Workshop Sapa Bahasa HMPS Bahtera Bersama SMA Negeri 3 Malang: Kolaborasi Edukatif Hadirkan Mahasiswa Asing dan Pentas Monolog Inspiratif

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera menyelenggarakan kegiatan Workshop Sapa Bahasa bekerja sama dengan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan sekolah menengah dalam memperkuat literasi kebahasaan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif yang menempatkan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai instrumen pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, workshop ini menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif sekaligus reflektif bagi para peserta. Workshop Sapa Bahasa merupakan program yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang baik, santun, dan berkarakter dalam kehidupan akademik maupun sosial. Bahasa diposisikan sebagai medium strategis dalam menyampaikan gagasan, membangun relasi, serta menciptakan komunikasi yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan linguistik, tetapi juga pada penguatan nilai dan sikap positif dalam berbahasa. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi BSI Modern, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental dalam membentuk kualitas generasi muda. Kemampuan berbahasa yang baik akan melahirkan individu yang komunikatif, kritis, dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika sosial. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara HMPS Bahtera dan SMA Negeri 3 Malang sebagai bentuk nyata pengabdian akademik mahasiswa kepada dunia pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi SMA Negeri 3 Malang, tetapi juga menghadirkan dua mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan perspektif baru mengenai posisi bahasa Indonesia di ranah global. Dalam sesi berbagi pengalaman, keduanya menceritakan proses mereka mempelajari bahasa Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal. Cerita tersebut menarik perhatian para siswa karena menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi internasional. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana bahasa menjadi jembatan komunikasi lintas budaya. Sesi ini memperluas wawasan siswa bahwa bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara nasional, tetapi juga dipelajari oleh penutur dari berbagai negara, khususnya dalam konteks pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Memasuki sesi inti, materi workshop disampaikan oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa fungsi bahasa melampaui sekadar alat penyampai pesan. Bahasa merupakan sarana pembentukan karakter, penanaman nilai, serta penguatan sikap positif dalam kehidupan sosial. Cara seseorang berbicara dan menulis mencerminkan integritas, empati, serta kedewasaan berpikirnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab perlu dibiasakan sejak dini. Beliau juga menekankan pentingnya kesadaran berbahasa di era digital. Di tengah maraknya komunikasi melalui media sosial, bahasa yang digunakan di ruang publik harus tetap memperhatikan etika dan norma. Peserta didorong untuk menjadi generasi yang kritis, reflektif, dan selektif dalam memilih diksi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik. Melalui workshop ini, diharapkan siswa mampu memahami bahwa bahasa yang baik dapat menjadi sarana membangun citra diri yang positif dan inspiratif. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan penampilan monolog oleh Quratuluyun. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa reflektif sekaligus artistik dalam rangkaian kegiatan. Melalui seni monolog, pesan mengenai kekuatan bahasa dan ekspresi diri disampaikan secara dramatik dan menyentuh. Penampilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik bahasa Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi sastrawan, pegiat seni pertunjukan, maupun tutor BIPA yang berkiprah dalam lingkup internasional. Secara keseluruhan, Workshop Sapa Bahasa yang diselenggarakan oleh HMPS Bahtera bersama SMA Negeri 3 Malang menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kebahasaan di kalangan generasi muda. Dukungan akademik dari Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. dan penyampaian materi oleh Hidayah Budi Qur’ani, S.S., M.Pd., serta kehadiran mahasiswa asing dan penampilan monolog, menjadikan kegiatan ini sarat makna dan relevansi. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter dan komunikatif.

