Bahasa Indonesia On The Floor: Ajang Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan kreatif bertajuk Bahasa Indonesia On The Floor. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi kebahasaan yang dirancang khusus untuk mahasiswa BSI Modern UMM guna menyalurkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga merayakan kekayaan ekspresi bahasa Indonesia dalam berbagai bentuk seni dan komunikasi. Bahasa Indonesia On The Floor menghadirkan konsep perlombaan yang memadukan unsur kebahasaan, kesusastraan, serta kreativitas seni pertunjukan. Berbagai cabang lomba yang diselenggarakan dalam kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan mereka secara lebih luas. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan individual, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri yang relevan dengan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan enam cabang lomba yang beragam. Cabang lomba tersebut meliputi pembacaan puisi, monolog, solo pop, musik pop, reporter, serta voice over. Setiap cabang lomba dirancang untuk mengasah keterampilan mahasiswa dalam aspek komunikasi, ekspresi artistik, dan penguasaan bahasa. Pembacaan puisi dan monolog menekankan pada penghayatan sastra serta kemampuan interpretasi teks, sementara cabang reporter dan voice over mengembangkan keterampilan berbicara dan komunikasi publik yang sangat relevan dengan bidang media dan penyiaran. Selain itu, lomba solo pop dan musik pop turut memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki bakat di bidang seni musik. Melalui perpaduan antara seni musik dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, kegiatan ini menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media ekspresi estetis yang mampu menyampaikan emosi, gagasan, dan pesan kepada khalayak luas. Ketua Program Studi BSI Modern UMM, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa HMPS Bahtera yang berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan kreativitas. Ia menilai bahwa kegiatan seperti Bahasa Indonesia On The Floor merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di luar ruang kelas. “Kegiatan seperti Bahasa Indonesia On The Floor menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern tidak hanya belajar teori kebahasaan di kelas, tetapi juga mampu mengekspresikan kompetensi tersebut melalui berbagai bentuk kreativitas. Ajang ini menjadi ruang yang sangat positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia,” ungkap Dr. M. Isnaini. Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang digagas oleh HMPS Bahtera ini menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem akademik yang aktif, kreatif, dan kolaboratif di lingkungan program studi. “Saya sangat mengapresiasi kerja keras HMPS Bahtera yang telah menghadirkan kegiatan ini. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai angkatan. Interaksi semacam ini penting untuk membangun solidaritas dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan BSI Modern,” tambahnya. Dengan terselenggaranya Bahasa Indonesia On The Floor, HMPS Bahtera kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kegiatan mahasiswa yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di lingkungan BSI Modern UMM sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa. Melalui semangat kreativitas, kolaborasi, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia On The Floor menjadi bukti bahwa mahasiswa BSI Modern mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memiliki nilai akademik dan sosial yang kuat. Ajang ini diharapkan dapat terus berkembang di masa mendatang serta menjadi ruang ekspresi yang memperkuat identitas mahasiswa sebagai generasi yang mencintai dan memajukan bahasa Indonesia.
HMPS Bahtera Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Selenggarakan Workshop Media Kreatif Bersama Tim Humas Universitas

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera dari Program Studi BSI Modern Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan Workshop Media Kreatif sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang produksi dan pengelolaan media digital. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan kreatif yang relevan dengan perkembangan media saat ini. Workshop Media Kreatif merupakan program yang bertujuan menginspirasi sekaligus mengasah kemampuan peserta dalam memanfaatkan berbagai platform media secara inovatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa media kreatif memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, membangun citra institusi, serta memperluas jangkauan komunikasi di era digital. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Umum HMPS Bahtera yang menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen organisasi mahasiswa dalam mendukung pengembangan kompetensi anggotanya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan literasi digital dan kreativitas media bagi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri dari tim humas universitas. Kehadiran tim humas memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana media kreatif dikelola dalam konteks institusi pendidikan tinggi. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari tim humas universitas melalui sesi yang bersifat interaktif dan aplikatif. Materi yang disampaikan tidak hanya berbentuk paparan teori, tetapi juga disertai contoh praktik yang sering digunakan dalam produksi konten media. Beberapa topik yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi pembuatan konten digital, dasar-dasar desain grafis, hingga strategi pengelolaan media sosial. Peserta diajak memahami bagaimana sebuah konten dirancang agar menarik, informatif, dan mampu menjangkau audiens secara luas. Tidak hanya menerima materi, para peserta juga berkesempatan mengikuti kegiatan praktik dan diskusi. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengembangkan ide konten kreatif yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan publikasi. Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah proyek kolaboratif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam proyek tersebut, peserta bekerja sama untuk merancang konsep media kreatif yang memadukan unsur visual, pesan komunikasi, dan strategi publikasi. Kegiatan Workshop Media Kreatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknis di bidang media digital. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk memahami dunia kerja di bidang komunikasi dan publikasi secara lebih luas.
