Penyerahan Mahasiswa PBI FKIP UMM untuk Magang Batch 3 CoE Entrepreneur Perbukuan di Intrans Publishing dan Mata Kata Inspirasi

Prodi PBI News — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menyerahkan mahasiswa untuk mengikuti program magang Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan di dua mitra industri penerbitan, yaitu Intrans Publishing dan Mata Kata Inspirasi. Kegiatan magang ini direncanakan akan berlangsung selama satu semester, mulai dari September 2024 hingga Januari 2025. Program ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan akademik, pengalaman praktik, dan pengembangan soft skill mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang perbukuan dan penerbitan. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh pihak Prodi PBI FKIP UMM kepada Intrans Publishing dan Mata Kata Inspirasi sebagai bentuk kerja sama yang telah terjalin dengan baik dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Sebanyak 6 mahasiswa semester 7 PBI FKIP UMM akan menjalani praktik kerja di Intrans Publishing, sementara 2 mahasiswa lainnya akan menjalani magang di Mata Kata Inspirasi. Selama magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aspek penerbitan, mulai dari penyuntingan, penulisan, desain buku, hingga strategi pemasaran. Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan nyata yang relevan dengan industri penerbitan, sehingga lulusan Prodi PBI FKIP UMM lebih siap bersaing di pasar kerja. Kaprodi PBI FKIP UMM, Arif Setiawan, M.Pd., menyampaikan pentingnya program ini dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Pengalaman magang di industri penerbitan akan sangat berharga untuk pengembangan diri mereka, baik secara akademik maupun profesional,” ungkapnya. Pihak Intrans Publishing dan Mata Kata Inspirasi menyambut positif program ini dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman praktik yang mendalam bagi para peserta magang. Mereka berharap kerja sama ini akan mencetak lulusan yang memiliki keterampilan unggul dan siap terjun ke dunia kerja. Dengan terlaksananya program magang CoE Entrepreneur Perbukuan ini, Prodi PBI FKIP UMM semakin mengukuhkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan bagi mahasiswanya. Program ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap diaplikasikan di dunia industri.
Penyerahan Mahasiswa PBI FKIP UMM untuk Program Magang Batch 3 CoE Entrepreneur Perbukuan di PT. Intan Pariwara dan NBS

Prodi PBI News — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menyerahkan mahasiswa untuk mengikuti program magang Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan di PT. Intan Pariwara Batch 3. Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Kaprodi PBI FKIP UMM, Arif Setiawan, M.Pd., kepada pihak PT. Intan Pariwara dan New Book Store (NBS) UMM pada 14 September 2024. Program magang yang akan berlangsung selama satu semester, mulai dari September 2024 hingga Januari 2025, dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam dunia penerbitan kepada mahasiswa PBI. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan akademik, pengalaman praktik, dan pengembangan soft skill mahasiswa agar mereka siap menghadapi dunia kerja setelah lulus. Arif Setiawan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “Kegiatan praktik kerja ini tidak hanya menjadi ajang untuk menambah wawasan akademik, tetapi juga untuk mengasah keterampilan praktis dan soft skill yang sangat dibutuhkan dalam industri penerbitan. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan kompetensi diri,” ujar Arif. Mahasiswa yang mengikuti magang adalah mahasiswa semester tujuh. Setidaknya ada 5 mahasiswa yang mengikuti magang di PT. Intan Pariwara dan 3 mahasiswa/i magang di New Book Store (NBS) UMM. Selama magang, mereka akan terlibat langsung dalam berbagai proses penerbitan, mulai dari penulisan naskah, penyuntingan, desain, hingga pemasaran buku. Diharapkan, melalui program ini, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret tentang dunia perbukuan dan kewirausahaan. Pihak PT. Intan Pariwara menyambut baik kerja sama ini dan berkomitmen untuk memberikan pembekalan yang maksimal kepada para mahasiswa. Mereka juga berharap bahwa kegiatan ini dapat melahirkan calon-calon profesional yang siap terjun dalam industri perbukuan. Dengan terselenggaranya program magang ini, Prodi PBI FKIP UMM terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusannya melalui berbagai program unggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Miftahul Huda, Mahasiswa PBI FKIP UMM, Perankan Aktor Utama dalam Pentas Teater “War Love”