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Laksanakan Kunjungan Akademik dan Sosialisasi PMB di SMA Negeri 1 Maron Probolinggo

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan akademik sekaligus sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ke SMA Negeri 1 Maron Probolinggo. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan jejaring kelembagaan sekaligus upaya memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa secara langsung dan partisipatif. Kunjungan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi institusi, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi literasi dan apresiasi sastra antara mahasiswa, alumni, serta siswa-siswi sekolah setempat. Rombongan BSI Modern hadir bersama sejumlah dosen serta Kepala Program Studi, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., yang memimpin langsung kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan program studi bersama tim dosen menunjukkan komitmen institusi dalam membangun komunikasi yang intensif dengan sekolah mitra. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah atas menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang memiliki kesiapan akademik sekaligus orientasi karier yang jelas sejak dini. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bagian dari investasi masa depan. Ia juga memperkenalkan profil BSI Modern UMM yang berorientasi pada penguatan kompetensi pedagogis, literasi, penelitian, dan kreativitas kebahasaan serta kesastraan. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sosialisasi ini menjadi tujuan utama kunjungan, yakni memberikan pemahaman yang jelas mengenai jalur pendaftaran, sistem seleksi, beasiswa, serta berbagai program unggulan yang ditawarkan BSI Modern. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait prospek lulusan dan peluang karier. Kegiatan ini juga dikemas secara kreatif melalui penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh mahasiswa dan alumni BSI Modern. Pertunjukan tersebut menampilkan kolaborasi seni yang memadukan unsur musikal dan sastra secara harmonis, sekaligus menjadi media edukasi literasi yang inspiratif. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Maron turut ambil bagian dalam penampilan tersebut melalui kolaborasi pembacaan puisi. Keterlibatan aktif ini menciptakan suasana interaktif dan penuh semangat, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan minat terhadap bidang bahasa dan sastra Indonesia. Diharapkan, melalui kegiatan PMB ini, siswa-siswi semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya pada bidang bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu, sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing.

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Perkuat Diplomasi Bahasa Lewat CoE BIPA dan Program Magang Internasional Tiga Bulan

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan program unggulan Center of Excellence (CoE) Diplomasi Bahasa. Program ini secara khusus menitikberatkan pada pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya strategis memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional. Langkah ini menjadi wujud keseriusan BSI Modern dalam merespons meningkatnya minat masyarakat global terhadap Bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam diplomasi budaya. CoE Diplomasi Bahasa dikembangkan melalui kurikulum kolaboratif yang dirancang bersama mitra nasional dan internasional. Sejumlah institusi yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain Open University Ho Chi Minh City, University of Social Sciences and Humanities Vietnam, Jilin International Studies University, Musah-Asiah Foundation, Menara Bahasa, UPT BIPA UMM, serta My Little Island. Melalui kemitraan ini, materi pembelajaran tidak hanya disusun berdasarkan teori, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan riil peserta didik internasional dan perkembangan metode pengajaran bahasa yang berbasis teknologi serta pendekatan lintas budaya. Pelaksanaan program ini telah menunjukkan perkembangan yang konsisten. Hingga saat ini, CoE Diplomasi Bahasa telah memasuki batch kedua yang diselenggarakan pada tahun 2024 dan 2025 di Open University Ho Chi Minh City, Vietnam. Keberlanjutan program hingga tahap tersebut menjadi indikator kepercayaan mitra terhadap kualitas akademik mahasiswa BSI Modern. Kegiatan di luar negeri ini tidak semata-mata praktik mengajar, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang memperluas wawasan mahasiswa tentang dinamika sosial dan karakter pembelajar bahasa di tingkat internasional. Tahun ini, BSI Modern kembali mempersiapkan pengiriman mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional sebagai tutor Bahasa Indonesia. Program tersebut dirancang berlangsung selama tiga bulan. Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa menjalani pembekalan teori secara intensif sebagai bekal profesional. Pembekalan itu mencakup penguatan strategi pengajaran BIPA, keterampilan komunikasi antarbudaya, pengembangan bahan ajar berbasis digital, hingga teknik evaluasi pembelajaran yang responsif terhadap latar belakang peserta didik yang beragam. Kelas profesional unggulan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Para mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi representasi akademik sekaligus duta budaya yang memperkenalkan Bahasa Indonesia secara komunikatif dan kontekstual. Dengan pengalaman magang di luar negeri, mereka diharapkan mampu membangun jejaring profesional yang berkelanjutan serta membuka peluang kolaborasi baru bagi institusi. Ke depan, BSI Modern UMM menargetkan perluasan kerja sama internasional dan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program magang global. Upaya ini sejalan dengan visi institusi dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional dan berkontribusi nyata dalam penguatan diplomasi bahasa Indonesia. Melalui CoE Diplomasi Bahasa, BSI Modern berupaya menghadirkan model pendidikan bahasa yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berlandaskan praktik nyata dan kemitraan global yang berkelanjutan.

