan dan Belenggu Pandemi serta Surat untuk Pejuang Pandemi. Lomba penulisan puisi ini berhasil menarik minat ratusan siswa SMA/MA/SMK dari seluruh Indonesia. Terhitung jumlah naskah yang masuk dalam perlombaan ini mencapai 459 puisi. Persaingan pun sangat ketat hingga menyisakan tiga puisi terbaik. Juara pertama lomba penulisan puisi ini berhasil diraih oleh Nanda Rakhmah Hidayah dari SMAN 5 Purwokerto, Banyumas dengan puisinya yang berjudul Pagebluk dan Atma Rinduku. Trisna Ayuni dari SMKN 1 Nglegok, Blitar menempati posisi juara keduadengan puisi Ketetapan 1. Sementara itu, Silviana Sulistia dari SMA 1 Kesesi, Pekalongan mendapatkan juara ketiga dengan puisi Bui Takdir. Ketiganya mengaku memiliki kecintaan dalam menulis puisi.“Ya,saya memang mempunyai hobi menulis puisi sejak SMP sehingga setiap event menarik mengenai puisi, saya selalu mencoba mengikuti sekaligus mengasah bakat,” ujar Silvi, juara ketiga lomba puisi. Selain hobi menulis, para peserta mengikuti lomba ini sebagai upaya mengasah kemampuannya dalam menulis. “Saya menjaga keistiqomahan menulisdan memanfaatkan kesempatan yang ada,”ungkap Trisna, juara kedua lomba puisi. Puisi dari para peserta kaya makna tentang pembelajaran hidup selama pandemi Covid-19. Dari 459 naskah, puisi Pagebluk dan Atma Rinduku menjadi yang terbaik setelah mendapat skor tertinggi dari tiga kriteria penilaian, yaitu kelengkapan aspek formal puisi, keselarasan unsur puisi, kejelasan hakikat puisi. Nanda mendapat total skor 258 dari ketiga juri lomba ini, yaitu Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd. (dosen MK Puisi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM), Purwati Anggraini, S.S., M.Hum. (dosen MK Sastra Pendidikan Bahasa Indonesia UMM), dan Yusri Fajar, M.A (Sastrawan dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya). Nanda, sang juara, menitipkan amanat yang mendalam dalam puisinya.“Kita sebagai manusia harus bersyukur atas segala kenikmatan yang Tuhan berikan dan menjadi hamba-Nyayang selalu menaati perintah-Nya,” jelas Nanda, juara pertama lomba puisi. Untuk mengapresiasi prestasi para juara, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang memberikan hadiah berupa sejumlah uang, e-sertifikat, serta kebijakan bagi juara 1, 2, dan 3untuk dapat masuk prodi tanpa tes. Ketiga juara lomba pun mengaku berminat bergabung menjadi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Salah satu alasannya adalah minat mereka untuk mendalami bidang pembelajaran, bahasa, dan sastra Indonesia. Selain ketiga juara tersebut, telah dipilih 50 penulis puisi terbaik dari 459 naskah yang ada. Naskah puisi terbaik tersebut akan dibukukan menjadi antologi puisi. Lomba puisi yang diadakan oleh Program Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang telah sukses menarik minat serta kesan mendalam bagi para pesertanya. Para peserta mengaku berterima kasih pada prodi karena telah mengadakan acara yang bermanfaat dan kreatif selama pandemi Covid-19 ini. Para peserta juga berharap, ungkapan perasaan dan untaian kata yang mereka tuangkan dalam puisi-puisi tersebut bisa menjadi tangga doa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir hingga keadaan membaik dan pulih kembali.

