Sembilan Doktor Baru Perkuat Reputasi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat penambahan sembilan dosen bergelar doktor yang telah menuntaskan pendidikan doktoral mereka. Pencapaian ini merefleksikan adanya penguatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan akademik Prodi BSI Modern UMM. Lebih dari sekadar peningkatan jumlah tenaga pendidik berkualifikasi tinggi, keberhasilan tersebut juga menjadi indikator komitmen program studi dalam membangun ekosistem pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang berorientasi pada modernitas, responsif terhadap perkembangan zaman, serta ditopang oleh tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Salah satu dosen yang baru menyelesaikan program doktornya, Dr. Purwati Anggraini, M.Hum., menegaskan bahwa keputusan menempuh pendidikan doktoral merupakan perjalanan panjang yang sarat dinamika. “Motivasi awal saya ingin memberi kontribusi lebih untuk ilmu bahasa Indonesia. Namun dalam prosesnya, motivasi itu berkembang bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk mahasiswa dan program studi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam studi doktoral adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kehidupan personal. “Meneliti sering kali membuat kita bekerja hingga larut, sementara mengajar membutuhkan energi penuh. Tantangannya adalah menjaga ketahanan mental dan mampu beradaptasi dengan ritme tersebut,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Dekan II, Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan sembilan doktor secara bersamaan merupakan hasil dari pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat program studi. “Ini bukan semata kerja individu. Prodi membangun atmosfer akademik yang memungkinkan dosen berkembang, mulai dari pendampingan riset, dukungan keikutsertaan seminar, hingga kebijakan akademik yang memberi ruang bagi dosen menyelesaikan studi dengan optimal,” ungkapnya. Bidang penelitian para doktor baru tersebut meliputi linguistik, literasi, pedagogi modern, hingga analisis bahasa berbasis teknologi. Beragam temuan yang dihasilkan diyakini akan memperkaya proses modernisasi kurikulum Pendidikan Bahasa Indonesia. Menurut Dr. Purwati Anggraini, pengalaman menempuh pendidikan doktoral turut mengubah perspektifnya terhadap fenomena kebahasaan. “Bahasa itu hidup dan selalu bergerak. Ada momen-momen kecil dalam riset yang membuat saya memandang literasi digital dari sudut yang berbeda,” tuturnya. Bagi mahasiswa, kehadiran sembilan doktor baru membawa dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Proses perkuliahan menjadi lebih kaya data empiris, pendekatan pedagogis semakin mutakhir, dan mahasiswa memperoleh kesempatan belajar dari dosen yang aktif dalam forum akademik nasional maupun internasional. “Mahasiswa akan merasakan bagaimana referensi menjadi lebih relevan dan pembelajaran semakin kontekstual,” jelas Dr. Faizin. Sejalan dengan penguatan kapasitas akademik tersebut, komitmen pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Prodi BSI Modern UMM juga tercermin dari sejumlah dosen yang saat ini tengah menempuh studi doktoral (S3), yakni Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd.; Eggy Fajar Andalas, S.S., M.Hum.; Fida Pangesti, S.Pd., M.A.; Musaffak, S.Pd., M.Pd; serta Arti Prihatini, S.Pd., M.Pd. Partisipasi mereka dalam pendidikan doktoral bukan sekadar pemenuhan standar akademik, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat kompetensi substantif di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan, sekaligus memperluas jejaring riset, memperkaya perspektif teoretis dan metodologis, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis riset, produktivitas publikasi ilmiah, dan kolaborasi lintas institusi. Menutup wawancara, Dr. Faizin menegaskan bahwa hadirnya sembilan doktor baru merupakan awal dari langkah panjang menuju program studi berstandar global. “Gelar doktor adalah amanah. Tugas kita berikutnya adalah membawa Prodi BSI Modern UMM naik kelas,” ujarnya.