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Hadir dalam Pelatihan Bedah Naskah di SMA Negeri 1 Srengat, Blitar

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi sastra melalui kegiatan pelatihan bedah naskah yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Srengat, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini menghadirkan dosen BSI Modern, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., sebagai pemateri utama. Kehadiran BSI Modern dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan kemampuan analisis teks sastra serta praktik teater di kalangan siswa. Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler Teater ASMAT. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama karena materi yang disajikan tidak hanya membahas teori, tetapi juga praktik langsung dalam menganalisis naskah drama. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur naskah sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman. Acara diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, khususnya dalam bidang teater. Dalam sesi ini, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. menjelaskan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu untuk memperkaya proses kreatif siswa, mulai dari eksplorasi referensi, analisis karakter, hingga pengembangan dialog. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara kritis dan etis dalam proses pembelajaran. Setelah sesi pengenalan AI, kegiatan dilanjutkan dengan materi inti berupa bedah naskah. Pemateri menguraikan unsur-unsur intrinsik drama seperti tokoh dan penokohan, alur, latar, konflik, dialog, serta amanat. Siswa diajak memahami bahwa analisis naskah merupakan fondasi utama sebelum sebuah karya dipentaskan. Tanpa pemahaman mendalam terhadap karakter dan struktur cerita, pementasan akan kehilangan kekuatan dramatiknya. Dalam sesi tersebut, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A. juga membagikan pengalamannya selama berinteraksi dengan siswa di SMA Negeri 1 Srengat. Ia menyampaikan, “Saya melihat potensi luar biasa dari siswa-siswi di sini. Mereka tidak hanya mampu membaca naskah, tetapi juga mulai memahami lapisan makna di balik dialog dan konflik. Proses bedah naskah ini penting agar mereka tidak sekadar menghafal peran, melainkan benar-benar menghidupkan karakter di atas panggung.” Ia menambahkan, “Bedah naskah bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga proses reflektif. Ketika siswa memahami motivasi tokoh dan alur konflik, mereka belajar tentang empati, sudut pandang, dan dinamika kehidupan. Pengalaman di SMA Negeri 1 Srengat ini menunjukkan bahwa pembelajaran sastra bisa sangat kontekstual dan menyenangkan jika dikemas secara interaktif.” Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk melakukan bedah naskah secara mandiri berdasarkan panduan yang telah diberikan. Diskusi kelompok berlangsung aktif dan kolaboratif, di mana siswa saling bertukar pendapat mengenai interpretasi tokoh, konflik, dan pesan yang terkandung dalam teks. Pemateri kemudian memberikan umpan balik atas hasil analisis masing-masing kelompok. Melalui kegiatan ini, BSI Modern berharap dapat terus menjalin sinergi dengan sekolah-sekolah dalam pengembangan literasi sastra dan seni pertunjukan. Pelatihan bedah naskah di SMA Negeri 1 Srengat menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan bermakna.

CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Melahirkan Inovator Literasi dan Pengusaha Muda Bahasa

Center of Excellence (CoE) Perbukuan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Modern. CoE ini mengarahkan mahasiswa untuk tidak hanya fasih dalam linguistik dan literasi, tetapi juga menjadi entrepreneur perbukuan yang siap bersaing. Didorong oleh inisiasi visioner Prof. Fauzan, M.Pd., ia mendirikan dengan landasan utama membekali setiap prodi dengan keahlian spesifik yang relevan dengan kebutuhan industri. Eggy Fajar Andalas selaku Kepala Laboratorium Penerbitan UMM mengungkapkan bahwa “Inisiasi dari Prof Fauzan, M.Pd., setiap prodi mempunyai bekal sesuai kesesuaian prodinya. Menjalin kerjasama dengan penerbit terkenal dan penerbit indie. Satu (DUDI)  memegang satu mata kuliah CoE Perbukuan”. Melalui keterlibatan langsung dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, mahasiswa dibiasakan bekerja dengan standar yang berlaku di industri perbukuan nasional. Proses pembelajaran dirancang menyerupai alur kerja nyata di penerbitan, sehingga mahasiswa mampu memahami ritme, tanggung jawab, dan tantangan yang akan mereka hadapi setelah lulus. Pengalaman ini sekaligus membuka peluang jejaring profesional sejak bangku kuliah, yang menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkarier maupun merintis usaha di bidang perbukuan. Dengan pendekatan tersebut, CoE Perbukuan UMM tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mental dan etos kerja calon pelaku industri literasi. Hasilnya terbukti nyata, setelah praktik intensif dan pengujian sertifikasi standar, banyak lulusan yang langsung mendapatkan kontrak kerja dari tempat magang mereka, sekaligus menjadi bukti kuat perubahan signifikan dalam kompetensi mereka. Perubahan signifikan jelas ada, seperti mahasiswa yang magang di Intan Pariwara belajar dan dibimbing, mereka sudah terlatih dan mampu membuat buku ajar dan buku teks mata pelajaran bahasa indonesia yang sesuai dengan strandar nasional. Dengan model integrasi yang memberikan insentif (biaya hidup dan transportasi) untuk mengatasi tantangan magang satu semester, CoE Perbukuan UMM tidak sekadar mencetak editor atau penulis, melainkan inovator literasi dan pengusaha muda yang akan membentuk masa depan industri perbukuan nasional. CoE Perbukuan UMM menunjukkan peran pentingnya melalui kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang terlibat langsung dalam mata kuliah, sehingga pembelajaran selalu selaras dengan kebutuhan industri. Melalui praktik profesional bersama penerbit ternama dan indie, mahasiswa dibekali keterampilan menyeluruh dalam dunia perbukuan. Dukungan kebijakan dan capaian nyata mahasiswa menegaskan CoE Perbukuan UMM sebagai ruang belajar yang relevan dan berkontribusi bagi penguatan industri perbukuan nasional. “Bahkan dua angkatan terakhir, karya-karya mereka digunakan dan dinilai di Pusat Perbukuan Nasional (Pusbuknas) untuk dicek apakah buku ini layak masuk ke dalam buku koleksi kemendikbud” Ujar Eggy Andalas. Implementasi CoE Entrepreneur Perbukuan BSI Modern UMM semakin menunjukkan dampak konkret melalui kiprah alumni yang berhasil membangun usaha penerbitan secara mandiri. Salah satu contoh yang menonjol adalah Satria Eka Saputra, lulusan Prodi BSI Modern yang kini mendirikan dan mengembangkan CV Cahaya Teratai Publishing sebagai wadah produksi dan distribusi karya literasi. Dalam wawancara, ia menegaskan, “CoE enterpreneur perbukuan sangat berpengaruh bagi saya dalam menjalani penerbitan saat ini, hampir semua aspek bisa jadi bekal dan mampu diterapkan. Saat pembelajaran teori sebagai dasar untuk pondasi memahami dunia penerbitan, dan dilanjut praktik seperti menyunting, mendesain, melayout, strategi promosi dan penjualan. Sehingga banyak hal yang telah dilatih saat menjalani kuliah.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran teoretis dan praktik industri yang diterapkan dalam CoE benar-benar membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis sekaligus kesiapan manajerial. Keberhasilan alumni ini semakin menegaskan bahwa CoE Perbukuan BSI Modern UMM tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja di industri, tetapi juga mampu melahirkan pengusaha muda di bidang literasi yang berkontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem perbukuan nasional  

Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Bersinar dengan Prestasi KTI dan PPK Ormawa

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern angkatan 2023 yaitu Devy Putri Susilo, berhasil meraih Juara 2 dan Best Poster dalam lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional 2025. Kompetisi yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dengan mempertemukan gagasan-gagasan terbaik mahasiswa Indonesia dalam upaya mencari solusi atas isu pendidikan dan masyarakat. Dalam lomba KTI 2025, Devy mengangkat tema seputar literasi digital dan relevansinya terhadap perubahan perilaku belajar siswa. Ia memilih topik ini karena melihat dampak teknologi yang semakin besar terhadap dunia pendidikan. Tantangan terbesar muncul saat menyusun data dan analisis. Namun ia mengaku tetap menikmati prosesnya. “Banyak teman yang bilang kalau nulis ilmiah itu ribet, tapi kalau tahu caranya, riset itu seru kok. Kuncinya jangan takut untuk memulai,” ujarnya sambil tersenyum. Devy mengungkapkan bahwa perjalanan ini bermula dari keinginannya untuk mencoba mengembangkan diri di luar perkuliahan. “Awalnya saya cuma ingin coba-coba ikut KTI karna senior saya di UKM FDI menyuruh saya untuk ikut perlombaan ini, tapi ternyata prosesnya bikin saya semakin yakin kalau dalam membuat karya tulis ilmiah itu seru dan menantang,” ujarnya. Keberhasilannya tidak lepas dari kegigihan dalam memadukan riset dan ketajaman analisis yang ia dapatkan selama berkuliah di BSI Modern UMM. Selain aktif di KTI, Devy juga menjadi delegasi Prodi BSI Modern yang lolos pendanaan dan abdidaya dalam program PPK Ormawa UKM FDI. Keterlibatannya ini bukan tanpa alasan. “Saya tertarik ikut PPK Ormawa karena di sana kita nggak cuma belajar konsep, tapi benar-benar terjun ke masyarakat. Dari sana saya belajar banyak tentang kolaborasi,” tuturnya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya bahwa mahasiswa harus punya peran di ruang sosial, bukan hanya di ruang kelas. Pengalaman Devy dalam PPK Ormawa juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kepemimpinan dan keterlibatan sosial. Ia menekankan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia perlu terus relevan dengan isu-isu masyarakat melalui kontribusi nyata, bukan sekadar teori. “Menurut saya, mahasiswa PBI harus berani turun ke lapangan. Bahasa itu hidup, dan kita belajar banyak dari masyarakat,” ujarnya. Ke depan, Devy berharap bisa terus berprestasi melalui riset dan kegiatan sosial. Ia mengaku ingin mendorong lebih banyak mahasiswa untuk tidak takut berkarya. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa mahasiswa generasi sekarang dapat mengambil peran penting dalam perubahan sosial. Malalui capaian gemilang ini, Devy Putri Susilo tidak hanya mengharumkan nama UMM, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa BSI Modern UMM mampu bersaing dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan, kritis, dan inspiratif bagi dunia pendidikan Indonesia., Malang.