HMPS Bahtera UMM Selenggarakan Kelas Linguistik Forensik Bersama SMA Negeri 3 Kota Batu, Tanamkan Kesadaran Etika dan Hukum Berbahasa di Ruang Digital

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan program edukatif melalui kegiatan Kelas Linguistik Forensik yang bekerja sama dengan SMA Negeri 3 Kota Batu. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi Generasi Z agar semakin memahami pentingnya etika komunikasi dan kesadaran hukum dalam penggunaan bahasa, khususnya di media sosial. Di era digital yang serba terbuka, bahasa bukan lagi sekadar alat menyampaikan gagasan, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial dan hukum yang nyata. Program ini diinisiasi sebagai langkah preventif untuk meminimalisasi penyalahgunaan bahasa di ruang digital. Melalui pendekatan linguistik forensik, para siswa diperkenalkan pada kajian bahasa dalam konteks hukum, termasuk bagaimana ujaran kebencian, pencemaran nama baik, maupun bentuk komunikasi bermasalah lainnya dapat dianalisis secara ilmiah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga kesadaran praktis mengenai dampak dari setiap kata yang mereka tuliskan atau ucapkan. Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd., yang menguraikan konsep dasar linguistik forensik beserta relevansinya dalam kehidupan remaja masa kini. Ia menjelaskan bahwa bahasa memiliki kekuatan yang dapat memengaruhi opini publik sekaligus berpotensi menjadi bukti dalam ranah hukum. Oleh karena itu, pemilihan diksi, penyusunan kalimat, serta pemahaman konteks menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Dalam pemaparannya, Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd. menuturkan, “Dalam kajian linguistik forensik, bahasa dipahami bukan hanya sebagai media komunikasi, melainkan juga sebagai jejak yang dapat dianalisis secara hukum. Setiap kata di media sosial memiliki potensi konsekuensi, sehingga penting bagi siswa untuk membangun kebiasaan berpikir kritis sebelum mengunggah sesuatu.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa literasi digital harus diiringi dengan kesadaran etis dan tanggung jawab hukum. Ia juga menambahkan bahwa banyak kasus pelanggaran hukum di media sosial berawal dari kurangnya pemahaman terhadap batasan legal dalam berkomunikasi. Ujaran yang dianggap sebagai candaan atau ekspresi spontan dapat berubah menjadi persoalan serius ketika mengandung unsur penghinaan, provokasi, atau fitnah. Dalam perspektif linguistik forensik, analisis tidak hanya berfokus pada makna kata secara harfiah, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial, tujuan penutur, dan dampak yang ditimbulkan. Mengusung slogan “Saring sebelum Sharing”, kegiatan ini mendorong siswa untuk lebih selektif dan reflektif dalam menggunakan bahasa di ruang digital. Para peserta diajak menelaah contoh kasus yang sering muncul di media sosial, kemudian mendiskusikan kemungkinan implikasi hukumnya. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batas yang harus dihormati. Kolaborasi antara HMPS Bahtera UMM dan SMA Negeri 3 Kota Batu menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat literasi kebahasaan berbasis karakter. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator edukasi, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan pertanyaan yang diajukan, mulai dari perbedaan antara kritik dan ujaran kebencian hingga cara menyampaikan pendapat secara aman di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kritik yang konstruktif tetap sah selama disampaikan secara santun, berbasis fakta, dan tidak menyerang ranah pribadi secara tidak proporsional. Melalui penyelenggaraan Kelas Linguistik Forensik ini, HMPS Bahtera UMM berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang cakap berbahasa sekaligus sadar hukum. Bahasa yang digunakan secara santun dan bertanggung jawab bukanlah pembatasan kebebasan, melainkan wujud kedewasaan dalam berkomunikasi. Dengan pemahaman yang tepat, ruang digital dapat menjadi wadah interaksi yang sehat, produktif, dan berintegritas.