Sambang Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Se-Madura Raya & Workshop Peningkatan Keterampilan Berkelanjutan Berbasis AI dan Kolaborasi Performansi

    Pada hari Jumat, 3 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sambang Alumni Se Madura Raya dan Workshop Peningkatan Keterampilan Berkelanjutan AI dan Kolaborasi Performansi yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern, UMM. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 12.30 WIB sampai selesai, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep, Kabupaten Sumenep. Kegiatan dihadiri oleh 26 alumni BSI Modern serta diikuti oleh beberapa dosen BSI Modern sebagai perwakilan jurusan. Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. Workshop ini mengangkat tema masa depan literasi melalui rekonstruksi model pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan Human-in-the-Loop (HITL). Materi workshop menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa dan sastra tidak boleh bersifat generatif murni yang menggantikan peran manusia, melainkan harus ditempatkan sebagai mitra asistif dan kolaboratif yang mendukung proses berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Dalam konteks penulisan cerpen, AI digunakan untuk membantu fase ideasi, pengembangan arsitektur naratif, pengayaan diksi dan gaya bahasa, serta evaluasi teks berbasis rubrik, sementara keputusan kreatif tetap berada pada siswa sebagai subjek pembelajaran. Workshop juga membahas secara kritis dampak negatif penggunaan AI, seperti risiko plagiarisme, cognitive offloading, hilangnya orisinalitas, dan tantangan integritas akademik, sekaligus menawarkan strategi pedagogis berupa scaffolding, dialog reflektif, prompting etis, dan penguatan agensi siswa agar AI justru memperkuat literasi berkelanjutan dan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah sesi workshop, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari para alumni. Pada sesi ini, alumni menyampaikan refleksi pengalaman akademik selama menempuh studi di BSI Modern, berbagi dinamika dan tantangan di dunia kerja, serta memberikan masukan dan harapan terkait pengembangan kurikulum, relevansi pembelajaran, dan penguatan jejaring alumni BSI Modern di wilayah Madura Raya. Sesi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi ruang penguatan hubungan antara jurusan dan alumni. Rangkaian acara selanjutnya dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi (muspus) yang dibawakan oleh mahasiswa alumni BSI Modern angkatan 2018 dan 2021, serta kolaborasi dengan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep. Penampilan musikalisasi puisi ini menjadi bentuk ekspresi estetika sastra yang memadukan unsur musikal dan pembacaan puisi, sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi lintas angkatan dan lintas institusi dalam pengembangan seni pertunjukan sastra. Kolaborasi penampilan musikalisasi puisi alumni angkatan 18 dan 21 bersama mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep Kegiatan ditutup dengan salam perpisahan antara dosen dan alumni, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan dan simbol keberlanjutan hubungan kekeluargaan serta kolaborasi antara Jurusan BSI Modern dan para alumni

Wajah Baru Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan identitas komersial baru bernama BSI Modern (Bahasa dan Sastra Indonesia Modern). Perubahan ini menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin menuntut keterampilan terapan. Identitas baru ini menjadi simbol kesiapan UMM dalam menghadirkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern), Dr. M. Isnaini, M.Pd. mengungkapkan bahwa istillah Modern dipilih karena mencerminkan orientasi prodi terhadap praktik bahasa dan sastra yang bersifat applied. “Peluang lulusan Bahasa Indoneisa sekarang tidak hanya mengarah pada profesi guru. Mereka bisa menjadi tutor BIPA, jurnalis, editor, penyiar, hingga linguist forensik yang saat ini sangat dibutuhkan Lembaga hukum.” (18/11) ujarnya. Perubahan identitas ini juga memiliki filosofi yang kuat. Kata MODERN memuat makna Mandiri, Objektif, Disiplin, Energetic, Relational, hingga Nationalist & Next level yang menggambarkan profil lulusan yang ingin dibentuk. Launching Logo Komersial Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Kurikulum BSI Modern kini tengah diintegrasikan dengan berbagai mata kuliah terapan, seperti linguistik forensik, jurnalistik, penyutradaraan, editor dan entrepreneur perbukuan, hingga BIPA. Program unggulan BIPA terus diperluas, termasuk pengiriman mahasiswa magang ke Vietnam serta rencana kerja sama dengan China dan Thailand. Menurut Dr. M. Isnaini, M.Pd., visi utama BSI Modern adalah melahirkan lulusan yang Tangguh, kompeten secara praktik, dan unggul dalam komunikasi public. “Kami ingin lulusan kami lebih mudah dilirik pasar karena memiliki keterampilan khusus yang relevan dan dibutuhkan.” (18/11) tuturnya. Sebagai upaya memperkenalkan identitas baru ini, Prodi mulai mengintensifkan publikasi melalui media social dan menggandeng mahasiswa serta alumni sebagai duta informasi BSI Modern. Dr. M. Isnaini, M.Pd. menambahkan bahwa mahasiswa BSI Modern harus mampu membaca kebutuhan pasar dan memahami bahwa bahasa adalah keterampilan hidup. “Kalau mahasiswa sudah paham kebutuhan pasar, mereka akan sadar pentingnya bahasa dan sastra terapan. Itu bekal kuat untuk terjun ke dunia kerja,” (18/11) tuturnya. Dengan kehadiran BSI Modern, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja dengan karakter dan kemampuan yang lebih kompetitif.