Prodi PBI News — Miftahul Huda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menunjukkan bakat seninya dengan menjadi aktor utama dalam pentas teater bertajuk “War Love”. Pentas teater ini diselenggarakan oleh Ruang Karakter, salah satu komunitas teater terkemuka di Malang Raya, dan digelar di Malang Creative Center (MCC) pada 12 September 2024. Pementasan ini berhasil menarik perhatian lebih dari 100 penonton yang memadati venue, menyajikan sebuah pertunjukan yang menggugah emosi dengan tata cahaya dan pengaturan panggung yang memukau. Dengan tema besar tentang kompleksitas cinta, khususnya dalam konteks hubungan kekasih, naskah “War Love“ mengeksplorasi berbagai dinamika emosi yang muncul dalam cinta—mulai dari kegembiraan, kecemburuan, pengorbanan, hingga kehidupan yang berulang-ulang dan membosankan. Sebagai aktor utama, Miftahul Huda tampil memukau dengan akting yang penuh penghayatan, membawa penonton merasakan perjalanan emosional karakter yang ia mainkan. Kekuatan akting Huda berhasil membuat penonton terlibat secara emosional dalam kisah cinta yang rumit tersebut. Penampilan Huda yang natural dan penuh ekspresi mendapat sambutan hangat dari penonton dan apresiasi positif dari berbagai kalangan. Dalam wawancara singkat setelah pementasan, Huda menyampaikan bahwa menjadi bagian dari pentas “War Love” adalah pengalaman yang sangat berharga. “Ini adalah tantangan besar bagi saya sebagai aktor, terutama karena naskah ini sangat kaya akan emosi dan konflik. Saya merasa sangat terhormat bisa berkolaborasi dengan Ruang Karakter dan memberikan yang terbaik untuk penonton,” ujar Huda. Pentas ini tidak hanya menjadi ajang bagi Huda untuk menunjukkan kemampuan aktingnya, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas teater lokal untuk mempersembahkan karya seni berkualitas kepada masyarakat Malang. Kehadiran penonton yang antusias menambah semarak acara, menjadikan “War Love” salah satu pementasan yang sukses di MCC tahun ini. Dengan kesuksesan pentas ini, Huda berharap dapat terus mengembangkan bakat aktingnya serta berkontribusi lebih banyak dalam dunia teater. Keterlibatannya dalam komunitas teater seperti Ruang Karakter juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam berkesenian utamanya seni pertunjukan di malang raya.
Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Tampilkan Monolog dan Musikalisasi Puisi dalam Acara Pengenalan Jurusan

Prodi PBI News — Dalam rangkaian acara pengenalan jurusan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mahasiswa Prodi PBI turut menampilkan pertunjukan seni monolog dan musikalisasi puisi. Acara yang berlangsung di Laboratorium Drama FKIP UMM ini dihadiri oleh seluruh dosen serta mahasiswa baru Prodi PBI, menciptakan suasana hangat dan penuh antusiasme. Salah satu penampilan yang memukau adalah monolog yang dibawakan oleh Vivin Dwi Oktavia, mahasiswa PBI angkatan 2021. Vivin membawakan monolog berjudul Balada Sumarah karya Tentrem Lestari dengan sangat apik, memperlihatkan kepiawaiannya dalam mendalami karakter dan menyampaikan pesan yang penuh emosi. Pertunjukan monolog ini berhasil menarik perhatian hadirin dan mendapatkan apresiasi dari para dosen serta mahasiswa yang hadir. Selain penampilan monolog, acara tersebut juga menampilkan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Rani, Laras, dan Rizkon, perwakilan dari angkatan 2023. Mereka menampilkan dua musikalisasi puisi, yaitu Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar dan Pesan Pengelana karya Dr. Hari Sunaryo, M.Si., dosen Prodi PBI FKIP UMM. Dengan kombinasi suara, alat musik, dan penghayatan yang kuat, penampilan musikalisasi puisi ini memberikan nuansa yang mendalam dan penuh makna, berhasil membangkitkan suasana emosional di dalam ruangan. Kegiatan pengenalan jurusan ini tidak hanya menjadi ajang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan dosen di Prodi PBI FKIP UMM, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan bakat seni mereka. Penampilan seni ini menjadi bukti bahwa Prodi PBI FKIP UMM tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan berkontribusi dalam bidang seni dan budaya. Dengan penampilan yang luar biasa ini, diharapkan para mahasiswa baru Prodi PBI FKIP UMM semakin termotivasi untuk aktif berkarya dan terus mengembangkan diri dalam berbagai kegiatan seni dan akademik di masa depan.
Prodi PBI FKIP UMM Gelar Acara Pengenalan Jurusan untuk Mahasiswa Baru