Hamka dan Puisinya

Hamka dan Puisinya

Tanggal 21 Maret adalah peringatan hari Puisi Sedunia. Hari Puisi Sedunia ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1999. UNESCO menetapkan hari Puisi Sedunia untuk mengkampanyekan pembacaan, penulisan, penerbitan, serta pengajaran puisi di seluruh dunia. UNESCO Mendorong pengakuan bagi gerakan puisi nasional, regional, dan internasional. Gerakan-gerakan hari Puisi Sedunia biasanya diperingati melalui pembacaan puisi oleh para penyair atau kampanye anak muda dengan berpuisi. Selain itu Hari Puisi saat ini banyak  digaungkan melalui media sosial. Biasanya anak-anak muda akan mengutip puisi salah satu sastrawan tanah air. Berbicara mengenai puisi memang tidak lepas dari sastrawan-sastrawan Indonesia. Salah satu sastrawan yang banyak berkontribusi untuk bangsa adalah Buya Hamka. Hamka juga dikenal sebagai ulama Muhammadiyah dan politikus Indonesia. Ia aktif dalam penulisan karya sastra di Indonesia. Karya-karya Hamka yang banyak dikenal masyarakat di Indonesia adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck,  Di Bawah Lindungan Ka’bah, Laila Majnun, dan lain-lain. Selain menulis Roman, Hamka juga menulis banyak  puisi. Puisi-puisi Hamka di antaranya Nikmat Hidup, Hanya Hati, Hati Sanubari, Roda Pedati, Biar Mati Badanku Kini dan lain-lain. Puisi-puisi tersebut bertemakan religius. Ia banyak menggambarkan kebesaran Tuhan dan rasa syukur. Puisi Hanya Hati karya Hamka menggambarkan seorang pemuda sederhana yang jatuh cinta. Pemuda  itu tidak menawarkan kekayaan tetapi ia menawarkan hatinya yang tulus. Karya-karya Hamka banyak diajarkan di sekolah. Anak-anak dapat mengambil pesan moral yang dituliskan dalam puisinya. Pembelajaran melalui puisi di dunia pendidikan berguna untuk mengajarkan rasa empati dan simpati pada anak. Pendidik harus mampu menyeleksi puisi-puisi yang tepat bagi anak. Oleh sebab itu, calon pendidik biasanya dibekali ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sastra. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang juga mengintregrasikan pembelajaran sastra melalui mata kuliah seperti kajian puisi. Dengan demikian calon pendidik lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan.

Imajinasi Anak dan Hari Dongeng Sedunia

Imajinasi Anak dan Hari Dongeng Sedunia

Anak-anak di seluruh dunia pasti pernah mendengarkan dongeng. Dongeng menjadi hal yang melekat dalam kehidupan masyarakat dunia sehingga ditetapkan Hari Dongeng Internasional. Hari Dongeng Sedunia dirayakan tanggal 20 Maret. Hari istimewa ini berawal dari peringatan Hari Mendongeng Nasional di Swedia pada tahun 1991. Tanggal 20 Maret 1997, secara bersamaan pendongeng di Australia dan Amerika merayakan Hari Mendongeng. Dari perayaan di berbagai negara tersebut, diputuskan Hari Dongeng Internasional diperingati pada tanggal 20 Maret. Peringatan Hari Dongeng Sedunia dapat dirayakan dengan menceritakan dongeng-dongeng Nusantara kepada anak-anak. Dongeng menjadi wahana imajinasi anak. Saat bercerita melalui penuturan dan gestur yang baik, anak-anak akan mulai membayangkan alur cerita dalam dongeng. Mereka akan berimajinasi dengan bebas sehingga kreativitas bertambah. Imajinasi yang dibayangkan oleh anak akan memicu rasa empati dan simpati dalam diri mereka. Hal tersebut disebabkan karenacerita dongeng pada umumnya banyak mengandung nilai-nilai moral dan pendidikan. Contohnya, orang tua atau guru dapat bercerita tentang dongeng Malin Kundang sehingga anak akan sadar akan pentingnya menghormati orang tua.   Dewasa ini, kemampuan mendongeng pendidik sebenarnya dibutuhkan. Dengan adanya softskill seperti mendongeng,guru akan lebih mudah menanamkan nilai moral serta menumbukan sisi kreativitas pada anak. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang menyadari pentingnya softskill yang harus diberikan pada mahasiswanya. Program-program seperti “Sasindo Mendongeng”  yang terintegrasi dalam kegiatan Bakti Sosial “Mengabdi untuk Negeri” di Kab. Malang. Kegiatan “Sasindo Mendongeng”dilakukan untuk melatih softskill dan meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa. Pengalaman pada kegiatan “Sasindo Mendongeng”menjadi salah satu bekal mahasiswa kelak ketika berada di dunia kerja.