Mahasiswa PBI UMM Merasakan Lulus tanpa Skripsi

Malang– Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menghantarkan mahasiswanya lulus melalui program ekuivalensi skripsi (29/02/2020). Mahasiswa yang berhasil mengikuti program ekuivalensi ini bernama Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggraini. Dini dan Wulan berhasil lulus wisuda periode I tahun 2020 melalui kebijakan ekuivalensi skripsi. Mahasiswa yang lulus melalui program ini tidak perlu repot-repot mengerjakan skripsi. Hal tersebut tentunya membantu mempercepat kelulusan menjadi 3,5 tahun. Dini dan Wulan bisa mengikuti program tersebut setelah berhasil menjadi satu-satunya wakil Universitas Muhammadiyah Malang dalam perlombaan “Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional” (PIMNAS) di UNY tahun 2018. Keduanya menjadi satu tim dalam mengusung PKM berjudul “1001 Majas”. Keberhasilan Dini dan Wulan menjadi peserta PIMNAS dua tahun lalu memudahkan mereka untuk lulus tanpa repot-repot memikirkan skripsi. Keduanya merasa sangat bersyukur dengan adanya program ekuivalensi yang sepadan dengan skripsi, kerja keras mereka terbayar dan membuahkan hasil. Wulan merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan program ekuivalensi skripsi. “Alhamdulillah, saya bangga menjadi mahasiswa  FKIP UMM, saya menyelesaikan studi tanpa repot dengan skripsi, waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan studi juga terhitung tepat waktu (3,5) tahun. Hal ini dikarenakan saya lolos PIMNAS di UNY 2018, dengan adanya ekuivalensi skripsi, saya rasa dapat memberikan semnagat lebih pada mahasiswa untuk berinovasi dan berkreasi dalam memacu menyelesaikan studi. Kondisi ini telah saya rasakan sendiri! Terima kasih pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah mendukung dan mengadakan program ekuivalensi Skripsi”, ujar Wulan, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2016. Selaras dengan yang dikatakan Wulan, Dini juga merasa usahanya ketika lolos PIMNAS tidak sia-sia melalui program ekuivalensi skripsi. “Alhamdulillah, sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, saya menempuh perkuliahan tanpa harus repot dengan skripsi serta lulus tepat waktu (3,5) tahun berkat lolos PIMNAS ke-31 di UNY 2018, terima kasih kepada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah mendukung  setiap mahasiswanya untuk terus produktif dan bebas skripsi.” Ucap Dini, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2016. Dini dan Wulan adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang pertama yang merasakan manfaat dari program ekuivalensi skripsi. Program ekuivalensi merupakan program yang diusung Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk membantu mahasiswa agar cepat lulus. Program ekuivalensi yang ditawarkan untuk menggantikan skripsi di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM berupa pembuatan karya, terdiri atas menulis opini di media massa nasional, menulis artikel ilmiah, menulis karya sastra produktif seperti novel, menulis naskah drama dan mementaskannya, serta lolos PKM PIMNAS. Program ini tidak hanya membantu cepat lulus tetapi juga mengasah softskill mahasiswa. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM membuka peluang sebesar-besarnya untuk bergabung dan memudahkan setiap mahasiswa meraihkan cita-cita.

Pelepasan Drs. Joko Asihono Dosen PBI UMM Gabung Dengan Acara Penganugerahan PKL Jurnalistik

Pelepasan Drs. Joko Asihono Dosen PBI UMM Gabung Dengan Acara Penganugerahan PKL Jurnalistik

MALANG- Memberikan apresiasi dalam acara penganugerahan PKL Jurnalistik, Drs. Joko Asihono resmi dilepas mengakhiri masa tugasnya menjadi dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, (12/02/22). Pemberian apresiasi terhadap koran hasil kreasi mahasiswa PBI UMM dalam mata kuliah PKL Jurnalistik, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa maupun dosen pengampu mata kuliah. Betapa tidak, Drs. Joko Asihono merupakan dosen senior PBI UMM yang dulunya merupakan dosen pengampu mata kuliah Fotografi yang berkaitan erat dengan Jurnalistik. Acara yang dihadiri oleh jajaran Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut dilaksanakan di aula GKB 4 UMM secara Luring. Dalam sambutanya, Trisakti Handayani, M.M selaku dekan FKIP UMM juga mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan kontribusi besar yang diberikan oleh Drs. Joko Asihono selama di UMM khususnya dalam lingkungan di Prodi Pendidikan Bahasa Inonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). tidak hanya itu, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. Selaku Sekretaris Prodi PBI UMM juga memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Drs. Joko Asihono selama bertugas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara khusus di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). “Tentu ini akan menjadi kehilangan yang cukup berarti bagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM. Kenapa? Karena kontribusi beliau selama kurang lebih 30 tahun, bertugas menjadi dosen di UMM sejak tahun 90-an, ” paparnya dihadapan peserta PKL Jurnalistik dan dosen yang hadir dalam acara Penganugerahan PKL Jurnalistik. Penggabungan acara pelepasan dengan acara Penganugerahan PKL Jurnalistik bukan tanpa alasan. Pasalnya, Drs. Joko Asihono merupakan dosen yang bergerak dibidang Jurnalistik khususnya Fotografi. Dalam proses mengapresiasi koran karya mahasiswa PBI yang dimoderatori langsung oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. Drs. Joko Asihono juga mengucapkan banyak terima kasih dan menyampaikan harapannya agar keaktifan dan berpikir kritis mahasiswa tetap difasilitasi di mata kuliah PKL Jurnalistik ini. “Hari ini adalah acara Penganugerahan PKL Jurnalistik, bidang saya adalah Jurnalistik khususnya Fotografi dan hari ini juga adalah hari pelepasan saya, tentu ini adalah momentum yang cukup berkesan bagi saya. Saya masih merasa cukup muda untuk pensiun, pesan saya apa yang membuat saya merasa masih muda adalah belajar. Belajar adalah kunci, bisa membuat anda lebih aktif, kritis dalam berpikir, dan banyak hal yang kita dapat jika kita mau belajar, ” pungkasnya.