Sembilan Doktor Baru Perkuat Reputasi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat penambahan sembilan dosen bergelar doktor yang telah menuntaskan pendidikan doktoral mereka. Pencapaian ini merefleksikan adanya penguatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan akademik Prodi BSI Modern UMM. Lebih dari sekadar peningkatan jumlah tenaga pendidik berkualifikasi tinggi, keberhasilan tersebut juga menjadi indikator komitmen program studi dalam membangun ekosistem pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang berorientasi pada modernitas, responsif terhadap perkembangan zaman, serta ditopang oleh tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Salah satu dosen yang baru menyelesaikan program doktornya, Dr. Purwati Anggraini, M.Hum., menegaskan bahwa keputusan menempuh pendidikan doktoral merupakan perjalanan panjang yang sarat dinamika. “Motivasi awal saya ingin memberi kontribusi lebih untuk ilmu bahasa Indonesia. Namun dalam prosesnya, motivasi itu berkembang bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk mahasiswa dan program studi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam studi doktoral adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kehidupan personal. “Meneliti sering kali membuat kita bekerja hingga larut, sementara mengajar membutuhkan energi penuh. Tantangannya adalah menjaga ketahanan mental dan mampu beradaptasi dengan ritme tersebut,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Dekan II, Dr. Faizin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan sembilan doktor secara bersamaan merupakan hasil dari pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat program studi. “Ini bukan semata kerja individu. Prodi membangun atmosfer akademik yang memungkinkan dosen berkembang, mulai dari pendampingan riset, dukungan keikutsertaan seminar, hingga kebijakan akademik yang memberi ruang bagi dosen menyelesaikan studi dengan optimal,” ungkapnya. Bidang penelitian para doktor baru tersebut meliputi linguistik, literasi, pedagogi modern, hingga analisis bahasa berbasis teknologi. Beragam temuan yang dihasilkan diyakini akan memperkaya proses modernisasi kurikulum Pendidikan Bahasa Indonesia. Menurut Dr. Purwati Anggraini, pengalaman menempuh pendidikan doktoral turut mengubah perspektifnya terhadap fenomena kebahasaan. “Bahasa itu hidup dan selalu bergerak. Ada momen-momen kecil dalam riset yang membuat saya memandang literasi digital dari sudut yang berbeda,” tuturnya. Bagi mahasiswa, kehadiran sembilan doktor baru membawa dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Proses perkuliahan menjadi lebih kaya data empiris, pendekatan pedagogis semakin mutakhir, dan mahasiswa memperoleh kesempatan belajar dari dosen yang aktif dalam forum akademik nasional maupun internasional. “Mahasiswa akan merasakan bagaimana referensi menjadi lebih relevan dan pembelajaran semakin kontekstual,” jelas Dr. Faizin. Sejalan dengan penguatan kapasitas akademik tersebut, komitmen pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Prodi BSI Modern UMM juga tercermin dari sejumlah dosen yang saat ini tengah menempuh studi doktoral (S3), yakni Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd.; Eggy Fajar Andalas, S.S., M.Hum.; Fida Pangesti, S.Pd., M.A.; Musaffak, S.Pd., M.Pd; serta Arti Prihatini, S.Pd., M.Pd. Partisipasi mereka dalam pendidikan doktoral bukan sekadar pemenuhan standar akademik, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat kompetensi substantif di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan, sekaligus memperluas jejaring riset, memperkaya perspektif teoretis dan metodologis, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis riset, produktivitas publikasi ilmiah, dan kolaborasi lintas institusi. Menutup wawancara, Dr. Faizin menegaskan bahwa hadirnya sembilan doktor baru merupakan awal dari langkah panjang menuju program studi berstandar global. “Gelar doktor adalah amanah. Tugas kita berikutnya adalah membawa Prodi BSI Modern UMM naik kelas,” ujarnya.