Selamat untuk Ananda Fatma sebagai Wisudawan Terbaik Periode 1 Tahun 2025

  Berangkat dari daerah yang jauh dari pusat pendidikan, Ananda Fatma membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Ia dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode I Universitas Muhammadiyah Malang yang diselenggarakan pada 25 November 2025 dan diikuti oleh kurang lebih 400 wisudawan dari berbagai program studi, dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta keluarga wisudawan Ananda Fatma, mahasiswi yang berasal dari kawasan Gunung Kawi, ditetapkan sebagai wisudawan terbaik karena capaian akademik dan kontribusinya selama masa studi. Selain prestasi akademik, ia tercatat aktif sebagai tutor atau pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di BIPA UMM. Perannya sebagai pengajar BIPA menunjukkan kemampuan akademik yang aplikatif sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kepercayaan yang diberikan kepada Ananda Fatma tidak berhenti pada penetapan sebagai wisudawan terbaik. Dalam sambutannya, Ananda Fatma juga mengutip pesan sang ibu yang menjadi fondasi semangat pendidikannya. “Ibu saya pernah berkata, kami mungkin tidak punya banyak harta untuk diwariskan, tapi kami mengusahakan pendidikan sebagai harta yang tidak pernah habis,” ujarnya. Ia menambahkan, “Dan kalimat itu selalu menjadi cahaya yang menemani saya untuk melangkah setiap harinya.” Pesan tersebut menegaskan peran pendidikan sebagai modal utama dalam membangun masa depan. Dalam prosesi wisuda tersebut, ia juga menjadi perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pesan dan kesan. Dalam pidatonya, Ananda Fatma menyampaikan refleksi perjalanan hidup dan pendidikan yang sarat makna. Ia mengungkapkan, “Saya yang tumbuh jauh dari pusat kota, tidak pernah menyangka bahwa saya akan mengajar mahasiswa dari berbagai negara.” Pernyataan tersebut menggambarkan perjalanan akademiknya yang berangkat dari latar sederhana hingga mampu berkiprah di lingkungan internasional. Lebih lanjut, Ananda Fatma menyampaikan pesan reflektif kepada para wisudawan yang pernah merasa ragu terhadap diri sendiri. “Izinkan saya menyampaikan satu pesan kepada diri sendiri dan teman-teman yang pernah merasa kecil dan tidak pernah cukup atas dirinya sendiri,” tuturnya. Ia menegaskan, “Bahwa kita boleh berasal dari tempat yang sederhana, tetapi mimpi kita tidak harus berhenti di batas itu.” Pidato tersebut ditutup dengan harapan, “Semoga langkah kita setelah ini selalu diberkahi, dimudahkan, dan bermanfaat bagi banyak orang.” Ia kemudian mengakhiri sambutannya dengan ucapan terima kasih. Rangkaian acara wisuda Universitas Muhammadiyah Malang Periode I 2025, termasuk penetapan wisudawan terbaik dan penyampaian pesan serta kesan oleh Ananda Fatma, dapat disaksikan secara lengkap melalui siaran langsung UMM Campus pada tautan berikut: https://www.youtube.com/live/x9xHjsXlMiM?si=jbYz76Zj6Cj8XaYZ

Jadi Bintang Tamu, Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Memukau di Festival Literasi Kota Bojonegoro

Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia UMM Tampil Memukau

Prodi PBI FKIP UMM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan prestasi membanggakan dengan tampil sebagai bintang tamu dalam acara Festival Literasi Kota Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan literasi yang dihadiri oleh para pegiat literasi, seniman, serta masyarakat umum. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PBI FKIP UMM menyuguhkan dua pertunjukan istimewa, yaitu musikalisasi puisi dan monolog. Musikalisasi puisi yang dibawakan meliputi karya-karya sastra ternama, seperti Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar, Derita Sudah Seleher karya Wiji Thukul, dan Di Hari Kematianku karya Laila S. Chudhori. Penampilan tersebut sukses memikat hati penonton dengan nuansa syahdu dan penuh makna. Mahasiswa yang tampil dalam musikalisasi puisi adalah Afif sebagai pemain harmonika, Fadlil dan Huda sebagai pemain gitar, Naufal sebagai pemain kajon, serta Vivin sebagai vokalis. Dengan kolaborasi apik dan harmonisasi instrumen yang memukau, mereka berhasil menghidupkan suasana puisi melalui lantunan musik dan suara merdu. Tak hanya itu, penampilan monolog berjudul Balada Sumarah karya Tentrem Lestari turut menjadi sorotan dalam acara ini. Monolog yang sarat akan pesan kemanusiaan tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan, menghadirkan kisah yang menyentuh hati dan memberikan refleksi mendalam bagi penonton. Partisipasi mahasiswa PBI FKIP UMM dalam Festival Literasi Kota Bojonegoro ini membuktikan komitmen mereka dalam memajukan seni dan budaya literasi di Indonesia. Selain itu, penampilan mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai sastra dan seni pertunjukan. “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam acara ini dan turut berkontribusi dalam menghidupkan literasi melalui seni. Harapannya, karya-karya sastra dapat lebih dekat dengan masyarakat luas,” ungkap salah satu mahasiswa usai tampil.  

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu Bertema Integrasi Teknologi dalam Penelitian

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu Bertema Integrasi Teknologi dalam Penelitian

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengadakan kuliah tamu dengan tema “Peluang Penelitian dalam Integrasi Teknologi: Identifikasi Area-area Penelitian yang Berfokus pada Aplikasi Teknologi Baru dalam Pendidikan”. Acara yang digelar pada Kamis, 5 Desember 2024, di Aula BAU Lantai 2 UMM ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam penelitian berbasis teknologi modern, khususnya yang relevan dengan dunia pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd., seorang narasumber berpengalaman yang juga dikenal sebagai pembimbing UKM Riset dan Penalaran IKIP PGRI Bojonegoro. Dalam pemaparannya, Dr. Cahyo mengupas berbagai aspek penting terkait peluang penelitian dalam integrasi teknologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR), hingga pemanfaatan big data untuk analisis pendidikan. Beliau juga membahas strategi bagaimana peneliti muda, khususnya mahasiswa, dapat menggali ide-ide inovatif dan memanfaatkan tren teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam dunia pendidikan. “Teknologi adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa harus berani mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan solusi melalui penelitian,” ujar Dr. Cahyo dalam sesi kuliah tamu tersebut. Acara ini dimoderatori oleh Arti Prihatini, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, yang turut memberikan pandangan terkait pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa. “Sebagai mahasiswa di era digital, kita harus mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk mendukung pembelajaran, bukan sekadar pengguna pasif. Melalui kegiatan ini, saya harap mahasiswa lebih terinspirasi untuk berkarya,” tutur Arti. Selain diskusi teori, Dr. Cahyo juga membagikan pengalaman pribadinya dalam dunia penelitian, termasuk tips agar proposal penelitian dapat lolos pendanaan kompetitif seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Kunci utama adalah memahami kebutuhan masyarakat, menyesuaikan ide penelitian dengan tren teknologi terkini, dan menuliskannya dengan sistematis,” tambahnya. Dr. Cahyo juga memberikan sebuah quote yang menggugah smangat para peserta, “Jika hari ini engkau menulis, besok menulis, lusa menulis, tulat menulis, tubin menulis, maka tulisan itu tak akan pernah berarti, selama engkau tidak pernah mempublikasi”. Quote ini menekankan pentingnya mempublikasikan hasil penelitian agar dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kuliah tamu ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Salah satu mahasiswa yang hadir menyampaikan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan bahasa Indonesia. “Sangat bermanfaat, terutama untuk mempersiapkan penelitian kami di masa depan,” ujar salah satu peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong mahasiswa agar menjadi generasi peneliti yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan global. Harapannya, kuliah tamu seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk menginspirasi lebih banyak mahasiswa.