Workshop Sapa Bahasa HMPS Bahtera Bersama SMA Negeri 3 Malang: Kolaborasi Edukatif Hadirkan Mahasiswa Asing dan Pentas Monolog Inspiratif

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera menyelenggarakan kegiatan Workshop Sapa Bahasa bekerja sama dengan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan sekolah menengah dalam memperkuat literasi kebahasaan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif yang menempatkan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai instrumen pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, workshop ini menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif sekaligus reflektif bagi para peserta. Workshop Sapa Bahasa merupakan program yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang baik, santun, dan berkarakter dalam kehidupan akademik maupun sosial. Bahasa diposisikan sebagai medium strategis dalam menyampaikan gagasan, membangun relasi, serta menciptakan komunikasi yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan linguistik, tetapi juga pada penguatan nilai dan sikap positif dalam berbahasa. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi BSI Modern, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental dalam membentuk kualitas generasi muda. Kemampuan berbahasa yang baik akan melahirkan individu yang komunikatif, kritis, dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika sosial. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara HMPS Bahtera dan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk nyata pengabdian akademik mahasiswa kepada dunia pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi SMA Negeri 3 Malang, tetapi juga menghadirkan dua mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan perspektif baru mengenai posisi bahasa Indonesia di ranah global. Dalam sesi berbagi pengalaman, keduanya menceritakan proses mereka mempelajari bahasa Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal. Cerita tersebut menarik perhatian para siswa karena menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi internasional. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana bahasa menjadi jembatan komunikasi lintas budaya. Sesi ini memperluas wawasan siswa bahwa bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara nasional, tetapi juga dipelajari oleh penutur dari berbagai negara, khususnya dalam konteks pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Memasuki sesi inti, materi workshop disampaikan oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa fungsi bahasa melampaui sekadar alat penyampai pesan. Bahasa merupakan sarana pembentukan karakter, penanaman nilai, serta penguatan sikap positif dalam kehidupan sosial. Cara seseorang berbicara dan menulis mencerminkan integritas, empati, serta kedewasaan berpikirnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab perlu dibiasakan sejak dini. Beliau juga menekankan pentingnya kesadaran berbahasa di era digital. Di tengah maraknya komunikasi melalui media sosial, bahasa yang digunakan di ruang publik harus tetap memperhatikan etika dan norma. Peserta didorong untuk menjadi generasi yang kritis, reflektif, dan selektif dalam memilih diksi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik. Melalui workshop ini, diharapkan siswa mampu memahami bahwa bahasa yang baik dapat menjadi sarana membangun citra diri yang positif dan inspiratif. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan penampilan monolog oleh Quratuluyun. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa reflektif sekaligus artistik dalam rangkaian kegiatan. Melalui seni monolog, pesan mengenai kekuatan bahasa dan ekspresi diri disampaikan secara dramatik dan menyentuh. Penampilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik bahasa Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi sastrawan, pegiat seni pertunjukan, maupun tutor BIPA yang berkiprah dalam lingkup internasional. Secara keseluruhan, Workshop Sapa Bahasa yang diselenggarakan oleh HMPS Bahtera bersama SMA Negeri 3 Malang menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kebahasaan di kalangan generasi muda. Dukungan akademik dari Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. dan penyampaian materi oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., serta kehadiran mahasiswa asing dan penampilan monolog, menjadikan kegiatan ini sarat makna dan relevansi. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter dan komunikatif.