Penjemputan dan Seminar Proposal Mahasiswa CoE Diplomasi Bahasa

Kepada Seluruh Mahasiswa CoE Diplomasi Bahasa angkatan 2022 BSI Modern Diharapkan untuk hadir dalam Penjemputan dan Seminar Proposal Mahasiswa CoE Diplomasi Bahasa di BIPA UMM. Tempat: Kantor BIPA, Lantai dasar Tanggal penjemputan: 03 Februari 2026 Pukul: 10.00-11.00 Mohon kehadirannya tepat waktu. JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN YA!!! ___________________________________________________________________________________________________________________ Kunjungi Official Akun Kami: Instagram: @Bsimodernumm Tiktok: @Bsimodernumm Twitter: @BSIModern_UMM Facebook: Bsimodernumm Website: https://bhsindonesia.umm.ac.id YouTube: BSIModern_UMM  

📣 INFO RESMI PRODI BSI MODERN UMM 📣

Kepada Seluruh Mahasiswa BSI Modern UMM Diharapkan untuk hadir dalam kegiatan tanda tangan dan/atau cap stempel basah KSM secara kolektif Salah satu syaratnya adalah menunjukkan bukti pengisian 🔗 Link Survei: http://www.iqass.umm.ac.id Mohon kehadirannya tepat waktu. JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN YA!!! ___________________________________________________________________________________________________________________ Kunjungi Official Akun Kami: Instagram: @Bsimodernumm Tiktok: @Bsimodernumm Twitter: @BSIModern_UMM Facebook: Bsimodernumm Website: https://bhsindonesia.umm.ac.id YouTube: BSIModern_UMM

Sambang Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Se-Madura Raya & Workshop Peningkatan Keterampilan Berkelanjutan Berbasis AI dan Kolaborasi Performansi

    Pada hari Jumat, 3 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sambang Alumni Se Madura Raya dan Workshop Peningkatan Keterampilan Berkelanjutan AI dan Kolaborasi Performansi yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Modern, UMM. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 12.30 WIB sampai selesai, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumenep, Kabupaten Sumenep. Kegiatan dihadiri oleh 26 alumni BSI Modern serta diikuti oleh beberapa dosen BSI Modern sebagai perwakilan jurusan. Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. Workshop ini mengangkat tema masa depan literasi melalui rekonstruksi model pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan Human-in-the-Loop (HITL). Materi workshop menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa dan sastra tidak boleh bersifat generatif murni yang menggantikan peran manusia, melainkan harus ditempatkan sebagai mitra asistif dan kolaboratif yang mendukung proses berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Dalam konteks penulisan cerpen, AI digunakan untuk membantu fase ideasi, pengembangan arsitektur naratif, pengayaan diksi dan gaya bahasa, serta evaluasi teks berbasis rubrik, sementara keputusan kreatif tetap berada pada siswa sebagai subjek pembelajaran. Workshop juga membahas secara kritis dampak negatif penggunaan AI, seperti risiko plagiarisme, cognitive offloading, hilangnya orisinalitas, dan tantangan integritas akademik, sekaligus menawarkan strategi pedagogis berupa scaffolding, dialog reflektif, prompting etis, dan penguatan agensi siswa agar AI justru memperkuat literasi berkelanjutan dan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah sesi workshop, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari para alumni. Pada sesi ini, alumni menyampaikan refleksi pengalaman akademik selama menempuh studi di BSI Modern, berbagi dinamika dan tantangan di dunia kerja, serta memberikan masukan dan harapan terkait pengembangan kurikulum, relevansi pembelajaran, dan penguatan jejaring alumni BSI Modern di wilayah Madura Raya. Sesi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi ruang penguatan hubungan antara jurusan dan alumni. Rangkaian acara selanjutnya dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi (muspus) yang dibawakan oleh mahasiswa alumni BSI Modern angkatan 2018 dan 2021, serta kolaborasi dengan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep. Penampilan musikalisasi puisi ini menjadi bentuk ekspresi estetika sastra yang memadukan unsur musikal dan pembacaan puisi, sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi lintas angkatan dan lintas institusi dalam pengembangan seni pertunjukan sastra. Kolaborasi penampilan musikalisasi puisi alumni angkatan 18 dan 21 bersama mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep Kegiatan ditutup dengan salam perpisahan antara dosen dan alumni, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan dan simbol keberlanjutan hubungan kekeluargaan serta kolaborasi antara Jurusan BSI Modern dan para alumni