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampilkan Musikalisasi Puisi di Sarasehan Kebangsaan “Sintesis Kebhinekaan untuk Merah Putih”

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampilkan Musikalisasi Puisi di Sarasehan Kebangsaan "Sintesis Kebhinekaan untuk Merah Putih"

PBI FKIP UMM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Sintesis Kebhinekaan untuk Merah Putih” di Aula GKB 4, Lantai 9 UMM. Salah satu penampilan yang memukau para hadirin dalam acara tersebut adalah musikalisasi puisi dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM. Penampilan ini menyajikan puisi-puisi dengan tema kebangsaan dan persatuan yang diiringi dengan alunan musik yang menyentuh, menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan akan keberagaman Indonesia. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UMM, jajaran dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi, yang memberikan apresiasi tinggi atas penampilan para mahasiswa PBI. Miftahul Huda, M. Naufal, Vivin, dan Jesica membawakan musikalisasi puisi yang berjudul ‘Yang Fana Adalah Waktu’ karya Sapardi Djoko Damono dan menampilkan puisi lainya yang mengangkat tema tentang cinta tanah air dan pentingnya persatuan dalam keberagaman, sesuai dengan semangat Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa yang diperingati pada Oktober. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dari segenap undangan yang hadir. Bait-bait puisi yang mereka bawakan tidak hanya memukau, tetapi juga menginspirasi, menyampaikan pesan akan pentingnya menjaga persatuan di tengah kebhinekaan. Rektor UMM menyampaikan dalam sambutannya bahwa penampilan ini menunjukkan bagaimana seni dan sastra bisa menjadi media yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme pada generasi muda. Salah satu dosen pendamping dan Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan mahasiswa dalam membawa puisi ke panggung yang lebih luas. “Musikalisasi puisi ini adalah bukti kreativitas mahasiswa PBI FKIP UMM dalam memadukan seni dengan pesan-pesan kebangsaan. Mereka berhasil menyampaikan esensi dari Sumpah Pemuda dengan cara yang sangat khas dan mengena,” ujar Candra Rahma.   Keterlibatan mahasiswa PBI FKIP UMM dalam acara ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap sastra, tetapi juga sebagai kontribusi dalam menanamkan semangat nasionalisme melalui seni. Semoga penampilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMM lainnya untuk terus berkarya dan menyuarakan pesan-pesan positif bagi bangsa dan negara. (fif)

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Memukau dalam Musikalisasi Puisi di Acara Gramedia Goes to Campus

Mahasiswa PBI FKIP UMM Tampil Memukau dalam Musikalisasi Puisi di Acara Gramedia Goes to Campus

PBI FKIP UMM – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di dunia seni dan sastra. Mahasiswa PBI FKIP UMM sukses tampil memukau dalam acara Gramedia Goes to Campus dengan menampilkan musikalisasi puisi di Aula BAU UMM. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan seni sastra mereka di hadapan para pengunjung, termasuk mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Penampilan musikalisasi puisi ini mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM sekaligus pengampu mata kuliah Sastra. Candra Rahma mengapresiasi penuh capaian para mahasiswa yang berhasil menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni, khususnya dalam menghidupkan puisi melalui musikalisasi. “Saya sangat bangga dan mendukung penuh para mahasiswa yang telah berhasil tampil dengan luar biasa dalam acara Gramedia Goes to Campus ini. Musikalisasi puisi adalah bentuk apresiasi sastra yang mendalam dan penuh kreativitas, dan mereka berhasil menghadirkan puisi menjadi lebih hidup dan bermakna,” ungkap Candra Rahma Wijaya Putra. Acara Gramedia Goes to Campus ini diikuti dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang hadir, dan penampilan musikalisasi puisi oleh mahasiswa PBI FKIP UMM menambah warna dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa PBI FKIP UMM dalam acara ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus berkarya dan memperluas wawasan di bidang sastra dan seni pertunjukan.   Kesempatan untuk tampil di acara besar ini tak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan seni mereka, tetapi juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di dunia literasi dan penerbitan. Semoga capaian ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa PBI FKIP UMM untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia sastra dan seni di tingkat yang lebih luas. (fif)

Etik Sulistyaningsih, Dosen PBI FKIP UMM dan Penyiar RRI Malang, Raih Juara 1 Radio On-Air Personality Tingkat Asia Pasifik di ABU Prizes 2024