L. Dela Fimeta, Novelis muda BSI Modern lolos ke tahap lanjut Duta Bahasa Jawa Timur 2026

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Modern Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), L. Dela Fimeta, kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat provinsi. Mahasiswa semester enam tersebut berhasil melangkah ke tahap pertama dalam ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2026. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Dela dalam bidang literasi, kebahasaan, dan pengembangan diri sebagai generasi muda yang berkomitmen terhadap pemajuan bahasa Indonesia. Keberhasilan Dela melaju ke tahap berikutnya tidak hadir secara tiba-tiba. Sebelumnya, pada tahun 2024, ia telah mengukir prestasi sebagai Putri Literasi Jawa Timur 2024. Gelar tersebut menjadi pijakan awal yang memperkuat reputasinya sebagai figur muda yang aktif dalam gerakan literasi di Jawa Timur. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan kesinambungan kiprah Dela dalam mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kontribusi nyata di masyarakat. Sebagai mahasiswa aktif di BSI Modern UMM, Dela dikenal tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga produktif dalam dunia kepenulisan kreatif. Ia tergolong sebagai novelis muda yang karyanya banyak diminati pembaca. Novel perdananya yang berjudul Waktu dan Tenggara berhasil meraih capaian luar biasa dengan jumlah pembaca mencapai 17,8 juta orang di platform digital. Angka tersebut menunjukkan daya tarik narasi dan kedekatan tema yang diangkat dengan generasi muda masa kini. Keberhasilan novel tersebut menjadi indikator bahwa mahasiswa BSI Modern tidak hanya unggul dalam aspek pedagogis dan linguistik, tetapi juga dalam kreativitas sastra populer. Dela mampu memadukan sensitivitas bahasa dengan kekuatan storytelling yang relevan dengan dinamika psikologis pembaca muda. Karya “Waktu dan Tenggara” dinilai menghadirkan alur yang emosional, reflektif, serta menggambarkan konflik batin generasi muda secara autentik. Capaian Dela dalam ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2026 masih berada pada tahap seleksi lanjutan. Ia harus melewati sejumlah tahapan berikutnya sebelum dapat ditetapkan sebagai finalis resmi. Meski demikian, keberhasilannya menembus babak selanjutnya sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan akademik BSI Modern UMM. Dukungan dari dosen, rekan mahasiswa, serta sivitas akademika terus mengalir sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya. Dengan kombinasi prestasi literasi, produktivitas kepenulisan, serta partisipasi dalam ajang kebahasaan, L. Dela Fimeta menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern mampu berperan sebagai agen perubahan budaya literasi. Publik kini menantikan langkah selanjutnya dalam seleksi Duta Bahasa Jawa Timur 2026 sekaligus menunggu karya terbarunya yang tengah dipersiapkan.
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Laksanakan Kunjungan Akademik dan Sosialisasi PMB di SMA Negeri 1 Maron Probolinggo

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan akademik sekaligus sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ke SMA Negeri 1 Maron Probolinggo. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan jejaring kelembagaan sekaligus upaya memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa secara langsung dan partisipatif. Kunjungan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi institusi, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi literasi dan apresiasi sastra antara mahasiswa, alumni, serta siswa-siswi sekolah setempat. Rombongan BSI Modern hadir bersama sejumlah dosen serta Kepala Program Studi, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., yang memimpin langsung kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan program studi bersama tim dosen menunjukkan komitmen institusi dalam membangun komunikasi yang intensif dengan sekolah mitra. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah atas menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang memiliki kesiapan akademik sekaligus orientasi karier yang jelas sejak dini. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bagian dari investasi masa depan. Ia juga memperkenalkan profil BSI Modern UMM yang berorientasi pada penguatan kompetensi pedagogis, literasi, penelitian, dan kreativitas kebahasaan serta kesastraan. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sosialisasi ini menjadi tujuan utama kunjungan, yakni memberikan pemahaman yang jelas mengenai jalur pendaftaran, sistem seleksi, beasiswa, serta berbagai program unggulan yang ditawarkan BSI Modern. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait prospek lulusan dan peluang karier. Kegiatan ini juga dikemas secara kreatif melalui penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh mahasiswa dan alumni BSI Modern. Pertunjukan tersebut menampilkan kolaborasi seni yang memadukan unsur musikal dan sastra secara harmonis, sekaligus menjadi media edukasi literasi yang inspiratif. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Maron turut ambil bagian dalam penampilan tersebut melalui kolaborasi pembacaan puisi. Keterlibatan aktif ini menciptakan suasana interaktif dan penuh semangat, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan minat terhadap bidang bahasa dan sastra Indonesia. Diharapkan, melalui kegiatan PMB ini, siswa-siswi semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya pada bidang bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu, sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing.