Prodi PBI News — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara pengenalan jurusan bagi mahasiswa baru di Laboratorium Drama FKIP UMM. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen dan mahasiswa baru Prodi PBI FKIP UMM, serta dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi PBI, Arif Setiawan, M.Pd. Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai program studi, visi misi, serta berbagai peluang dan program unggulan yang ditawarkan oleh Prodi PBI FKIP UMM. Dalam sambutannya, Arif Setiawan, M.Pd., memperkenalkan seluruh dosen yang tergabung dalam Prodi PBI FKIP UMM dan menyampaikan bahwa setiap dosen memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa selama masa studi mereka. Selain memperkenalkan dosen, Arif Setiawan juga menjelaskan secara mendetail mengenai dua program unggulan prodi, yaitu Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuandan Diplomasi Bahasa. Kedua program ini dirancang untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada mahasiswa, baik di bidang kewirausahaan dalam dunia penerbitan maupun dalam ranah diplomasi bahasa di kancah internasional. “Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari seluk-beluk penerbitan, mulai dari penulisan hingga pemasaran buku, yang bertujuan mempersiapkan lulusan dengan keterampilan yang dapat diaplikasikan di dunia kerja maupun industri kreatif,” jelas Arif Setiawan. Sementara itu, program Diplomasi Bahasa dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi secara lintas budaya, mempersiapkan mereka untuk menjadi duta bahasa Indonesia di tingkat global. Arif Setiawan juga mengajak para mahasiswa baru untuk aktif mengikuti program-program unggulan ini, karena keduanya memberikan pengalaman berharga yang akan menunjang karier mereka di masa depan. Acara pengenalan jurusan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada dosen terkait program studi, kegiatan akademik, dan berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia di Prodi PBI FKIP UMM. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para mahasiswa baru dapat lebih mengenal lingkungan akademik serta mendapatkan gambaran jelas mengenai jalur pendidikan dan kesempatan yang ada selama mereka menempuh studi di Prodi PBI FKIP UMM.
Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Tampil Memukau di Acara RAKERPIM dan AKU 2024

Prodi PBI News — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kebolehan mereka dalam acara bergengsi Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) dan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang pada 15 September 2024. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan kampus dan berbagai tokoh penting dari berbagai prodi dan fakultas perguruan tinggi se-Jatim. Mahasiswa yang tampil membawakan musikalisasi puisi ini didampingi oleh dosen sekaligus Sekretaris Prodi PBI FKIP UMM, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. Penampilan mereka memukau para hadirin, membawa sentuhan seni dan keindahan bahasa dalam balutan musik yang apik. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa yang turut berpartisipasi adalah Afif sebagai pemain harmonika dan ketipung, Vivin sebagai vokalis, Huda dan Fadil sebagai pemain gitar, Naufal sebagai pemain kajon, dan Aisyah yang membacakan puisi. Mereka membawakan dua karya puisi dengan musikalisasi yang menarik perhatian, yakni “Pesan Pengelana” karya Hari Sunaryo dan “Kangen” karya W.S. Rendra. Penampilan ini tidak hanya menambah keindahan acara, tetapi juga menjadi ajang bagi mahasiswa PBI FKIP UMM untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang seni. Candra Rahma Wijaya Putra, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian para mahasiswa ini. “Mereka telah berhasil mengemas puisi menjadi sebuah pertunjukan yang hidup dengan kombinasi vokal dan musik yang sangat harmonis,” ujarnya. Acara RAKERPIM dan AKU 2024 ini menjadi salah satu momentum penting bagi UMM dalam mengukuhkan posisinya sebagai kampus unggulan di tingkat nasional, dan kehadiran mahasiswa PBI FKIP UMM dengan penampilan seni ini semakin memperkuat citra kampus sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pengembangan potensi seni dan budaya. Dengan apresiasi yang tinggi dari para peserta dan tamu undangan, penampilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Post 6

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
Post 5

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
Post 4

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). Where does it come from?Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some?There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.
Post 3

What is Lorem Ipsum?Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it?It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). Where does it come from?Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham. Where can I get some?There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.