Etik Sulistyaningsih, Dosen PBI FKIP UMM dan Penyiar RRI Malang, Raih Juara 1 Radio On-Air Personality Tingkat Asia Pasifik di ABU Prizes 2024

PBI FKIP UMM – Tidak berhenti raih prestasi, kini kabar menggembirakan datang dari dosen praktisi di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Etik Sulistyaningsih, atau yang akrab disapa Bu Esty berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Radio On-Air Personality pada ajang Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Prizes 2024 yang diselenggarakan di Istanbul, Turkiye. Bu Esty yang juga merupakan penyiar aktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Malang ini, membawa harum nama Indonesia dan UMM melalui prestasi gemilangnya di kancah internasional. Kompetisi yang diikuti oleh penyiar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik tersebut merupakan ajang bergengsi yang menilai kualitas penyiar dalam hal kepribadian siaran, kreativitas, dan kemampuan menarik pendengar. Kemenangan ini menjadi bukti dedikasi Bu Esty dalam dunia kepenyiaran, di mana beliau juga berbagi ilmu sebagai pengampu mata kuliah Kepenyiaran di PBI FKIP UMM. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi Bu Esty di ajang internasional tersebut. “Kami sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada Bu Esty atas prestasi luar biasa ini. Kemenangan beliau di tingkat Asia Pasifik menunjukkan kualitas dan dedikasi yang luar biasa, tidak hanya sebagai penyiar profesional tetapi juga sebagai pendidik yang menginspirasi mahasiswa di PBI FKIP UMM,” ujar Arif Setiawan. Prestasi Bu Esty ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi FKIP UMM, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa Prodi PBI untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang kepenyiaran dan komunikasi. Sebagai sosok inspiratif, Bu Esty menunjukkan bahwa komitmen tinggi pada profesi dapat membuka peluang untuk berprestasi di level internasional. Dengan kemenangan ini, diharapkan Bu Esty akan terus menginspirasi generasi muda, khususnya para mahasiswa FKIP UMM, untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang kepenyiaran yang berkualitas dan kompetitif. Selamat kepada Bu Esty atas prestasi yang gemilang ini. (fif)

Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, Resmi Sandang Gelar Profesor

Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, Resmi Sandang Gelar Profesor

PBI FKIP UMM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali merayakan pencapaian akademik yang membanggakan. Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan 1 FKIP UMM, resmi meraih gelar Profesor, menambah daftar Guru Besar di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM. Gelar ini merupakan pengakuan atas kontribusi beliau dalam bidang pendidikan, bahasa, dan sastra serta komitmen akademiknya dalam mengembangkan keilmuan di UMM. Gelar Profesor ini membuat Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM kini memiliki empat Guru Besar yang semuanya memiliki peran besar dalam dunia pendidikan dan penelitian. Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., kini bergabung dengan jajaran Guru Besar lainnya di PBI FKIP UMM, yaitu Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd., Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dan Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. Arif Setiawan, M.Pd., Kepala Program Studi PBI FKIP UMM, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Sugiarti ini. “Kami sangat bangga dan turut berbahagia atas pencapaian Prof. Sugiarti yang luar biasa. Gelar Profesor ini adalah bukti dari dedikasi dan kontribusi beliau bagi dunia akademik, khususnya di bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia,” ujar Arif Setiawan. Segenap keluarga besar FKIP UMM pun menyampaikan apresiasi yang tulus atas keberhasilan ini. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Program Studi PBI FKIP UMM, juga turut memberikan selamat dan menyampaikan bahwa pencapaian ini akan membawa dampak positif bagi mahasiswa dan dosen di PBI FKIP UMM. “Pencapaian ini tidak hanya membanggakan bagi FKIP UMM, tetapi juga memberikan inspirasi besar bagi seluruh mahasiswa dan dosen untuk terus berprestasi,” ujar Candra Rahma. Dengan gelar barunya sebagai Profesor, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan seni budaya di UMM dan di tingkat nasional. Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen Program Studi PBI FKIP UMM untuk menghasilkan tenaga pendidik dan akademisi yang unggul serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Selamat kepada Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., atas pencapaian ini. Semoga gelar baru ini semakin menginspirasi para mahasiswa dan dosen di FKIP UMM untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat. (fif)