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Perkuat Diplomasi Bahasa Lewat CoE BIPA dan Program Magang Internasional Tiga Bulan

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan program unggulan Center of Excellence (CoE) Diplomasi Bahasa. Program ini secara khusus menitikberatkan pada pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya strategis memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional. Langkah ini menjadi wujud keseriusan BSI Modern dalam merespons meningkatnya minat masyarakat global terhadap Bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam diplomasi budaya. CoE Diplomasi Bahasa dikembangkan melalui kurikulum kolaboratif yang dirancang bersama mitra nasional dan internasional. Sejumlah institusi yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain Open University Ho Chi Minh City, University of Social Sciences and Humanities Vietnam, Jilin International Studies University, Musah-Asiah Foundation, Menara Bahasa, UPT BIPA UMM, serta My Little Island. Melalui kemitraan ini, materi pembelajaran tidak hanya disusun berdasarkan teori, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan riil peserta didik internasional dan perkembangan metode pengajaran bahasa yang berbasis teknologi serta pendekatan lintas budaya. Pelaksanaan program ini telah menunjukkan perkembangan yang konsisten. Hingga saat ini, CoE Diplomasi Bahasa telah memasuki batch kedua yang diselenggarakan pada tahun 2024 dan 2025 di Open University Ho Chi Minh City, Vietnam. Keberlanjutan program hingga tahap tersebut menjadi indikator kepercayaan mitra terhadap kualitas akademik mahasiswa BSI Modern. Kegiatan di luar negeri ini tidak semata-mata praktik mengajar, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang memperluas wawasan mahasiswa tentang dinamika sosial dan karakter pembelajar bahasa di tingkat internasional. Tahun ini, BSI Modern kembali mempersiapkan pengiriman mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional sebagai tutor Bahasa Indonesia. Program tersebut dirancang berlangsung selama tiga bulan. Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa menjalani pembekalan teori secara intensif sebagai bekal profesional. Pembekalan itu mencakup penguatan strategi pengajaran BIPA, keterampilan komunikasi antarbudaya, pengembangan bahan ajar berbasis digital, hingga teknik evaluasi pembelajaran yang responsif terhadap latar belakang peserta didik yang beragam. Kelas profesional unggulan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Para mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi representasi akademik sekaligus duta budaya yang memperkenalkan Bahasa Indonesia secara komunikatif dan kontekstual. Dengan pengalaman magang di luar negeri, mereka diharapkan mampu membangun jejaring profesional yang berkelanjutan serta membuka peluang kolaborasi baru bagi institusi. Ke depan, BSI Modern UMM menargetkan perluasan kerja sama internasional dan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program magang global. Upaya ini sejalan dengan visi institusi dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional dan berkontribusi nyata dalam penguatan diplomasi bahasa Indonesia. Melalui CoE Diplomasi Bahasa, BSI Modern berupaya menghadirkan model pendidikan bahasa yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berlandaskan praktik nyata dan kemitraan global yang berkelanjutan.
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Hadir dalam Pelatihan Bedah Naskah di SMA Negeri 1 Srengat, Blitar

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi sastra melalui kegiatan pelatihan bedah naskah yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Srengat, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini menghadirkan dosen BSI Modern, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., sebagai pemateri utama. Kehadiran BSI Modern dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan kemampuan analisis teks sastra serta praktik teater di kalangan siswa. Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler Teater ASMAT. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama karena materi yang disajikan tidak hanya membahas teori, tetapi juga praktik langsung dalam menganalisis naskah drama. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur naskah sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman. Acara diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, khususnya dalam bidang teater. Dalam sesi ini, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. menjelaskan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu untuk memperkaya proses kreatif siswa, mulai dari eksplorasi referensi, analisis karakter, hingga pengembangan dialog. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara kritis dan etis dalam proses pembelajaran. Setelah sesi pengenalan AI, kegiatan dilanjutkan dengan materi inti berupa bedah naskah. Pemateri menguraikan unsur-unsur intrinsik drama seperti tokoh dan penokohan, alur, latar, konflik, dialog, serta amanat. Siswa diajak memahami bahwa analisis naskah merupakan fondasi utama sebelum sebuah karya dipentaskan. Tanpa pemahaman mendalam terhadap karakter dan struktur cerita, pementasan akan kehilangan kekuatan dramatiknya. Dalam sesi tersebut, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. juga membagikan pengalamannya selama berinteraksi dengan siswa di SMA Negeri 1 Srengat. Ia menyampaikan, “Saya melihat potensi luar biasa dari siswa-siswi di sini. Mereka tidak hanya mampu membaca naskah, tetapi juga mulai memahami lapisan makna di balik dialog dan konflik. Proses bedah naskah ini penting agar mereka tidak sekadar menghafal peran, melainkan benar-benar menghidupkan karakter di atas panggung.” Ia menambahkan, “Bedah naskah bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga proses reflektif. Ketika siswa memahami motivasi tokoh dan alur konflik, mereka belajar tentang empati, sudut pandang, dan dinamika kehidupan. Pengalaman di SMA Negeri 1 Srengat ini menunjukkan bahwa pembelajaran sastra bisa sangat kontekstual dan menyenangkan jika dikemas secara interaktif.” Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk melakukan bedah naskah secara mandiri berdasarkan panduan yang telah diberikan. Diskusi kelompok berlangsung aktif dan kolaboratif, di mana siswa saling bertukar pendapat mengenai interpretasi tokoh, konflik, dan pesan yang terkandung dalam teks. Pemateri kemudian memberikan umpan balik atas hasil analisis masing-masing kelompok. Melalui kegiatan ini, BSI Modern berharap dapat terus menjalin sinergi dengan sekolah-sekolah dalam pengembangan literasi sastra dan seni pertunjukan. Pelatihan bedah naskah di SMA Negeri 1 Srengat menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan bermakna.
CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Melahirkan Inovator Literasi dan Pengusaha Muda Bahasa

Center of Excellence (CoE) Perbukuan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Modern. CoE ini mengarahkan mahasiswa untuk tidak hanya fasih dalam linguistik dan literasi, tetapi juga menjadi entrepreneur perbukuan yang siap bersaing. Didorong oleh inisiasi visioner Prof. Fauzan, M.Pd., ia mendirikan dengan landasan utama membekali setiap prodi dengan keahlian spesifik yang relevan dengan kebutuhan industri. Eggy Fajar Andalas selaku Kepala Laboratorium Penerbitan UMM mengungkapkan bahwa “Inisiasi dari Prof Fauzan, M.Pd., setiap prodi mempunyai bekal sesuai kesesuaian prodinya. Menjalin kerjasama dengan penerbit terkenal dan penerbit indie. Satu (DUDI) memegang satu mata kuliah CoE Perbukuan”. Melalui keterlibatan langsung dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, mahasiswa dibiasakan bekerja dengan standar yang berlaku di industri perbukuan nasional. Proses pembelajaran dirancang menyerupai alur kerja nyata di penerbitan, sehingga mahasiswa mampu memahami ritme, tanggung jawab, dan tantangan yang akan mereka hadapi setelah lulus. Pengalaman ini sekaligus membuka peluang jejaring profesional sejak bangku kuliah, yang menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkarier maupun merintis usaha di bidang perbukuan. Dengan pendekatan tersebut, CoE Perbukuan UMM tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mental dan etos kerja calon pelaku industri literasi. Hasilnya terbukti nyata, setelah praktik intensif dan pengujian sertifikasi standar, banyak lulusan yang langsung mendapatkan kontrak kerja dari tempat magang mereka, sekaligus menjadi bukti kuat perubahan signifikan dalam kompetensi mereka. Perubahan signifikan jelas ada, seperti mahasiswa yang magang di Intan Pariwara belajar dan dibimbing, mereka sudah terlatih dan mampu membuat buku ajar dan buku teks mata pelajaran bahasa indonesia yang sesuai dengan strandar nasional. Dengan model integrasi yang memberikan insentif (biaya hidup dan transportasi) untuk mengatasi tantangan magang satu semester, CoE Perbukuan UMM tidak sekadar mencetak editor atau penulis, melainkan inovator literasi dan pengusaha muda yang akan membentuk masa depan industri perbukuan nasional. CoE Perbukuan UMM menunjukkan peran pentingnya melalui kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang terlibat langsung dalam mata kuliah, sehingga pembelajaran selalu selaras dengan kebutuhan industri. Melalui praktik profesional bersama penerbit ternama dan indie, mahasiswa dibekali keterampilan menyeluruh dalam dunia perbukuan. Dukungan kebijakan dan capaian nyata mahasiswa menegaskan CoE Perbukuan UMM sebagai ruang belajar yang relevan dan berkontribusi bagi penguatan industri perbukuan nasional. “Bahkan dua angkatan terakhir, karya-karya mereka digunakan dan dinilai di Pusat Perbukuan Nasional (Pusbuknas) untuk dicek apakah buku ini layak masuk ke dalam buku koleksi kemendikbud” Ujar Eggy Andalas. Implementasi CoE Entrepreneur Perbukuan BSI Modern UMM semakin menunjukkan dampak konkret melalui kiprah alumni yang berhasil membangun usaha penerbitan secara mandiri. Salah satu contoh yang menonjol adalah Satria Eka Saputra, lulusan Prodi BSI Modern yang kini mendirikan dan mengembangkan CV Cahaya Teratai Publishing sebagai wadah produksi dan distribusi karya literasi. Dalam wawancara, ia menegaskan, “CoE enterpreneur perbukuan sangat berpengaruh bagi saya dalam menjalani penerbitan saat ini, hampir semua aspek bisa jadi bekal dan mampu diterapkan. Saat pembelajaran teori sebagai dasar untuk pondasi memahami dunia penerbitan, dan dilanjut praktik seperti menyunting, mendesain, melayout, strategi promosi dan penjualan. Sehingga banyak hal yang telah dilatih saat menjalani kuliah.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran teoretis dan praktik industri yang diterapkan dalam CoE benar-benar membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis sekaligus kesiapan manajerial. Keberhasilan alumni ini semakin menegaskan bahwa CoE Perbukuan BSI Modern UMM tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja di industri, tetapi juga mampu melahirkan pengusaha muda di bidang literasi yang berkontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem perbukuan nasional
Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Bersinar dengan Prestasi KTI dan PPK Ormawa

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern angkatan 2023 yaitu Devy Putri Susilo, berhasil meraih Juara 2 dan Best Poster dalam lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional 2025. Kompetisi yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dengan mempertemukan gagasan-gagasan terbaik mahasiswa Indonesia dalam upaya mencari solusi atas isu pendidikan dan masyarakat. Dalam lomba KTI 2025, Devy mengangkat tema seputar literasi digital dan relevansinya terhadap perubahan perilaku belajar siswa. Ia memilih topik ini karena melihat dampak teknologi yang semakin besar terhadap dunia pendidikan. Tantangan terbesar muncul saat menyusun data dan analisis. Namun ia mengaku tetap menikmati prosesnya. “Banyak teman yang bilang kalau nulis ilmiah itu ribet, tapi kalau tahu caranya, riset itu seru kok. Kuncinya jangan takut untuk memulai,” ujarnya sambil tersenyum. Devy mengungkapkan bahwa perjalanan ini bermula dari keinginannya untuk mencoba mengembangkan diri di luar perkuliahan. “Awalnya saya cuma ingin coba-coba ikut KTI karna senior saya di UKM FDI menyuruh saya untuk ikut perlombaan ini, tapi ternyata prosesnya bikin saya semakin yakin kalau dalam membuat karya tulis ilmiah itu seru dan menantang,” ujarnya. Keberhasilannya tidak lepas dari kegigihan dalam memadukan riset dan ketajaman analisis yang ia dapatkan selama berkuliah di BSI Modern UMM. Selain aktif di KTI, Devy juga menjadi delegasi Prodi BSI Modern yang lolos pendanaan dan abdidaya dalam program PPK Ormawa UKM FDI. Keterlibatannya ini bukan tanpa alasan. “Saya tertarik ikut PPK Ormawa karena di sana kita nggak cuma belajar konsep, tapi benar-benar terjun ke masyarakat. Dari sana saya belajar banyak tentang kolaborasi,” tuturnya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya bahwa mahasiswa harus punya peran di ruang sosial, bukan hanya di ruang kelas. Pengalaman Devy dalam PPK Ormawa juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kepemimpinan dan keterlibatan sosial. Ia menekankan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia perlu terus relevan dengan isu-isu masyarakat melalui kontribusi nyata, bukan sekadar teori. “Menurut saya, mahasiswa PBI harus berani turun ke lapangan. Bahasa itu hidup, dan kita belajar banyak dari masyarakat,” ujarnya. Ke depan, Devy berharap bisa terus berprestasi melalui riset dan kegiatan sosial. Ia mengaku ingin mendorong lebih banyak mahasiswa untuk tidak takut berkarya. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa mahasiswa generasi sekarang dapat mengambil peran penting dalam perubahan sosial. Malalui capaian gemilang ini, Devy Putri Susilo tidak hanya mengharumkan nama UMM, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern UMM mampu bersaing dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan, kritis, dan inspiratif bagi dunia pendidikan Indonesia., Malang.